
PART 33
__
Jungkook membuka pintu ICU tempat Yn dirawat. Suara pintu membuat yn berpikir kalau Taehyung sudah kembali menghampiri nya.
"Tae kau lama sekali dari toilet," ucap Yn. Wanita itu tanpa menoleh karena masih sibuk mengunyah cemilan yang Taehyung belikan.
"Sayang," panggil Jungkook
Mendengar suara yang tak asing itu, Yn berhenti mengemil dan menoleh ke arah suara melihat Jungkook yang sudah berjalan mendekatinya. Yn langsung meletakkan cemilannya dan minum setengah gelas dan merebahkan tubuhnya, ia tidur membelakangi Jungkook.
"Sayang maafkan aku," Jungkook mengelus pucuk kepala Yn yang terlihat sudah memejamkan matanya.
"Sayang, tidak bisakah kau memberi satu kesempatan saja untuk aku menjelaskan semuanya? Aku terpaksa melakukan ini, sungguh," Jungkook
"Tidak, pergilah aku ingin tidur," Yn
Pria itu berjalan lebih dekat hingga berada tepat di sebelah brankar Yn. Tangan Jungkook terulur memegang pinggang dan kepala belakang Yn.
"Sayang, kau benar benar tidak ingin mendengarkan ku?" Taehyung
"Tidak," Yn
Jungkook membungkuk kan badannya, dagu nya ia sandarkan pada celah pundak Yn, ia menghirup aroma tubuh Yn, samar samar Jungkook mencium aroma alkohol pada Yn.
"Lain kali jangan meminum alkohol, itu tidak baik bagi kesehatan mu dan juga bayi kita," Ucap Jungkook dan sesekali menciumi ceruk leher Yn.
Yn agak mengapit pundak dengan leher nya karena merasa kegelian. Namun itu tak membuat Jungkook menghentikan aksi nya. Jungkook tersenyum, saat ia menyadari brankar tempat Yn tidur cukup untuk dua orang, ia merebahkan tubuhnya di sebelah Yn.
"Sempit Jung," Yn
"Benarkah? Aku melihat tempat tidur ini cukup luas dan bisa untuk kita berdua," ucap Jungkook dan beralih memeluk istrinya.
"Lepaskan aku Jung," Yn
"Biarkan seperti ini, aku merindukan mu. Sudah lama aku tidak memeluk mu seperti ini," Jungkook
Yn diam tak bergeming. Ia membiarkan saja Jungkook melakukan hal itu, Yn mencoba menutup matanya untuk tertidur.
Jungkook yang tak mendapatkan respon apapun dari Yn langsung memutar tubuh istrinya menghadap padanya. Jungkook menarik pinggang Yn membuat jarak antara keduanya benar benar habis. Jungkook memegangi pinggang Yn, sedangkan Yn memegang kedua pundak Jungkook.
Cup
"Emmph," lenguh Yn saat Jungkook tiba tiba menempelkan bibir mereka dan **********. Yn mencoba memberontak namun tangan kiri Jungkook menahan tengkuk leher Yn membuat wanita itu tak bisa melakukan apapun selain menerima perlakuan Jungkook.
Setelah beberapa menit baru Jungkook melepaskan tautannya. Setelah itu dia langsung menenggelamkan wajahnya di dada Yn dan memeluk wanita itu.
"Aku merindukan mu, kumohon jangan pergi, tolong pikirkan aku, pikirkan bayi kita, kumohon," Jungkook
Yn hanya diam, hingga ia terlelap tanpa sadar karena ia juga mengantuk karena kekenyangan mengemil tadi.
___
__ADS_1
08.00
Yn terbangun saat ia merasakan sesuatu yang dingin menyentuh lengan bagian atas nya. Ia mendapati seorang perawat di sebelahnya tengah menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Yn. Yn melirik kesana kemari mencari keberadaan Jungkook, namun pria itu tak ada di dalam ruangan itu.
"Sus, dimana suami ku?" Tanya Yn
"Tuan Jeon Jungkook berpamitan pergi karena ada urusan mendadak. Dia menitipkan anda pada saya," jawab perawat tersebut
"Kim Taehyung? Apa dia datang?" Tanya Yn lagi
"Tuan Kim Taehyung? Em, dia belum ada datang untuk menjenguk anda. Baiklah, saya akan mengambil sarapan untuk anda sebentar, jangan kemana mana," Perawat tersebut pergi setelah Yn mengangguk.
_
_
"Apa yang kau lakukan?!! Kau gila hah!!" Bentak Jungkook pada wanita di hadapannya. Sedangkan yang di bentak hanya tersenyum tipis sambil memegangi tangannya yang terus mengeluarkan darah.
"Kau masih mengkhawatirkan aku," ucap nya senang.
"Khawatir sebagai sesama manusia, tidak lebih!" Acuh Jungkook. Ia berjalan ke arah laci yang ada di dekat ranjang, menarik nya lalu mengambil kotak p3k dan membawanya lagi menghampiri Yura.
"Obati sendiri! Jangan berpikir aku akan membalut kan perban di tangan mu! Ini karena ulah bodoh mu sendiri," Jungkook
Yura menunduk lesu, ia meraih kotak p3k yang Jungkook lemparkan di samping nya. Perlahan ia mulai meneteskan obat merah ke tangannya dengan sesekali meringis merasakan perih nya saat obat merah itu mengenai luka sayatan di pergelangan tangan nya.
"Shh," ringis nya
Yura mulai membuka kain perban dan mencoba untuk membalutkan di tangannya. Yura sedikit susah karena perban itu bolak balik lepas, sedangkan Yura hanya bisa melakukan nya dengan satu tangannya.
Yura menunduk lesu, ia senang mendapatkan perhatian seperti ini dari Jungkook. Tapi ia juga sedih, benarkah sudah tak ada cinta Jungkook untuk nya? Apa sekarang Jungkook hanya mencintai yn? Sudahlah, Yura tidak perduli itu, sekarang dia sudah menikah dengan Jungkook, lalu apalagi?
“Aku hanya perlu menyingkirkan orang yang menghalangi cinta Jungkook untuk ku, aku akan melakukan apapun,” batin Yura
"Sudah selesai, aku akan kembali ke rumah sakit. Bersihkan bekas darah mu itu," ucap Jungkook lalu meninggalkan Yura begitu saja di kamar nya.
__
Jungkook baru saja sampai di rumah sakit, saat ia memasuki ruangan Yn ia tak mendapati istrinya ada disana. Kamar itu kosong tanpa ada seorang pun disana.
Jungkook berjalan kesana kemari mencari keberadaan Yn. Namun memang benar benar tak ditemukan nya Yn dimana mana. Hingga ia bertemu dengan perawat yang ia beri amanah untuk menjaga Yn.
"Sus, dimana istriku?" Tanya Jungkook
"Ah, nona Yn ada di taman bersama dengan temannya,"
"Pria atau wanita?" Jungkook
"Ada dua pria, dan satu wanita bersama nya,"
"Baiklah, terimakasih," Jungkook langsung pergi meninggalkan perawat itu dan bergegas menuju taman.
Mata Jungkook mengitari seluruh taman, ia mendapati empat orang yang sedang duduk di sebuah karpet hijau di bawah pohon rindang dengan banyak hidangan makanan ringan dan minuman.
__ADS_1
"Yn!" Panggil Jungkook.
Meski hanya Yn yang disebut, namun keempatnya menoleh ke sumber suara. Jungkook diam di tempat saat melihat Taehyung berada disana, bersama Soobin dan Hyura juga turut duduk di sana.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Jungkook ketus pada Taehyung.
"Kami merayakan kepulangan Taehyung," jawab Yn
"Hai Jungkook, mari bergabung bersama," tawar Hyura
Jungkook tersenyum dan langsung berjalan mendekat dan duduk di sebelah Yn. Pria itu menatap istrinya yang kini tengah mengunyah makanan.
"Kau pergi tanpa izin ku, aku mengkhawatirkan mu," ucap Jungkook
"Apa kau pamit saat ingin pergi menemui Yura tadi?" Yn
"M- maaf, kau sedang tidur tadi. Aku tidak ingin mengganggu mu," Jungkook
"Dan aku juga tidak ingin mengganggu mu saat kau bersama Yura," Yn
"Sudah jangan bertengkar, tidak baik emosi saat masa kehamilan mu Yn. Lanjutkan saja makan mu," sela Hyura memotong perdebatan antara Yn dan Jungkook.
\_\_\_
Selama tiga hari Yn dirawat dirumah sakit, selama itu pula Jungkook selalu mencoba meminta maaf pada istrinya, namun sampai saat ini Yn masih mendiamkan Jungkook.
Keduanya kini tengah berada di kamar yang berada dirumah mereka. Yura? Wanita itu pergi ke butik nya karena dengar dengar omset penjualan di butik nya mengalami peningkatan besar.
"Sayang maafkan aku. Sampai kapan kau akan mendiamkan ku seperti ini? Kumohon maafkan aku," Jungkook
"Sampai kau memilih antara aku atau Yura," Yn
"Sudah berapa kali aku mengatakannya? Aku tentu memilih mu, tapi aku tidak bisa menceraikan Yura, aku memiliki alasan dibalik itu semua," Jungkook
"Kalau begitu katakan alasannya! Kau hanya mengatakan kau punya alasan dibalik semua ini, laku apa alasannya?!! Apa!!" Bentak Yn
"Aku tak bisa mengatakannya sekarang," Jungkook
"Terus lah seperti itu, untuk apa kita masih mempertahankan pernikahan ini kalau kau masih menyimpan rahasia dariku!" Yn
"Jangan mengatakan itu, aku akan memberitahu mu, pasti akan ku beritahu, tapi tidak sekarang. Kumohon, mengerti keadaan ku," Jungkook.
"Kau selalu mengatakan itu, kau selalu ingin di mengerti. Tapi kau sendiri tidak pernah mau mengerti aku," Yn
"Tunggu disini sebentar," Jungkook beranjak dari tempat tidur dan berjalan menutup dan mengunci pintu rapat rapat. Pria itu kemudian berjalan ke lemari yang ada di sana dan membuka nya.
Jungkook mengambil sebuah perekam suara. Ia berjalan lagi mendekati Yn dan duduk di sebelah wanita itu.
“ kita sudah resmi menikah, dan Yn masih ada di tangan ku. Sampai kau mau berhubungan suami istri dengan ku baru aku akan melepaskan Yn. Setelah itu kau tidak bisa menceraikan aku, karena kau tidak bisa egois. Selain yn, kau juga harus memikirkan kandungan nya, dan aku, aku bisa kapan saja membuat kalian kehilangan calon bayi kalian ”
.
.
__ADS_1
.
╰┈➤ To be continued