OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 33


__ADS_3

Keesokan hari nya mereka pulang ke rumah masing - masing. Ara telah mengemas barang - barang miliknya dan di masukkan ke dalam tas ranselnya.


"Sudah?" tanya Sean.


"udah mas" jawab Ara sembari menggendong tas punggung nya dan menuju ke lantai bawah.


Mereka berpamitan satu sama lain, "Woy balik yak" ucap Bimo.


"Ati - ati lu bawa anak orang" ucap Yuda pada Bimo, karna Bimo pulang bersama Yuki


"Beres, paling di tengah jalan gue buang"


"gua tabok lu ya" ucap Yuki tidak terima


"Eh gue sama pak Sean duluan ya" ucap Ara yang baru tiba di bawah.


"iya Ra ati - atik yak"


"pak hati - hati" ucap Bimo cengengesan.


"emm.. kita duluan" jawab Sean.


Sean dan Ara pergi meninggalkan villa, udara pagi itu masih sangat sejuk, dengan pemandangan di sekitar sangat indah.


"mas" panggil Ara


"emm"


"mas kemarin nginep dimana?" tanya Ara penasaran.


Sean membelokkan mobil nya menuju penginapan tempat dia menginap kemarin.


"itu disana" tunjuk Sean.


"Deket banget dong sama villa" ucap Ara


"Biar gampang nemuin kamu"


"Makasih ya mas" ucap Ara sembari bergelayut manja di lengan Sean.


"iya sama - sama, tapi ngomong - ngomong ada kejadian apa antara kamu dan Marsya, sampe kamu minta maaf ke dia" ucap Sean


"Arsya mas" ralat Ara.


"ah iya itu maksudnya"


"Jadi kemarin malem kita lagi BBQ-an di halaman belakang villa, trus abis itu kita nyanyi - nyanyi deh, tapi tiba - tiba Arsya berlutut di kaki Ara dan nyatain perasaan nya ke Ara" ucap Ara.


Sean menoleh, "Dia bilang apa?"


Katanya "Kamu mau ga jadi pacar aku? udah 3 tahun aku mendem perasaan untuk kamu" ucap Ara


"Terus kamu jawab apa? " tanya Sean penasaran dengan jawaban Ara.


"Ara jawab, Ara ga bisa karena Ara udah nikah" ucap Ara.


Sean tersenyum mendengar jawaban Ara.


"Mas kenapa senyum - senyum" tanya Ara.

__ADS_1


"enggak"


Mereka membelah jalanan padat merayap di hari itu.


Tak terasa mereka sudah sampai di Apartemen, "huftt.. capek buangetzzz" ucap Ara.


kamu istirahat saja dulu" ucap Sean.


"iya mas, Ara tidur bentar ya"


"iya".


Sekitar 2 jam Ara tertidur, akhirnya dia terbangun karna mendengar suara ponselnya yang sejak tadi berbunyi.


tringgg.. triinggg..


Ara menggapai ponselnya yang terletak di meja sebelah kasurnya, "Hallo" ucap Ara dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Hallo, Ara kamu kemana aja kenapa ga pernah ngunjungi mama ke rumah" cecar Ayu di seberang sana.


"eh mama, iya ma nanti Ara ke sana ya" ucap Ara yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Pokoknya besok kamu sama suami kamu nginep di sini" ucap Ayu.


"iya nanti Ara bilangin ke mas Sean ya ma" ucap Ara.


"Yaudah mama tutup ya"


"iya mama sayang" ucap Ara sembari menutup telpon nya.


***


"Mas" panggil Ara.


"emm"


"Mama suruh kita nginep di sana"


"Yaudah besok kita berangkat ya"


"beneran mas? " tanya Ara memastikan


"iya beneran sayang" ucap Sean sembari menggenggam tangan Ara.


Ara tersenyum mendengar panggilan sayang yang di sematkan Sean padanya, sebenarnya dia merasa malu mendapat panggilan seperti itu, karena dia sendiri masih belum sanggup mengucap kata sayang pada Sean.


"Mas"


"emm"


"Ara boleh nanya ga? " ucap Ara


"mau nanya apa, hemm? " ucap Sean sembari mengelus puncak kepala Ara.


"Mas bahagia ga nikah sama Ara?" tanya Ara hati - hati.


"kenapa nanya gitu? " tanya Sean balik.


"Gapapa, pengen tau aja, mas bahagia atau enggak setelah nikah sama Ara"

__ADS_1


Sean membalikkan badan Ara menghadap kepada dirinya dan menangkup kedua pipi Ara, "Saya bahagia menikah sama kamu. Saya bisa saja menolak perjodohan ini jika saya mau, tapi buktinya saya menerima perjodohan inikan, itu artinya saya bahagia" ucap Sean.


Ara tersenyum mendengar perkataan Sean dan memeluknya erat, "Makasih ya mas" ucap Ara.


"Iya sayang" ucap Sean seraya mengelus pipi Ara dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ara.


Ara tertegun melihatnya, lalu ia hanya dapat memejamkan matanya dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Semakin erat Ara mengatup kan matanya dan...


Cup..


Sean hanya mendaratkan ciuman di kening Ara.


"Kamu mikir apa" ucap Sean sembari menyentil pelan kening Ara.


"ihhh mas nyebelin" ucap Ara dengan pipi yang memerah seperti tomat.


"Ayo tidur" ajak Sean sembari menggandeng tangan Ara menuju kamar mereka.


Ara berbaring di ranjang dan di susul oleh Sean, mereka saling berhadapan dengan tangan Sean mengelus puncak kepala Ara.


"mas"


"emm"


"ga jadi deh" ucap Ara


"kenapa? ada apa?"


"hemm.. mas udah pengen banget punya anak ya?" tanya Ara.


Sean mengerutkan dahinya, "bukannya setiap pernikahan itu pasti memiliki impian mempunyai anak? " tanya Sean.


"iya emang, tapi maksud Ara mas pengen sekarang banget punya anak nya? " tanya Ara lagi.


"Ya se dikasih nya aja Ra, kenapa emang, kamu ga mau punya anak dari saya?" tanya Sean


"ehh engga gitu mas.. Ara cuma belum siap aja" ucap Ara


"saya ngerti ketakutan kamu, tapi kita juga tidak bisa menolak rezeki dari Allah kan?"


"i-iya sihh, tap.. emmmpppp" ucapan Ara terhenti ketika Sean menempelkan benda kenyal miliknya ke bibir Ara.


Cukup lama benda tersebut menempel lalu Sean melepaskannya, "jangan pernah merisaukan sesuatu yang belum terjadi, lebih baik kita jalani dan syukuri apa yang sedang kita jalani" ucap Sean.


Setelah berkata seperti itu, Sean kembali menempelkan bibirnya di bibir Ara dan lama kelamaan menjadi gerakan *******.


Ara yang hanya dapat memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan Sean di tubuhnya hingga Ara mengeluarkan lenguhan yang semakin membuat Sean terasa panas.


Sean yang sudah di kuasai nafsu langsung menanggalkan segala sesuatu yang menempel di tubuh mereka berdua hingga mereka berdua sama - sama polos.


Menurut Sean tubuh Ara adalah candu baginya, setelah merasa puas bermain - main di bagian atas tubuh Ara, Sean lalu memulai untuk penyatuan dirinya dengan Ara.


Seperti biasa Ara hanya dapat memejamkan mata dan ******* seprai tempat tidurnya dan menahan rasa perih di area sensitifnya.


Setelah mendapatkan pelepasannya, Sean langsung mencium kening Ara dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.


"good night" cupp...

__ADS_1


***


__ADS_2