
PART 40
__
Operasi sudah dimulai, lampu operasi juga sudah menyala sejak tiga menit yang lalu. Junghan berdiri dengan tegas nya di sebelah Yeji yang duduk di kursi yang sama dengan Jungkook. Rahangnya begitu mengeras saat Jungkook sudah menceritakan kejadian tadi malam hingga saat ini.
Yeni sudah menangis tersedu sedu, sedangkan Yeji hanya berusaha menenangkan Jungkook yang tak kunjung selesai menangis. Jujur ini adalah kali pertama yeji melihat putra nya selemah ini.
Sedangkan Yoongi, ia terlihat sedang menelpon seseorang. Sembari ia berbicara dari telepon, tangannya terulur mengelus surai istrinya yang sedang menangis itu.
"Tenang lah sayang, tidak akan terjadi apa apa pada putri kita. Dia adalah wanita yang kuat, dia tangguh, dia bisa melewati ini semua, jangan khawatir padanya," ucap Yoongi saat dia sudah menutup panggilan nya.
"Eomma, anak ku.. hiks, bagaimana ini? Ini salah ku, hukum aku eomma.. kasihan Yn," lirih Jungkook sembari terisak tangisannya.
"Tenang lah Jung, eomma yakin tak kan terjadi apa apa pada Yn. Ini jalan yang tepat, kau memilih keputusan yang sangat benar," Yeji
"Sudahlah, kalian kenapa jadi cengeng seperti ini? Yn membutuhkan doa bukan air mata kalian!" Yoongi
__
Setelah dua jam menunggu operasi, akhirnya lampu merah yang berada di atas pintu ruang operasi itu padam. Jungkook seketika berdiri, ia berjalan mendekati pintu nya menunggu kedatangan dokter untuk memberikan penjelasan.
Decitan pintu pun terdengar, semua orang fokus pada dokter yang baru saja keluar. Ia menutup kembali pintu operasi dan menatap satu persatu setiap orang yang berdiri di hadapannya.
"Maafkan saya," dokter tersebut menunduk
"K- kenapa dok? Memangnya apa yang terjadi? Operasi nya lancar kan, istriku? Bagaimana keadaan nya?" Jungkook
"Operasi nya berhasil, tapi.. istri anda kondisi nya sangat lemah. Kami belum bisa memastikan kondisi istri anda selanjutnya bagaimana," dokter
Kaki Jungkook terasa lemas. Ia hampir lunglai ke lantai jika saja Yeji dan Junghan tak menahannya, pria itu pasti sudah terkapar dibawah.
"Permisi," seorang perawat berjalan di tengah tengah keluarga itu. Membawa sesuatu yang di balut dengan kain putih. Jungkook yang melihatnya langsung menahan perawat itu.
"Sus, a- apa ini bayi kami?" Tanya Jungkook
Perawat tersebut mengangguk.
"Bisa aku melihat nya, dan.. menggendong nya? Sekali saja, kumohon," Jungkook
Perawat tersebut tak langsung menjawab, ia mengedarkan pandangannya menatap dokter yang berada di belakang nya. Dokter tersebut mengangguk, setelah itu sang perawat tersenyum dan memberikan gendongan bayi itu pada Jungkook.
Jungkook menerima nya, ia menggendong bayi kecil itu. Membuka kain yang menjadi penghalang Jungkook untuk menatap wajah imut anak nya.
Jungkook menangis, ia melutut di lantai melihat wajah putra kecil nya yang terpejam. Ternyata wajah nya sudah sangat terbentuk, benar benar mirip dengannya, hidung mancung dan bibir tipis.
Jungkook memeluk anak nya yang sudah tak bernafas itu. Menyembunyikan nya di ceruk leher Jungkook, ia kembali menangis.
"Maafkan Appa, Appa gagal menjadi orang tua yang baik untuk mu. Seharusnya kau bisa merasakan indahnya dunia, maafkan Appa sayang, ini tidak seharusnya terjadi," Tangis Jungkook pecah, ia dapat merasakan lehernya yang terasa dingin saat bersentuhan dengan kulit putra nya.
__ADS_1
"Jagoan Appa, semoga kau tenang di sana sayang. Appa akan selalu mendoakan mu," Jungkook mencium kening bayi itu lalu kembali menyerahkan nya pada perawat. Ia sama sekali tak mengalihkan tatapannya dari bayi kecil itu sampai punggung perawat yang membawanya tak terlihat lagi.
"Dok, kapan istriku bisa di jenguk?" Tanya Jungkook.
"Tidak sekarang, dia masih sangat lemah. Biarkan dia mengumpulkan energi nya dulu, setelah itu baru kami dia bisa di jenguk," dokter
"Baiklah," Jungkook
_
_
"Aku sudah bilang berhenti menemui ku!!" Bentak wanita itu. Wanita yang tak lain adalah Yura, ia bertemu dengan Hansung di cafe dekat rumah sakit.
Hansung tanpa pikir panjang langsung menarik Yura membawanya keluar dari cafe. Ia terus menarik Yura hingga keduanya berhenti di depan ruang rawat VVIP. Yura menunduk tak berani menatap lima orang yang ada di depannya.
"Jeon Jungkook, aku mau kau menceraikan Yura!" Tekan Hansung
"Ada apa dengan mu? Memang nya kenapa?" Jungkook
"Aku akan memberitahu kalian semua. Wanita ini, dia sudah memanipulasi kalian, membohongi kalian semua, termasuk paman dan bibi juga sudah dia bohongi," ucap Hansung pada Yoongi dan Yeni.
"Maksud mu?" Yoongi
"Katakan yang sebenarnya Yura," Hansung
"Apa yang harus aku katakan?! Kau membuat ku bingung," bentak Yura
Semua orang terbelalak mendengar nya. Sedangkan Yura, ia menatap tajam ke arah Hansung saat ini. Tak bisa dipungkiri, ia juga tak kalah panik melihat wajah marah dan bingung pada Yoongi.
"Jangan bercanda! Kau membuat masalah saja! Apa kau pikir dia bisa hamil tanpa seorang suami! Aku adalah ayah dari anak yang di kandung Yura!" Jungkook menepis kasar cekalan Hansung dari tangan Yura.
Yura tersenyum smirk, ia bersembunyi di balik tubuh Jungkook seakan ia takut menatap Hansung.
"Buka matamu Jungkook!! Itu bukan anak mu! Yura mengandung anak ku! Kau dengar? Itu adalah anak ku! Darah daging ku!" Hansung
"Omong kosong! Kau bahkan tak pernah menampakkan diri di tengah tengah keluarga kami! Dan dengan lancang nya kau berani mengakui hal yang mustahil itu!" Jungkook
"Mustahil? Benarkah? Ck, kau tak pernah tau kalau aku dan Yura pernah tidur bersama!! Yura pernah dikuasai alkohol membuat dia mabuk berat! Kau berkata seolah olah Yura adalah wanita baik baik," Hansung
"Tutup mulut mu!!" Serkas Yoongi
"Paman, percaya padaku! Kalau anak yang ada di dalam kandungan Yura adalah anak ku, bukan anak Jungkook. Kalau kalian tak percaya, kita bisa melakukan tes DNA," Hansung
"Apa kau gila?! Berbahaya melakukan tes DNA saat bayi masih ada di dalam kandungan!" Yura
"Tidak ada penolakan. Hansung benar, untuk membuktikan itu kita hanya perlu melakukan tes DNA. Jika kau menolak, itu berarti semua ucapan Hansung adalah benar," Yoongi
"Appa kau tidak percaya padaku?" Yura
__ADS_1
"Tidak!" Yoongi
"Eomma, kau percaya padaku kan?" Yura
"Setelah semuanya kau pikir kami bisa dengan mudah mempercayai mu? Kami mendidik mu dengan segala kasih sayang, dan kau tumbuh menjadi putri kesayangan Appa mu. Tapi dengan tidak malu nya melakukan hal tak manusiawi pada adik mu sendiri, hanya tes DNA lah yang menentukan kami akan percaya atau tidak padamu," Yeni
“sial, aku akan menghabisi Hansung nanti, sialan!” ucap Yura membatin
__
14.20
Dokter memberitahu kalau Yn sudah bisa di jenguk saat ini. Jungkook kali ini ingin menjenguk istrinya sendiri, yang lain pun mengalah, semua orang kini tengah berada di kantin rumah sakit untuk mengisi perut kosong mereka.
Jungkook masih setia menunggu Yn agar terbangun. Tangannya tak melepaskan genggaman erat itu. Ia bahkan sesekali mencium punggung tangan Yn guna mereda kan sedikit kesedihan nya.
"T- tidak, jangan lakukan itu.. kumohon, jangan merebut kebahagiaan ku, dia milik ku.. jangan, kumohon jangan!!"
Jungkook mendongak, melihat Yn yang sudah membuka lebar matanya.
"Sayang, kau sudah bangun, syukurlah. Itu berarti kau baik baik saja," Jungkook mengelus pucuk kepala Yn dan mencium dahi nya.
Yn hanya diam, dia masih ingin beradaptasi dengan cahaya yang ada. Sesaat kemudian dia merasakan sakit yang berdenyut di perut nya. Yn merintih kesakitan, ia mengelus perut nya. Namun rintihan kecil itu terhenti sesaat setelah Yn merasakan perut nya yang berbeda.
Ia mengangkat kepalanya menatap ke bawah, tepat nya pada perut nya. Mendapati perut nya yang rata, Yn menjatuhkan kepala nya ke brankar.
Ia menangis, tangannya teralih menarik kerah baju Jungkook.
"Katakan dimana anak ku!! Katakan jeon!! Dimana anak ku!!" Teriak nya, siapapun bisa menebak kalau emosi Yn sudah meluap. Namun ia juga meneteskan air matanya.
"Maaf," hanya itu yang bisa Jungkook ucapkan.
"Maaf, maaf, maaf!! Maaf untuk apa?!! Kau selalu mengucapkan itu!! Aku bosan mendengar nya!! Apa yang kau lakukan jeon, kenapa kau membiarkan mereka mengambil bayi ku!! Apa kau gila hah, aku membenci mu!! Kau dengar? Aku sangat membenci mu!!" Teriak Yn
Yn melepaskan kerah baju Jungkook, ia menangis sejadi-jadinya.
"Aku tak punya pilihan lain Yn, hanya itu jalan satu satunya untuk menyelamatkan mu," Jungkook.
"Seharusnya kau tak perlu memilih! Biarkan saja ku m*ti bersama anak ku!! Kau membuat perjuangan ku selama ini menjadi sia sia. Kau tau aku bertahan dengan mu hanya karena bayi ku. Kau sudah merebut segala nya dari ku!! Kau merebut nya, kenapa kau melakukan itu jeon, hiks," Yn menjadi lemah.
Wanita itu menutup wajah nya dengan tangan kiri nya. Ia menangis tanpa suara, isakan nya terdengar jelas di telinga Jungkook membuat pria itu ikut menangis. Rasanya hatinya ikut tersayat saat mendengar isakan dari istrinya.
.
.
.
╰┈➤ To be continued
__ADS_1
gimana gimana? Ada yang udah nebak alur selanjutnya???