ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 41


__ADS_3

PART 41


__


Jungkook memeluk Yn yang tengah berbaring, namun Yn dengan cepat menghempas tangan Jungkook membuat pria itu mendongak.


"Jangan pernah menyentuh ku lagi, aku membenci mu!" Yn


"Sayang, jangan katakan itu kumohon," Jungkook


Yn mengabaikan ucapan Jungkook, ia melepas paksa infus yang masih melekat di tangannya. Tangannya mengeluarkan darah akibat goresan jarum infus. Baru ia mau berjalan namun Yn terjatuh saat rasa sakit di perut nya masih sangat menyayat.


"Yn! Apa yang kau lakukan! Kau gila hah!! Tetaplah berada di sana!! Kau mau memb*nuh dirimu sendiri!!" Bentak Jungkook saat melihat istrinya lunglai di lantai.


"Diam!! Ya, aku sudah gila? Karena mu, dan wanita sialan itu!! Aku akan menghabisi nya!" Tekan Yn. Ia bangkit lalu berjalan mendekati nakas. Yn mengambil pisau buah yang ada di sana.


"Yn, kumohon jangan seperti ini, kendalikan dirimu. Kau bisa menyakiti dirimu sendiri, mengerti lah," Jungkook


"Jangan mendekat, atau kau mau melihat mayat ku?" Ancam Yn, ia mengarahkan pisau itu ke perut nya.


Tak ada pilihan lain, Jungkook diam di tempatnya, melihat itu Yn berjalan keluar, ia menutup rapat pintu itu kemudian membuka satu persatu kancing baju yang dikenakannya, untungnya Yn menggunakan pakaian dalam manset.


Seragam rumah sakit itu ia gunakan untuk mengikat kedua gagang pintu agar tak bisa terbuka. Ia mengunci Jungkook di dalam. Yn sudah seperti orang tak waras, ia terus berjalan menyusuri rumah sakit.


"Dasar pemb*nuh, aku benar benar akan menghabisi mu, kau benar benar tidak mengenal ku Min Yura. Kau yang memaksa ku memperlihatkan jati diriku, sekarang tanggung semua akibat dari perbuatan mu," gumam Yn


Ia berjalan tertatih, ia menjadi pusat perhatian setiap orang yang dilewatinya. Rambut sebahu yang sudah acak acakan dan pisau di tangan kiri nya.


Yn melangkah ke belakang rumah sakit, melihat kantin yang ramai. Ia memasuki kantin itu, tentu saja orang orang yang melihatnya menjauhi nya, Yn berjalan tertatih memasuki kantin. Ia melihat segerombolan orang yang duduk di satu meja dan makan bersama.


Tapi tatapannya jatuh pada wanita hamil yang duduk di pinggir dengan raut wajah santai.


"Disaat aku kehilangan anak ku, dengan santai nya kau makan disini? Apa kau benar benar tak memikirkan nasib mu kedepannya? Bod*h!" Umpat Yn


Ia berjalan cepat menghampiri sekumpulan orang itu. Yn berhenti tepat di sebelah Yura, semua orang yang melihatnya tentu kaget. Yeji langsung berdiri dan meraih tangan menantunya yang kebetulan berada di depannya.


"Lepaskan aku!!" Serkas yn, ia menghempaskan tangan Yeji kasar.


"Ada apa dengan mu Yn!" Yoongi


"Kau, pemb*nuh!" Yn menarik tangan Yura untuk keluar dari tempatnya duduk.


Plak!!

__ADS_1


"Ini, untuk mu yang dengan bod*h nya merebut suami ku!" Yn


Plak!!


"Ini, untuk mu yang dengan berani memfitnah ku dan mengadu domba antara aku dan Jungkook!!" Yn


Plak!! Plak!!


"Dan ini, untuk mu yang sudah membun*h anakku! Kemari kau, dasar perebut suami orang!! Tidak tau malu, aku sudah peringatkan sebelumnya padamu bukan? Kau tidak mengenal ku!! Kenapa kau terlalu memaksa ku untuk melakukan hal yang seharusnya tidak ku lakukan!!" Bentak yn, ia terus terusan menjambak dan menampar kedua pipi Yura.


Disisi lain, Jungkook kini masih berusaha untuk membuka pintu agar dia bisa keluar dari sana. Beruntung seseorang lewat dari sana dan melihat Jungkook yang terkunci di dalam, pria paruh baya itu langsung membuka ikatan baju itu dan melepaskan nya dari gagang pintu.


"Terimakasih tuan, terimakasih, aku harus pergi," Jungkook tergesa gesa berlari menuju kantin.


Yn masih terus mem*kuli yura, tapi tak seorang pun menghentikan nya. Hingga saat Yn mengarahkan pisau nya pada perut Yura, barulah orang orang disana berteriak histeris.


"Tidak! Yn, jangan lakukan itu.. kumohon, jangan melakukannya! Sadar lah, kau bukan seorang pemb*nuh, jangan lakukan itu. Apa kau mendengar ku? Ayo nak, letakkan pisau nya," Yeni berbicara lemah lembut agar Yn bisa mengerti.


Namun tatapan tajam Yn tak teralihkan dari pisau dan perut Yura.


"Hentikan! Apa yang kau lakukan?!" Yura


"Kau pikir setelah kau memb*nuh anak ku aku bisa membiarkan mu hidup tenang dengan anak ini? Apa yang kau lakukan padaku, bisa kulakukan lebih padamu!!" Tekan Yn


"Tidak Yn, jangan lakukan itu. Sadar lah, sadar!!" Yoongi mendekat pada dua orang itu, ia berusaha meraih tangan Yura namun Yn semakin menarik wanita itu menjauh.


Jungkook, dia sudah berada di sana. Napas nya yang tersengal bisa di tebak, kalau Jungkook berlari dengan panik ke kantin.


"Yn, dengarkan aku.. dengar sayang, kau bukan seorang pemb*nuh, kau wanita baik, benar kan? Jangan lakukan itu, lihat lah kita sedang berada dimana, orang orang bisa melaporkan mu ke polisi, kau mau? Jangan lakukan itu, ok?" Bujuk Jungkook


"Kau melakukan apapun untuk membujuk ku, aku takkan pernah mau mengerti. Aku bukan anak kecil yang bisa kalian kelabui. Mau setelah ini aku hidup menderita di penjara pun aku tak perduli, yang terpenting aku bisa melakukan apa yang wanita ini sudah lakukan pada ku," Yn beralih mengangkat pisau itu dan mengarahkan nya pada leher Yura.


Jungkook menatap sekeliling kantin, ada beberapa pengunjung yang merekam kejadian ini.


"Untuk yang membuka kamera ponsel, kalian tutup sekarang. Aku inspektur Jeon Jungkook bisa memberikan pasal pada kalian, ini dinamakan pelanggaran HAM, kalian mengerti?!!" Jungkook


Sontak semua orang langsung menutup kembali ponsel nya. Sekarang mereka hanya bisa merekam kejadian itu dengan mata dan menyimpannya di memori otak.


Jungkook berjalan ingin mendekati Yura dan Yn, namun Yn malah semakin menarik rambut Yura dan menghabiskan jarak antara pisau dan leher Yura, benda itu sudah hampir bergesekan dengan kulit leher Yura.


"Kau maju selangkah lagi, kau akan benar benar melihat jasad wanita kesayangan mu ini!" Ancam Yn


Tap tap tap

__ADS_1


Yn menoleh ke arah pintu kantin, dimana tiga orang terdekat nya sedang berdiri di sana. Yn hanya menatap tiga orang itu, hingga sesaat kemudian ia mengalihkan pandangan nya saat tatapannya bertemu dengan tatapan sendu Hyura.


"Yn, kau melihat ku kan? Dengarkan aku, biarkan dia mendapatkan balasan dari Tuhan. Itu bukan tugas mu, untuk membalas nya. Kau tau, hukum alam itu adil, semua akan mendapatkan ganjaran nya. Lepaskan dia, dan kemari lah," bujuk Hyura


"Hukum alam, hukum semesta, hukum Tuhan, dan karma! Aku tidak perduli itu. Mata dibalas mata, dan nyawa dibalas nyawa!" Yn


"Coba pikirkan, bagaimana saat kau pergi meninggalkan kami? Siapa yang akan ku ajak bercerita? Siapa yang akan ku ajak jalan jalan dan makan bersama? Lalu, bagaimana dengan ahjuma Yeji, dia akan kehilangan menantu kesayangan nya jika kau berada di dalam penjara. Dan pikirkan bagaimana Jungkook saat kau pergi, dia sangat mencintai mu.. bagaimana mungkin dia bisa hidup tanpa mu?" Hyura perlahan mendekat ke Yn sembari terus memberikan kata kata penenang untuk mengalihkan perhatian Yn.


"Aku tidak perduli padanya!! Dia hanya mencintai Yura, buktinya kemarin dia dengan berani menampar ku hanya karena ucapan perempuan busuk ini!" Yn


"Apa?!" Kaget Yeji


Wanita paruh baya itu berjalan mendekati Jungkook, ia menatap putra tunggal nya dengan mata berkaca kaca.


Plak!!


"Untuk mu yang dengan berani menampar menantu ku!! Berani sekali kau melakukan hal itu pada wanita Jeon Jungkook!! Ingat kah kau siapa yang melahirkan mu!! Siapa yang mengandung mu selama sembilan bulan?!! Siapa yang menyusui mu?!! Aku!! Aku ibumu, aku seorang wanita!! Dan dengan tangan mu kau berani menyakiti wanita?! Pria macam apa kau ini hahh!!" Bentak Yeji, ia mendorong dada Jungkook hingga pria itu mundur beberapa langkah.


"Maaf eomma, aku refleks melakukan itu karena kalut dalam emosi ku," Jungkook


"Aku akan kembali," Hansung. Kali ini dia yang membuka suara, setelah mendapatkan pesan dari dokter, dia langsung meninggalkan kantin dan berniat mengambil hasil tes DNA.


Prang!!


Hyura langsung merebut pisau dari tangan Yn dan membuang nya jauh dari sana. Ia memegangi tangan Yn, agar kemudian Yura bisa terlepas darinya.


Yn terus memberontak.


"Lepaskan aku!! Wanita itu harus mendapatkan ganjaran yang setimpal!! Karena nya aku kehilangan anak ku! Dia juga harus merasakan hal yang sama, lepaskan aku!!" Berontak Yn


Jungkook berjalan menghampiri Yn, ia mengambil alih genggaman tangan Yn dari Hyura.


"Lepaskan aku!!" Yn


"Diam!! Diam! Dengarkan aku, aku juga merasa kehilangan, aku juga sedih karena belum sempat kita bahagia dengan anak kita. Tapi tidak bisa kah kau tenang sedikit dan berpikir jernih? Bagaimana mungkin kau akan menghabisi bayi tidak berdosa itu? Dia tak bersalah, ya aku akui ini salah Yura, tapi tidak sepatutnya kau menghukum bayi yang ada di dalam kandungan nya!" Jungkook


"Lalu anak ku? Apa salah anak ku padanya? Dengan tidak manusiawi dia tega melakukan itu padaku tanpa memikirkan bagaimana kondisi anakku jika dia melakukan itu!! Apa dia berpikir kesalahan bayi ku padanya? Dia tidak memikirkan itu sama sekali!! Lalu untuk apa? Untuk apa aku memikirkan bayi nya... Katakan, untuk apa.." lirih Yn


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


Menuju end 😭😭


__ADS_2