
PART 36
__
Aletha memilih turun kebawah dan menemui Yura.
"Nyonya, nona Yn tak kunjung membuka pintu kamar nya. Mungkin nona Yn masih tidur," jelas Aletha
"Baiklah, biarkan. Lanjutkan saja pekerjaan mu, atau sarapan lah terlebih dahulu," Yura
"Baik nyonya," Aletha berlalu pergi dari ruang makan menuju ke kamar mencuci.
Yura menyelesaikan makanannya, baru setelah itu dia berangsur pergi ke ruang tv. Bukan untuk menonton, dia memainkan ponselnya. Beberapa hari ini dia sering di Ter*r seseorang.
Hingga tiba tiba orang yang mener*r nya selama ini tiba tiba menelpon nya.
Sebenarnya bukan sebuah ter*r karena Yura mengenal orang yang hampir setuap hari mengancam nya. Lika liku hidup Yura tak kalah menyedihkan, tapi antagonis ya tetap saja antagonis ya ges Yaa.
"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau selalu mengganggu ku eoh!"
"Kau lupa? Sebelum menikah dengan suami adik mu, kita sudah di jodohkan bukan? Kita bahkan sudah bertunangan sayang, kau melupakan ku? Jangan lupa kalau di dalam perut mu adalah darah daging ku,"
"Tutup mulut mu! Aku tak pernah menganggap bahwa kau adalah ayah dari anakku. Jungkook adalah ayah nya! Kau mengerti!" bentak Yura.
"Santai lah sayang, tunggu aku kembali ke Korea. Maka kau serta rencana mu akan hancur lebur dengan sia sia,"
Tanpa menunggu lama Yura langsung menutup panggilan itu secara sepihak. Ia menggerutu kesal, takut jika semua rencana yang sudah dia susun rapi akan hancur karena satu orang pria.
"Ekhem," dehem seseorang
Yura menoleh ke belakang, ia mendapati Yn yang berdiri dengan segelas cokelat panas di tangannya. Yn tersenyum smirk menatap wajah panik Yura.
"Apa yang kau lakukan disitu?!" Yura
"Sejak kapan kau memantau aktivitas ku? Ini rumah ku, apa harus meminta izin padamu saat ingin melakukan sesuatu?" Yn
"Kau menguping pembicaraan ku?!" Yura
"Kenapa kau sangat panik? Hei, tenang lah. Aku bukan Intel, aku juga tidak perduli apapun yang kau lakukan, itu bukan urusan ku," Acuh Yn. Ia berjalan ke meja makan dan memulai sarapan pagi.
__
Hari mulai beranjak sore, Yn duduk di teras rumah untuk menikmati suasana sore hari. Entahlah, tapi hari ini dia begitu bahagia, entah karena apa. Intinya Yn bahagia, bahkan Yn tak memperdulikan keberadaan Yura disana, ia hanya ingin menikmati hari nya tanpa berdebat.
Tin!!
Seseorang mengklakson dari luar pagar, setelah satpam membuka kan gerbang, sebuah mobil hitam memasuki pekarangan kediaman Jeon. Yn menatap dengan seksama siapa orang yang akan keluar dari sana, karena dari awal Yn tak mengenal mobil siapa yang datang itu.
"Yn!!" Panggil seseorang, Yn yang merasa di panggil mengedarkan pandangannya pada seorang pria yang setengah berlari menghampiri nya.
Setelah menyadari nya, Yn berlari bahagia, ia menghampiri pria itu dan langsung memeluk nya erat, sangat erat, bahkan Yn rasanya tak ingin terlepas dari pelukan pria itu.
__ADS_1
"Yak!! Kenapa kau baru datang mengunjungi ku hah!! Apa kau tidak tau kalau aku sangat merindukanmu?!!" Tanya Yn dengan nada membentak, namun matanya tetap terpejam dan tangannya melingkar di pinggang pria itu.
"Maafkan aku, ah aku juga sangat merindukanmu. Dan.. aku dengar dengar, Jungkook menikahi kakak mu Yura, apa itu benar?" Tanya pria itu.
"Hm, ya! Wanita itu seharusnya menikah dengan mu bukan?! Kenapa dia merebut suami ku dari ku, Jungkook menikahinya disaat kondisi ku tengah hamil, sekarang Jungkook jauh lebih percaya padanya daripada diriku sendiri," Lesu Yn
Tanpa keduanya sadari, dari seberang sana Yura diam diam mengambil foto saat mereka tengah berpelukan. Posisi pria yang membelakangi nya membuat ia tak terlihat di kamera, bahkan Yura tak mengetahui siapa yang datang itu.
"Bersiap lah Yn, kita hanya perlu menghitung mundur sampai Jungkook menyeret mu keluar dari rumah ini," gumam Yura dengan smirk nya.
Kembali pada Yn dan pria bernama Choi Hansung itu kini tengah duduk berdua di teras. Hansung terus mengelus perut Yn dan tersenyum.
"Aku berharap anak mu tumbuh dengan baik nantinya, aku tidak sabar akan menggendong bayi kecil ini," Hansung
"Oppa, kenapa kamu kembali ke Korea? Bukan kah kamu bekerja di Amerika baru beberapa bulan lalu?" Yn
"Ya yn, aku ada sedikit urusan disini, aku akan menyelesaikan urusan ku baru setelah itu kembali ke Amerika," Hansung
"Oppa, apa Oppa mau memberitahu ku siapa eomma dan Appa ku yang sebenarnya? Aku sangat ingin menemui mereka, setiap kali aku meminta Jungkook untuk mencari mereka, Jungkook selalu saja menolak," Yn
"Tentu, nanti Oppa bantu mencari keberadaan orang tua mu. Semoga saja mereka masih ada agar kau bisa bertemu dengan mereka," Hansung
"Terimakasih Oppa, kau memang yang terbaik," ucap Yn, ia memeluk erat tubuh Hansung.
"Ohoo benarkah?" Hansung
"Oppa, mari masuk. Aku akan buatkan Oppa makanan, atau minuman yang Oppa suka," ajak Yn
"Hansung Oppa? K- kau disini?" Yura
"Kenapa? Kau terlihat sangat takut Yura, apa aku terlihat seperti monster?" Hansung
"A- ah tidak, aku hanya tidak menyangka kalau Oppa akan datang," Yura
"Baiklah, Oppa aku akan ambilkan makanan dan minuman untuk mu. Tunggu disini ya, aku tidak akan lama," Yn
"Baiklah," Hansung
Setelah kepergian Yn, wajah Yura berubah merah. Ia menatap sengit pada Hansung.
"Apa yang kau lakukan?! Berani sekali kau datang, apa mau mu!" Yura
"Mau ku? Aku mau membebaskan Yn darimu, *****! Aku akan membongkar semua kebusukan mu pada Yn, Jungkook, paman dan bibi, dan seluruh dunia akan mengetahui nya," Hansung
"Sialan, pergi kau dari rumah ku!!" Pekik Yura
"Sejak kapan ini menjadi rumah mu? Ini adalah rumah Yn dan Jungkook, kau hanya menumpang disini. Dan tak lama lagi, kau akan pergi bersama anak haram itu!" Hansung
"Tutup mulut mu sialan!! Berani sekali kau mengatai ku di rumah ku sendiri, akan ku pastikan kau membayar perbuatan mu ini!!" Yura
"Hei, pelan pelan saja, bagaimana kalau yn mendengar nya? Kau akan ketahuan sebelum ku bongkar," santai Hansung
__ADS_1
Yura langsung memejamkan matanya mencoba meredam emosi agar tak kalut. Ia mencoba duduk dengan nyaman agar tak melihat wajah Hansung. Hingga beberapa saat kemudian, yn datang dengan membawa camilan serta minuman.
"Oppa, ini untuk mu," Yn menyodorkan makanan dan minuman yang dibawanya dan langsung di terima oleh Hansung.
__
Setelah beberapa jam berada di rumah Yn, Hansung memutuskan untuk segera pulang. Berbicara dengan Yn pun dia hanya fokus menatap Yura, hanya sesekali menatap Yn.
"Yn, aku harus pulang, hari sudah hampir sore," Hansung
"Baiklah, hati hati dijalan," Yn
"Ya, kau juga jaga dirimu hm," Hansung
Yn mengangguk, ia berjalan mengantarkan Hansung sampai ke teras. Di teras, Hansung mencium pucuk kepala Yn, tentu adegan itu tak luput dari kamera Yura. Ia menggunakan kesempatan itu untuk menjatuhkan Yn di hadapan Jungkook tentunya.
Setelah Hansung pergi, Yn masuk ke dalam tanpa menghiraukan Yura. Ia berjalan ke kamar dan menutup pintu, Yn langsung merebahkan dirinya di ranjang untuk mengistirahatkan otak dan tubuh nya.
21.00
Yn kali ini tak menunggu kepulangan Jungkook, karena takut kejadian seperti semalam terjadi. Ia menunggu Jungkook semalaman dan berharap bisa tidur dengan pria itu, tapi itu hanya iming iming karena Jungkook lebih memilih tidur dengan istri kedua nya yakni Yura.
Yn mengelus perut buncit nya, ia berjalan menuruni anak tangga menuju dapur. Sesampainya di dapur, ia melihat Aletha yang sedang membereskan sisa memasak tadi.
"Kau tidak tidur Al?" Tanya Yn
"Eh nona yn, I- iya setelah ini saya akan beristirahat. Apa nona membutuhkan sesuatu? Kenapa tidak memanggil saya?" Aletha
"Ah, ini aku hanya ingin membuat stok air putih di kamar ku. Sekalian berjalan jalan, karena membosankan jika hanya berdiam diri di kamar," Yn
Aletha hanya mengangguk mengerti. Tak berselang lama, pintu utama terbuka, Yn dan Aletha menoleh bersamaan dan keduanya mendapati Jungkook yang sudah pulang.
Aletha baru ingin bergerak ingin memberikan majikan nya air minum agar Jungkook bisa menghilangkan rasa lelah nya. Tapi Yn lebih dulu menghentikan langkah Aletha.
"Al, biar aku saja," Yn tersenyum setelah itu ia mulai menuangkan segelas air putih dan dibawanya pada Jungkook.
Saat berada tepat di depan Jungkook, Yn melihat raut wajah berbeda pada pria itu. Yn menyodorkan gelas berisi air putih itu pada Jungkook.
"Minumlah, apa ada masalah?" Yn
PRANG!!!
Jungkook menghempaskan kasar tangan Yn yang menggenggam gelas putih yang dibawanya membuat benda itu hancur lebur dengan pecahan beling dimana mana membuat Yn menatapnya heran.
.
.
.
╰┈➤ To be continued
__ADS_1