ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 42


__ADS_3

PART 42


__


"Jika kau melakukan hal yang sama dengannya, itu berarti kau tak berbeda dengannya. Biar dia menjadi wanita seperti itu, tapi kau bukan. Kemana Yn yang aku kenal? Yn yang penyayang, lembut dan tidak pemarah, apa aku sudah kehilangan dia?" Jungkook


"Yn yang kau kenal? Kau tak pernah mengenal yn sama sekali!! Kau hanya mengenal Jeon Yn, kau, kau dan kau, kalian semua hanya mengenal ku sebagai Jeon Yn, kalian tidak tau Yn yang sesungguhnya, jangan berlagak paling mengenal ku, hanya aku yang tau tentang diriku sendiri!" Yn mengucapkan itu sembari menunjuk semua orang.


Saat saat Yn lengah, Jungkook mengeluarkan jarum suntik dari dalam saku celana nya. Ia mengisyaratkan hyura agar membuka penutup ujung jarum itu, setelah itu Jungkook langsung menancapkan jarum itu di lengan Yn, Yn tentu merintih kesakitan karena tusukan yang tiba tiba itu.


Ia menatap Jungkook sendu, dengan air matanya yang mulai bercucuran. Yn seketika merasa lemas dan jatuh ke dalam pelukan Jungkook.


"Tidak ada pilihan lain," ucap Jungkook


Semua orang mengangguk paham, Jungkook melempar jarum suntik itu ke sembarang arah. Ia mengangkat tubuh Yn dan membawanya pergi dari tempat itu. Yn bukan tak sadarkan diri, matanya masih terbuka, hanya saja ia merasa sangat lemas bak tak memiliki tulang.


Yn sudah berada di ruang rawat, selang infus nya kembali di pasang. Kini semua orang tengah berkumpul di ruangan itu karena Hansung yang memintanya.


"Jadi, hasil tes DNA nya sudah keluar, aku sudah membaca nya lebih dulu. Dan.. agar lebih jelas, aku serahkan ini pada paman Min, biar dia yang membaca nya," Hansung meletakkan amplop putih itu di meja di depan yoongi.


Tak ada raut khawatir di wajah Yura. Ia hanya merasa sedikit sakit karena rambut nya rasanya hampir lepas saat yn menarik nya tadi. Jangan berpikir Yn tak melihat semua ini, bukan kah sudah kubilang tadi kalau dia hanya lemas? Mata, mulut dan telinga nya masih berfungsi baik.


"Kebusukan mu akan terbongkar, dasar ******!" Umpat Yn. Bisa bisanya saat lemas seperti ini dia tak melewatkan kesempatan untuk mencaci maki Yura, tapi sepertinya itu memang pantas didapatkan nya.


Yoongi membuka amplop putih itu dan mulai membaca isinya. Yoongi tak menampakkan ekspresi apapun, dia mencampakkan kertas itu di hadaoan Jungkook.


"Baca lah Jungkook," Yoongi


Pikiran Jungkook mulai kalut, benar kah anak yang ada di dalam kandungan Yura bukan darah daging nya? Jika iya, dia bersumpah akan menceraikan Yura saat itu juga, memang ******! Kalo iya, kalo nggak ya gajadi.


Jungkook meraih kertas itu, membaca isinya. Jungkook juga membaca nya dengan tenang, ia sama sekali tak kaget melihat hasil laboratorium yang tertulis di atas kertas itu.


"Kau sudah membaca nya bukan? Jadi kau sudah lihat? Aku sudah bilang, semua ucapan mu hanya omong kosong! Sudha tertera jelas disini kalau bayi yang ada dalam kandungan Yura adalah anakku!!" Serkas Jungkook


Yn kaget tak percaya. Ia mencoba untuk setengah duduk, ia menatap Hansung, Yoongi dan Jungkook bergantian.


"Mustahil! Itu bukan anak mu Jeon! Bagaimana mungkin? Wanita itu pasti menyabotase hasil laboratorium nya!! Atau kau sudah menyogok petugas nya hah!! Jawab!! Dasar ******!" Serkas Yn


"Apa maksud mu?! Aku bersama appa sedari tadi, bagaimana bisa aku menyabotase nya? Berpikirlah dengan baik yn!" Yura


"Tidak, ini tidak masuk akal. Aku bahkan mendengar sendiri percakapan Yura dan Hansung Oppa kalau anak itu adalah anak nya, bukan anak Jungkook!" Yn


"Sudahlah Yn, coba lah untuk menerima kenyataan," Jungkook

__ADS_1


"Ck, dasar wanita ular! Bagaimana mungkin? Anak itu bukan lah anak Jungkook, aku tau itu. Tapi, bagaimana bisa hasil nya positif?" Gumam Yn


"Paman Yoongi dan Jungkook sudah membaca surat yang itu, sekarang baca lah hasil laboratorium yang sebenarnya," Hansung


Wajah Yoongi berubah heran, apa maksud Hansung? Hasil yang sebenarnya? Memang nya yang dia baca tadi apa?


Hansung kembali melemparkan kertas putih pada Yoongi, Yoongi membacanya dan kemudian di oper lagi ke Jungkook. Kali ini berbeda, ekspresi Jungkook tak sama seperti sebelumnya, tapi bukan kaget, pria itu heran, ia menautkan kedua alisnya.


"Apa maksud mu? Jadi mana hasil yang sebenarnya!" Jungkook


"Kalian akan tau setelah mendengar dan melihat ini," Hansung membuka ponsel nya dan memutar klip suara, terdengar sebuah percakapan dari dalam sana yang diyakini salah satunya adalah suara Yura.


“Sus, apa yang akan kau lakukan jika seseorang membayar mu sebesar satu juta dollar, tapi orang itu menyuruh mu untuk berbuat curang?”


“uang nya sangat besar, jika kecurangan dalam hal kecil, aku pasti akan menerima nya. Tapi jika berisiko, aku akan memikirkan nya. Tapi.. mungkin keputusan ku akhirnya juga akan menerima nya”


“kalau begitu kau mau membantu ku? Menukar darah itu dengan yang ini, dan buat hasil laboratorium yang satunya lagi, dan yang ini.. buang saja ke tempat sampah,”


“apa kau akan membayar ku sebanyak satu juta dollar?”


“tentu, apa kau mau?”


“itu tidak berat, kemari! ”


Hansung akhirnya memutar video itu, sepertinya itu kamera CCTV. Terlihat Yura dan seorang perawat tengah berbincang di ruang laboratorium dengan sangat serius. Percakapan itu diakhiri dengan Yura memberi beberapa gepok uang yang diterima dengan senang hati oleh perawat itu.


"Jadi, kalian sudah tau mana hasil laboratorium yang sebenarnya?" Hansung


"Sialan! Dasar perempuan murahan!" Tekan Yoongi, ia berdiri, juga menarik Yura untuk berdiri di hadapannya.


"Memalukan! Kau benar benar melakukan itu Yura?!! Kau benar benar membuat ku di permalukan!! Tidak tau diri!! Jungkook, aku minta kau segera menceraikan Yura!" Yoongi


"Appa, maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja saat itu.. maafkan aku, hiks," tangis Yura, ia memegangi tangan Yoongi dan langsung di hempaskan sang pemilik tangan.


"Hansung, bawa wanita ini pergi dari hadapan ku sebelum aku mel*nyap kan nyawa nya," Yoongi


Hansung mengangguk, ia menarik Yura agar keluar dari ruangan itu. Namun Yura memberontak tak mau pergi, ia terus menangis histeris dan meminta Yeni agar menghentikan Hansung.


Namun tak ada yang mau menatap Yura saat itu.


"Yura, ayo pergi. Apa kau mau mati sia sia di tempat ini? Kita akan menikah, dan aku akan membawamu pergi ke Amerika," Hansung


"Aku tidak mau!" Yura

__ADS_1


"Baiklah, besar kan anak itu seorang diri! Kau bisa berkeliaran di mana saja, apa kau pikir setelah ini Jungkook akan mempertahankan mu? Di dukung oleh kelakuan mu yang tidak baik memperlakukan Yn akan membuat Jungkook menceraikan mu, mungkin dia juga akan menghabisi mu jika dia bukan seorang polisi," Hansung


"Aku mencintai nya.." Yura


"Terlambat! Ah maksud ku, itu sudah basi. Tak akan ada satu pun ucapan mu yang akan mereka percayai," Hansung


"Jadi aku harus pergi? Dari kehidupan keluarga ku?" Yura


"Tidak usah sok dramatis, setelah kebusukan mu terbongkar baru ucapan mu seolah olah kau paling tersakiti. Aku sebenarnya memang mencintai mu, tapi aku muak dengan sikap mu, aku akan mendidik mu menjadi lebih baik, maka dari itu ikut lah dengan ku ke Amerika setelah perceraian mu dengan Jungkook selesai," Yura


"Aku tidak mau!! Aku sangat mencintai Jungkook!!" Yura


"Ck berpikir lah sedikit, bod*h! Apa kau pikir dengan kau berteriak kau mencintai Jungkook akan membuat Jungkook berlari, berlutut, lalu membatalkan niat nya untuk menceraikan mu?! Jangan bermimpi," Hansung


"Kau benar benar mencintai ku dan akan menanggung hidup ku?" Yura


"Tentu saja, bayi yang kau kandung adalah tanggung jawab ku," Hansung


"Kalau begitu aku akan ikut dengan mu," Yura


"Ck, kenapa kau terlihat sangat menyedihkan? Padahal kau adalah antagonis nya, huh! Jika ini di cetak menjadi sebuah film, kita harus mencari dua peran yang benar benar mendalami peran menjadi dirimu dan Yn, benar bukan?" Hansung


"Entahlah, ayo pergi!" Yura


“haish, aku kasihan padanya. Tapi mau bagaimana pun, dia yang paling menyalah disini,” batin Hansung


Pria itu berakhir memeluk Yura meski tak mendapatkan balasan. Ia hanya ingin membuat Yura menyadari perbuatannya. Diamlah kalian!! Gak usah minta karma buat Yura, bakalan datang kok! Nih readers suka komat Kamit gajelas anjir kalo baca ff.


"Alur hidup yang merumit kan, bagaimana mungkin Yn bisa menjalani ini semua dengan sangat kuat? Kalau aku jadi dirinya, mungkin Jungkook dan Yura sudah lama ku Bun*h, huh!" Gumam Hyura.


Ya, ketiga circle Yn masih setia disana.


"Kenapa kalian membiarkan dia pergi!! Dia bahkan belum merasakan separuh yang aku rasakan!! Setidaknya dia terbaring lemas di rumah sakit dan hanya dibantu hidup oleh alat medis!!" Yn


.


.


.


╰┈➤ To be continued


Kalo alur nya gini setuju gak? Gimana kalo Yura pergi aja, tapi ga dibuat meninggoy, gapapa kan?

__ADS_1


__ADS_2