
PART 4
__
"Ada apa Eomma, appa. Tumben sekali datang kemari, apa ada hal penting?" Tanya Jungkook memulai percakapan
"Appa Yn bilang, bulan ini kalian akan segera menikah," Junghan
"Apa?!" Kaget Yn dan Jungkook bersamaan
"T- tapi, ini buru buru sekali. Aku bahkan tak mempunyai rumah untuk kami berdua tinggal," ucap Jungkook
"Kenapa? Seorang istri harus bisa menerima kurang lebih suaminya. Apa salahnya tinggal disini menunggu sampai kau punya rumah sendiri?" Yeji
"Eomma mu benar. Yn, apa kau keberatan jika harus tinggal di apartemen sempit ini?" Junghan
"T- tidak samchon. Aku senang tinggal disini, dan apartemen ini iuga cukup luas. Hanya saja, menurut ku ini terlalu cepat, aku bahkan masih harus kuliah," Yn
"Ini lah perjodohan, pernikahan nya tidak bisa di duga duga. Kita tidak tau kapan itu akan terjadi, cepat atau lambat, kita harus siap," Junghan
"A- aku, aku akan mengikuti kemauan Jungkook oppa saja," Yn
"Aku akan mengikuti kemauan kalian," ucap Jungkook dan mampu membuat Yn kaget. Kenapa tidak? Ia berpikir bahwa Jungkook akan menolak pernikahan ini, ralat bukan menolak, lebih tepatnya meminta waktu beberapa bulan lagi.
__
"Baiklah, kami pulang dulu. Nak, jaga diri mu baik baik disini," Yeji mengelus rahang Jungkook baru setelah itu bangkit dan menggandeng tangan suaminya keluar dari apartemen Jungkook.
Setelah kedua orang itu benar benar sudah pergi, Yn berjalan cepat dan menutup pintu apartemen. Setelah itu ia kembali menghampiri Jungkook yang saat ini kembali fokus pada televisi.
"Bod o h!! Kenapa kau menerima nya? Kenapa tidak meminta waktu beberapa bulan eoh! Aku itu masih harus kuliah!!" Yn
"Lalu?" Jungkook
Ting!
Baru saja ingin meluapkan emosi nya, Yn terdiam saat terdapat notifikasi masuk ke dalam ponsel nya. Yn langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan melihat notifikasi apa yang masuk.
"Apaa!!" Teriak Yn membuat Jungkook menutup telinga nya.
"Tidak usah berteriak, dasar," Jungkook
"Tak Jeon Jungkook!! Ini semua karena mu apa kau tau haaaa!! Kau harus bertanggung jawab!!" Yn, ia mengguncang tubuh Jungkook membuat sang empu merasa oyong.
"Hei hentikan! Apa yang kau lakukan!" Jungkook
"Hiks, hari ini adalah hari terakhir pengumpulan skripsi, aku sudah menyelesaikan milikku tapi aku malah tidak masuk ke kampus! Ini semua karena mu! Kau harus bertanggung jawab!!" Yn
"Bertanggung jawab untuk apa? Aku bahkan tidak melakukan apapun," Jungkook
"Kau ini sangat menyebalkan, dosen pasti akan memarahi ku besok," Yn
"Sudahlah, besok aku akan mengantarmu ke kampus, aku akan bicarakan dengan dosen mu," Jungkook
"Ch, seolah kau bisa mengatasi nya," Yn
"Hei, itu hanyalah hal mudah. Sudahlah, aku masih banyak pekerjaan. Jika butuh sesuatu panggil aku di kamar," Jungkook bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke kamar.
Sedangkan Yn, dengan kesal ia kembali menonton tv.
__ADS_1
•••
Hari berlalu begitu saja. Pagi ini, tepatnya puk u l 05.00 Yn bangun awal. Dia melihat sekeliling, sungguh pengorbanan yang besar. Yn tidur di ranjang dengan bantal dan selimut, sedangkan Jungkook tidur di sofa dengan lengannya yang ia jadikan bantalan.
Yn hanya tersenyum. Ia kemudian bangkit dari ranjang kemudian berjalan ke kamar mandi. Yn membersihkan wajah nya, ia sengaja tidak mandi, niatnya mandi setelah menyelesaikan tugas nya nanti.
__
Terlihat Yn sekarang tengah berkutat dengan mesin cuci, ia menuangkan detergen untuk membuihi pakaian kotor yang sudah di cucinya.
Menunggu cucian nya selesai, Yn mencuci piring bekas tadi malam. Ia membasuh dengan begitu telaten. "Sepertinya aku cocok menjadi ibu rumah tangga," gumam Yn di sela sela cuciannya.
Selesai mencuci piring, Yn kembali mengecek cucian pakaian nya. Ternyata sudah selesai. Yn beralih membawa pakaiannya ke dalam sebuah ember untuk di bilas.
"Ck, ini menyusahkan," gumam Yn merutuki pakaian nya yang serba oversize. Celana yang Jungkook belikan terlalu besar, membuat Yn merasa risih. Alhasil ia menggulung celana nya sampai ke lutut.
Disisi lain, Jungkook yang sejak tadi mendengar suara berisik langsung terbangun dan mencari sumber suara. Ia sudah mengelilingi apartemen nya, Jungkook sedikit tertegun melihat apartemen nya yang rapi dan bersih.
"Apa Yn yang mengerjakan nya?" Gumam Jungkook. Ia berjalan ke tempat pencucian, Jungkook tersenyum melihat Yn yang sibuk membilas pakaian.
"Apa dia mencuci pakaian ku? Ah, manis sekali," gumam Jungkook. Ia kembali ke kamar untuk mencuci muka.
__
Setelah selesai melakukan pekerjaan, kini yn dihadapkan pada sayuran dan semua alat alat memasak di depan nya. Ia terus membolak balik sayuran karena bingung entah apa yang mau di masak nya.
"Masak apa?" Tanya nya pada dirinya sendiri.
Yn melihat terdapat jamur, brokoli, paprika, dan beberapa bahan makanan lainnya. Terlintas di benak Yn, ia tau sekarang akan memasak apa.
"Tumis jamur paprika, em aku membayangkan nya itu pasti sangat enak," gumam Yn
Buliran bening mulai menetes menjejaki pipi putih nya. Dari jauh, Jungkook yang melihat itu terkekeh gemas melihat ekspresi wajah Yn yang sangat lucu menurutnya.
"Dia sangat menggemaskan, sebenarnya siapa yang menghasut dia untuk menjadi gadis nakal. Padahal kalau dia gadis yang baik dan berhati lembut, pasti banyak orang yang menyukai dan menghargai nya," ucap Jungkook.
Ia bangkit dari duduknya berniat menghampiri Yn yang kesusahan memotoπg bawang Bombay.
Yn sedari tadi sibuk mengusap air matanya menggunakan lengan baju yang digunakannya.
"Eoh ya tuhan, ini sangat perih," Yn
Disela sela aktivitas memotoπg nya, Yn dikagetkan dengan seseorang yang tiba tiba menubruk kan badannya pada Yn. Bahkan menuntun tangan Yn untuk memotoπg bawang Bombay lebih cepat.
"Jangan lamban mengiris nya, itu membuat mu merasa pedih karena aroma bawang Bombay sangat menyengat," ucap Jungkook. Nafas hangat nya menerpa kulit leher Yn, gadis itu kegelian dan spontan menggidikkan bahu nya.
"K- kau, sedang apa?" Yn
"Mengajarkan mu mengiris bawang yang baik, benar dan cepat," Jungkook
"Aku bisa melakukannya sendiri," Yn
"Jangan membantah," Jungkook
Yn hanya pasrah. Apa ini? Dimana Yn yang pembangkang dan pemarah? Apa dia menghilang? Berubah? Itu pasti akan terjadi, tapi tidak secepat ini. Apa Yn luluh hanya dengan perlakuan Jungkook padanya?
__
Selesai memasak menu pertama, Jungkook menyuruh Yn untuk segera membasuh matanya agar bisa memasak dengan tenang.
__ADS_1
"Cuci matamu, setelah itu kembali lah. Kau harus membantu ku memasak menu yang lain," Jungkook
"Apa? Tidak, ini sudah cukup. Kita hanya berdua, mau masak sebanyak apa?" Yn
"Apa kau bisa makan hanya dengan satu menu? Aku pikir orang kaya seperti mu makan dengan banyak hidangan," Jungkook
"Aku bukan orang kaya. Aku tak mempunyai sepeser pun uang. Kalau bukan karena mu, mungkin saat ini aku sudah mat i kelaparan," Yn
"Baiklah, bantu aku membawa ini ke meja makan. Baru setelah itu kita sarapan, ini sudah puk u l enam," Jungkook
"Baiklah," Yn mengangkat mangkuk berisi tumis jamur paprika.
_
Sebenarnya bukan satu menu, Yn dan Jungkook memasak jamur tumis, , dan pajeon untuk pelengkap menu mereka pagi ini.
Setelah selesai menata makanan, Yn melangkah ke kamar, namun langkahnya terhenti kala Jungkook memanggilnya.
"Yn, kau mau kemana? Ayo sarapan," Jungkook
"Aku mau mandi dulu, makan lah lebih dulu. Nanti aku menyusul," Yn
"Baiklah, jangan lama lama. Nanti makanan nya dingin," Jungkook
Yn hanya mengangguk, ia masuk ke kamar dan menutup pintu nya. Sedangkan Jungkook, ia mulai melahap makanan yang dimasak nya dengan bantuan Yn.
__
"Kau sudah selesai makan?" Tanya Yn saat melihat Jungkook duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.
"Em, sudah. Makan lah, makanan nya sudah mulai dingin," jawab Jungkook tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel itu.
Dengan handuk yang masih menggantung di kepala nya ia mulai menyantap makanan hasil kerja keras nya. Walaupun itu terasa sudah sedikit dingin, tapi tidak masalah, yang terpenting adalah yn kenyang.
__
Selesai sarapan, Yn duduk di sebelah Jungkook. Ia berusaha menatap apa yang Jungkook lihat, namun dengan secepat kilat Jungkook mengalihkan ponsel nya.
"Ini privasi, jangan mengintip," Jungkook
"Memangnya apa yang kau lihat? Kau memutar video pornografi?" Yn
"Sembarangan, sekarang keringkan rambut mu. Aku akan mengantar mu ke kampus," Jungkook
"Skripsi ku tertinggal di rumah," Yn
"Kita akan menjemput nya nanti. Cepat keringkan rambut mu, di kamar ada hairdryer, gunakan itu agar lebih cepat," Jungkook
"Sepertinya sekarang aku sudah menjadi budak mu," ucap Yn dengan kesal dia melangkah ke kamar untuk mengambil hairdryer.
"Ini adalah tahap tahap menjadi seorang istri yang baik, kau harus menurut padaku, mengerti?" Jungkook
.
.
.
╰┈➤
__ADS_1
sedih bngtt kemarin salah part, mana kehapus lagii 😭