
PART 32
__
02.21 dini hari
Yn terbangun dan melihat ruangan tempat dia tertidur. Tempat itu terlihat asing, benar benar asing. Ia menatap sekeliling dan mendapatkan sesosok pria yang tertidur di sofa dekat jendela.
"T- Taehyung?" Gumam Yn
Ia menatap jam weker di atas nakas dan terlihat jam masih menunjukkan pukvl dua lewat. Yn tau keadaan sudah malam, ia tak mungkin keluar malam malam begini, karena dia masih harus memikirkan bayi nya.
Yn duduk dengan bersandar pada headboard. Ia mengelus perut ratanya, namun tiba tiba wanita itu merasakan sakit yang teramat di perut nya.
"Arghh shh," ringis Yn sepelan mungkin agar tak mengganggu tidur Taehyung. Namun usaha nya gagal saat semakin lama perut nya semakin terasa sakit.
"Eunghh," terdengar lenguhan Taehyung dari sebelah sana. Ia terbangun saat mendengar isakan serta tangisan Yn di kamar kedap suara itu.
Taehyung membuka matanya perlahan dan melihat yn yang sudah kacau merasakan sakit di perut nya. Pria itu cepat cepat bangkit dari sofa dan menghampiri Yn.
"Sayang ada apa? Kau merasa sakit? Ayo aku bawa ke rumah sakit," Tanpa menunggu persetujuan Yn, Taehyung langsung mengangkat tubuh Yn dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
___
"Kandungan nona Yn masih terbilang sangat muda, tapi nona sudah terlalu stres dan banyak pikiran. Itu lah sebabnya nona Yn merasakan sakit di perut nya, Saya harap nona bisa istirahat yang cukup untuk kesehatan calon bayi nona," dokter
"Terimakasih dok," Yn
Dokter itu tersenyum lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Yn. Kini tersisa Yn dan Taehyung disana.
"Sayang kau butuh sesuatu? Mau aku belikan makanan atau apa?" Tanya Taehyung sembari mengelus rambut Yn, namun yn menyingkirkan nya lembut.
"Tidak, dan kumohon berhenti memanggilku dengan sebutan sayang, aku sudah menikah dan sedang mengandung," Yn
"M- maafkan aku, baiklah aku akan belikan makanan dan kau makan ya, jangan menolak. Bayi mu sangat butuh asupan," Taehyung
"Tidak ada restoran buka di jam segini," Yn
"Aku akan mencari restoran 24 jam saja, kau tunggu disini. Secepatnya aku akan kembali," Taehyung mengelus rambut Yn sayang kemudian pergi meninggalkan Yn bersama dua perawat di sana.
"Tolong jaga dia," peringat Taehyung sebelum dia benar benar pergi dari ruangan itu.
___
Setengah jam pergi, akhirnya Taehyung kembali ke rumah sakit dan masuk ke ruangan Yn. Gadis itu sudah tertidur nyenyak di atas brankar nya. Taehyung tersenyum kemudian meletakkan bingkisan berisi makanan di atas nakas, lalu menarik kursi dan duduk di sebelah Yn.
"Andai aku bisa mengulang semuanya yn, andai," Taehyung menggenggam tangan Yn dan meletakkan nya di dahi nya sendiri.
"Kau tau, kau itu hidup ku. Setelah lama aku pergi, sebenarnya aku berharap bisa kembali dan menjelaskan semuanya padamu, tapi kau sudah terlanjur mencintai suami mu dan di dalam sini sudah tertanam benih cinta kalian, apa aku harus benar benar mundur yn? Katakan, apa aku egois karena meninggalkan mu hampir setahun lamanya?" Gumam Taehyung
"Aku tidak menyalahkan mu atas semuanya Tae. Aku hanya ingin kita berdua sama sama menerima kenyataan, kalau kita berdua memang sudah tak bisa bersama lagi," ucap Yn membuat Taehyung mengangkat kepalanya dan menatap sendu manik mata Yn yang terlihat sayu dan sembab.
__ADS_1
"Kau tidak tidur?" Taehyung
"Jelaskan padaku tentang semuanya, setidaknya aku bisa memaafkan mu jika kau punya alasan untuk pergi meninggalkan ku," Yn.
"Maafkan aku, aku pergi tanpa izin saat itu, aku juga hilang kabar. Aku tak mengabari mu, Soobin, bahkan Hyura sekalipun tidak. Aku harus pergi ke tempat asal ku, karena eomma dan Appa ku sangat sangat membutuhkan aku," Taehyung
"Kenapa?" Yn
"Saat itu perusahaan Appa dilanda kebangkrutan karena salah satu kepercayaan Appa mengkhianati nya dan melarikan uang perusahaan yang seharusnya menjadi dana untuk pembangunan kerjasama dengan klien besar," Taehyung
"Sudah, tidak perlu menjelaskan nya lagi. Aku mempercayai mu dan aku memaafkan mu. Tapi kita tidak bisa melanjutkan apa yang pernah kita lakukan dulu," Yn
"Aku tau, tapi bisakah kita berteman? Kau bisa menceritakan apapun masalah mu dengan ku, tak perlu merasa sungkan karena perlahan aku akan mengubur rasa yang salah ini," Taehyung
Yn tersenyum, sangat tulus dan manis.
"Sekarang katakan apa yang terjadi dengan mu dan Jungkook," Taehyung
"Hal yang selama ini aku takutkan terjadi di rumah tangga ku," Yn
"Maksud mu?" Taehyung
"Yura, dia melakukan kecurangan, demi mendapatkan Jungkook dia menyekap ku dan memberikan ancaman pada Jungkook," Yn
"Ancaman apa?" Taehyung
"Entahlah, aku masih tak mau mendengarkan penjelasan Jungkook, intinya mereka sudah menikah sekarang," Yn
"Apa?!" Pekik Taehyung kaget saat mendengar penuturan Yn barusan.
"B- baiklah maaf. J- jadi, apa kau dan Jungkook bertengkar?" Taehyung
"Pertanyaan bodoh apa itu? Tentu saja! Aku juga akan mengurus perceraian kami," Yn
"Yn, jangan gegabah. Ingat lah kalau kau sedang hamil, bayi mu membutuhkan sosok ayah untuk memberikan dia kasih sayang. Kau masih bisa mengusir Yura dari hidup mu, kalau dia melakukan hal nekat untuk merebut Jungkook, kenapa kau tidak melakukan hal yang sama untuk mengambil kembali suami mu," Taehyung
"Aku bisa saja melakukan yang lebih, tapi harga diriku jauh lebih penting," Yn
"Kau tidak bisa seperti itu Yn, kau tau kau sedang hamil dan Jungkook adalah ayah dari bayi mu. Kau tidak bisa egois, kau akan menjadi seorang ibu, cobalah untuk memaafkan Jungkook," Taehyung
"Memaafkan nya? Ck, aku bisa mencari pria manapun untuk menjadi ayah dari anak ku," Yn menunduk menatap perut rata nya.
"Yn, dengarkan aku. Aku yakin, Jungkook melakukan ini pasti karena dia ingin melindungi mu. Aku tau ancaman Yura tidak main main, itu sebabnya Jungkook terpaksa menikahi Yura demi keselamatan mu," Taehyung
"Bagaimana kau bisa se yakin itu?" Yn
"Sudahlah tidak perlu memikirkan itu. Tadi aku membeli cemilan untuk mu. Jadi, kau harus makan sekarang karena aku membeli nya jauh jauh," Taehyung
"Baiklah, mana makanan nya? Aku lapar," Yn
Taehyung tersenyum lalu meraih bingkisan berisi makanan yang dia letakkan di atas nakas tadi dan membuka bingkisan tersebut.
__ADS_1
"Ini, ada cemilan kulit tahu pedas manis, kau bisa memakannya jika kau mau," Taehyung
Yn meraih bungkus cemilan itu dan membuka nya. Awalnya Yn merasa mual mencium aroma aneh dari makanan ringan itu, namun setelah menyicipi nya, Yn tersenyum girang dan melahap cemilan itu.
"Enak?" Taehyung
"Ehm, sangat enak," Jawab Yn disela kunyahan nya.
"Baiklah, habiskan itu, akua akan kembali sebentar lagi. Aku harus ke toilet," Taehyung
"Baiklah," Yn fokus mengemil dan membiarkan Taehyung pergi dari ruangan itu meninggalkannya.
__
Toilet
Disini lah Taehyung berada, di toilet yang ada di rumah sakit. Pria itu bukan ingin menuntaskan panggilan alam atau mencuci muka, ia justru menelpon seseorang yang kemungkinan besar akan marah besar padanya.
“Halo,” sapa Taehyung saat orang yang di telpon nya langsung mengangkat nya.
“hm,” jawab pria yang tak lain adalah Jeon Jungkook sendiri.
“Kau belum tidur, apa kau memikirkan Yn istrimu? Atau kau sedang mencari keberadaannya?” Taehyung
“Apa kau tau keberadaan yn?! Cepat beritahu aku, kalau kau berani menyentuhnya sedikit saja akan ku pastikan kedua tangan mu itu patah,” Jungkook
“Hai santai lah. Temui aku di rumah sakit yang ada di dekat kantor appa ku, maka kau akan menemukan Yn dan akan ku ceritakan semuanya,” jangan kemana mana peringat Jungkook sebelum ia memutuskan panggilan itu sepihak dan langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Pria itu memang tak kembali ke rumah karena mencari keberadaan yn, namun tak kunjung ia temukan hingga akhirnya Taehyung menelpon nya.
__
"Dimana istriku?" Tanya Jungkook saat ia sudah melihat keberadaan Taehyung berdiri di lobby rumah sakit.
"Dia di ICU," Taehyung
"Bagaimana Yn berada di rumah sakit? Dan kau, bagaimana kau bisa tau?" Jungkook
"Aku melihat Yn mabuk berat di bar hingga dia tepar dan tertidur. Jadi aku membawanya ke rumah ku, sebenarnya niat awal ku ingin mengantarkan Yn ke rumah mu, tapi niat ku ter-urung saat tau kalau Yn pergi dengan koper nya," Taehyung
"Lalu?" Jungkook
"Jadi aku membawanya ke rumah ku untuk istirahat. Setelah tengah malam, aku terbangun karena mendengar Yn menangis, ternyata perut nya sakit jadi aku bawa ke rumah sakit, dan dokter bilang Yn terlalu stres dan banyak pikiran," Taehyung
"Terimakasih sudah membawanya ke sini," Jungkook
"Tidak masalah, aku hanya ingin menjaga Yn dan kandungan nya agar tak kenapa napa. Aku harus pulang, jaga lah istrimu Jung, dan aku sarankan sebaiknya buat pilihan antara Yn atau Yura karena keegoisan mu bisa menyakiti orang lain," ucap Taehyung lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Jungkook yang diam di tempat nya.
.
.
__ADS_1
.
╰┈➤ To be continued