ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 23


__ADS_3

PART 23


__


Yn tengah fokus mencuci piring di dapur, namun tangan seseorang membuyarkan kefokusan nya. Yn melirik ke bawah dimana tangan seseorang tengah mengalung sempurna disana.


"Jeon lepaskan," ucap Yn. Ia tau betul kalau ini adalah ulah suaminya, siapa lagi? Mereka hanya tinggal berdua di rumah itu.


"Kenapa? Aku merindukan mu, aku sudah pergi selama empat hari, apa kau tidak merindukan ku hm?" Tanya Jungkook. Pria itu mengendus ceruk leher Yn membuat Yn merasa geli.


"Aku sedang mencuci piring, bagaimana kalau ini terjatuh," Yn


"Mau aku bantu?" Bisik Jungkook


"T- tidak usah, duduk lah disana. Aku akan menyelesaikan ini dulu, aku akan menyusul mu nanti, jangan menggangguku," Yn


"Aku suka mengganggu mu," Jungkook


"Terserah lah," pasrah Yn.


Jungkook mulai mengulurkan tangannya, pria itu menggenggam tangan istrinya yang tengah mencuci piring, Jungkook membantu yn menggosok kan piring dengan spons dan buih sabun.


"Sudah lah jeon, jangan menggangguku," Yn


"Aku membantumu, bukan mengganggu mu, agar ini cepat selesai," Jungkook


"Kau semakin memperlama," Yn


"Biarkan, aku menyukai nya," ucap Jungkook. Ia mencuri satu kecupan singkat di sela sela kuping Yn membuat Yn kegelian.


"Kau ini," Yn


__


Setelah selesai mencuci piring, pasutri ini mencuci tangan mereka. Usai mencuci tangan, Jungkook tak langsung beranjak dari memeluk yn, pria itu justru membalik tubuh istrinya menghadap padanya sekarang.


"Ada apa jeon?" Tanya Yn


Bukannya menjawab, Jungkook justru mengangkat tubuh Yn membawa gadis itu untuk duduk di wastafel.


"Turunkan aku jeon," pinta Yn


"Katakan kau mencintaiku," Jungkook


"Aku masih butuh waktu, aku akan mengatakan nya saat aku memang benar benar sudah mencintai mu jeon," Yn


Jungkook terdiam, ia menunduk dan mengedipkan matanya berulangkali mencegah sesuatu yang hampir jatuh.


"Aku sudah menunggu nya selama berbulan bulan. Apa tujuh bulan masih belum cukup yn?" Jungkook


"Entahlah, aku masih butuh waktu, aku juga bingung dengan perasaan ku sendiri jeon. Turun kan aku," Yn


"Baiklah," Jungkook tersenyum meski sulit. Ia membantu Yn untuk turun dari wastafel. Setelah menginjakkan kaki di lantai, Yn berjalan ke sofa yang ada di ruang tamu dan duduk sembari menonton TV.


Sedangkan Jungkook, dengan lesu pria itu berjalan ke kamar. Yn yang mendengar langkah kaki ke lantai atas segera mengalihkan pandangan nya dan menatap Jungkook yang terlihat sendu dan lesu.


"Maafkan aku Jeon, aku mencintaimu, tapi aku masih bingung dengan perasaan ku. Aku takut kisah yang berjalan tak sesuai harapan, lebih baik seperti ini, aku sudah tidak mau mengorbankan diri ku demi orang lain," ucap Yn dalam hati.


_


_

__ADS_1


Di kamar, Jungkook mencoba menyibukkan diri dengan bermain gitar, barang yang sudah lama tak di sentuh nya. Dulu, bermain gitar adalah favorit nya, tapi hobi nya itu hilang saat ia dinyatakan lolos menjadi seorang polisi.


Jungkook mulai memetik senar gitar menjadi sebuah alunan nada mayor dan minor yang indah. Bibirnya bergerak mengeluarkan sebuah nyanyian kecil. Matanya terpejam menikmati rasa nyaman mendengarkan suara gitar nya.


"Jeon,"


Jungkook terdiam, kelopak matanya terbuka dan jari jarinya berhenti memetik senar. Jungkook menatap Yn yang saat ini berdiri di ambang pintu.


"Ya?" Jungkook


"Apa aku mengganggu mu?" Tanya Yn


"Meski iya, itu tidak masalah. Bukan kah aku juga sering mengganggu mu? Sekarang katakan apa yang membawamu menemui ku," Jungkook meletakkan gitarnya di kasur kosong di sebelahnya.


Sebelum menjawab pertanyaan Yn, gadis itu berjalan mendekati Jungkook. Ia kemudian duduk di sebelah suami nya, membawa tubuh dan kepalanya untuk bersandar pada pundak Jungkook.


"Apa aku terlalu berlebihan? Apa sikap ku kekanak-kanakan? Katakan jeon, apakah aku terlalu mendiami mu?" Tanya Yn


"Itu tidak masalah, aku mengerti posisi mu," Jungkook


"Berhenti mengatakan itu, aku merasa aku ini egois. Kenapa aku harus selalu dimengerti, tapi aku tidak mau mengerti, aku tau perasaan mu Jeon," Yn


"Berhenti bicara seperti itu, kau menanggapi ku saja aku sudah senang. Yang terpenting adalah, kau tau perasaan ku, kau tau aku mencintaimu, tapi kau tidak mencoba mencintai pria lain selain aku," Jungkook


"Jeon," panggil Yn lembut, saangat lembut


"Ya, sayang?" Sahut Jungkook


"I love you," Yn


"Ini bukan candaan? Kau mengungkapkan perasaan mu?" Jungkook


"Yes, sir," jawab Yn


"Hari ini Hyura dan Soobin akan berkunjung, apa boleh?" Tanya Yn


"Tentu, lakukan apapun yang membuat mu bahagia. Oh iya, apa hari ini aku bisa mencetak baby ku?" Tanya Jungkook dengan nada genit


"Ini yang aku tidak suka pada pria, selalu mengedepankan nafsu nya. Tapi jika aku tidak sibuk, tentu boleh," ucap Yn


"Oh, benarkah? Aku akan membantu mu agar kau tidak sibuk," Jungkook


"Ternyata kau pria mesum," Yn


"Itu normal sayang," Jungkook


"Ayo jalan jalan," ajak yn


"Baiklah, segeralah bersiap. Aku akan menunggu mu di bawah hm," Jungkook


"Bersiap untuk apa? Seperti ini saja," Yn


"Tidak tidak, kau mau berkeliaran dengan pakaian minim seperti ini? Tidak yn, hanya aku yang berhak memandang tubuh mu, tidak dengan siapapun, selain aku," Jungkook


"Baiklah, suamiku. Tunggu sebentar," Yn berlari kecil ke lemari, mengambil celana kulot hitam serta baju rajut berwarna putih.


Setelah memakainya, Yn keluar dari kamar. Tak lupa ia juga sudah membawa tas selempang miliknya. Kali ini Yn benar benar terlihat seperti gadis yang cantik dan anggun.


"Jeon, aku sudah selesai," ucap Yn saat melihat Jungkook duduk di sofa dengan ponselnya.


Jungkook yang tadinya sibuk dengan ponsel nya menoleh pada Yn, menatap gadis itu dari atas sampai bawah. Jungkook tersenyum, ia berjalan mendekat pada Yn, saat berada di hadapan gadis itu, Jungkook menarik pinggang Yn posesif dan menyambar bibir ranum Yn.

__ADS_1


Yn hanya terpejam menikmati sapuan lembut bibir dan lidah Jungkook. Hal ini sudah sering Jungkook lakukan meski melakukannya sendiri karena Yn tak pernah membalas nya.


Namun kali ini sepertinya akan berbeda. Tangan kanan Yn mulai menjalar memegang rambut bagian belakang Jungkook, dan sedikit menjambak nya.


Bisa Jungkook rasakan saat yn mulai menggerakkan bibirnya untuk membalas setiap lumayan Jungkook.


"Mmhh mpp jeonhh,' Yn memukul kecil dada Jungkook membuat pria itu langsung melepaskan tautan bibir nya.


Pasutri itu sama sama tersenyum, terlebih Jungkook yang terlihat sangat senang. Ia mengecup lagi bibir Yn sekilas baru setelah itu menuntun Yn untuk berjalan keluar.


__


Disini lah mereka sekarang, di sebuah kursi yang dikelilingi beragam jenis bunga, dan di depannya terdapat sebuah jalan raya dimana banyak kendaraan berlalu-lalang.


"Disini banyak polusi, kenapa mengajak kesini hm? Kau bisa batuk nanti," ucap Jungkook. Pria itu memeluk istrinya dari samping.


"Sudah lama aku tidak keluar rumah. Keluar pun hanya ke supermarket untuk membeli stok makanan," Yn


"Yn," panggil Jungkook dan otomatis Yn menoleh ke samping kanan nya. Niat hati ingin menatap Jungkook yang seperti nya akan membuka percakapan, namun siapa sangka? Bukannya berbicara Jungkook malah membungkam bibir yn menggunakan bibir nya.


Hal itu membuat Yn cukup kaget dan membulat kan matanya, namun Jungkook hanya tersenyum, ia menarik tengkuk leher Yn memperdalam ciuman itu.


Tak ada pilihan lain selain membalas nya, untuk orang orang sekitar, yn tidak mempermasalahkan nya, jangan lupa kalau Yn adalah gadis nakal yang tak perduli dengan omongan orang sekitar.


Jangankan berciuman, bercinta di depan umum pun dia tak takut. Hanga saja gadis itu harus menjaga image nya sebagai istri dari seorang inspektur.


Yn melepas paksa ciuman itu. Ada rasa tidak rela dari wajah Jungkook.


"Orang orang melihat kita," Yn


"Memangnya kenapa? Apa salah aku mencium istri ku?" Tanya Jungkook


"Tidak salah, itu bagus dan aku menyukai keromantisan kalian berdua," ucap seorang gadis yang sepertinya baru saja datang. Yn dan Jungkook menoleh bersamaan dan melihat gadis yang tak asing lagi di mata mereka.


"Hai, Kang Seol, apa kabar?" Sapa Yn


"Seperti yang kau lihat," jawab nya


"Kau semakin kurus, apa banyak tugas yang menghantui mu?" Yn


"Tidak, hanya saja aku jarang tidur karena harus berjaga di kantor. Belakangan ini kantor sering dimasuki peneror, dan anehnya ruangan Jungkook yang selalu jadi sasaran utamanya," ucap Kang Seol


Jungkook menatap tajam pada gadis di hadapannya ini. Kang Seol yang lupa akan sesuatu langsung memukul jidat nya sendiri meratapi kebodohannya sendiri.


"Jeon, kau tidak cerita padaku," Yn


"Em itu, a- aku hanya tidak mau kau khawatir. Itulah sebabnya aku takut meninggalkan mu sendirian di rumah. Aku takut kau kenapa napa," Jungkook


"S- siapa yang melakukan teror itu?" Yn


"Entahlah, dia tidak meninggalkan bukti apapun. Kami juga sudah menyelidiki nya dengan teliti, tapi tetap saja hasilnya nihil," Jungkook


"Tunggu, apa Yura?" Yn


"K- kenapa Yura?" Tanya Jungkook


"Kau tidak ingat? Malam pertama saat pernikahan kita, dia membayar seseorang untuk mencoba menghabisi ku. Mungkin ini dia juga, selain jaga jaga di kantor, aku sarankan kalian juga memantau orang orang yang kalian curigai, termasuk Yura," Usul Yn


.


.

__ADS_1


.


╰┈➤ To be continued


__ADS_2