ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 38


__ADS_3

PART 38


__


Setelah mengambil kotak p3k, yn kembali duduk di kursi dan mengobati luka nya. Ia sesekali menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit dan perih nya.


"Yn, ku mohon. Sekali lagi, beri aku satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya. Aku sungguh tak akan mengecewakan mu lagi, aku berjanji," ucap Jungkook


Air matanya sudah meluruh, wajah Jungkook terkihat acak acakan karena berulangkali ia menghapus air matanya dan mengacak rambut nya.


"Kesempatan terakhir yang mana? Kesempatan mu sudah berakhir jeon, silahkan pergi dari kamar ini, atau aku yang akan pergi dari rumah ini," Yn


"Yn, tolong jangan seperti ini. Kau tak memikirkan bayi kita? Ap-


"Berhenti menahan niat ku dengan beralasan bayi ini. Dia anak ku, aku tau apa yang terbaik untuk nya. Anak ku tak membutuhkan ayah seperti mu," Yn melangkah keluar meninggalkan Jungkook. Wanita itu pergi menuju teras belakang. Namun tanpa sepengetahuan Yn, Jungkook mengikuti nya.


Yn duduk di kursi yang ada disana. Pandangan nya lurus, tapi tatapan nya kosong.


"Menyedihkan, semudah itu dia percaya dengan Yura? Hampir setiap dia pulang bekerja, kemarahannya selalu menjadi hal utama yang ku dapatkan. Aku bermimpi mempunyai suami yang baik, tidak pemarah dan menjadikan ku satu satunya dalam hati dan hidup nya. Tapi mimpi, akan tetap menjadi mimpi," ucap Yn pelan, namun terdengar di telinga Jungkook. Pria itu meloloskan setetes air mata nya.


“Aku benar benar tidak ingin berpisah dengan mu, maafkan aku. Aku keterlaluan, aku sadar belakangan ini aku berubah sejak mengetahui Yura sedang hamil, tapi itu semua tak lepas dari rasa khawatir ku pada bayinya,” ucap Jungkook membatin.


"Dia tidak akan membiarkanku lepas begitu saja. Dia mungkin akan nekat melakukan apapun untuk menahan ku. Jadi, apa yang harus aku lakukan agar aku terbebas darinya?" Gumam Yn


Jungkook berbalik, ia hampir melangkah pergi, tapi niat nya ter-urung saat mendengar ucapan Yn yang membuatnya khawatir sekaligus marah.


"Sayang, apa eomma berdosa saat membawamu pergi meninggalkan dunia ini? Eomma tidak kuat, bisa kah kita pergi saja ke tempat yang tak kan bisa ditemukan siapapun?" Gumam Yn


"Apa maksud mu! Jangan berpikiran konyol seperti itu! Apa kau pikir dengan melakukan itu masalah mu selesai? Kau terlihat seperti pecundang yang lari dari masalah!" Serkas Jungkook


Yn langsung bangkit saat mendengar teriakan Jungkook di belakang nya. Ia berbalik, menatap nanar pada pria di hadapannya.


"Apa hak mu turut campur dalam urusan ku?! Urus saja dirimu sendiri, dan jangan pernah lagi muncul dengan sengaja di hadapan ku! Atau aku akan benar benar membawa anakku pergi dari dunia ini," Yn


"Yn, apa yang kau katakan. Sadar lah, ku mohon! Kalau berpisah dengan ku membuat mu bisa hidup dengan anak itu, mari lakukan. Urus saja surat perceraian nya, aku akan menerimanya, tapi jangan pernah berniat akan membawa anakku untuk pergi selamanya," Jungkook


"Apa kau perduli? Aku pikir kau hanya memikirkan bayi yang ada di perut istri kedua mu. Bayi yang belum tentu menjadi darah daging mu!" Yn


Plak!!


"Tutup mulut mu Yn!! Kau tidak tau apa yang terjadi padaku dan Jungkook, berani sekali kau mengatakan ini bukan darah daging nya, apa kau pikir aku serendah itu hingga hamil dengan orang lain? Kau tau sendiri, kalau aku sangat mencintai Jungkook," Yura


Ya, dia lah yang menampar Yn, dengan rasa emosi yang sudah menggebu-gebu ia memberanikan diri melakukan itu.


Yn bukan wanita ff pada umumnya, yang kalo di tampar bakalan nangis. Yn semakin mendekati Yura, lalu menatap tajam wanita di hadapannya.


Plak!! Plak!!


Dua tamparan keras mendarat di pipi kanan dan kiri Yura secara bergantian. Itu membuat Yura merasa panas dan menangis, ia memeluk Jungkook. Tapi tak ada balasan dari Jungkook, pria itu hanya diam menatap Yn.


"Omong kosong! Lalu kenapa kau begitu panik saat siang tadi aku mendengar percakapan dengan pria yang menjadi ayah dari anak yang kau kandung ini!!" Yn

__ADS_1


"Apa maksud mu Yn," tanya Jungkook


"Sudahlah, aku sudah tak tahan. Kesabaran ku benar benar habis, Yura! Kau ingin mengatakan nya sendiri, atau aku bisa membantu mu mengungkapkan semuanya?" Yn


"Jangan mengada-ngada, aku tak tau apa yang kau maksud," Yura


"Baiklah, kau sepertinya memang membutuhkan bantuan ku untuk mengatakannya,"


"Sebenarnya Han-


Bhuuk!!


Kaki Yura terangkat, ia menendang tepat di perut Yn. Yn terjatuh, dan terguling dari tangga yang ada di teras. Rasa sakit yang teramat ia rasakan, rasanya seperti ada yang menusuk perut nya. Yura menutup mulut nya melihat Yn terguling di hadapannya. Apalagi Yura menendang nya dengan heels nya.


Jungkook sedikit mendorong tubuh Yura, ia beralih dengan tergesa gesa menghampiri Yn yang dahi nya sudah dilumuri darah. Wanita itu juga sudah dipenuhi air mata, rasa sakit itu benar benar menyer*ng nya.


"Apa yang kau lakukan Yura!!" Bentak Jungkook


"Kau buta atau bagaimana? Dia menendang ku!! Bawa aku ke rumah sakit, ini rasanya ingin membunuh ku, hiks tolong.." lirih Yn


Jungkook tak memikirkan apapun lagi, dia menggendong Yn bridal style dan membawanya pergi dari sana. Sedangkan Yura, dia sudah dilanda kepanikan saat ini.


___


Sesampainya di rumah sakit, Yn sudah tak sadarkan diri. Ia tepar sembari tangannya bertumpu di perut buncit nya. Yang Jungkook pikirkan saat ini adalah bagaimana keadaan bayi yn.


"Dok, selamat kan istriku, kumohon," mohon Jungkook pada dokter yang sudah memasuki ruang IGD.


"Ya tuhan, kenapa sampai begini. Aku benar benar tidak akan memaafkan Yura jika terjadi sesuatu pada Yn atau bayi kami, aku benar benar akan membuang nya dari rumah itu," gumam Jungkook.


Tiga puluh menit berlalu, namun dokter tak kunjung keluar membuat rasa khawatir semakin menghantui Jungkook. Ia sudah mondar mandir di depan pintu IGD.


Ceklek


Atensi Jungkook langsung tertuju pada dokter wanita yang keluar dari IGD. Ia dengan cepat menghampiri dokter itu, dan mendesaknya dengan pertanyaan nya.


"Dok, bagaimana? Istriku baik baik saja kan? Lalu kandungan nya? Apa terjadi sesuatu?" Jungkook


"Mereka berdua selamat, tapi ini tidak baik baik saja. Kandungan itu bisa membahayakan nyawa ibunya jika dipertahankan," Dokter


Degg


Kaget? Tentu saja, calon buah hati yang selama ini mereka pertahan kan, apa akan dilepaskan begitu saja? Oh ayolah Jungkook, jangan egois! Pikirkan keselamatan istri mu.


"Dok, kapan istriku akan bangun?" Jungkook


"Kami memberinya bius, kemungkinan besok pagi baru akan siuman," dokter


"Apa bisa menunggu keputusan sampai besok pagi? Aku tak mau mengambil keputusan sendiri, aku takut istriku akan kecewa dan marah, saat ini kami sedang tidak baik baik saja," Jungkook


"Baiklah, saya mengerti. Anda bisa menemani istri anda di dalam," dokter

__ADS_1


"Terimakasih dok," Jungkook langsung meninggalkan dokter itu dan masuk ke dalam IGD. Ia tak memperdulikan dua perawat yang mengawasi Yn, Jungkook langsung menarik kursi dan duduk di sebelah brankar Yn.


"Sayang, kau kuat. Jangan menyiksa ku seperti ini, hukuman macam apa ini? Kau bisa memukul ku, menamparku, tapi tidak seperti ini. Ini sangat sulit, kumohon bertahan lah," Jungkook mencium punggung tangan Yn berkali kali.


Dua perawat yang berada disana seakan mengerti, setelah urusannya selesai, keduanya pergi meninggalkan Jungkook dan Yn berdua di dalam ruangan putih itu.


"Aku berharap semuanya baik baik saja. Aku benar benar tidak akan melepaskan Yura, sungguh," Rahang Jungkook mengeras, ia memejamkan matanya berusaha meredamkan emosi nya.


Jungkook mencium kedua pipi yn bergantian lalu kembali duduk. Ia mencoba memejamkan matanya, hingga tanpa sadar Jungkook tertidur tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Yn.


___


Tak terasa pagi kembali menyapa. Kini di kediaman Jeon, Yura terbangun dan keluar dari kamar. Ia melihat ke arah kamar Yn yang pintunya terbuka. Yura melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar itu.


Kosong. Tak ada siapapun disana, Yura pergi dari sana lalu turun ke bawah. Melihat keadaan rumah masih sama seperti semalam.


"Aletha! Dimana tuan, dan nona mu?" Yura


"Nyonya, mereka belum kembali. Sepertinya nona Yn dirawat, apa nyonya membutuhkan sesuatu?" Tanya Aletha


"Katakan pada supir untuk menyiapkan mobil, aku ingin menyusul mereka ke rumah sakit," Yura


"Baik," Aletha membungkuk lalu berjalan keluar rumah. Ia melihat pak supir yang setia duduk di pos bersama satpam, Aletha menyuruhnya untuk memanaskan mobil, agar membawa Yura ke rumah sakit.


Setelah itu Aletha kembali masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


_


_


Sudah pukvl tujuh begini Yn tak kunjung membuka matanya. Dokter juga tak kunjung datang, hanya seorang suster yang memeriksa keadaan Yn sekaligus mengganti botol infus.


"Sus, dimana dokter yang menangani istriku tadi malam?" Tanya Jungkook


"Dokter akan segera datang," suster


"Baiklah," Jungkook


Dan benar saja, sesaat setelah percakapan Jungkook dan perawat itu, pintu IGD terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berjalan mendekat dengan seragam putih nya.


Dokter tersebut tersenyum pada Jungkook. "Istri anda sudah tertidur lagi?" Tanya nya


"Tidak, dia masih dalam pengaruh bius yang kalian berikan. Dia sama sekali belum membuka matanya sejak aku bangun subuh tadi," Jungkook


"Apa?! Tapi, bius yang kami berikan seharusnya sudah habis sebelum jam enam. Apa dia benar benar belum terbangun?" Tanya dokter


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


__ADS_2