ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 31


__ADS_3

PART 31


__


"Tidak, aku tidak masalah jika harus hidup tanpa siapapun karena aku pun tak butuh siapapun untuk melengkapi kisah hidup ku. Yang aku khawatirkan hanyalah anak ku, aku pernah berpikir bagaimana jika seorang anak lahir dan memanggil Jungkook dengan sebutan Appa, tapi sekarang kau membuktikan kalau semua itu memang hanya angan angan yang tak akan pernah terjadi," Yn


"Sebenarnya aku tak tega pada adikku ini, tapi aku tak bisa melakukan apapun," Yura


"Tidak perlu melakukan apapun. Aku tak butuh belas kasian darimu atau siapapun. Aku pergi," Yn kembali menggeret koper nya dan berjalan keluar.


Saat ia berdiri di depan gerbang dan menunggu taxi. Tangannya diraih seseorang membuat Yn berbalik ke belakang dan mendapati Jungkook di sana.


Tanpa pikir panjang Jungkook langsung memeluk Yn dengan sangat erat.


"Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku," ucap Jungkook


Yn melepas pelukan itu dengan lembut dan menatap Jungkook dengan lekat. Tanpa permisi air matanya jatuh begitu saja membuat Yn langsung menunduk untuk menghapus air matanya.


Yn melepas genggaman tangannya dari tangan Jungkook.


"Dua atau tiga hari lagi mungkin surat gugatan pisah kita akan datang," Yn


"Jangan lakukan itu yn," Jungkook


"Ini yang terbaik," Yn


"Tidak, bagaimana bisa kita bercerai saat keadaan mu tengah hamil seperti ini? Aku tidak akan membiarkan mu pergi," Jungkook


"Aku masih hamil muda, aku bisa mengurus anak ku sendiri. Jangan pedulikan aku, terimakasih untuk waktu mu yang terbuang hanya untuk membuat hari hari ku dengan senyuman," Yn


"Tidak yn, kau tidak boleh pergi. Ayo masuk, aku tak kan membiarkan mu kemana pun," Jungkook


"Jangan egois! Apa kau ingin aku tersakiti dengan tinggal dirumah ini? Lalu melihat kemesraan mu dengan Yura, begitu?" Yn


"Aku tidak akan melakukan itu sayang, percayalah," Jungkook


"Tapi Yura akan melakukan nya," Yn


"Apa perlu aku membawa Yura pergi dari rumah ini? Aku akan suruh dia tinggal di rumah yang lain, atau apartemen, tapi kumohon jangan pergi," Jungkook


"Maaf, taxi yang aku pesan sudah datang. Aku tak bisa meng cancel nya, tunggu saja gugatan cerai dari ku," ucap yn. Setelah sebuah mobil berhenti di hadapan nya, sopir taxi itu langsung turun dan membantu memasukkan koper Yn ke dalam bagasi.


"Yn, kumohon, bagaimana dengan anak kita," Jungkook


"Tidak perlu memikirkannya, dia masih memiliki aku sebagai ibunya. Kalau kau bisa mencari ibu baru untuk calon anak mu, kenapa aku tak bisa mencari ayah baru untuk anak ku?" Yn


"Yn, kumohon jangan lakukan itu. Apa kau akan meninggalkan ku bersama Yura disini? Siapa yang akan aku peluk saat tidur? Siapa yang menyuapi ku saat makan? Siapa yang akan melakukan itu semua padaku?" Jungkook


"Jangan bodoh! Kau masih punya Yura, dia akan menggantikan semua tugas ku selama ini. Aku harus pergi, aku tak bisa membuat dia menunggu lama," Yn langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintu nya.

__ADS_1


"Jalan pak," titah Yn. Sesuai permintaan customer pak sopir langsung menyalakan mobilnya lalu melajukan nya.


Terlihat Jungkook mengejar mobil itu hingga sejauh 20 meter jauhnya. Pria itu terjatuh saat mobil taxi sudah melaju dengan sangat cepat.


"Ynn!! Kumohon!!" Teriak nya


Jungkook memukuli aspal dengan tangannya membuat tangan pria itu tergores dan akhirnya berdarah. Namun seperti tak perduli dengan dirinya sendiri, Jungkook tak menghiraukan darah dan rasa sakit nya.


Jungkook menangis tanpa suara, ia kemudian bangkit dan berjalan sembari mengepalkan tangannya membuat urat urat di tangannya terlihat jelas.


_


_


"Sesuai titik nona?" Tanya supir taksi


"Iya pak, sesuai titik," Yn


Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 20 menit itu, akhirnya mobil taxi berhenti tepat di sebuah rumah yang terlihat megah. Usai membayar taxi, Yn turun dan menggeret koper nya menuju ke rumah itu.


Yn memencet bell rumah hingga tiga kali. Barulah seseorang terlihat membuka pintu.


"Yn?! Kenapa kau terlihat lusuh begini? Apa yang terjadi padamu? Dan, koper? M- mari masuk," tawar pria itu.


Yn mengangguk, pria itu membantu membawakan koper yn dan membopong Yn menuju ke ruang tamu. Di ruang tamu yn langsung menangis dan memeluk pria di hadapannya.


"Kenapa kau tak menghampiri Hyura saja? Kenapa kau datang kemari? Bagaimana jika orang melihat seorang wanita masuk ke rumah pria lajang dengan koper?" Tanya pria itu, pria yang tak lain adalah Soobin


"Bukan seperti itu. Baiklah, ceritakan kenapa kau datang kemari dengan koper mu ini," Soobin


"Aku dan Jungkook akan berpisah," yn


"Apa?! Kau tidak waras?!" Soobin


"Kau lah yang tidak waras. Dengarkan aku dulu baru mengoceh! Atau ku patahkan pita suara mu agar kau tak bisa bicara lagi," Yn


"Baiklah, aku memang selalu salah di mata mu," Soobin


"Jungkook menikahi Yura," Yn


"Apa?! Ternyata dia lebih tidak waras daripada aku," Soobin


"Entahlah, aku di sekap selama tiga hari di ruangan menjijikkan. Lalu saat aku di lepaskan, dan kembali ke rumah, Jungkook sudah menikah dengan wanita ular itu," Yn


"Tapi seharusnya kau tidak perlu pergi, bagaimana dengan kandungan mu? Dia masih butuh elusan seorang ayah, kau tega membiarkan dia kekurangan kasih sayang seorang ayah?" Soobin


"Kau bisa berlagak seperti ayah nya untuk sementara. Tidak ada penolakan, aku akan menghabisi mu," Yn


"Baiklah, kau memang tak berubah," Soobin

__ADS_1


"Tapi aku sedih, Jungkook mengkhianati ku. Andai aku bisa memutar waktu, ah tapi sayang nya tidak bisa. Bisakah aku menangis Soobin?" Yn


"Kemari, menangis lah jika kau ingin menangis. Dasar bocah," Soobin menarik Yn ke dalam dekapan nya. Yn langsung membuat basah baju Soobin dengan air matanya.


Sudah cukup, tidak usah berpura pura sok kuat, kini ia menangis sejadi jadinya. Tangannya bahkan mulai mencengkram kaos Soobin, rasanya wanita itu tak kuat, dia benar benar geram dengan semuanya.


Soobin hanya bisa mengelus punggung dan Surai panjang yn. Dengan kasih sayang ia juga sesekali mengecup pucuk kepala Yn. Tapi yn tak memperdulikan itu, Soobin adalah pria yang Yn anggap sebagai kakak nya.


"Soobin, hiks bagaimana mungkin aku bisa mengikhlaskan Jungkook pada Yura? Jungkook adalah pria yang berhasil membuat ku lepas dari Taehyung, lalu siapa yang akan membuat ku lepas dari Jungkook, hiks ini tidak adil," Isak Yn


"Kau dan Jungkook tak akan berpisah, kalian tetap lah suami istri yang sah. Yura akan mundur dengan sendirinya, aku yakin. Jungkook adalah pria yang sangat mencintai mu, Yura akan menyesal dengan perbuatan nya," Soobin


"Mundur dengan sendirinya? Tidak! Kau tidak tau siapa aku? Meski dia akan menyesal menikahi Jungkook, dia akan lebih menyesal karena berurusan dengan ku," Yn


"Aku senang dengan sikap mu selama ini, tapi aku tidak suka jika kau harus melukai orang orang lagi yn," Soobin


"Apa aku perduli?" Yn


"Aku akan menggagalkan rencana mu," Soobin


"Benarkah? Aku menyimpulkan kalau kau lebih senang melihatku terpuruk dengan rasa sakit. Kau lebih suka jika seseorang menyakiti ku, kalau begitu kenapa aku pergi dari rumah Jungkook? Aku akan kembali, kau akan senang kan jika setiap harinya aku menangis, terluka, dan akhirnya aku akan gila dengan sendirinya," Yn


Ia malah beranjak dari duduknya dan menarik lagi koper nya. Wanita itu keluar dari rumah Soobin membawa koper.


"Anak itu sangat keras kepala," gumam Soobin.


Dia tak berniat untuk mengejar Yn, pria itu memilih membiarkan saja Yn pergi dengan harapan Yn akan kembali pada Jungkook. Karena bagaimanapun Jungkook adalah pelindung terbaik Yn.


___


Tapi nyatanya perkiraan Soobin salah. Dimana yn berada? Bar? Haha, benar sekali. Tempat yang dulu sangat di sukai nya, dan harus menghentikan tabiat nya mengunjungi tempat itu karena dia menjadi istri seseorang.


Tapi sekarang Yn datang kembali ke tempat itu. Ia menitipkan koper nya pada satpam. Ia memasuki tempat yang minim penerangan dikarenakan lampu warna warni yang menghiasi tempat itu. Kalo author bilang nya lampu pelangi.


"Dua botol," pesan Yn. Dia tak perduli pelayan akan membawakan beer, wine, whisky atau apapun. Intinya sekarang dia sedang ingin melampiaskan kemarahannya, entahlah mungkin Yn lupa kalau dia sedang mengandung saat ini.


Dua botol wine datang menghampiri Yn. Wanita itu meminum langsung dari botol nya. Hanya butuh 5 menit bagi Yn untuk menghabiskan sebotol wine.


Kesadaran wanita itu mulai hilang, tatapannya terlihat meremang, ia menyandarkan tubuhnya di sofa di bar itu dan mulai memejamkan matanya.


Tak berapa lama kemudian, seorang pria baru saja memasuki bar dan tatapannya langsung tertuju pada wanita yang tengah tepar di atas sofa itu.


"Yn!" Khawatir nya. Dengan rasa bahagia dan khawatir datang secara bersamaan dia langsung menggendong Yn dan membawanya keluar dari tempat itu.


"Astaga, kenapa kau berada di tempat ini sayang, kau tak memikirkan bayi mu, aku benar benar tidak habis pikir," gumam pria itu. Ia terus menggendong Yn dan memasukkan Yn ke dalam mobil berniat membawa wanita itu pulang ke rumahnya.


.


.

__ADS_1


.


╰┈➤ To be continued


__ADS_2