
PART 28
__
"Aletha, tolong jaga rumah. Aku akan pergi mungkin akan kembali malam, jangan biarkan siapapun masuk," Jungkook
"Baik tuan," jawab Aletha sambil tersenyum.
Yn hanya menatap Aletha datar tanpa ekspresi. Sedangkan Aletha, entahlah mungkin dia tidak perduli. Tatapan nya hanya tertuju pada Jungkook saat ini.
"Ayo sayang," ajak Jungkook. Pria itu menarik pergelangan tangan Yn dan membawanya keluar.
__
Tok!! Tok!! Tok!!
"Iya sebentar!!" Sahut seseorang dari kediaman Jeon.
Pintu terbuka dan menampakkan wanita muda yang mempersilahkan mereka masuk. Siapa? Pembantu, udah lah lu pembantu aja diribetin.
"Dimana Appa?" Tanya Jungkook
"Masih di kantor, tuan muda,"
"Eomma dimana?" Jungkook
"Pergi arisan, tuan muda,"
"Telpon mereka berdua dan suruh pulang sekarang juga. Katakan ada hal genting yang terjadi dirumah," titah Jungkook
"Siap, tuan muda," pembantu tersebut menutup pintu lalu membiarkan Jungkook dan Yn masuk sendirinya, setelah itu dia berjalan ke telepon rumah dan menelpon Junghan dan Yeji.
__
"Lea!! Lea!! Ada apa?! Apa yang terjadi hingga kau menyuruhku untuk segera pulang?!" Teriak Junghan dari arah pintu. Ia kaget melihat kedatangan putra tunggal nya disana.
"Jungkook? Kau datang?" Junghan
"Halo Appa," sapa Jungkook. Ayah dan anak itu berpelukan singkat, setelah itu berganti mertua dan menantu yang saling memeluk.
"Tunggu sebentar, Appa ingin menemui Lea," Junghan hampir pergi namun Jungkook menahannya.
"Ah tidak Appa, sebenarnya aku yang menyuruh Lea untuk menelpon Appa dan eomma. Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting," Jungkook
"Benarkah? Apa itu?" Junghan
"Kita tunggu eomma dulu," Jungkook
"Haish Lea! Apa kejadian yang mengharuskan aku meninggalkan arisan ku lebih awal eoh!" Kesal Yeji. Ia masuk sembari memegang tas nya. Wanita itu terdiam saat melihat putranya duduk di ruang tamu bersama istri dan Appa nya.
"Jungkook? Kau datang nak?" Girang Yeji dan langsung berhambur memeluk putra nya.
"Yn," sapa Yeji dengan senyuman hangat nya. Ia juga beralih memeluk menantunya. Percayalah, perlahan lahan Yeji sudah mulai menyayangi keberadaan Yn di keluarga mereka.
"Eomma duduk lah, aku yang menyuruh Lea untuk menelpon eomma," Jungkook
"Ah baiklah, aku akan meninggalkan apapun jika anak ku yang menyuruh nya," ucap yeji, ia kemudian duduk di sebelah Junghan suaminya.
"Jadi, ada apa? Kabar penting apa yang ingin kau sampaikan Jungkook?" Junghan
__ADS_1
"Begini, emm- Yn tengah hamil," ucap Jungkook sontak membuat Yeji menutup mulutnya tak percaya. Begitu juga Junghan yang tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Jungkook.
"Benarkah? Yn, kau hamil nak?" Junghan
"Iya Appa," Yn
"Ah, yeobbo kita akan menjadi halmeoni dan harabeoji," girang Junghan
"Aa menantuku! Kau sudah hamil, akhirnya aku akan mempunyai Cucu. Hei apa yang kalian lihat? Ayo kita rayakan kehamilan Yn ini," ucap Yeji
"T- tidak eomma, tidak perlu, orang tu- m- maksud ku orang orang bilang jika melakukan perayaan kehamilan sebelum tujuh bulan akan berakibat fatal, aku tidak mau terjadi sesuatu pada bayi ku," Ucap Yn ragu ragu
"Iya eomma, aku juga berpikir jika kita merayakan ini bukan kah sangat berlebihan? Kita akan merayakannya saat bayi ku sudah lahir," Jungkook
"Baiklah terserah pada kalian saja," Yeji
"Eomma, Appa, kami tidak berlama lama disini. Istriku tadi sedang mengidam rujak, kami harus mencari rujak untuk baby jeon. Kalian bisa kembali ke arisan dan kantor kalian, kami akan pergi," Jungkook sudah bangkit. Ia membantu istrinya untuk berdiri.
"Secepat itu?" Yeji
"Maaf Eomma," Jungkook
"Sudahlah, yeobbo biarkan mereka pergi. Itu keinginan bayi mereka, lain kali kita akan berkunjung ke rumah mereka," Junghan
"Baiklah," pasrah Yeji.
Setelah berpelukan lagi dengan Junghan dan Yeji, pasutri itu berjalan meninggalkan mereka. Masuk ke dalam mobil, lalu pergi dari pekarangan rumah dan menuju ke restoran fruit.
"Sayang, disini ada beberapa jenis rujak. Ada rujak bumbu manis, rujak bumbu asin, rujak bumbu pedas, dan ada yang bumbu manis pedas dan k-
"Rujak bumbu pedas," ucap Yn saat Jungkook belum menyelesaikan kata-katanya.
"Aku tidak mau, kalau tidak pedas biarkan saja anak ku menahan nya. Nak, Appa tidak mengizinkan mu makan rujak, tahan ya sayang, nanti eomma berikan makanan lain," ucap Yn sembari mengelus perut nya.
"Ck, baiklah," pasrah Jungkook. Ia memesan satu rujak bumbu pedas untuk Yn. Setelah pesanan itu datang, Yn melahapnya perlahan agar tak belepotan.
"Jeon kau tidak mau?" Tanya Yn,
"Tolong suapi aku," Jungkook
"Enak saja, kalau mau pesan lagi yang lain. Ini untukku dan anak ku," ucap Yn disela kunyahan nya.
__
Usai menghabiskan waktu di restoran fruit, kini pasutri itu berada di taman sembari memegang ice cream di tangan masing masing.
Namun, saat sedang asik makan ice cream, bisa bisanya Jungkook kebelet mendapat panggilan alam. Ia menatap ragu pada yn, takut untuk meninggalkan istrinya seorang diri.
"Yn, aku ingin ke toilet," adu Jungkook
"Pergilah," yn
"Kau?" Jungkook
"Aku sudah besar, aku bisa menjaga diriku, apalagi kau hanya pergi ke toilet. Pergilah, dan jangan lama lama," Yn
"Baiklah, tolong pegang ini sebentar," Jungkook menyodorkan ice cream nya pada Yn. Yn menerimanya, pria itu kemudian mengecup singkat bibir Yn lalu bangkit dan mencari arah toilet.
"Tunggu sebentar dan jangan kemana mana," ucap Jungkook, ia mengacak rambut Yn sebelum dia pergi meninggalkan gadis itu.
__ADS_1
Yn hanya tersenyum dan kembali melahap ice cream nya.
_
_
"Dia seorang diri, hampiri dia dan bekap mulut nya dengan bius yang membuat nya mabuk dan pingsan. Sebelum Jungkook datang, segera bawa dia pergi ke tempat yang sudah ku siapkan," ucap seseorang dari seberang sana.
Orang itu menyuruh anak buah nya, sedang yang disuruh langsung mematuhi perintah bos nya. Ia berjalan dan mendekati Yn yang duduk di sebuah kursi.
"Hai, apa aku bisa duduk di sebelah mu?" Tanya nya hingga Yn tersenyum lalu mengangguk membiarkan gadis di depannya duduk di sebelahnya.
"Kau kemari dengan siapa? Kekasih mu?" Tanya gadis itu.
"Emm tidak, maksud ku bukan kekasih, lebih tepatnya adalah suami ku," Yn
"Ooh begitu," gadis itu menatap sekeliling. Yups, pas sekali keadaannya sedang sepi. Ia mengeluarkan saputangan dari dalam tas nya dan terlihat meneteskan sesuatu disana, perlahan ia mulai mendekatkan tangannya yang memegang saputangan itu dan membekap mulut Yn.
"Mmmpppp mpp!!" Tatapan tajam Yn menuju pada gadis itu, kuku tangannya yang panjang dan runcing menekan tangan gadis di sampingnya. Yes, dia berhasil melukai gadis itu hingga ia melepaskan bekapan itu.
Namun nahas nya, sesaat kemudian Yn langsung tak sadarkan diri karena terlalu lama di bekap dengan saputangan yang ada bius nya.
Gadis itu tersenyum smirk, dengan segera dia langsung membopong tubuh Yn dan membawanya pergi dari tempat itu.
_
_
Selesai dengan urusannya di toilet, Jungkook cepat cepat berjalan ke tempat semulanya tadi. Ia melihat kursi tempat dia duduki dengan Yn tadi kosong tak ada siapapun. Jungkook mulai celingak-celinguk mencari keberadaan Yn, namun tak ada tanda tanda kalau istrinya berada disana.
"Yn!!" Panggil Jungkook dengan keras.
"Tidak ada? Kemana dia? Ck, yn jangan bercanda!! Kau dimana!!" Teriak Jungkook lagi, namun lagi lagi tak ada yang menjawab sama sekali.
Bukan kah tempat itu tadi sedikit ramai? Kenapa sekarang mendadak sunyi? Kemana semua orang?
Jungkook berjalan sedikit menjauh dari kursi guna mencari Yn, namun kakinya tanpa sengaja menginjak sesuatu yang lembut dan dingin, Jungkook menoleh ke bawah dan ice cream miliknya dan Yn terjatuh disana.
"I- ini? Ice cream tadi, agh sial!" Gumam Jungkook
Sekarang dia tau, Yn sudah dibawa seseorang dari tempat itu. Jungkook bukan pria bodoh, jika dia tak tau apa apa maka sekarang dirinya tak memiliki jabatan sebagai seorang inspektur. Ia menatap ke langit langit dan memutar kepalanya.
Jungkook berdecak senang saat melihat sebuah CCTV terdapat di sebuah tiang listrik di sekitar sana yang kemungkinan akan memperlihatkan setengah taman, hingga ke parkiran.
Jungkook langsung mencari sumber CCTV, ia menghampiri seorang security yang berjaga disana hingga bertanya dimana ruangan CCTV yang mengarah pada taman dan parkiran.
__
"Pak, tolong lihat kejadian di taman dan area parkiran dan taman hari ini pukvl 15.40," ucap Jungkook pada penjaga CCTV.
Penjaga CCTV yang mengerti langsung memutar rekaman CCTV sesuai permintaan Jungkook. Hingga saat dimana seorang gadis datang dan duduk di sebelah Yn, dan mengajak yn mengobrol lalu dengan tiba tiba membekap gadis itu.
"Ya!! Ini dia, pak tolong copy ke ponsel ku, aku akan membayar mu," ucap Jungkook dan langsung menyerahkan ponselnya.
.
.
.
__ADS_1
╰┈➤ To be continued