
PART 35
__
"Aku juga tidak meminta mu untuk menikah. Lagipula apa kau pikir semua pria sama? Aku juga seperti ini bukan karena keinginan ku," Jungkook
"Tapi tetap saja kau menyakiti wanita," Kang Seol
"Apa kesalahan ku bisa dimaafkan Seol? Aku takut Yn akan seperti ini terus," Jungkook
"Dengar, jangan lelah untuk terus meminta maaf padanya. Kau ini bagaimana, masa meminta pendapat dari orang lain, apa tidak bisa berpikir sendiri eoh?" Kang Seol
"Diamlah! Kau semakin membuat ku pusing," Jungkook
___
21.45
Jungkook baru saja pulang, ia langsung duduk di sofa dan di sambut oleh Yura membuka kan jaket yang dikenakannya. Jungkook tersenyum karena berpikir Yn yang melakukan rutinitas ini, tapi saat menoleh dan mendapati Yura yang berdiri di belakangnya membuat Jungkook langsung berdiri.
"Ada apa? Apa kau butuh sesuatu? Akan aku ambilkan," Yura
"Tidak perlu," Jungkook. Ia melirik sesaat pada dahi Yura yang terdapat tempelan perban. Ia mencoba menyentuh dahi istri kedua nya namun ia urungkan.
"Ekhem, ada apa dengan dahi mu? Apa kau berulah lagi?" Jungkook
"Em? Ah, ini, tidak ada apa apa. Hanya luka kecil karena terjatuh saat bersama Yn dan tanpa sengaja mengenai sudut meja tadi," Yura
"Maksud mu?" Jungkook
"Em, t- tidak bukan apa apa. Apa kau mau mandi? Akan aku siapkan air hangat," Yura
"Tidak perlu, pergi ke kamar mu dan istirahat. Kau sedang mengandung, tidak baik di jam segini kau masih berkeliaran," Jungkook
"Baiklah, tapi sebelum itu aku ingin meminta sesuatu, apa boleh?" Yura
"Apa?" Jungkook
"Bisakah malam ini kau tidur dengan ku? Ini keinginan baby kita, bagaimana? Kau mau kan?" Yura
"Ya, pergilah ke kamar," Jungkook
Yura tersenyum menang, ia berjalan gontai ke kamar nya dengan senyuman nya yang tak luntur. Jungkook menatap ke atas, seorang wanita berdiri dengan tatapan sendu nya dan langsung masuk ke kamar saat pandangannya bertemu dengan Jungkook.
Saat Jungkook ingin menyusul nya, panggilan dari Aletha membuat nya berhenti melangkah dan menoleh.
"Ada apa?" Jungkook
"Saya ingin mengatakan sesuatu tentang nona Yn dan nyonya Yura," Aletha
"Apalagi? Setiap hari kau selalu mengatakan yang tidak tidak tentang Yn, apa kali ini juga?" Jungkook
"Bukan begitu tuan, tapi tadi saat melihat nona Yn dan nyonya Yura berselisih di ruang tv. Lalu nyonya Yura terjatuh, dan kepala nya berdarah karena terbentur dengan sudut kaca meja," Aletha
"Apa? Jadi maksud mu yn yang melukai Yura?" Jungkook
"Saya tidak mengatakan itu tuan, tapi sepertinya begitu," Aletha
__ADS_1
"Baiklah, kau bisa istirahat. Ini sudah malam, pergi lah ke kamar mu," Jungkook
"Baik, terimakasih tuan," Aletha membungkuk lalu pergi ke kamar nya yang ada di dekat dapur.
Sedangkan Jungkook, ia berjalan gontai menuju kamar nya dengan Yn. Pria itu membuka pintu dan melihat Yn yang sudah tidur miring menghadap ke balkon kamar.
"Sayang, kau sudah tidur?" Jungkook
"Pergilah, anak kalian sedang ingin bersama Appa nya. Jangan memberikan harapan palsu pada Yura, tidur lah dengannya," Yn
"Tidak, sebelum itu aku ingin bicara serius dengan mu," Jungkook
"Katakan saja," Yn
"Tidak sampai kau berbalik dan lihat aku saat aku bicara," Jungkook
"Kalau begitu pergilah, tidak yang perlu di bicarakan bukan? Pergilah, pergi!" Yn
Jungkook merasa kesal dengan sikap Yn yang berubah ubah. Ia menarik kedua sisi lengan Yn dan membuat Yn menjadi terduduk menghadap nya.
"Apa kau tau kau menyakiti ku Jung?" Lirih Yn
"Tidak usah bertele tele, selama ini aku menahannya yn karena aku berpikir Yura hanya berbohong. Tapi hari ini, Aletha juga ikut mengatakan kalau kau mendorong Yura dan menyebabkan dahi nya menjadi terluka seperti itu," Jungkook
"Lalu kau percaya begitu?" Yn
"Bagaimana aku tidak percaya, sedangkan aku sudah melihat perban di kepala Yura tadi," Jungkook
"Baiklah, aku salah. Maafkan aku," Yn. Sebenarnya ia tak Sudi mengakui ia salah karena dia memang tak bersalah. Yura sendiri lah yang menjatuhkan dirinya.
"Apa! Tidak, aku tidak Sudi mengucapkan kata kata itu untuk Yura," Yn
"Yn, apa kau tau akibat perbuatan mu? Kau bisa saja mencelakai bayi kami!" Ucap Jungkook sedikit meninggi membuat Yn menatap miris padanya. Yn beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar. Jungkook yang heran langsung mengikuti langkah kaki Yn, ternyata wanita itu berhenti di depan kamar Yura.
Tok!! Tok!! Tok!!
"Iya ju- oh kau? Ada apa yn? Apa kau butuh sesuatu?" Yura
Plak!!
"Dasar wanita ular, ******! Perebut suami orang!! Atas dasar apa kau menuduh ku mendorong mu hingga membuat kepala mu berdarah?! Kau cari m*ti hahh!!" Yn mendaratkan satu pukvlan di pipi kanan Yura.
"Yn, apa yang kau lakukan!!" Bentak Jungkook
"Apa kau buta? Tidak bisa melihat kalau aku baru saja menampar istri kesayangan mu ini?! Itu akibat karena kau berani menuduh ku yang tidak tidak, lakukan itu lagi jika kau ingin m*ti!" Tekan Yn
"M- maaf nona, tapi saya juga melihatnya,"
"Diam!! Kau datang saat Yura sudah terjatuh, kau tidak melihat kejadian yang sesungguhnya. Dan aku tidak menyuruh mu untuk angkat bicara, dasar pengadu domba!!" Ucap Yn membuat Aletha yang baru saja datang itu terdiam. Ia datang karena mendengar keributan yang terjadi.
"Kemari," Yn berjalan mendekati Jungkook. Ia langsung menarik tangan Jungkook dan mendorong pria itu masuk ke kamar Yura.
"Tidur lah, elus perut istri kesayangan mu itu. Bayi kalian butuh kasih sayang bukan? Pergi!! Anak ku tidak membutuhkan ayah yang tak bertanggung jawab dan plin-plan seperti mu!!" Serkas Yn. Ia berjalan cepat meninggalkan kamar Yura dan kembali ke kamar nya. Yn langsung menutup dan mengunci rapat pintu kamar nya.
Dari luar, Jungkook sudah menggedor pintu kamar nya dengan keras membuat Yn yang bersandar pada pintu sedikit terdorong tubuh nya.
Wanita itu menangis, tubuhnya merosot ke lantai. Ia mengusap wajahnya. Yn sudah menunggu Jungkook pulang selama ini, tapi saat suaminya pulang apa yang dia dapatkan? Hanya pemandangan tak mengenakkan serta drama dari Aletha dan majikannya.
__ADS_1
"Dasar bedebah! Aku sudah tak tahan dengan kehidupan gila ini, kalau bukan karena anak yang aku kandung, aku sudah pergi dari rumah, kota, bahkan negeri ini selama lamanya," Lirih Yn.
Ia mengelus perut buncit nya yang sudah berusia enam bulan itu. Yn kembali menangis.
"Eomma akan membawamu jauh dari rumah ini setelah kau lahir sayang. Kita akan pergi jauh dari orang orang yang tak mempunyai hati. Cepat cepat lah hadir ke dunia ini, kita akan bersenang senang bersama," Yn
...
Pagi kembali menyapa, Yn ternyata tertidur di lantai di depan pintu kamar. Hingga saat ini Yn belum juga terbangun, karena memang ia baru tertidur saat jam menunjukkan pukvl dua dini hari tadi.
Jungkook baru saja keluar dari kamar Yura, ia melihat pintu kamar nya dengan Yn masih tertutup rapat. Jungkook langsung mencari kunci cadangan, setelah mendapatkan nya, ia langsung membuka pintu kamar.
Betapa terkejutnya Jungkook saat melihat istrinya yang sedang hamil tidur di lantai. Jungkook dengan cepat langsung mengangkat tubuh Yn dan membawanya untuk tidur di ranjang. Jungkook menyadari mata Yn yang sembab dan menghitam.
"Sayang, apa kau menangis hm? Maafkan aku, aku memang bodoh! Seharusnya aku tidak percaya begitu saja, bagaimana mungkin aku meragukan kejujuran istriku," gumam Jungkook
Ia mengelus lembut pipi Yn, kemudian beralih pada perut Yn. Taehyung mengangkat kaos yang Yn kenakan, ia menggambarkan ilustrasi bergambar love di perut istrinya, lalu beralih mencium nya.
"Maafkan Appa, Appa tidak percaya pada eomma tadi malam. Appa pantas mendapatkan hukuman bukan? Saat anak Appa lahir, Appa akan menerima hukuman apapun dari mu sayang," ucap Jungkook
"Sayang, aku harus pergi ke kantor. Jangan lupa sarapan ya, dan minum susu ibu hamil. Aku mencintaimu,"
Cup cup
Ia mengecup singkat dahi dan bibir yn bergantian. Baru menyelimuti tubuh istrinya, setelah itu pergi dari sana.
Di meja makan, Jungkook mendapati Yura tengah menyantap makanannya dengan sangat lahap dengan senyuman yang merekah.
"Apa kau akan ke butik hari ini?" Tanya Jungkook
"Em? Sepertinya tidak, aku akan beristirahat dirumah saja," Yura
"Baguslah kalau begitu, tetap lah istirahat dan jangan terlalu lelah. Itu tidak baik untuk kesehatan bayi kita," Jungkook
"Jung, sebelum kau pergi aku mau kau mengecup kening ku," Yura
"Aku buru buru," Jungkook
"Ayolah Jung, ini keinginan bayi kita," rengek Yura
"Dengan terpaksa Jungkook berjalan mendekati Yura, ia mengecup sekilas dahi Yura baru setelah itu pergi meninggalkan rumah.
"Perlahan aku akan memiliki Jungkook seutuhnya lagi Yn," smirk Yura
"Aletha, bangunkan Yn dan ajak dia sarapan bersama," Yura
"Baik nyonya," Aletha menurut, ia berjalan menuju kamar Yn untuk mengajak wanita itu agar sarapan bersama.
Aletha mengetuk pintu kamar Yn namun tak kunjung terbuka membuat nya jengah menunggu diluar.
.
.
.
╰┈➤ To be continued
__ADS_1