
PART 39
__
Jungkook menggeleng pelan. Dengan tergesa gesa dokter mengecek detak jantung Yn dengan stetoskop nya.
"Jantung nya melemah, sus cepat bawa pasien ke UGD dan jangan lupa pasangkan EKG untuk mengetahui kondisi jantung nya," dokter
"Baik dok,"
"Dok, apa yang terjadi? Kenapa harus di pindahkan? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Jungkook
"Keadaan istri anda melemah karena kandungannya, saat ini pasien bukan tertidur, tapi dia pingsan," dokter
"D- dok, kumohon lakukan apapun untuk menyelamatkan Yn. Lakukan apapun dok, jangan biarkan yn kenapa napa," Jungkook
"Kamu harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Anda mohon tenang, berdoa lah pada Tuhan agar semua baik baik saja," dokter tersebut pergi tergesa gesa menuju UGD.
__
Setelah Yn dipindahkan, Jungkook terlihat lemas tak berdaya. Seakan dia lah yang bertaruh nyawa saat ini. Hingga tak berselang lama, Yura datang menghampiri Jungkook yang duduk di ruang tunggu.
"Jungkook ah, bagaimana keadaan yn sekarang?" Yura
"Pergilah Yura, aku sedang tidak ingin marah sekarang," Jungkook
"Tapi aku ingin mengetahui kondisi Yn," Yura
"Diam dan pergilah, aku masih bisa menahan amarah ku saat sekarang kau pergi dari hadapan ku.
"Kenapa kau seperti ini? Aku hanya ingin mengetahui kondisi Yn, apa yang terjadi padanya dan bagaimana perkembangannya, apa salah?" Yura
"Tentu, kau tau ini semua karena mu! Aku menyuruh mu pergi karena aku tak bisa melukai mu, kalau saja kau seorang pria, aku tak akan segan segan menghabisi mu! Mengingat kau adalah seorang wanita yang sedang hamil, aku masih mempunyai akal sehat untuk tak melukai mu. Sekarang pergilah dari sini!!" Jungkook
Yura sedikit tersentak mendengar nada bicara Jungkook yang meninggi. Ia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Jungkook, tapi bukan berarti dia meninggalkan rumah sakit.
Tak berapa lama setelah kepergian Yura, dokter keluar dari UGD dan menghampiri Jungkook.
"Permisi," dokter
Jungkook langsung mendongak, ia berdiri saat mendapati dokter sudah berada di hadapannya. Dapat Jungkook lihat raut wajah khawatir dari dokter itu.
"Dok, ada apa? Apa yang terjadi? Katakan!" Desak Jungkook
"Anda harus mengorbankan bayi yang ada dalam kandungan istri anda," dokter
"A- apa katamu?" Jungkook
"Benar, Kita tidak bisa mempertahankan janin nya, itu akan membahayakan istri anda. Kandungan nya masih 6 bulan, belum bisa lahir prematur. Jika usia nya tujuh atau delapan bulan, kita masih bisa mengangkat nya. Tapi sekarang tidak ada pilihan lain selain mengugurkan nya. Jika kita tetap mempertahankan nya, bisa saja bayi dan ibunya meninggal dunia," dokter
"Apa harus segera dilakukan dok?" Jungkook
__ADS_1
"Iya, kita tidak bisa membuang waktu lagi, nyawa istri anda menjadi taruhannya," Dokter
"Lakukan yang terbaik dok. Dan pastikan istriku tetap selamat," Jungkook
"Suster akan datang membawakan surat kesepakatan. Anda harus segera menandatangani nya baru operasi akan dimulai," Dokter
"Baik dok, apa istriku sudah sadar?" Jungkook
"Kami tidak bisa memprediksikan, tapi mungkin beberapa menit lagi istri anda akan sadar," dokter
"Apa bisa aku menjenguk nya sebentar?" Jungkook
"Ya, hanya sebentar. Jangan lebih tiga puluh menit," dokter
"Baik,"
Dokter berjalan meninggalkan Jungkook, sedangkan Jungkook perlahan melangkah memasuki UGD. Jungkook menatap lekat wajah Yn yang terlihat sayu, bibir nya sudah sangat pucat, padahal baru dirawat beberapa jam saja. Jungkook duduk di sebelah brankar Yn dan meraih tangan wanita itu dan dicium nya berkali kali.
"Sayang, maafkan aku. Aku benar benar minta maaf, ini satu satunya cara untuk menyelamatkan mu, aku tak mau terjadi sesuatu padamu," lirih Jungkook
Perlahan ia merasakan jari tangan Yn bergerak lemah. Jungkook mengangkat pandangannya, menatap kelopak mata Yn yang sayup sayup mulai mencoba terbuka.
"Sayanh, kau sudah bangun?" Jungkook
"J- jeon, perut ku, sakit sekali," rintih Yn
"Bertahan lah sayang, semua akan baik baik saja," Jungkook
"J- jeon aku mau pulang, akan ku habisi Yura saat aku melihat nya nanti, dia tak kan selamat," Yn
"Permisi, tuan ini surat kesepakatan nya, silahkan anda tanda tangani," ucap seorang perawat.
Yn terdiam sejenak, ia menatap map hijau yang ada di tangan perawat itu. Hatinya bertanya tanya, kesepakatan apa yang Jungkook buat?
"Sus, kesepakatan apa itu?" Tanya Yn
"Kita akan melakukan operasi pengangkatan janin nona, tuan Jungkook harus menyepakati ini, karena pihak rumah sakit tidak mau berakhir di tuntut," Perawat
Yn tertegun mendengar jawaban sang perawat. Setelah memberikan dokumen itu, perawat itu meninggalkan UGD, Jungkook serta yn.
"Jeon, jangan lakukan itu!" Yn
"Maaf sayang, tapi ini untuk mu," Jungkook
"Tidak! Aku tidak mau ini terjadi, apa yang kau katakan? Untukku? Jangan lakukan apapun jeon!!" Yn berusaha merebut dokumen kesepakatan itu dari tangan Jungkook, namun tenaga nya yang masih belum terkumpul sepenuhnya membuat Yn tak bisa merebut nya dengan mudah.
Hingga Jungkook berhasil menandatangani dokumen itu. Kemudian dia letakkan di atas nakas. Yn seketika melemas, ia menatap sendu pada Jungkook lalu menangis.
"Tak akan kubiarkan siapapun menyentuh anak ku kau mengerti!! Kau egois jeon! Kau sangat egois!! Aku membencimu!!" Serkas Yn
"Maaf sayang, maaf.. tidak ada pilihan lain selain ini. Kita hanya bisa menyerahkan semuanya pada Tuhan, aku berharap setelah ini kau baik baik saja,"
__ADS_1
"Tuan, apa sudah di tanda tangani? Nona harus segera kami bawa ke ruang operasi," perawat
"Tidak!! Aku tidak mau, jangan berani menyentuh anakku. Akan ku tuntut rumah sakit ini jika kalian berani menyentuh nya," Yn
Jungkook berjalan mendekati perawat itu lalu membisikkan sesuatu padanya. Perawat itu langsung mengangguk lalu pergi meninggalkan UGD.
Namun tak berselang lama, perawat yang sama datang lagi. Ia mendekat pada Yn dan menyuntikkan cairan ke dalam botol infus Yn. Dan mengatur selang kecepatan aliran cairan infus itu.
Jungkook berdiri di samping Yn. Yn menatap nya lemah, wanita itu seakan tak punya tenaga saat ini. Ia merasa sangat lemah dan tak berdaya.
"Maaf sayang," Jungkook
"Kenapa kau melakukan ini jeon, apa salah anak ku padamu? Habisi saja aku, tapi tolong jangan mencelakai anak ku, aku bisa gila jika kau melakukannya," lirih Yn
"Maaf sayang, ini demi keselamatan mu," Jungkook menekuk tubuhnya, ia mengecup bibir Yn lembut, yn hanya memejamkan matanya, melawan pun tak sanggup.
Setelah beberapa saat baru Jungkook melepaskan nya.
"Bawa dia sus," Jungkook
Perawat itu mengangguk. Setelah dua perawat lainnya datang, mereka langsung membagi tugas. Setelah itu ketiga suster membawa Yn pergi dari UGD dan berpindah ke ruang operasi.
Lampu operasi belum menyala, tapi Jungkook sudah dilanda kepanikan. Jantung nya berdegup lebih kencang serta darah nya yang berdesir cepat, Jungkook merasakan sakit di dada kirinya.
Jungkook berinisiatif untuk memberitahu orang tua dan mertua nya. Hingga setelah mengabari mereka, keempat orang itu langsung datang ke rumah sakit.
Sedangkan di dalam ruang operasi, Yn sudah menangis lemah. Dirinya benar benar lemah saat ini, tak ada tenaga meski hanya untuk memberontak.
"Dok, kumohon.. kumohon jangan lakukan itu, aku tidak mau kehilangan bayi ku, dia adalah harta ku satu satu nya. Hiks, aku sudah berjuang berbulan bulan untuk mempertahankan keberadaan nya, kenapa kalian akan melakukan ini hiks.. tolong jangan lakukan itu dok," mohon Yn. Nada bicara nya sangat pelan.
Dokter dan tiga perawat yang menangani nya hanya acuh. Salah satu perawat langsung menyuntikkan bius pingsan di botol infus Yn membuat wanita itu dalam sekejap menutup matanya.
_
_
"Jung, apa yang terjadi? Kenapa Yn bisa ada di rumah sakit nak? Ceritakan pada eomma, ayo ceritakan," Yeji datang dengan rasa panik. Ia mengelus rahang tegas Jungkook dan menenangkan anak nya itu.
"Hiks eomma.. kenapa ini terjadi pada kami? Ini sangat sulit untukku, aku berharap ini hanya mimpi, bangun kan aku eomma hiks.. bangunkan aku," Jungkook beralih memeluk Yeji sembari terus menghapus air matanya.
Yeji mengusap punggung Jungkook naik turun. Setelah itu ia mulai menuntun Jungkook untuk duduk. Keempat orang tua yang melihat itu merasa tak tega padanya.
"Katakan apa yang terjadi," Junghan
Bukannya menjawab, Jungkook justru menutup wajahnya dengan satu tangannya lalu mulai menangis sejadi jadinya. Meski tangisan nya tanpa suara, tapi itu terlihat sangat menyedihkan.
"Maafkan aku hiks, ini semua karena ku. Yn harus berkorban ini semua salah ku, aku terus menyakiti nya, hiks eommanim maafkan aku," Jungkook
"Yyak!! Jungkook!! Bisa kah kau mengatakan apa yang terjadi eoh!" Bentak Yoongi
.
__ADS_1
.
╰┈➤ To be continued