ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 6


__ADS_3

PART 6


__


"Apa ini? Sejak kapan kau membawa koper?" Jungkook


"Sejak tadi, apa kau tidak melihat nya? Ah aku rasa itu adalah hal yang wajar. Karna kau terlalu fokus pada kekasih mu Min Yura, sudahlah pergi sekarang," Yn


"Jam berapa kelas mu selesai? Aku akan menjemputmu nanti," Jungkook


"Bukan kah sudah kubilang tidak usah menemui ku setelah ini? Kau tul i? Jangan temui aku, kau dengar? Kau bisa bekerja dengan tenang di apartemen mu," Yn


"Pak, bisa jaga kan ini sampai kelas ku selesai nanti?" Yn menyerahkan koper nya pada satpam penjaga gerbang.


"Bisa, memang sampai jam berapa?"


"Kira kira jam dua belas tengah hari nanti," Yn


"Siap,"


Setelah itu Yn langsung masuk tanpa menghiraukan Jungkook yang menatapnya terus menerus. Bukan hanya Jungkook, bahkan beberapa mahasiswa lainnya kini menatap yn. Gadis itu terlihat lebih kalem hari ini, tidak ada unsur kenakalan.


Sampai di depan kelas nya, Yn tak langsung masuk karena memang kelas nya belum mulai. Dia duduk di depan, menunggu dua sahabatnya yakni Soobin dan Taehyung.


Hingga tak berapa lama, dua orang yang di tunggu Yn akhirnya datang dan menghampiri nya. Taehyung melihat Yn yang baru saja menghapus air matanya. Apa? Yn menangis?


"Yn, kau menangis?" Tanya Taehyung, pria itu duduk di sebelah Yn dan merangkul pundak nya.


"Tidak, hanya kelilipan," Yn


"Benarkah? Kau tidak berbohong kan Yn?" Soobin


"Apa aku pernah berbohong pada kalian?" Yn


"Jangan berkata seperti itu seolah kau tidak pernah berbohong pada kami. Mungkin kau adalah satu satunya manusia yang paling banyak berbohong padaku dan Taehyung," Soobin


"Hh maafkan aku," ucap Yn dengan sedikit kekehan.


"Jadi, sekarang kau habis menangis?" Tanya Taehyung serius


"Tidak," Yn


"Bohong atau jujur?" Taehyung


"Bohong," jawab Yn dengan tatapan lesu nya pada Taehyung.


"Ah, kenapa kau bisa menangis? Kemarilah," Taehyung merentangkan tangannya mengisyaratkan Yn agar memeluk nya, namun Yn malah menjitak kepala Taehyung.


"Ch, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan," Yn


"Hh baiklah ayo masuk, tapi sebentar. Skripsi mu?" Taehyung


"Aku sudah menyelesaikan nya, tapi entah ini di terima atau tidak, aku tidak tau," Yn


"Semoga masih di terima," Taehyung


"Ya, semoga," sambung Soobin.


...


Kini dosen sudah masuk, Yn diam di bangku nya menatap dosen nya yang juga menatapnya. Dosen tersebut berdiri di meja nya, ia memanggil Yn untuk maju ke depan.


"Min Yn, maju kedepan," ucap dosen Lee


"Ada apa bu," Yn


"Kenapa semalam kau tidak masuk, bahkan tidak ada melapor pada saya atau teman teman mu,"


"Maaf bu," Yn

__ADS_1


"Bisakah kau memberi alasan untuk ketidak hadiran mu semalam? Berikan alasan yang masuk akal," dosen Lee


"Aku semalam sakit bu," Yn


"Sakit? Kau sakit? Seorang Yn bisa sakit? Wah, berikan tepuk tangan untuk teman kalian ini, kemarin dia sakit katanya," ucap dosen Lee


Dan benar saja, seluruh mahasiswa dan mahasiswi bertepuk tangan kecuali Soobin, Taehyung dan Hyura.


"Katakan, dimana yang sakit? Disini? Disini? Atau disini?" Ucap dosen Lee sembari menunjuk kasar bagian dahi, bahu, dan perut yn.


"Disini Bu," ucap Yn menunjuk pada dada nya


"Oh benarkah? Kasihan sekali kau Yn, sekarang keluar dan jangan pernah masuk di kelas ku!" Bentak dosen Lee


Yn hanya menunduk, ia berjalan ke kursi nya, mengambil tas dan membawanya keluar dari kelas. Taehyung yang tidak tega melihat itu langsung menyusul Yn keluar.


"Yn," panggil Taehyung


"Tae, ada apa? Kenapa kau mengejar ku? Pergilah, Bu Lee akan segera memulai kelas nya," ucap Yn lesu


"Ikut aku," Taehyung menarik tangan yn dan membawanya pergi ke arah belakang kampus.


__


"Sekarang apapun yang mau kau ceritakan, kau bisa menceritakan nya padaku. Katakan, apa kau punya masalah?" Taehyung. Keduanya kini berada di bangku taman belakang kampus.


"Tidak ada," Yn


"Jangan berbohong, apa kau punya masalah?" Taehyung


Yn menatap sendu pada Taehyung, ia langsung berhambur memeluk Taehyung dan menangis di dalam dekapan nya. Yn menyembunyikan wajah sedih nya dibalik dada bidang Taehyung.


"Hei, kenapa kau menangis? Nanti orang orang berpikir aku telah melukai mu," Taehyung


"Hiks, Taehyung-aa aku membenci mereka semua, hiks," Yn


"Benci? Siapa yang kau benci? Kau bisa menceritakan nya padaku. Jangan pernah menyembunyikan apapun dariku, mengerti?" Taehyung


"Hei, Yn, katakan," Taehyung mengangkat dagu gadis itu.


"Appa ku, eonni Yura, dan.. Jungkook, aku membenci mereka semua, aku membenci nya," Yn


"Tapi kenapa?" Taehyung


"Min Yoongi itu, banyak sekali alasan kenapa aku bisa membenci nya. Satu, karena dia selalu membentak eomma ku saat pendapat nya dan pendapat Eomma ku berbeda. Dua, karena dia selalu menuntut ku agar menjadi seperti Yura, dia tidak membiarkan aku menjalani kehidupan ku menjadi diriku sendiri," Yn


"Lalu kenapa kamu membenci Yura? Apa karena kamu selalu dibandingkan dengannya?" Taehyung


Yn seketika menjadi gugup untuk cerita, kata 'kamu' yang dilontarkan Taehyung membuat Yn merasa aneh. Sebab ini adalah pertama kalinya Taehyung berbicara dengan menyebut 'kamu'


"T- tidak, m- maksud ku iya. Tapi, bukan hanya karena itu. Karena dia dan Jungkook sudah membohongi ku," Yn


"Membohongi yang seperti apa?" Taehyung


"Kau tahu kan, aku dan Jungkook sudah di jodohkan dan bulan ini kami akan menikah. Bahkan beberapa hari terakhir ini aku tinggal di apartemen Jungkook, tapi dia tidak mengatakan kalau dia adalah kekasih eonni Yura, aku membenci pembohong dan pengkhianat," ucap Yn


"Kenapa bisa kamu tinggal di apartemen nya?" Taehyung


"Itu karena appa ku mengusir ku malam malam, aku sempat pergi ke markas kita, tapi dia menjemput ku dan bahkan membakar markas itu. Sial a n memang," geram Yn.


"Sudah lah. Jadi, nanti kamu akan kembali ke apartemen nya?" Taehyung


"Apa? Bod o h!! Tentu saja tidak, itu lah yang ku pikirkan sekarang, aku akan tinggal dimana setelah ini, andai markas kita tidak dibakar oleh pria gi l a itu, pasti aku bisa tidur disana," Yn


"Kamu bisa tinggal di apartemen ku," Taehyung


"A- apa? Tidak, itu akan merepotkan mu," Yn


"Tidak sama sekali, aku senang jika bisa tinggal dengan mu," Taehyung

__ADS_1


"T- tapi kita hanyalah teman. Tidak bisa tinggal satu apartemen, orang orang akan bicara yang aneh aneh," Yn


Taehyung tersenyum menyeringai, ia mengukung Yn dan mengunci pergerakan gadis itu. Perlahan tapi pasti Taehyung mengikis jarak antara wajah keduanya hingga wajah Taehyung kini tepat berada di hadapan Yn.


Cupp


Mata Yn membulat sempurna kala Taehyung dengan beraninya mencium nya tanpa izin. Tenggorokan Yn seolah tercekat, ia hampir tersedak ludah nya sendiri.


Taehyung memejamkan matanya dan sedikit memainkan bibir kenyal yn. Taehyung sangat suka bibir kenyal seperti ini.


Taehyung kemudian melepaskan tautan bibir dari keduanya. Ia menatap lekat wajah Yn dan tersenyum tipis.


"Tidak perlu mengkhawatirkan itu, karena sekarang kamu adalah kekasih ku, tidak boleh menolak karena aku membenci penolakan," Taehyung


"A- apa? Tid- emp," Yn belum selesai berbicara namun Taehyung langsung kembali mencium bibir nya dan membuat dia bungkam.


Setelah beberapa saat Taehyung melepas lagi ciuman itu. Dia mengusap bibir pink Yn dengan ibu jari nya. Taehyung menghisap ibu jari yang ia gunakan mengusap bibir Yn tadi.


"Ini manis, benar benar manis, dan aku menyukai nya," Taehyung


"Kau mencuri ciuman pertama ku," Yn


"Benarkah? Wah, aku beruntung sekali menjadi orang pertama yang mencicipi bibir manis mu," goda Taehyung


"Tapi aku tid-"


Cup


Taehyung mengecup singkat bibir Yn saat dia kembali ingin berbicara.


"Yak! Aku belum selesai berbicara," Yn


"Baiklah, sekarang bicara," Taehyung


"Aku tid-"


Cup


Kecupan singkat itu kembali Taehyung darat kan di bibir Yn.


"Yakk!! Kim Taehyung kenapa kau selalu mencium ku saat aku ingin bicara," Yn


"Aku akan terus melakukan itu jika kamu ingin menolak menjadi kekasih ku," Taehyung


Yn terdiam dibuat Taehyung. Ia benar benar tidak habis pikir.


"Baiklah," Yn


"Baiklah? Kamu mau?" Tanya Taehyung kegirangan


"Apa jika aku menolak, kau menerimanya?" Yn


"Tidak," Taehyung


"Yasudah," ketus Yn


Taehyung tersenyum sumringah, jantungnya berdetak kencang saya ini, ia langsung meraih tubuh Yn dan di peluk nya. Taehyung mengusap punggung Yn naik turun membuat Yn merasa geli dan spontan memajukan dada membuat Taehyung melebarkan matanya.


"Hei, apa yang kamu lakukan? Menggoda ku, hm?" Taehyung


"Ah, t- tidak, bukan apa apa," yn


"Benarkah?" Taehyung


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


__ADS_2