
PART 27
__
"Taehyung," gumam Jungkook menggeram. Kepalan tangannya semakin mengerat memperlihatkan urat urat tangannya yang semakin menonjol.
Dengan emosi yang sudah ia tahan, Jungkook berjalan mendekati Yn dan pria yang sudah pasti adalah Taehyung, pria yang pernah mengisi hati istrinya.
Bugh!
Satu pukvlan yang sangat keras Jungkook layangkan di rahang Taehyung membuat Taehyung mundur beberapa langkah saking keras nya pukvlan Jungkook.
"Jeon! Apa yang kau lakukan!" Pekik Yn. Ia mulai berlari kecil dan menarik lengan Jungkook yang terlihat akan menghajar Taehyung lagi.
"Apa yang kau lakukan disini yn! Jadi ini alasan kenapa kau membiarkan aku tertidur iya?! Kau sengaja menyuruh Aletha mengatakan padaku untuk tidak menyusul mu, karena kau ingin berduaan dengan pria brengsek ini iya!!" Bentak Jungkook.
"Apa yang kau katakan? Dan.. Aletha? Sungguh ini semua tak seperti yang kau pikirkan jeon!" Yn
"Biarlah pikiran ku salah! Lalu padangan ku? Kau pikir aku buta? Aku jelas melihat kalian berpegangan tangan romantis disini!" Jungkook
"Kau salah faham jeon!" Yn
"Sudahlah! Katakan saja kalau kau memang masih mencintai nya kan?! Sekarang tolong saja kekasih lama mu itu!" Dengan amarah Jungkook pergi meninggalkan Yn yang terdiam mematung disana.
"Y- yn, apa dia menyakitimu?" Tanya Taehyung khawatir, ia memegang kedua bahu Yn dan menatap sendu wanita itu.
"Lepas! Kau puas sekarang? Kau puas?! Aku tidak mengerti dengan mu, setelah hilang kabar selama hampir setahun, sekarang kau kembali dan berharap aku akan meninggalkan Jungkook dan pergi bersama mu?!" Yn
"Bukan kah kau sudah berjanji akan terus mencintai ku," Taehyung
"Ya! Tapi kau sendiri yang membuat aku harus melanggar janji ku! Kau yang membuat aku terpuruk! Jangan salahkan aku karena aku sudah mencintai Jungkook sekarang, dan aku membenci mu!" Serkas Yn kemudian berlari menyusul Jungkook yang sudah pergi entah kemana.
"Yn! Dengarkan aku dulu, yn!!" Teriak Taehyung mencoba menghentikan Yn, namun nihil Yn tak ingin mendengarnya dan langsung pergi meninggalkan Taehyung.
__
Kini Yn sudah berada di rumah. Sebelum dia menghampiri Jungkook, Yn lebih dulu mencari Aletha yang tampak nya mulai berani mencari gara gara padanya.
"Aletha!! Dimana kau!! Aletha!!" Panggil Yn dengan keras membuat Aletha yang di panggil langsung berjalan ke arah Yn yang berada di ruang tengah.
"Sejak kapan kau berniat menghancurkan rumah tangga ku dengan Jungkook!" Yn
"M- maksud nona? Saya tidak mengerti," Aletha
"Jangan berpura pura bodoh!! Sejak kapan aku menyuruhmu mengatakan pada Jungkook untuk tidak menyusul ku?!! Aku bahkan mengatakan padamu, agar saat Jungkook bangun katakan aku sedang check kesehatan di rumah sakit, dan meminta agar Jungkook menyusul ku saat di taman saja, apa maksud mu mengatakan seperti itu?!" Yn
__ADS_1
"Maaf nona, saya tidak mengerti," Aletha
"Sudahlah! Seorang pembantu seperti mu ingin mencoba berurusan dengan ku, kau akan tau akibat nya!" Tekan Yn. Ia berjalan menuju kamar nya.
Saat ia membuka pintu kamar, ia mendapati Jungkook yang tengah berkutat dengan iPad nya seperti tengah mencari sesuatu.
"Jeon, aku akan menjelaskan semuanya," ujar Yn. Ia meraih lengan Jungkook untuk di pegang nya, namun Jungkook langsung menepis nya.
"Tolong jeon, dengarkan aku," Yn
"Aku akan pergi selama tiga Minggu. Aku harus menggantikan tugas rekan ku untuk menjaga museum bersejarah di Busan," ucap Jungkook. Pria itu langsung berdiri, mengambil koper miliknya dan mulai menyusun baju nya ke dalam.
"Jeon, kau bahkan baru pulang beberapa jam yang lalu. Sekarang kau akan meninggalkan ku lagi? Itupun selama tiga Minggu? Bagaimana aku akan sendirian disini?" Ucap Yn terdengar lirih
"Ada Aletha, dan Taehyung yang bisa menemani mu," Jungkook
"Aku tidak ada hubungan lagi dengan Taehyung. Tadi aku baru saja dari klinik, sepulangnya dari klinik aku memutuskan untuk mencari buah buahan, tapi tanpa sengaja aku bertemu Taehyung disana, jeon ku mohon jangan meninggalkan ku," Yn
"Kenapa? Bukan kah selama ini kau baik baik saja selama ku tinggalkan?" Jungkook
"Kau tidak takut teror itu tertuju padaku saat kau pergi? Kau tidak takut orang yang meneror mu menyakiti ku saat kau pergi?" Ucap Yn melirih
Jungkook terdiam sejenak mencerna kata kata yn. Dalam hati ia membenarkan ucapan yn barusan, bagaimana jika Yn terluka saat ia meninggalkan Yn selama itu?
"Kau bisa meminta pertolongan pada Taehyung, bukan?" Jungkook
"Saat ini bukan hanya aku yang membutuhkan mu!" Ucap Yn lagi mencoba menghentikan Jungkook. Namun pria itu tetap kekeuh berjalan meninggalkan kamar. Hingga akhirnya Jungkook berhenti saat Yn mengucapkan kalimat yang membuat nya kaget.
"Karena kau akan menjadi seorang ayah, jeon!" Ucap Yn
Jungkook berbalik dan memperhatikan yn yang tengah menunduk dan menangis sembari mengelus perut ratanya.
"Apa yang kau katakan?" Jungkook
"Aku sedang hamil jeon, aku merasa tidak enak badan belakangan ini, dan aku tadi sempat sangat mual hingga aku memutuskan untuk pergi ke klinik dan check kesehatan. Lalu bidan mengatakan kalau aku sedang hamil, di usia kehamilan yang masih muda dokter menyarankan untuk sering memakan buah dan sayur, itu sebabnya aku pergi ke toko buah untuk membeli beberapa buah buahan, dan tanpa sengaja aku bertemu Taehyung disana. Dia memang mengatakan masih mencintai ku, tapi aku sudah jujur padanya kalau aku sangat mencintaimu dan aku mengandung anak mu, tadi dia tidak mau dengar, dia malah ingin menarik ku pergi dari sana dan-
"Sudah cukup, cukup.. berhenti bicara hm? Maafkan aku, sungguh aku minta maaf padamu karena sudah menuduh mu yang tidak tidak. Maafkan aku," Jungkook dengan cepat berjalan mendekati Yn dan langsung memeluk istrinya itu.
"Maafkan aku jeon, harusnya aku menunggu sampai kau bangun, tapi aku malah pergi sendiri. Dan.. Aletha, aku tidak pernah mengatakan itu padanya, aku bahkan menitip pesan padanya agar dia menyuruh mu menyusul ke taman setelah kau bangun, hiks," ucap Yn disela tangisan nya.
"Hei, kau menangis? Tidak, ini bukan salah mu, harusnya aku lah yang minta maaf. Maafkan aku karena dengan begitu mudah percaya dengan apa yang kulihat, maafkan aku," Jungkook
"Tidak apa apa, tapi kumohon jangan pergi," Yn
"Aku tidak akan pergi, aku akan katakan pada atasan ku kalau aku tidak jadi menggantikan tugas rekan ku, aku hanya akan menemani mu dirumah," Jungkook membawa Yn berjalan ke kamar masih dalam posisi memeluk nya.
__ADS_1
Setelah membawa Yn untuk duduk di sofa, Jungkook keluar dan mengambil koper nya lagi. Setelah itu ia menghubungi atasannya untuk meminta izin agar diberi cuti beberapa hari untuk menemani sang istri.
“Dan, saya ingin meminta izin. Istri saya sedang hamil muda, bisakah saya mengambil cuti untuk menemani istri saya?” Jungkook
“Ah pak jeon, selamat atas kehamilan istri mu. Ya, aku tau seberapa sibuk nya lelaki yang akan menjadi seorang ayah, dan aku berikan kau libur cuti sebulan karena aku juga pernah berada di posisi mu. Tapi ingat, tetaplah berada di samping istri mu, jangan meninggalkan dia dalam keadaan hamil seperti itu,” ucap komandan kepolisian dari dalam telpon.
"Siap Dan! Terimakasih atas izin nya, saya tutup telpon nya dulu," ucap Jungkook
Setelah mendapatkan jawaban dari komandan nya, Jungkook langsung menutup telponnya dan tersenyum pada Yn.
"Satu bulan," Jungkook
"Hah?"
"Aku diberi cuti satu bulan," Jungkook
"S- satu bulan? Bukan kah itu terlalu lama?" Yn
"Komandan kami sudah menikah dan sudah punya tiga anak. Dia mengerti posisi ku saat ini karena dia pernah mengalaminya," Jungkook
"Baik sekali," Yn
"Baiklah, anak Appa ingin makan apa? Appa akan belikan, ingin pepaya hm?" Tanya Jungkook seraya mengelus lembut perut Yn
"Tidak Appa, eomma sudah memberikan nya tadi. Sekarang aegi ingin makan rujak," jawab Yn meniru suara seorang bayi.
"Tunggu, bagaimana jika kita mengabari Appa dan eomma dulu?" Jungkook
"Baiklah, ayo beritahu Appa dan Eommanim. Tapi tidak perlu memberitahu Appa Yoongi atau eomma Yeni," Yn
"Kenapa sayang? Mereka juga berhak tau, kau adalah anak mereka dan yang ada di dalam kandungan mu adalah calon cucu mereka," Jungkook
"Itu tidak perlu. Saat kita memberitahu mereka, itu juga tidak akan berpengaruh apapun pada mereka," Yn
"Hufh, baiklah terserah padamu saja, sekarang aku akan telpon Appa Junghan," Jungkook baru saja ingin membuka ponsel nya, namun Yn menghentikan nya.
"Aa tidak tidak, akan lebih baik kita berkunjung ke rumah Appa dan Eommanim saja," Yn
"Emm, kau benar. Ayo, kita kesana, sekalian melepas rindu yang sudah terlalu berat ini," Jungkook
Yn mengangguk, ia terus menggandeng tangan Jungkook bahkan sampai keluar rumah.
.
.
__ADS_1
.
╰┈➤ To be continued