ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 21


__ADS_3

PART 21


__


"Tidak terimakasih, aku tidak tertarik mengganggu hubungan orang yang sedang bermesraan," ucap Yn kemudian melanjutkan jalannya menuju ke kamar.


__


Di kamar, yn langsung membuka sepatu celana dan Hoodie yang digunakannya. Kini dia hanya menggunakan crop top dan hotpants jeans dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


Yn mengecek ponsel nya dan belum ada pesan ataupun telpon yang masuk dari Taehyung. Dia benar benar frustasi saat ini. Akhirnya Yn memutuskan untuk mengambil makanan karena kebetulan dia belum mengisi perut nya sejak pagi tadi.


Saat gadis itu keluar dari kamar, dari atas dia melihat Jungkook dan Yura yang sedang melempar tatapan serius. Terlihat mata Yura yang sudah berkaca kaca karena akan menangis.


"Ada drama? Hm, sepertinya seru jika aku menonton nya," ucap Yn. Ia menuruni beberapa anak tangga agar lebih mendengar percakapan Jungkook dan Yura.


"Hiks, aku tidak mau. Kenapa kau berubah? Kau berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku dan tak mau meninggalkan ku, kenapa mengingkari janji mu?" Ucap Yura disela sela tangisan nya.


Yn kaget saat mendengar ucapan Yura barusan. Apa Jungkook ingin meninggalkan Yura? Benarkah? Yn menyunggingkan senyum miring nya mendengar itu.


"Maafkan aku Yura, aku harus melakukan ini," Jungkook


"Tapi kenapa?" Yura


"Karena aku mencintai istriku dan aku tidak mau menyakitimu lebih dalam. Maafkan aku, tapi bukankah kau juga akan menikah dengan sepupu mu kan," Jungkook


Yn maupun Yura sama sama tercengang mendengar alasan Jungkook mengakhiri hubungan nya dengan Yura. Apa Yn tidak bermimpi? Ini sungguh terjadi? Benar benar tidak disangka.


"Kau kemanakan perasaan mu selama ini? Kita sudah bersama sejak bertahun-tahun. Kau melupakan ku karena gadis yang baru kau nikahi beberapa hari itu?" Yura


"Kau tidak tau, tinggal serumah dan sekamar berdua dengan seseorang berbeda gender itu tidak mudah. Perhatian Yn padaku membuat aku perlahan mencintai nya. Maafkan aku, aku benar benar minta maaf," Jungkook


"Kau sama saja seperti pria diluaran sana, kenapa kau se tega ini padaku? Kenapa jeon!" Yura


"Hei sudahlah, kekasih mu mencintai ku. Apa salahnya jika dia mencintai istrinya? Lagipula hubungan kalian itu salah, Jungkook sudah menikah dengan ku dan kau masih menjalani hubungan terlarang itu dengannya. Ikhlaskan saja Jungkook untukku, karena dia sudah mencintai ku," Ucap Yn saat ia baru saja turun dari tangga dan berjalan ke dapur.


"Aku tidak akan pernah melepaskan Jungkook untuk mu. Aku bisa saja mengikhlaskan dia dengan gadis lain, tapi tidak dengan mu, kau dengar? Aku sangat membenci mu! Kau sudah merebut kasih sayang eomma ku dari ku, sekarang kau merebut Jungkook dariku! Dasar gadis miskin!!" Serkas Yura.


Ucapan itu tentu membuat Yn menatap heran pada Yura. Ia masih mencoba mencerna ucapan kakaknya barusan.


"Apa maksud mu Yura!! Jaga ucapan mu!!" Bentak Yn


"Kenapa? Kau tau, kau hanyalah gadis miskin yang di adopsi oleh kedua orang tua ku. Dan jika bukan karena aku, mungkin saat ini kau duduk di trotoar meminta minta pada orang orang yang lewat!" Ucap Yura lagi.

__ADS_1


Yn berjalan mendekati Yura dan menatap lekat gadis di hadapannya itu.


"Maksud mu?" Yn


Yura tersebut remeh. Ia menatap Yn dari atas sampai bawah.


"Kau tau kesalahan terbesar ku? Kesalahan terbesar itu adalah, saat dimana aku menginginkan adik perempuan saat dokter menyatakan eomma sudah tak bisa hamil lagi," Yura


"Dan faktanya dokter itu salah, buktinya aku ada. Eomma melahirkan aku," Yn


"Jangan mimpi kau yn! Eomma tidak pernah melahirkan mu, Yaa kau memang dilahirkan, tapi bukan oleh eomma Yeni, tapi dilahirkan oleh wanita miskin yang tak punya suami, kau dengar? TIDAK PUNYA SUAMI," Yura


"Jangan berbohong!!" Yn


"Siapa yang berbohong? Dua puluh tahun yang lalu, aku menginginkan seorang adik usai saat eomma keguguran. Kau ingat? Saat eomma mengajak kita berziarah? Itu adalah adikku yang sesungguhnya, bukan kau,"


"Aku menangis meminta adik perempuan pada eomma, tapi eomma mengatakan bahwa dia sudah tak bisa hamil karena dokter mengangkat rahim nya. Dan, demi kebahagiaan ku, Appa mencari seseorang yang baru saja melahirkan, dan Appa menemukan eomma mu, karena eomma mu orang miskin dan tak punya suami, dia tak sanggup mengurus mu seorang diri," lanjut Yura


"Yura cukup!" Bentak Jungkook


Yn mengacungkan jari telunjuk nya dan Jungkook pun terdiam.


"Lanjutkan," Yn


"Aku bilang lanjutkan!!" Bentak Yn


Yura tersenyum, ia berjalan semakin dekat dengan Yn. Tatapannya berubah tajam saat wajah mereka sudah bertemu.


"Appa mengadopsi mu dari wanita itu, dan kau tinggal di istana milik kami. Awalnya aku bahagia karena aku memiliki saudara perempuan, tapi seiring berjalannya waktu, eomma semakin memperhatikan mu. Kau merebut perhatian eomma dariku, dan sejak itu aku membenci mu dan menyesali perbuatan ku karena teah mendesak eomma dan Appa ku untuk mencarikan adik untukku," Yura


"Kalau begitu sekarang keluar dari rumah ku," ucap Yn dengan datar tanpa ekspresi.


"Maaf yn, tapi.. sekarang kau sudah tau semuanya. Jangan pernah mengatakan pada siapapun kalau namamu adalah Min Yn, mengerti? Karena kau bukan anak Appa ku," Yura


"Ya, karena namanya adalah Jeon Yn," sela Jungkook.


Yura menatap nyalang pada Jungkook dan Yn bergantian.


"Dengar Yn, eomma Yeni dan Appa Yoongi hanya orang tua ku. HANYA ORANG TUA KU, kau tidak akan bisa merebutnya dariku. Dan begitupun dengan Jungkook, dia hanya milikku. Akan ku pastikan aku merebut semua nya lagi. Milikku hanyalah milikku, tak seorang pun bisa memilikinya," ucap Yura. Gadis itu meraih tas nya di sofa dan berjalan meninggalkan rumah itu.


Setelah kepergian Yura. Dengan cepat Yn berjalan menutup pintu utama rumah itu. Setelah itu dia berbalik menatap Jungkook yang saat ini masih tak percaya dengan Yura.


"Sudah tau kan? Begitulah Yura, aku juga baru mengetahui nya beberapa hari ini. Bagus karena kau memutuskan hubungan kalian sebelum semuanya terlambat," ucap Yn dengan mata berkaca kaca. Gadis itu berjalan meninggalkan Jungkook dan berjalan cepat ke kamar nya.

__ADS_1


Jungkook hanya menatap kepergian Yn dengan sendu. Ia meraih ponselnya, mengirim rekaman percakapan Yura dengan Yn barusan pada Yeni. Ya, pria itu merekam pembicaraan kakak adik itu secara diam diam.


Setelah itu Jungkook berlari ke kamar ingin menghampiri Yn.


Dibukanya pintu kamar perlahan agar tak mengeluarkan suara. Kaki kanan Jungkook maju lebih dulu melangkah masuk ke kamar. Dilihat nya yn duduk melantai bersandar pada ranjang.


Jungkook menutup kembali pintu kamar dan menguncinya. Ia melangkah mendekati Yn. Setelah berada di depan gadis itu, Jungkook berjongkok dan menatap kepala yn. Wajah nya tak kelihatan karena wajah gadis itu ia tenggelamkan di lutut dan lipatan tangannya.


"Yn," panggil Jungkook lirih.


Tangannya mengusap lembut lengan Yn.


Yn mengangkat kepalanya menatap Jungkook yang berada di depannya. Dengan cepat Yn menghapus air matanya yang sudah membasahi wajahnya. Ia tak mau terlihat lemah dihadapan Jungkook, meski itu akan sia sia karena isakan Yn masih terdengar dan terlihat jelas.


"Tidak usah berpura pura kuat, kau bisa terlihat baik baik saja di hadapan banyak orang. Aku suami mu, menangis lah sepuas mu saat kau bersama ku," ucap Jungkook dengan lembut.


Yn tak merespon. Hanya tatapan sendu yang diberikan nya pada Jungkook. Jungkook yang mengerti itu langsung menarik tangan dan membawa gadis itu dalam pelukannya.


"Tidak usah ditahan, menangis lah jika kau memang ingin menangis, aku tidak melarang mu. Aku juga tidak akan mengatakan kau cengeng ataupun lemah, kau adalah gadis yang kuat, kau sangat kuat Yn. Aku tau itu," Jungkook membawa tangannya mengusap punggung Yn naik turun.


Sudahlah, yn sudah tidak tahan lagi. Seketika tangisan nya pecah dalam pelukan Jungkook. Gadis itu menangis, bahkan suaranya sedikit terdengar. Jika saja tak ada Jungkook, mungkin dia sudah berteriak saat ini.


"Hiks, sekarang aku tau kenapa Appa lebih menyayangi Yura daripada diriku, aku tau.. hiks, karena aku hanya anak adopsi kan," ucap Yn disela tangisan nya.


"Tenang lah, aku bersama mu, dan akan selalu bersama mu. Aku tidak akan meninggalkan mu, meski satu dunia akan menjauhi mu, tapi tidak dengan ku, percayalah," Jungkook meletakkan dagunya pada kepala Yn dan masih setia mengelus punggung gadis itu.


"Aku membenci pembohong," Yn


"Aku janji tidak akan berbohong, ini janji ku padamu. Aku akan selalu berada di dekatmu, disisi mu, dan di hati mu," Jungkook


"Kau tidak berbohong?" Yn


"Emm," Jungkook menggelengkan kepalanya.


"Lepaskan aku, aku mau mandi," Yn


"Baiklah," Jungkook melepaskan pelukannya kemudian membiarkan Yn berdiri. Gadis itu berjalan gontai menuju kamar mandi.


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


__ADS_2