ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 37


__ADS_3

PART 37


__


Aletha serta Yura yang mendengar suara pecahan yang begitu keras itu pun langsung berlari melihat apa yang terjadi. Jika Aletha panik, maka tidak dengan Yura, wanita itu tersenyum licik seakan tau apa yang terjadi.


"Apa yang kau lakukan jeon!" Bentak Yn


Jungkook terlihat mengeraskan rahang nya, ia berjalan mendekati Yn membuat Yn mundur perlahan menjauhi Jungkook.


"Katakan, apa seiring berjalannya waktu, cinta mu mulai berubah yn? Katakan, apa karena aku menikahi Yura, kau pun mulai mengkhianati ku? Katakan!" Balas Jungkook dengan suara meninggi.


"Apa maksud mu?" Yn


"Wah bagus! Berpura pura polos, entah sudah berapa kali kau menipu ku dengan berpura pura seakan tidak tau apa yang terjadi. Disaat aku pergi, bekerja dan mencari uang untuk menafkahi dirimu dan anak ini, dengan asik nya kau membawa pria lain masuk ke rumah ini?! Lancang sekali kau Min Yn!!" Jungkook


"Pria mana yang kau maksud?! Aku tak pernah membawa pria manapun untuk datang kemari! Aku bahkan tak keluar rumah sama sekali," Yn


"Oh benarkah? Lalu siapa pria yang aku lihat memeluk mu, lalu mencium mesra dirimu! Siapa yn!!" Jungkook


Sekarang Yn mengerti, dalang dari semua ini ada wanita yang sekarang menumpang tinggal di rumah itu.


"Ooh, jadi Yura mengadukannya padamu. Bagus lah, aku harap setelah ini kau tau sakit nya jika orang yang kau sayangi mengkhianati mu! Bahkan dengan terang terangan membawa simpanan nya masuk ke dalam rumah yang kau tempati. Apa sekarang kau sadar jeon? Kau bisa merasakan sakit nya aku saat kau membawa ****** itu masuk ke dalam rumah ini?!!" Yn


Plak!!


Yn menoleh ke samping saat satu tamparan mulai mengenai wajah nya. Darah nya seakan mendidih, hatinya bergemuruh, Yn menatap nanar Yura yang berdiri di samping tangga.


Yn berjalan mendekati Yura, tangan kanan Yn mulai terulur, ia menjambak kuat rambut wanita itu dan menyeretnya ke hadapan Jungkook.


"Ini kan! Karena wanita ini!! Wanita ****** ini!! Karena dia sekarang sikap mu berubah seratus delapan puluh derajat jeon!! Kau berubah!! Hanya karena wanita perusak rumah tangga orang ini!!" Yn semakin menarik kuat rambut Yura membuat ia meringis.


"Yn lepaskan dia!!" Jungkook menarik paksa tangan Yn dan menghempaskan nya membuat tubuh Yn ikut terhuyung ke belakang dan berakhir jatuh di atas pecahan beling.


Yn merintih kesakitan dalam hatinya. Namun wajah nya masih menunjukkan senyum kecut. Jungkook menyadari perbuatannya yang kelewat kasar, ia ingin meraih Yn namun terhenti saat yn menampakkan telapak tangannya di hadapan Jungkook.


"Cukup, berhenti! Aku tak butuh dirimu lagi," ucap Yn pelan.


Ia bangkit, tanpa mencabut beling beling yang menancap di lengan nya ia tersenyum miris. Atensi Yn tertuju pada ponsel yang Yura pegang, Yn langsung merampas nya dan membuka ponsel itu dengan password tanggal lahir Jungkook.


"Yah, ini sangat mudah bukan," ucap Yn


Yn mulai mencari aplikasi album, ia melihat beberapa potret saat dirinya tengah dipeluk dan dicium oleh Hansung.

__ADS_1


"Ini yang kau maksud kan jeon? Kau melihat ini? Kau lihat, dia yang memotret kami kan? Tanpa kau tau siapa pria ini, tanpa kau bertanya apa hubungan kami, dengan segala amarah mu kau menuduh ku mengkhianati ku? Membela wanita sialan ini, menampar ku bahkan sampai mendorong ku?" Ucapan Yn mulai melirih.


Satu tetes air mata membasahi pipi yn. Namun Yn langsung menepis nya, ia masih tak ingin terlihat lemah di hadapan Yura maupun Jungkook. Lengannya yang terkena beling sudah dipenuhi darah, bahkan darah nya sudah menetes ke lantai.


"Apa kau tau siapa dia Jeon? Apa kau tau apa hubungan kami, menurut ku pelukan dan ciuman itu wajar untuk seorang kakak dan adik. Benar kan Yura?" Yn


Prang!!!


Yn membanting ponsel Yura hingga pecah berkeping-keping. Yura menatap sayu pada ponsel kesayangan nya yang sudah hancur itu.


"Apa yang kau lakukan yn!" Yura


"Membanting ponsel mu! Kenapa?! Kau tidak terima?!! Ini baru ponsel mu, aku bahkan bisa membuat mu m*ti sekarang juga!!" Tekan Yn


"Yn, hentikan!" Jungkook


"Kenapa? Aku tau jeon, memang benar kata orang. Cinta pertama adalah hal yang paling sulit untuk dilupakan. Benar kan? Kau masih ingat? Saat dimana kau mengatakan kalau kau mencintai ku, ch hanya ucapan semata!! Kau bahkan tak pernah membuktikan padaku kalau kau benar benar mencintai ku!" Yn


"Sudah cukup yn!" Jungkook


"Kenapa cukup? Aku akan berhenti, saat darah ini berhenti mengalir," Yn mengangkat tangannya, menunjukkan darah yang masih mengalir deras di lengannya.


Jungkook tersadar, ia yang sebelumnya merangkul pundak Yura kini melepaskan wanita itu dan mencoba meraih tangan Yn, namun Yn melangkah mundur.


"Tidak Yn, maafkan aku," Jungkook


Yn hanya mengabaikan ucapan Jungkook. Ia berjalan mendekati Yura, berhenti tepat di hadapan wanita itu.


"Kau hanya tau nama ku, tapi kau tidak mengenal ku. Tinggal bersama di satu rumah belum tentu membuat mu bisa menguak siapa diriku. Aku bahkan bisa berbuat lebih dari ini, kau tidak tau aku siapa, maka jangan salahkan aku, jika sesuatu terjadi pada mu, atau bayi mu! Camkan ucapan ku,"


"Lain kali saat ingin melakukan kejahatan, ingat ini, wajah ini akan membuat mu berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu," Yn menunjuk nunjuk wajah nya sambil berucap pelan namun sangat menekan.


Yn menatap Jungkook tajam sebelum ia membawa dirinya pergi meninggalkan Yura, Jungkook serta Aletha yang memang sedari tadi menyaksikan perkelahian itu.


Jujur Aletha merasa iba pada Yn, meski Yn adalah majikan yang selalu menegur nya, Aletha masih punya rasa kemanusiaan saat melihat yn terluka. Kini dia bukan memandang antara majikan dan pembantu, tapi menatap antara sesama wanita, terlebih Yn tengah hamil saat ini.


Aletha berjalan mendekati Jungkook yang terlihat mengecek keadaan Yura.


"T- tuan, sebenarnya orang yang datang tadi adalah orang yang sebelumnya pernah melakukan panggilan Vidio dengan nona. Pria yang nona sebut namanya adalah Hansung," ucap Aletha lalu pergi dari sana.


Jungkook terdiam, tangannya yang awalnya memegangi pundak Yura mulai melonggar. Jungkook kini tak memperdulikan Yura, ia berlari menaiki anak tangga ingin menghampiri Yn.


Ceklek

__ADS_1


Jungkook membuka pintu kamar dan melihat Yn yang duduk di balkon, ia sesekali meringis saat mencabuti beling beling yang menempel di lengannya, mulai dari yang kecil, sedang hingga besar menempelkan di tangan nya.


Jungkook berjalan pelan, ia melirik sesaat pada beling yang sudah terletak di atas tissue, beling yang ujung nya terdapat darah.


Jungkook ingin meraih tangan Yn namun ucapan Yn menghentikan nya.


"Berhenti di sana dan jangan menyentuh apapun," Yn


"Sayang.." lirih Jungkook


"Cukup, cukup! Berhenti mengucapkan hal itu di hadapan ku!! Katakan saja itu pada cinta pertama mu!!" Yn


"Maafkan aku," Jungkook


"Setelah semuanya? Setelah semua tuduhan, hinaan, tamparan, bahkan luka yang sudah kau berikan? Maaf? Hanya maaf? Itu tak merubah apapun Jeon, luka ini tak kan sembuh saat kau mengucapkan kata maaf, rasa panas di pipi ku tak kan meredam saat kau melontarkan kata kata yang aku sudah bosan mendengar nya, semua itu hanya sia sia," Yn


"Aku benar benar terbawa emosi," Jungkook


"Lalu? Kau ingin meminta maaf?" Yn


Jungkook mengangguk lemah


"Untuk apa aku memberimu maaf LAGI, saat setiap kali aku memberikannya kau selalu melakukan hal yang membuat mu lagi lagi harus meminta maaf. Apa kau pikir aku malaikat? Aku juga punya hati dan perasaan jeon, aku bisa luka, aku bisa sakit, dan aku juga punya batas kesabaran. Ini sudah kesempatan yang kesekian kalinya, batas kesempatan hanyalah dua kali, tapi sudah berapa kali aku memberikan kesempatan untuk mu dan kau terus mengulangi kesalahan yang sama," Yn


"Ku mohon maafkan aku, aku tau aku bersalah. Pukul aku jika kau mau, aku akan menerima apapun dari mu. Aku mohon maafkan aku yn," Jungkook menangis, ia bertekuk lutut di hadapan Yn sembari terus memegang kaki wanita itu.


"Maaf jeon, aku manusia biasa. Aku bukan seorang malaikat yang bisa memaafkan siapapun dengan kesalahan apapun, lepaskan!" Yn menendang kasar Jungkook membuat pria itu tersungkur ke belakang.


"Aku akan mengurus perceraian kita. Mau kau setuju atau tidak aku tak perduli. Apa kau pikir aku tahan dengan kehidupan ini? Kau tak bisa terys meminta maaf dan kembali melakukan nya, kau pikir siapa dirimu?" Yn


"Pukul aku jika kau mau Yn, aku bersumpah tak kan mengulangi hal yang sama lagi. Aku bersumpah, apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkan ku?" Jungkook


"Kau mau aku maafkan?" Tanya Yn, Jungkook mengangguk antusias.


"Kalau begitu pergi dari sini dan terima apapun yang akan aku lakukan. Aku tak kan menyakiti mu hanya dengan sebuah kertas kan? Kau hanya cukup memberikan tanda tangan mu disana, maka aku akan memaafkan mu," Yn berjalan gontai mengambil kotak p3k untuk mengobati luka di tangannya.


.


.


.


╰┈➤ To be continued

__ADS_1


__ADS_2