ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 20


__ADS_3

PART 20


__


"Baiklah, tolong lepaskan anak buah ku. Akan ku bayar berapapun kau mau," ucap Beomgyu.


Yoongi hanya menatap remeh pada Beomgyu dan anak buah nya. Yoongi mengarahkan kepala nya memerintahkan pada tiga anak buah nya untuk menangkap Beomgyu dan yang lainnya.


Beomgyu sempat berpura-pura memberontak, namun anak buah Yoongi mengambil alih pist*l mereka bertiga dan membuangnya. Beomgyu dan dua anak buahnya ditempatkan pada sebelas anak buah Beomgyu yang sebelumnya sudah di sekap.


"Jika tidak ada diantara kalian yang ingin membuka mulut, bersiaplah untuk m*ti," ucap Yoongi. Kedua tangannya menodongkan pist*ol itu mengarah pada Beomgyu dan anak buah nya.


Beomgyu sempat tercengang melihat itu, namun mengingat ucapan salah satu anak buahnya kalau mereka akan dibebaskan segera Beomgyu kembali menatap santai pada Yoongi.


"Katakan!!"


Dorr


Bersamaan dengan itu Yoongi melesatkan satu peluru pada salah satu anak buah Beomgyu, membuat ia terkapar lemas di lantai.


"Sialan! Apa kau menipu ku hah!! Kau bersekongkol dengannya!!" Teriak Beomgyu pada anak buah nya yang memberitahu nya tadi. Pria itu tak terima salah satu anggota nya lenyap begitu saja.


"Katakan siapa dalang dari semua kegilaan kalian ini!" Bentak Yoongi lagi.


Tap tap tap


Langkah kaki seseorang terdengar dari pintu masuk. Yoongi mengisyaratkan agar anak buahnya melihat siapa yang datang. Dengan cepat dua anak buah Yoongi berjalan ke pintu masuk, namun tak ada siapapun disana.


"Tidak ada siapapun tuan," adu anak buah Yoongi


"Tidak mungkin, aku mendengar jejak kaki seseorang tadi. Tidak mungkin tidak ada siapapun," yoongi


"Tapi memang tidak ada siapapun disini," yoongi


_


_


"Maafkan aku Yn, seharusnya ini tidak terjadi, tapi sangat tidak mungkin aku membiarkan orang tuaku berjuang sendirian disini, aku akan kembali, pasti," gumam seorang pria.


Pria itu menatap foto Yn yang terdapat di ponselnya. Ibu jari pria itu beralih mengelus foto itu, tak terasa buliran bening membasahi pipi nya.


Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Taehyung. Pria yang sudah hilang kabar selama beberapa hari membuat kekasihnya Yn heran karena ia yang tak berkabar.


"Taehyung-aa kemarilah, eomma butuh bantuan mu!" Teriak wanita paruh baya dari belakang. Kebetulan Taehyung sekarang berada di meja makan yang tak jauh dari pintu halaman belakang.


"Iya eomma, aku datang!" Teriak Taehyung. Dengan segera dia beranjak dari duduknya. Tak lupa dia menghapus jejak air mata yang masih berbekas sebelum dia sampai menghampiri eomma nya.


"Ada apa eomma?" Tanya Taehyung saat ia sampai di belakang, dimana sang eomma kini tengah mencuci pakaian.


"Tolong bantu eomma sedikit. Entah kenapa mesin cuci ini tidak bisa berputar seperti biasanya. Coba lihat mesin nya, mungkin ada kabel yang terputus,"


"Eomma, baju kita bukan tinggal ini saja. Sudah, masuk lah. Aku akan memanggil tukang servis nanti. Aku tidak mengerti soal mesin," Taehyung


"Tapi eomma sangat bosan, tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan," ucap wanita itu.

__ADS_1


"Baiklah, kita jalan jalan saja biar eomma tidak bosan. Sudahlah, ayo kembali eomma, eomma sudah tua, tidak usah banyak bekerja, ayo ayo," ucap Taehyung membantu eomma nya berdiri.


"Yak, kau ini. Selaku melarang ku melakukan apapun. Lagipula aku tidak setua itu, aku belum 50 tahun," oceh Nya.


Taehyung hanya tersenyum nakal pada eomma nya itu kemudian menuntun sang eomma untuk duduk di sofa ruang tamu.


_


_


"Sepertinya ada yang sedang bermain main dengan ku," gumam Yoongi.


"Yak!! Keluarlah!! Jangan memancing ku atau akan kuhabisi kau setelah aku melihat mu!!" Teriak Yoongi


Tap tap tap


Derap langkah kaki itu terdengar melangkah mendekat. Anak buah Yoongi hampir ingin bergerak, namun Yoongi dengan cepat menahannya saat melihat sepatu seorang wanita yang melangkah disana.


Yoongi mengangkat kepala nya memandang gadis mana yang masuk ke markas nya. Betapa kagetnya yoongi saat melihat gadis rambut pendek berwarna merah Oren itu masuk ke dalam dengan pakaian serba hitam.


Mata yang sipit serta alis tebal, sayangnya wajahnya tak terlihat karena masker.


"Siapa kau?!!" Serkas Yoongi


"Lepaskan anak buah ku," ucap gadis itu. Suaranya terdengar berat dan besar. Namun sepertinya itu bukan suara asli nya.


"Tunggu, aku sepertinya mengenal mu, siapa nama mu?" Tanya Yoongi


"Apa itu penting? Lepaskan anak buah ku," ucap nya lagi.


"Buka masker mu, maka secara otomatis anak buah mu akan bebas. Tapi sebagai ganti nya, bertanggung jawab lah atas perbuatan bodoh mu yang mencoba membakar butik putri ku," Yoongi.


"Yn? Kau? Jadi kau adalah dalang dari semua ini? Kau yang berniat membakar butik Yura? Saudara mu sendiri?!" Tanya yoongi dengan nada membentak


"Ya, aku yang menyuruh mereka melakukannya, kenapa? Ada masalah?" Yn


"Apa gila? Apa tujuan mu melakukan itu. Kau tau Yura menyayangi mu, kenapa sikap mu seperti ini?!" Bentak Yoongi


"Menyayangi ku? Benarkah? Apa dia menyayangi ku? Rasa sayang seperti apa? Apa dia sayang padaku, sehingga dia mencoba menghabisi ku? Ch," remeh Yn


"Apa maksud mu?!" Yoongi


"Katakan, apa kau tau orang yang menancapkan anak panah pada Jungkook? Itu adalah anak buah putri mu, anak buah Yura. Dan sasaran utamanya sebenarnya adalah aku, Yn yang kau bilang disayangi oleh Min Yura putri kesayangan mu itu," ucap Yn penuh penekanan.


"Apa maksud mu?" Yoongi


"Sebenarnya aku mau saja menjelaskan nya, tapi kau dibutakan oleh rasa sayang mu pada putri sulung mu hingga kau tidak akan pernah memandang nya dengan kesalahan. Karena Dimata mu, hanya aku yang bersalah," ucap Yn


Yoongi menatap Yn dengan ekspresi marah, kesal dan bingung hingga tak bisa ditebak isi hatinya. Pria itu kesal karena Yn bicara lancang padanya, namun ada rasa penasaran tentang apa yang Yura lakukan pada Yn.


"Katakan dengan jelas," yoongi


"Intinya ini hanya untuk balas dendam. Tapi balas dendam ku gagal karena mu, Appa. Sudahlah, lepaskan anak buah ku, dan akan ku kabari selanjutnya tentang kelakuan putri mu padaku," Yn


"Lepaskan mereka," perintah yoongi.

__ADS_1


Dengan segera anak buah Yoongi langsung mematuhi perintah tuannya untuk melepaskan Beomgyu dan tiga belas anak buahnya.


Beomgyu masih merasa marah karena dua anak buah nya telah tewas tertembak, itu membuat dia kehilangan dua anak buahnya yang sangat dia percaya.


"Aku masih tidak terima dengan dia yang sudah menghabisi anak buah ku," berontak Beomgyu tak terima. Terlihat tatapan nya sangat tajam pada Yoongi.


"Diam! Aku bisa saja menghabisi semua anak buah mu, kalau saja kau bukan suruhan Yn, sudah kuhabisi kalian semua," Yoongi


"Beomgyu, ayo pergi. Tidak usah memikirkan itu, aku bisa mencarikan mu anak buah lagi nanti," Yn


Beomgyu hanya pasrah, ia tak bisa membantah ucapan Yn. Ia langsung bangkit dan berdiri tegap setelah anak buah yoongi membuka ikatan tali itu.


Yn menarik tangan Beomgyu keluar dari tempat itu dan diikuti anak buah Beomgyu yang lainnya.


"Apa maksud yn tadi? Apa kalian mengerti?" Tanya yoongi pada anak buah nya.


"Tidak tuan,"


"Baiklah, ayo kembali," Yoongi


__


"Apa kalian ada yang terluka?" Tanya Yn saat mereka sudah berada di markas mereka.


"Tidak nona, hanya saja kami sedih karena dua rekan kami telah tiada. Kami bertugas bersama sama, seharusnya mati pun bersama," jawab salah satu anak buah Beomgyu.


Sedangkan Beomgyu sendiri tengah duduk termenung di sofa kumuh berwarna hitam. Ia memijat kedua pelipis nya merasa pusing.


"Beomgyu aku harus pulang, ini sudah hampir jam tiga. Jaga dirimu baik baik, jika ada sesuatu hubungi aku," ucap Yn


Tanpa menunggu persetujuan dari Beomgyu Yn langsung meninggalkan tempat itu. Beomgyu melirik Yn sekilas setelah gadis itu meninggalkan tempat nya.


"Arghhh!!! Sialan!!! Akan ku pastikan Min Yoongi itu menyesal telah melakukan ini pada anak buah ku," Beomgyu.


Pria itu terlihat sangat marah, matanya memerah menahan air mata yang hampir keluar.


__


Setelah perjalanan yang cukup lama, Yn kini sudah sampai di depan pintu rumah nya. Tangan Yn terulur ingin meraih kenop pintu. Setelah diraih nya benda itu, Yn langsung membuka nya dan masuk ke dalam.


Niat hati ingin beristirahat karena lelah mengurus anak buah Beomgyu, kepala nya makin terasa panas saat melihat Yura dan Jungkook duduk di sofa di depan tv sembari menonton dengan santai.


Yn hanya berdecih melihat sepasang kekasih itu. Yn mengabaikan mereka dan langsung berjalan ke kamar nya.


Mendengar derap langkah kaki seseorang, Jungkook dan Yura menoleh ke arah suara dimana Yn yang sedang berjalan ke lantai atas. Mungkin tujuan utama nya adalah kamar.


"Yn," panggil Yura saat Yn sudah melewati beberapa anak tangga. Yn menoleh menatap Yura dan Jungkook bergantian. Dia tak berniat menjawab panggilan Yura.


"Sini bergabung," tawar Yura dengan senyum nya, jenis senyuman yang Yn sangat tidak suka.


.


.


.

__ADS_1


╰┈➤ To be continued


Part kali ini gak spesial, tapi saya pastikan di part selanjutnya readers pasti kebawa perasaan. So, mau double up?


__ADS_2