ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 14


__ADS_3

PART 14


__


Setelah kepergian Yoongi, Yn masuk tanpa menghiraukan Jungkook yang dengan susah payah berjalan ke sofa. Yn duduk di meja makan dan memperhatikan gerak gerik Jungkook.


"Jangan duduk di sofa, berbaringlah. Duduk akan membuat mu semakin merasa sakit," ucap Yn.


Jungkook sontak menoleh dan tersenyum. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di sofa menghadap pada Yn.


"Bisa aku meminta sesuatu yn?" Tanya Jungkook


"Katakan," Yn


"Tolong nyalakan televisi, aku ingin menonton," Jungkook


"Tunggu sebentar," dengan malas yn berjalan menuju tv dan menyalakannya. Setelah itu memberikan remote control pada Jungkook agar pria itu bebas mau menonton siaran apa.


TOK!! TOK!! TOK!!


Baru saja duduk, yn dibuat kesal dengan seseorang yang terdengar mengetuk pintu apartemen Jungkook.


"Siapa itu? Pagi pagi sudah bertamu, apa tidak ada waktu lain," kesal yn, ia berjalan dan membuka pintu apartemen Jungkook.


Terlihat dua pria bertubuh tinggi dengan seragam polisi berdiri di sana. Yn tersenyum kikuk, ia mempersilakan kedua orang itu untuk masuk.


"Ah, Namjoon Hyung, hobi Hyung, tumben sekali datang," ucap Jungkook saat melihat dua rekannya memasuki apartemen nya. Jungkook ingin duduk dengan susah payah, namun dengan cepat pria bernama Namjoon itu mencegahnya.


"Tetaplah seperti itu, aku tau punggung mu masih terasa sakit kan. Kami sengaja datang, mewakili semua anggota kepolisian untuk menjenguk mu. Mereka sibuk," ucap Namjoon


"Ah terimakasih, maafkan aku karena belum bisa bertugas untuk beberapa hari," Jungkook


"Tidak apa, tetap lah istirahat di rumah. Aku bawakan ini untuk mu," ucap Hobi memberikan sepaket buah buahan dan meletakkan nya di meja.


"Terimakasih Hyung, maaf merepotkan," Jungkook


"Ini tidak merepotkan," hobi


"Ini, silahkan diminum," dengan tiba tiba Yn menyodorkan sebuah nampan berisi tiga gelas jus.


"Ah, seharusnya kau tidak usah repot repot," ucap Namjoon dan meraih segelas jus dan meminumnya.


"Sihirisnya kiu tidik isih ripit ripit, tapi diminum juga," gumam yn mengejek cara bicara Namjoon sebelum nya.


Untung saja tidak ada yang mendengar nya selain Yn sendiri, gadis itu kemudian membiarkan tamu suaminya duduk disana, sedangkan dia pergi ke kamar dan menutup pintu kamar.


"Jung, istrimu sangat cantik, lebih cantik daripada kekasih mu," ucap Namjoon


"Iya, aku sarankan kau putuskan saja hubungan mu dengan Yura, istri mu sekarang sangat sempurna tanpa ada kekurangan sama sekali," Ujar Hobi


"Ya, jika dia milikku, tentu akan ku lepas kan Yura. Tapi kali ini ceritanya berbeda, Yn menikah dengan ku, tapi hatinya milik orang lain," lesu Jungkook


"Apa maksud mu?" Namjoon

__ADS_1


"Aku dan Yn sama sama memiliki kekasih setelah pernikahan kami, hh konyol bukan?" Ucap Jungkook disertai kekehan nya, terdengar sangat hambar.


"Ch, bod*h! Kenapa menikah kalau begitu?" Hobi


"Ini keinginan orang tua kami," Jungkook


"Hidup mu sangat rumit, aku akan membantu mu dengan doa semoga kau mendapatkan jalan yang tepat setelah ini," Namjoon


"Apa kali ini tidak tepat?" Yn


"Sangat, sangat tidak tepat," Namjoon


"Baiklah, berhenti membahas itu. Kami harus segera pergi, kami di tugaskan ke luar kota, bisa kami pulang sekarang?" Hobi


"Silahkan, hati hati di jalan, maaf Karen aku tidak bisa membantu kalian," Jungkook


"Tidak masalah, lekas lah sembuh," ucap Namjoon. Dua pemuda itu kemudian pergi meninggalkan apartemen Jungkook.


_


_


"Dia sedang melayani tamu nya, jadi aku membiarkannya saja disana. Mungkin mereka adalah teman teman Jungkook," ucap Yn. Sepertinya gadis itu sedang melakukan panggilan Vidio bersama seseorang.


"Kenapa kau tidak menjaga Jungkook?"


"Dia bisa menjaga dirinya sendiri, dia adalah seorang polisi, mana ada polisi lemah," ucap Yn


"Baiklah, apa aku bisa menutup telponnya sekarang? Kau tau, aku sedang menyetir. Aku tidak bisa fokus menatap jalanan jika ada wajah mu, kau itu selalu menarik perhatian ku," Ucap pria yang tak lain adalah Taehyung.


"Ya, terimakasih. Aku mencintai mu, daa," Taehyung


Yn hanya tersenyum. Ia beranjak dari tempat tidur setelah Taehyung menutup panggilan itu. Yn berniat untuk menghampiri Jungkook, gadis itu berbalik, namun siapa sangka? Ternyata Jungkook sudah berdiri di ambang pintu.


"Pantas kau tak mendengar ku, ternyata kau sibuk berbicara dengan kekasih mu, benar? Ya, tentu saja benar," ucap Jungkook. Pria itu berjalan menuju ke kamar mandi.


Yn hanya mengacuhkan nya, melihat Jungkook yang bisa berjalan dengan sendirinya Yn keluar dari kamar dan duduk di depan tv.


"Ini bukan lah sebuah drama, dia pikir aku akan memohon meminta maaf begitu? Ch, apa dia pikir aku kasihan padanya? Kalau bukan karena Taehyung, mungkin sekarang aku sudah melakukan hal nekat," ucap Yn


Gadis itu kembali membuka ponsel nya, ia men'scroll kontak di ponsel nya. Setelah mendapatkan nama yang di cari, yn menekan tombol panggil pada nomor tersebut.


"Halo," ucap Yn memulai percakapan setelah orang tersebut mengangkat telpon dari Yn.


"....


"Aku mau kau menyelidiki kejadian pukvl satu dini hari di rumah ku, suami ku terluka karena itu, dan aku tidak mau siapapun mengusik hidup ku. Untuk bayaran, kau tenang saja, semakin cepat kau mendapatkan informasi, semakin besar bayaran mu, mengerti?" Yn


"....


"Bod*h! Jangan pernah kau mencoba menyangkut pautkan polisi dalam hal ini, atau sebelum itu kau akan aku hab*si! Mengerti?!"


"...

__ADS_1


"Baiklah, lakukan tugas mu dengan benar," Yn menutup panggilan itu setelah semua yang dibicarakan selesai.


"Dan ternyata kau perduli padaku," ucap Jungkook. Pria itu ternyata berada di di belakang Yn mendengarkan semua percakapan Yn dengan orang yang di telpon nya.


"Apa? Perduli padamu? Ch, besar kepala, aku melakukan ini untuk keamanan ku sendiri, jika kau berpikir aku melakukan ini karena aku perduli padamu, maka kau salah besar," ucap Yn tanpa menatap lawan bicaranya sama sekali.


Jungkook tersenyum kemudian duduk di sebelah yn. Pria itu menidurkan kepalanya pada paha Yn. Yn yang merasa risih dengan itu menunduk, ia menatap nyalang pada Jungkook yang juga menatapnya dengan senyuman di bibirnya.


"Singkirkan kepala mu," Yn


"Kenapa? Bukan kah seperti ini posisi saat kau khawatir padaku dan membawaku ke rumah sakit?"


"Jangan lupa, kalau itu dalam keadaan genting," Yn


"Yaa aku tau, sekarang juga keadaan nya genting, aku sedang sakit, dan butuh perhatian dari istri ku," goda Jungkook


Tapi sungguh, yn sama sekali tak mempan dengan godaan Jungkook. Daripada panjang lebar, dia biarkan saja Jungkook tidur dengan posisi seperti itu.


Hingga beberapa saat kemudian, Yn malah menyusul Jungkook yang tertidur dengan bersandarkan sofa. Yn bahkan meletakkan tangannya pada kepala Jungkook. Keduanya sama sama terlelap dan bermimpi.


_


_


"Darimana saja kau? Kenapa tadi pagi aku tidak melihat mu di kamar?" Tanya Yeni. Wanita itu tengah menginterogasi putri sulung nya yang baru pulang beberapa menit yang lalu.


"Aku di rumah teman ku, maaf ma karena tidak meminta izin pada kalian, aku pergi setelah acara pernikahan Yn selesai," Yura


"Apa kau tau, Jungkook terluka dan masuk rumah sakit pukvl satu tadi malam. Entah siapa yang berusaha melukai Jungkook," Yeni


"Benarkah? Ugh, kasihan sekali Jungkook, lalu bagaimana keadaan nya?" Yura


"Dia mungkin sudah membaik, dia juga sudah kembali ke apartemen nya bersama Yn. Sekarang kau pergi mandi, bersyukur lah appa mu tidak mengetahui kepergian mu, jika tidak maka satu rumah akan kena imbas nya," Yeni


Yura mengangguk, ia meninggalkan Yeni di ruang tv sedangkan dia sendiri naik ke atas menuju ke kamar nya.


__


"Bod*h! Bagaimana bisa! Awas saja, takkan ku ampuni dia, dasar tidak becus!" Umpat Yura entah pada siapa, gadis itu hanya mondar mandir di balkon kamar nya.


Yura meraih ponselnya yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas. Jari jarinya terlihat mengetik sebuah pesan pada satu nomor yang tak mempunyai nama, entah memang belum di simpan atau sengaja tak di simpan.


Setelah beberapa saat mengirim kan pesan, ia mendapat kan balasan dari orang yang sama. Geram dengan balasan itu, Yura langsung menelpon nomor yang sama.


"Sial*n kau! Apa apaan! Bagaimana mungkin kau akan menyerahkan diri, dasar bod*h! Tidak bisakah kau berpikir jernih, kau sangat payah! Cepat sembunyi, aku akan transfer uang untuk mu, pergi lah jauh jauh! Jika ada sesuatu mengintai mu, segera hubungi aku!" Ucap Yura dan kemudian langsung menutup panggilan itu secara sepihak.


"Sial! Aku dalam masalah, ch bodoh sekali aku menyuruh orang tak berpengalaman itu," gumam nya lalu berjalan ke kamar mandi berniat membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket itu.


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


__ADS_2