
PART 5
__
Yn keluar dari kamar membawa hairdryer sambil berlari menambah kesan menggemaskan. Ia duduk di depan sofa di bawah Jungkook dan menyerahkan hairdryer yang di bawanya pada Jungkook.
"Apa?" Jungkook
"Sebagai calon suami yang baik, lakukan ini. Ini adalah salah satu rutinitas yang akan kita laksanakan setelah menikah," ucap Yn dengan datar nya.
"Tidak mau! Mana ada istri memerintah suami," Jungkook
"Jungkook, apa kau tidak sadar ini sudah tanggal tujuh belas? Itu berarti, kurang lebih tiga belas hari lagi kita akan menikah, hufh aku benar benar tidak menyangka secepat ini aku akan melepas masa masa lajang ku," Yn
"Makanya cepat keringkan rambut mu, bukan kah kau harus ke kampus, jangan banyak bicara," Jungkook
"Baiklah calon suami," ucap Yn, dan itu mampu membuat Jungkook tersenyum.
Yn mencolokkan hairdryer di stop kontak yang ada di depannya. Ia menyenderkan tubuhnya pada Jungkook, tangan Yn bertumpu pada kedua paha Jungkook. Sambil mengeringkan rambutnya, ia menonton film yang merupakan film favorit Jungkook.
Yn membulat kan matanya saat melihat adegan kiss untuk ke sekian kalinya dalam film tersebut.
"Ini lebih seperti film semi, apa kau menyukai film ini?" Tanya Yn
"Iya aku menyukainya, karena aku ingin mengetahui lebih dalam tentang hubungan suami-istri. Anggap saja ini pelatihan untuk malam pertama saat kita menikah nanti," Jungkook
"Apa?! Ch, pikiran mu kotor sekali. Apa kau menikah hanya untuk hal itu?" Yn
"Yaaa lima puluh persen keinginan melakukan hubungan ****, dan selebihnya ingin membahagiakan istri dan anak ku," Jungkook
"Hasrat mu itu sangat besar. Huhh aku jadi ngeri membayangkan nya," Yn
"Kenapa.di bayangkan? Ayo kita praktekkan sekarang," Jungkook
"Yak! Apa kau benar benar tidak waras? Aku berharap kepolisian benar benar memecat mu," Yn
"Kau juga akan seperti itu jika berhasrat aku tau. Jangan sok polos, aku yakin kau pernah walau hanya memasukkan beberapa jarimu," Jungkook
"Mesum! Sudahlah, aku sudah selesai. Setelah aku ganti baju temani aku ke rumah Eomma untuk mengambil beberapa baju dan skripsi," Yn
...
"Pak inspektur, ayo berangkat aku sudah selesai," ucap Yn yang baru saja keluar dari kamar.
"Ya ampun Min Yn! Celana mu pendek sekali, kau mau seseorang memperko s a mu?" Jungkook
"Tidak akan ada yang melakukan itu, aku akan memat a h kan tangan mereka jika ada yang melakukan nya. Sudah ayo pergi, sudah jam tujuh," Yn menarik tangan Jungkook keluar dari apartemen nya.
Jungkook dan Yn langsung berangkat ke rumah Yn menggunakan mobil milik Jungkook. Di perjalanan menuju ke rumah Yoongi, tidak ada kata putus percakapan antara Jungkook dan Yn. Yn selalu mencari topik baru untuk di bahas membuat Jungkook merasa bising.
"Diamlah! Kita sudah sampai, mau turun atau terus berbicara sampai tahun depan?" Jungkook
__ADS_1
"Baiklah ayo," Yn turun lebih dulu dan berjalan menuju ke rumah nya.
Di teras, dia mendapati Yura yang sepertinya sudah siap ingin pergi ke suatu tempat. Yn hanya mengabaikan nya, bahkan tidak melirik nya sama sekali. Yura yang melihat itu langsung menarik tangannya membuat Yn berhenti melangkah.
"Kau sudah pulang? Jujur aku sangat merindukan mu, aku khawatir padamu," Yura
"Benarkah? Khawatir seperti apa yang kau maksud? Khawatir aku akan kembali ke rumah ini?" Yn
"Tidak Yn, bukan itu. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu di luaran sana," Yura
"Dan jika benar benar terjadi sesuatu padaku, itu akan membuat mu senang kan? Karena kau dan appa mu tidak mempunyai beban lagi, benar? Ya tentu aku benar," Yn
"Tidak, jangan berkata seperti itu," Yura
"Kenapa? Ini mulut ku, urusan ku. Lepaskan tangan ku!" Serkas Yn lalu menyentak kuat tangannya hingga terlepas dari genggaman Yura.
Yn langsung melangkah masuk tanpa menghiraukan kakak nya. Saat masuk, dia melihat Yeni (Eomma) nya sedang membersihkan debu di meja di ruang tamu.
"Eomma! Apa yang kau lakukan? Kenapa bekerja seperti ini? Dimana pembantu?" Yn meraih tangan Eomma nya dan mengambil alih kemoceng yang dipegang nya kemudian meletakkan benda itu di meja.
"Yn, sayang kau kembali? Eomma sangat merindukan mu," ucap Yeni dan langsung memeluk putri bungsu nya dengan erat.
Disisi lain, Yura yang baru tersadar dari lamunan nya itu melangkah kan kakinya ingin keluar dari teras rumah. Namun langkah nya kembali terhenti saat melihat Jungkook berjalan mendekati nya.
"J- Jungkook?" Lirih Yura
"Yura," Jungkook mempercepat langkah nya dan menghampiri Yura kemudian memeluk gadis yang merupakan kakak dari calon istri nya.
"Aku juga merindukan mu. Tapi kita tidak bisa berbuat apa apa," Jungkook menghapus bulir air mata yang mulai menetes di pipi Yura.
"Aku ingin mengatakan sesuatu," Yura
"Mengatakan apa?" Jungkook
"Kemarilah," Yura menarik tangan Jungkook untuk duduk di bangku yang ada di teras. Yura menunduk, berat rasanya ia ingin mengatakan hal ini, tentu ini akan menyakiti keduanya. Tapi mau bagaimanapun ia harus tetap mengatakannya.
"Katakan," Jungkook kini menggenggam tangan Yura untuk lebih menenangkan gadis itu.
"Aku ingin mengakhiri ini semua, aku tidak mau mengkhianati adikku," Yura
"Apa?! Katakan lagi," Jungkook
"Aku ingin kita mengakhiri pengkhianatan ini, aku ingin mengakhiri hubungan ini. Kau tau adikku sangat membenci pengkhianat," Yura
"Kita tidak berkhianat. Tapi aku lah yang sudah mengkhianati mu, aku mengkhianati mu karena aku harus menikah dengan adik mu, padahal kau adalah kekasih ku dan aku kekasihmu," Jungkook
"Hah? Benarkah? Kenapa tidak mengatakannya sejak awal? Jika begini, kita punya alasan untuk tidak menikah kan pak inspektur," Yn yang tiba tiba muncul di pintu dan mendengar ucapan Jungkook barusan.
Jungkook spontan langsung melepaskan genggaman tangannya dari Yura dan berdiri menatap Yn.
"Y- Yn, tidak. Ini tidak benar, maafkan aku Yn," Yura
__ADS_1
"Untuk apa aku memaafkan mu? Memangnya kesalahan apa yang kau lakukan?" Yn
"Maaf yn," Yura
"Tidak masalah, pak inspektur antarkan aku ke kampus karena kau sudah berjanji, aku bisa terlambat jika harus melihat tangisan nya di hadapan ku," Yn
"B- baik, ayo ku antar," Jungkook berjalan lebih dulu menuju ke mobilnya. Setelah itu ia masuk dan langsung menyalakan mobilnya, tanpa disadarinya Yn membawa koper sendiri dan memasukkannya ke bagasi sendiri. Setelah itu Yn membuka pintu belakang dan duduk disana.
Jungkook tak langsung melajukan mobilnya, ia menatap Yn sebentar dari kaca mobil baru setelah itu menancap gas.
Di tengah jalan, Jungkook mendengar isakan di mobil nya. Jungkook langsung menghentikan mobilnya dan keluar, dia membuka pintu belakang dan menarik Yn keluar dari mobil.
"Kau menangis?" Tanya Jungkook dengan begitu lembut nya.
"Tidak," Yn
"Jangan berbohong," Jungkook
"Memangnya kenapa? Apa kau tidak berbohong padaku?" Yn
"Maafkan aku, aku akan menjelaskan semuanya, ayo duduk di depan," Jungkook ingin membawa gadis itu ke pintu depan namun Yn memberhentikan langkah nya membuat Jungkook menoleh ke belakang.
"Aku tidak mau duduk di depan, aku hanya akan duduk di kursi belakang ayu tidak menaiki mobil mu sama sekali," Yn
"Baik kalau begitu aku akan jelaskan sekarang," Jungkook
"Aku tidak punya waktu," Yn membuka pintu mobil dan langsung masuk tanpa menghiraukan Jungkook.
Jungkook menghembuskan nafas gusar dan mengalah, ia melangkah ke kursi kemudi dan langsung membuka pintu mobil dan menjalankan mobilnya.
...
Mobil Jungkook sudah terparkir di halaman kampus, Jungkook membuka kan pintu untuk Yn. Pria itu melangkah ingin masuk ke dalam, namun Yn menahannya.
"Kenapa?" Tanya Jungkook
"Tidak perlu mengatakan apapun pada dosen ku, kau bisa pulang sekarang," Yn
"Kau akan di marahi jika aku tidak menjelaskannya," Jungkook
"Apa kau perduli?" Yn
"Apa maksud mu! Tentu saja aku perduli," Jungkook
"Tidak usah bercanda, setelah ini tidak usah temui aku. Dan, terimakasih untuk tumpangan nya selama ini, aku berhutang Budi padamu," Yn berjalan ke bagian belakang mobil, dia membuka bagasi dan mengambil koper nya.
.
.
.
__ADS_1
╰┈➤ To be continued