ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 22


__ADS_3

PART 22


__


20.00 [KST]


Malam ini Yn dan Jungkook tengah makan malam bersama. Malam ini Yn terlihat murung, ia lebih banyak mengaduk makanan nya daripada memakannya.


"Yn, makan makanan mu, jangan melamun terus. Kau bisa sakit nanti," peringat Jungkook pada Yn.


Yn hanya menatap sendu pada Jungkook. Ia meletakkan sendok dan garpu yang di pegang nya. Menangkup kedua pipinya menggunakan tangannya.


Yn mengatur nafas nya, ia memejamkan matanya perlahan. Lagi lagi air matanya keluar begitu saja. Jungkook dengan cepat menyelesaikan makanannya, ia meminum air putih kemudian bangkit dari duduknya.


Pria itu menghampiri Yn yang hampir ingin menangis, namun dengan cepat menepis air matanya. Jungkook berdiri di sebelah Yn, pria itu memutar tubuh istrinya menghadap padanya.


"Dengar, jangan menangis, kau tidak bisa terus larut dalam kesedihan mu," ucap Jungkook. Tangannya terulur menghapus jejak air mata Yn.


"Aku tidak bisa," Yn. Ia enggan menatap pria di depannya. Yn hanya menunduk, ia malu jika harus menunjukkan hidung nya yang memerah.


"Kau bisa menangis lagi nanti, sekarang makan lah dulu. Kau bisa sakit jika tidak makan," Jungkook


"Aku sudah sakit," Yn


Jungkook tersenyum tulus, ia menarik kursi di sebelah Yn dan duduk di sana. Jungkook meraih makanan Yn dan mulai menyuapi Yn sesendok nasi dan sayur.


"Makan lah," Jungkook


Yn menggeleng


"Jangan terlalu memikirkan itu, pikirkan dirimu, jangan sampai sakit hanya karena seseorang," Jungkook


"Aku sedang tidak ingin," Yn bangkit dari duduknya. Dengan perasaan yang campur aduk dia berjalan ingin meninggalkan Jungkook. Namun tangan kekar pria itu menarik pinggang Yn, membawa gadis itu untuk duduk di pangkuan nya.


"Lepaskan aku jeon," Yn terus memberontak mencoba lepas dari Jungkook. Pria itu memeluk pinggang Yn dengan erat.


"Tidak akan sampai kau mau makan," Jungkook mengambil lagi piring yang sempat dia letakkan. Meraih sesendok nasi dan menyodorkan nya pada Yn.


"Aku tidak lapar," Yn


"Jangan berbohong, ayo makan atau aku tidak akan melepaskan mu," ancam Jungkook


"Baiklah, tapi lepaskan aku. Aku akan makan sendiri," Yn


"Em? Tidak tidak, makan dari tangan ku. Jika aku melepaskan mu, kau pasti akan pergi," Jungkook


"Ck, terserah mu!" Yn


Jungkook tersenyum, ia menyuapi Yn hingga nasi yang ada di piring itu habis dimakan oleh yn. Jungkook meraih segelas air putih dan memberikannya pada Yn, gadis itu menerimanya dan langsung meminumnya.


"Sekarang lepaskan aku," Yn


"Baiklah, selamat malam sayang," Jungkook mencium pipi Yn sekilas baru setelah itu melepaskan Yn.

__ADS_1


Yn langsung bangkit tanpa menghiraukan Jungkook. Ia menaiki anak tangga satu persatu, hampir selesai, namun langkah nya terhenti saat mendengar ketukan pintu, terpaksa dia harus turun lagi dan membuka pintu.


Kaki Yn melangkah pelan menuju pintu, dari meja makan Jungkook hanya menatap nya dalam. Kedua tangan Yn mulai terulur menarik gagang pintu dan membuka nya.


Gadis itu terdiam saat melihat dua orang berdiri di depan pintu. Tanpa menghiraukan mereka, Yn berbalik dan berjalan ingin kembali ke kamar nya.


Namun di tengah jalan Jungkook menghalangi nya, ia memegang pundak Yn dan membawanya berjalan untuk menyambut Yeni dan Yoongi.


"Selamat malam Eommanim, appanim," sapa Jungkook. Sedangkan Yn hanya menunduk, berusaha agar air matanya tak keluar.


"Selamat malam, Jungkook," Yeni


"Ayo, silahkan masuk," tawar Jungkook


Yn diam tak bergeming, ia hanya mengikuti Jungkook untuk duduk di sofa. Begitupun dengan Yeni dan Yoongi yang ikut duduk berhadapan dengan Yn dan Jungkook.


"Yn, eomma ingin bicara padamu," ucap Yeni membuka pembicaraan


"Kau bukan eomma ku, berhenti mengelabui ku dengan mengatakan itu," Yn


"Dengarlah dulu, kau itu anak eomma dan appa. Jangan pernah menghiraukan apa yang Yura ucapkan, itu tidak benar nak, kau percaya pada eomma kan?" Ucap Yeni penuh harap semoga putrinya mempercayai nya.


"Tidak," singkat Yn


"Yn, jangan seperti ini. Kau terlalu kekanak-kanakan, hanya dengan ucapan Yura saja kau sudah merasa tersinggung, Yura hanya terbawa emosi dan merasa cemburu padamu," ucap Yoongi


"Tidak perlu mengatakan apapun, aku yakin semua yang Yura ucapkan itu benar adanya. Sekarang aku tau, kenapa tradisi keluarga itu tidak kalian beritahu padaku. Menikah dengan sepupu adalah tradisi keluarga kalian kan? Dan hanya aku yang tidak melakukannya, Jungkook bukan lah sepupu ku. Aku tidak menikah dengan sepupu ku karena aku bukan anggota keluarga kalian," Ucap Yn. Gadis itu kembali menangis.


"Jungkook adalah sepupu mu, Junghan sudah ku anggap sebagai saudara ku, itu sebabnya aku menikahkan mu dengan Jungkook," Yoongi


"Bohong, kalian berbohong! Katakan siapa orang tua ku yang sebenarnya, siapa eomma dan Appa ku, katakan hiks," Yn


Yeni sudah tak tega dengan putrinya itu, dia bangkit dari duduk nya dan mendekati Yn. Wanita paruh baya itu duduk di sebelah yn, dan beralih memeluk Yn.


"Maafkan eomma, kau tetaplah putri kami. Kau anak ku, aku dan appa mu sangat menyayangi mu. Kita tidak akan mengungkit masalah ini, kau tetaplah anak kami, kami yang membesarkan mu hingga kau tumbuh menjadi-


"Anak yang tidak kalian inginkan," sela Yn saat Yeni bertutur.


"Tidak nak," Yeni


"Tidak usah menyangkal, aku tau kenapa selama ini appa lebih menyayangi Yura daripada aku, aku tau kenapa dia selalu menyuruhku untuk menjadi seperti yang dia inginkan. Sudahlah, aku bosan di bohongi seperti ini, mau seperti apapun kalian memaksa, aku tetao bukan anak kalian. Aku bukan putri kalian, dan kalian bukan lah orang tua ku. Kalian bisa pergi sekarang," ucap Yn membuat Yeni dan Yoongi kaget dengan ucapannya.


"Kau mengusir kami?" Yoongi


"Ya, semacam itu. Ini sudah malam, aku dan Jungkook sudah mengantuk, kalian bisa pulang," Yn


"Baiklah, chagia ayo kita pulang, untuk apa kita menjelaskan nya jika dia tak mau mendengarkan, ayo pulang," Yoongi menarik tangan Yeni keluar, sedangkan Yeni tak henti hentinya meneteskan air matanya.


Dua orang itu keluar dari rumah Yn dan Jungkook. Yn langsung membuang muka, ia yang semula menatap pintu utama kini beralih menatap kosong ke samping, ia meneteskan air bening yang sudah lama di tahan nya.


Dia berjalan ke pintu utama dan menutup nya dan tak lupa mengunci pintu itu.


"Jeon, ayo tidur ini sudah malam," Ajak Yn

__ADS_1


"Kau seharusnya tidak melakukan itu yn," Jungkook


"Baiklah jika kau tidak mau, aku ke kamar duluan, selamat malam," ucap Yn lalu meninggalkan Jungkook sendiri di ruang tamu.


__


Sesampainya di kamar, yn tak ingin membuang waktu dengan menangis. Dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh nya, dan langsung memejamkan matanya.


Beberapa menit setelah Yn tertidur, pintu kamar terbuka. Jungkook tersenyum saat masuk kamar melihat Yn yang tertidur miring menghadap ke tempat Jungkook.


Pria itu berjalan, ia merebahkan diri perlahan agar tak mengganggu tidur yn. Jungkook ikut tidur menghadap Yn. Ia mencium kening Yn dan membawa gadis itu kedalam dekapan nya sebelum ikut tertidur.


"Mimpi indah Yn," ucap Jungkook sebelum dia tertidur pulas.


\_ \_ \_


Hari, Minggu dan Bulan berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah tujuh bulan sejak kejadian Yn mengetahui kalau dirinya bukan lah keturunan keluarga Min.


Saat ini gadis itu tengah mempersiapkan sarapan pagi untuknya dan Jungkook. Ketahuilah bahwa Yn berhenti kuliah sejak kejadian tujuh bulan lalu. Bukan atas permintaan nya, tapi Jungkook yang menginginkan Yn lebih sering dirumah.


Jungkook terlihat semakin hangat pada Yn, namun tidak dengan gadis itu. Dia hanya akan menuruti Jungkook dan melakukan kewajiban sebagai seorang istri, namun tak menghilangkan sifat cuek nya pada Jungkook.


"Selamat pagi yn, masak apa pagi ini? Seperti nya sangat enak, aku mencium aroma harum makanan dari kamar," ucap Jungkook saat pria itu menuruni anak tangga.


"Hanya nasi goreng kimchi dan ayam crispy. Aku bingung akan memasak apa, kau mau?" Yn


"Apapun asal itu buatan istriku, baiklah aku sudah sangat lapar. Tolong berikan asupan untuk perut ku ini," Jungkook


Yn langsung menyendok kan nasi goreng kimchi dan ditaruh di piring. Tak lupa memberikan ayam goreng crispy untuk Jungkook dan memberikannya pada pria itu.


Saat mereka tengah asik sarapan pagi. Jungkook membuka percakapan yang membuat Yn kaget bukan main.


"Yn," panggil Jungkook


"Hm?" Yn


"Aku ingin seorang anak," Jungkook


"Jangan bahas itu, kita sedang makan," Yn


Jungkook diam, dia menyelesaikan makan nya dengan cepat. Jungkook selesai lebih dulu, menunggu Yn selesai makan.


Niat ingin mengajak Yn mengobrol karena kebetulan dia cuti karena Jungkook baru saja pulang dari Daegu kemarin karena mendapat tugas penangkapan seorang pembun*h berantai.


Namun niat ingin mengajak Yn mengobrol ter-urung saat melihat Yn langsung membereskan piring dan membawanya ke wastafel untuk di cuci.


.


.


.


╰┈➤ To be continued

__ADS_1


__ADS_2