ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 34


__ADS_3

PART 34


__


Yn terdiam mendengar rekaman suara yang Jungkook putar. Namun sesaat kemudian ia meneteskan air matanya, namun ia tak terlihat menangis.


"A- ada apa? Kenapa kau menangis?" Panik Jungkook.


"Itu berarti kau sudah menyentuhnya," Yn


"Maafkan aku yn, aku benar benar tidak habis pikir dengan kebodohan ku sendiri. Aku minta maaf, hukum aku, ayo pukul aku, lakukan apapun semau mu," Jungkook


Yn berdiri, ia berjalan meninggalkan kamar dan membanting pintu dengan sangat keras. Yn menuruni anak tangga, hingga tanpa sengaja dia berpapasan dengan Yura yang baru saja kembali.


"Hei yn, kau belum tidur? Kenapa?" Yura


"Bukan urusan mu," tanpa menatap Yura sama sekali Yn melanjutkan jalannya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum agar dirinya lebih tenang.


Yura mengurungkan niatnya ingin ke kamar, wanita itu berjalan menyusul Yn ke dapur dan ikut meraih sebotol air dingin dari dalam kulkas.


"Dengar, sekarang kau harus menerima keberadaan ku di rumah ini. Karena selain kau, aku juga istri Jungkook, dan kau tidak memiliki hak apapun untuk mengusir ku dari sini," Yura


Yn berbalik, ia menatap intens wajah Yura. Ia juga menatap wanita di depannya dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan.


"Ch, benarkah dirimu seorang designer? Aku melihat kau seperti ******! Lihat lah pakaian mu, kau sudah memiliki suami tapi tak pernah tau atau belajar untuk menutup bagian tubuh mu yang seharusnya hanya dilihat oleh suami mu," ucap Yn santai.


Darah Yura seakan mendidih mendengar penuturan Yn. Namun ia menahan emosi nya agar tak merasa dengan apa yang yn ucapkan.


"Hei, lihat kesana, disana terdapat cermin yang bisa menampakkan seluruh tubuh mu. Coba lah berkaca sebentar, dan bandingkan dirimu dengan diriku. Apakah pantas seorang gelandangan seperti mu mengatakan kalau aku seorang ******? Kau memang tidak tau style zaman sekarang. Karena dari dulu, kau tak pernah berubah. Tetap menjadi wanita nakal dan kumuh," Yura


"Benarkah? Kau mengikuti style untuk apa? Tetap saja Jungkook hanya mencintai ku. Aku menyebut mu ****** bukan hanya dari penampilan mu, tapi dari kelakuan mu. Layak nya seorang ******, kau menggoda suami orang dan merebut nya. Bukan hanya ******, kau juga merupakan perebut suami orang, dan dari situ orang orang bisa menyimpulkan kalau memang tak ada pria manapun yang mau dengan mu," Yn


Plak!!


Yn menoleh ke kanan saat telapak tangan Yura mendarat dengan keras di pipi kiri nya. Pipi Yn terasa panas, namun itu tak membuat dia mengeluarkan ekspresi apapun selain seringaian andalan nya.


"Ucapan ku benar bukan? Lihat lah, kau marah karena kebusukan mu diketahui oleh orang lain," Yn


"Tutup mulut mu! Aku bisa melakukan apapun dan kapanpun untuk membuat mu dan bayi mu menghilang dari bumi ini," Tekan Yura


"Lakukan, lakukan apapun yang menurut mu hal itu bisa menyingkirkan ku. Aku sangat menanti nya, karena rasanya aku juga ingin mati setelah tau kau menikah dengan SUAMI KU!" Yn


"Jadi kau ingin menyerah? Sebelum bertarung?" Yura


"Siapa yang menganggap ini sebuah pertarungan? Anggap saja kalau gadis gelandangan ini memberi sedekah padamu, hm," Yn


Usai minum, Yn langsung berjalan santai menuju ke kamar tanpa menyadari kalau Yura saat ini mengepalkan tangannya serta mengumpati yn dalam hatinya.

__ADS_1


"Kau menunggu nya bukan? Baiklah, aku akan membuat penantian mu tak berujung sia sia," gumam Yura.


__


Jungkook menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Ia berbinar menatap Yn yang kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di sebelah Jungkook. Dengan sigap Jungkook langsung membalikkan tubuh Yn dan memeluk nya.


"Tidur lah," Jungkook


Yn tak mempermasalahkan itu, dia membiarkan Jungkook memeluk nya sangat erat, Yn memejamkan matanya dan tertidur begitu saja. Jungkook menatap wajah Yn yang sangat damai, ia semakin mengeratkan pelukannya dan membawa kepala Yn berada di dada nya.


"Aku memang bodoh, maafkan aku. Aku bersumpah tidak akan melepaskan mu. Suatu saat kita hanya akan hidup bertiga, bukan dengan Yura tapi dengan bayi yang ada di kandungan mu. Aku akan mengusir Yura sejauh jauh nya, dia keterlaluan," Gumam Jungkook


Setelah mengatakan itu, ia pun ikut tertidur pulas menyusul Yn ke alam mimpi.


~~~~~


Hari, Minggu, dan bulan berlalu begitu saja. Setelah tiga bulan berdiam diaman. Baru seminggu yang lalu Yn dan Jungkook kembali harmonis meski ada Yura, namun keceriaan dan care Yn menghilang begitu saja setelah Yura mengabarkan bahwa dia positif hamil saat ini dan kandungan nya berusia 3 bulan.


Kandungan Yn yang memasuki enam bulan itu sudah semakin membuncit. Jungkook sudah kembali bertugas di kepolisian. Alhasil dirumah itu hanya ada tiga wanita dan satu satpam.


Yura sedang pergi ke butik, jadi Yn dirumah hanya berdua dengan Aletha. Yn duduk di ruang tv sambil menonton, sebelum itu dia sudah menyuruh Aletha untuk menyiapkan camilan sehat untuk menemani nya saat menonton film.


Pandangan Yn teralihkan saat mendengar suara pintu terbuka menampakkan seorang wanita berjalan gontai menghampiri nya.


"Hyura," girang Yn saat melihat sahabatnya datang menghampiri nya.


"Haii sayang, wahh perut mu sudah semakin besar saja. Bagaimana perkembangan nya? Kau selalu membawanya ke rumah sakit kan, untuk di periksa," Hyura


"Kenapa merepotkan dia? Kau bisa meminta ku untuk datang kesini kapan saja," Hyura


"Tapi aku tidak mau mengundang mu," Yn


"Apa!"


"Haha tidak, aku hanya bercanda," Yn


"Aku pulang!" Seru seseorang. Yn dan Hyura menoleh bersamaan ke arah pintu utama. Terlihat Yura memasuki rumah dan menatap Yn dan Hyura bergantian.


"Hei, sedang ada tamu ya," Yura


"Sepertinya kau harus pulang, karena jika tidak dia akan membuat drama disini," Yn


"Tapi aku baru saja datang," Hyura


"Kita bisa bertemu lain kali, sekarang pulang lah. Aku bosan jika harus melihat drama nya di siang hari panas seperti ini," Yn


"Em, baiklah. Jaga dirimu sayang, lain kali aku akan berkunjung kesini dulu, byee," Hyura menatap intens Yura yang berdiri di sofa di sebelah Yn. Setelah itu ia berlalu begitu saja meninggalkan Yn dan rumah nya.

__ADS_1


Setelah Hyura pergi, Yura mendekati Yn dan bahkan duduk di sebelah nya. Yura ikut memakan cemilan Yang disiapkan Aletha untuk Yn.


"Apa yang kau lakukan?!" Yn


"Hei santai, bukan kah kita sudah tinggal serumah selama beberapa bulan? Sebelumnya kau tidak mempermasalahkan ini," Yura


Yn bangkit lalu mencoba melangkah meninggalkan Yura agar tak ada perdebatan. Namun siapa sangka kalau Yura akan menarik tangannya membuat Yn kembali terduduk di sofa. Yura kemudian bangkit dan berdiri di hadapan yn.


"Kau masih ingat ucapan mu beberapa bulan yang lalu yn? Kau menantikan dimana aku akan membuat mu dan bayi mu pergi, huh sebenarnya aku akan melakukan itu sejak lama, tapi menurutku suami ku lebih penting daripada itu.


"Seiring berjalannya waktu, seperti nya niat ku hilang. Kau datang ke rumah ini dengan kecurangan, jangan salahkan aku jika aku juga membuang mu dengan kecurangan," Yn


"Coba saja, kau hanya bisa melakukannya saat kau masih berada di rumah ini. Tapi, sepertinya kau akan pergi dari sini yn," Yura


"Lalu? Kau pikir aku perduli?" Yn berdiri, dia menyetarakan tatapan wajah mereka. Yura menatap Yn sengit, sedangkan Yn hanya menatapnya datar.


"Hei, jaga matamu, awas keluar. Jika kau tidak punya mata jangan salahkan aku," Yn


Yura tersenyum miring, ia melirik ke arah pintu samping yang mengarah ke taman. Dari sana Aletha masuk, dengan sengaja ia menjatuhkan dirinya sendiri sehingga kepala nya membentur pada sudut meja yang membuat dahi nya mengeluarkan darah.


Aletha yang melihat itu berteriak histeris lalu menghampiri Yura dan membantu wanita itu untuk berdiri.


"Ah, Aletha bisa tolong bantu aku ke kamar. Aku takut dia akan menyakiti ku lagi, kau tau aku sedang hamil muda, aku takut dia melukai bayi ku, tolong bantu aku ke kamar," Ucap Yura dengan rintihan kecil.


"B- baik nyonya, mari saya bantu ke kamar," Aletha menuntun Yura untuk berjalan ke kamar nya dan beristirahat.


Di kamar, Yura mengobati luka di dahi Yura dengan telaten.


"Nyonya, apa yang terjadi?" Aletha


"Kau tau kan, aku dan Yn selalu bertengkar. Aku memang salah, aku menikahi suami Yn, tapi aku juga tidak mau ini terjadi. Tadi Yn marah padaku dan mendorong ku, sudahlah lupakan, aku hanya ingin beristirahat saja," Yura.


"Nyonya, apa perlu saya beritahu tuan Jungkook tentang hal ini?" Aletha


"Y- ya, terserah padamu saja, tolong tinggalkan aku, aku ingin istirahat," Yura


Aletha mengangguk, ia meninggalkan wanita yang sudah menjadi nyonya nya sejak beberapa bulan lalu itu sendiri di rumah. Baru ia menuju ke ruang tengah dan menelpon seseorang menggunakan telepon rumah.


_


_


"Aku tidak menyangka kau seperti ini pak jeon, huh ku pikir kau adalah pria setia. Ternyata semua pria sama saja, aku jadi takut ingin menikah," ucap seorang gadis teman sekantor Jungkook, masih ingat? Ya, dia adalah kang Seol.


.


.

__ADS_1


.


╰┈➤ To be continued


__ADS_2