ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 43


__ADS_3

PART 43


__


Hari hari berlalu dengan kejadian yang sama. Yn yang selalu mengamuk dan meminta agar Yura m*ti di tangannya, tapi Jungkook selalu berhasil memenangkan nya. Ia selalu meminta perawat untuk menyuntikkan cairan penenang untuk Yn.


Setelah dua Minggu berada di rumah sakit, Yn sudah diperbolehkan pulang sejak kemarin. Saat ini dia tengah terduduk lemas di tempat pemakaman umum, tepat nya di sebelah makam sang bayi. Bayi yang wajahnya belum pernah Yn lihat, kini ia hanya bisa menatap nisan yang bertuliskan nama si bayi yang diberikan mendadak.


Jeon Ji-hoon bayi kecil yang seandainya tak pergi mendahului orang tuanya itu pasti sekarang Yn tak menangis tersedu sedu memeluk nisan nya.


"Yn," panggil seseorang, hal itu membuat Yn mendongak menatap kedatangan Hansung bersama Yura.


Yn yang melihat keberadaan Yura disana langsung berdiri, ia tak perduli lagi meski ada Jungkook atau pun Hansung. Ia melangkah mendekati Yura, berhenti tepat di hadapan wanita itu. Tatapan Yn turun ke bawah, tepatnya pada perut Yura.


"Kau puas? Bukan kah ini yang kau mau kan? Aku sudah kehilangan anak ku!! Ch lupakan, lihat!!" Yn menjambak rambut Yura dan mengarahkan wajah wanita itu pada makam anak nya.


"Kau lihat itu Yura? Dia adalah anak ku!! Anak ku yang tak berdosa!! Apa kau sama sekali tak merasa bersalah telah membuat nya di kubur sebelum dia menginjakkan kaki nya di dunia? Kau tak merasa bersalah sama sekali?!!" Teriak Yn,


Meski sudah se marah itu, Yn tetap meneteskan air matanya. Katakan, ibu mana yang tak menangis saat anak nya pergi meninggalkan nya? Terlebih Ji-hoon adalah bayi yang sangat dinantikan kehadirannya oleh Yn.


Yn menarik rambut Yura dan menghempaskan nya kasar. Yura benar benar tak melawan, ia hanya pasrah saat tubuhnya terguncang ke belakang akibat hempasan Yn.


"Bersyukurlah aku tak memb*nuh mu dengan bayi mu itu, karena aku masih memiliki perasaan. Bukan seperti mu, manusia iblis!!" Tekan Yn


"Yn, tenang lah. Aku datang bukan ingin membuat keributan, aku ingin mempertemukan mu dengan seseorang," Hansung


"Apa? Siapa?" Tanya Yn


"Ahjuma! Kemari lah," Hansung


Menurut. Seorang wanita yang usia nya sepertinya 55+. Yn menatap heran wanita di samping nya, tapi berbeda dengan wanita paruh baya itu. Ia menatap haru pada Yn.


"Apa ini? Siapa dia? Aku tak mengenal nya," Ucap Yn pada Hansung


"Ya, karena kita berpisah sejak kau bayi. Aku menitipkan mu pada Min Yoongi, pria kaya yang aku jamin bisa menghidupi mu, karena saat itu jika tinggal bersama ku kau mungkin akan sengsara,"


"Apa maksud mu?" Yn menatap Hansung bingung


"Tunggu, a- apa dia? Dia.." Yn sengaja tak melanjutkan ucapannya. Ia hanya menatap Hansung, berharap pria itu mengerti dengan tatapannya.


Hansung yang melihat raut wajah bertanya, melalui telepati ia mengerti maksud Yn. Hansung mengangguk, Yn berjalan mendekati wanita itu.


"Eomma.." lirih Yn


Mata wanita yang ada di hadapan Yn berkaca-kaca. Keduanya saling memeluk dengan begitu erat menumpahkan rasa rindu yang selama ini sudah di tabung dalam diri mereka.


__


"Saat itu aku menjalin hubungan yang salah dengan suami orang. Kami berpacaran diam diam di belakang istrinya, sampai sampai kami tidur bersama. Itu permintaan nya, dia berkata itu sebagai jaminan kalau dia pasti akan menikahi ku. Hingga, hingga kami kebablasan. Aku hamil, dan hubungan kami di ketahui oleh istrinya. Aku di usir dari tempat ku tinggal, dulu aku tinggal di tempat kecil di Daegu. Setelah di usir, aku pindah ke Seoul dan melahirkan putri ku di sana. Setelah usia putri ku 7 Minggu, Min Yoongi datang dan berniat ingin mengangkat putri ku sebagai anak nya,"


"Aku pikir ini keputusan yang benar, dengan memberikan putri ku pada Yoongi itu akan membuat hidupnya terjamin bahagia. Tak ada pilihan lain, aku mengizinkan Yoongi membawa mu ke istana nya. Setiap bulan nya, seseorang selalu memberiku uang dengan jumlah yang tak sedikit,"

__ADS_1


"L- lalu?" Yn


"Ia berkata uang itu untuk keperluan ku. Tapi itu lebih dari cukup jika hanya untuk sebulan. Alhasil, uang ku aku simpan di bank sebagian, setelah terkumpul aku membuka usaha di Seoul. Aku mempunyai beberapa cabang gym di Seoul dan di Daegu,"


"Aku menjalan kan usaha ku dengan sangat baik. Tentu nya pikiran ku tak lepas dari putri ku yang pernah aku titipkan pada orang kaya. Saat itu setelah 20 tahun aku memberikan putri ku pada orang lain,"


"Hingga dia datang, dia menemui ku secara tiba tiba. Memberitahu ku semua tentang mu, hingga kita bertemu saat ini," Wanita itu menepuk pundak Hansung yang duduk di sebelah nya.


Yn terharu, tanpa sadar air matanya sudah membasahi wajah nya. Wanita paruh baya itu duduk di sofa, sedangkan Yn duduk di lantai sembari memeluk paha wanita yang diyakininya sebagai ibu kandung nya.


"Eomma.. hiks," Yn


"Maafkan aku karena baru menemui mu sekarang sayang, kau bahkan sudah menikah. Aku tak mengira kalau ternyata aku sudah mempunyai menantu,"


"Siapa nama mu ahjuma?" Taehyung.


Taehyung? Ya, dia Taehyung. Orang orang terdekat Yn semua ada disana. Karena mendapat kabar bahwa eomma kandung Yn sudah di temukan, mereka langsung datang menemui Yn dan eomma nya itu.


Tapi kenapa Taehyung yang bertanya?


"Nama ku? Aku Jung Nahwa,"


"Tidak salah lagi, bukan kah Kim Yn adalah adik ku? Benar?" Taehyung


Semua orang melemparkan tatapan heran dan tak mengerti apa maksud ucapan Taehyung.


"Apa maksud mu, adik?" Yoongi


"Bagaimana kau bisa tau? Siapa kau?" Nahwa


"Aku Kim Taehyung. Anak dari Kim Junsu dan istrinya Bora," Taehyung


"K- Kim Junsu?" Nahwa


"Siapa Kim Junsu?" Yn


"Dia Appa ku, dan.. Appa mu," Taehyung


"Apa?!" Yn


"Ya, eomma mu pernah berpacaran dengan suami orang, itu adalah Appa ku, Kim Junsu. Kalau kau tak percaya bisa bertanya pada eomma mu," Taehyung


"Eomma, apa itu benar?" Yn


"Hiks," Nahwa hanya terisak sambil mengangguk. Itu membuat Yn menatap tak percaya pada Taehyung.


"Saat itu aku berusia 3 tahun saat Appa mengkhianati eomma ku. Mereka pasti bercerai jika saja aku bukan seorang balita. Eomma menceritakan hal itu saat usia ku 12 tahun. Sejak kejadian Appa mengkhianati eomma ku, mereka tak jarang bertengkar bahkan mengancam akan bercerai. Sejak usia ku 16 tahun, aku lah yang selalu melerai pertengkaran mereka," Taehyung


"Kau ingat saat aku meninggalkanmu hampir setahun lama nya yn? Saat itu aku harus berada di rumah, mendengar Appa dan eomma ku akan bercerai aku mencoba memperbaiki hubungan mereka. Dan.. untuk masalah bangkrut nya gym bibi hwara yang ada di Daegu, itu ulah eomma ku yang tak terima dengan kembalinya bibi Nahwa," jelas Taehyung


"Kenapa dunia se sempit ini?" Gumam Yn

__ADS_1


"Ah iya, aku baru ingat! Yura, ini, segera lah tanda tangani," Jungkook mengeluarkan secarik kertas dari saku jaket nya dan dia berikan pada Yura.


Yura menerimanya, ia lalu membaca surat itu dengan seksama, setelah itu Yura menatap Jungkook dan Hansung bergantian.


"Tanda tangani, dengan itu kita bisa segera menikah dan pergi jauh dari keluarga Yn. Aku tak mau kau mengganggu hubungan Yn dan Jungkook lagi," Hansung


Dengan tangan bergetar, yura mulai menggoreskan tinta di atas matrai itu bertuliskan namanya. Setelah itu dia kembali menyerahkan kertas itu pada Jungkook.


"Sekarang kau bukan istri ku lagi," Jungkook


"Lalu dimana surat perceraian kita?" Tanya Yn


"Kita tidak akan bercerai," Jungkook


"Apa kau sadar kau egois?" Yn


"Ya, aku akan egois jika itu bersangkutan dengan mu. Pria bod*h mana yang mau melepaskan istri yang paling di cintai nya," Jungkook


"Ck, omong kosong!" Yn berdiri lalu meninggalkan perkumpulan itu. Ia berjalan ke taman belakang rumah dan menyendiri disana.


"Hufhh.. Yn, ayo lupakan semuanya. Hyura benar, biar Tuhan yang membalas semua perbuatan Yura. Aku akan sangat bahagia jika dia kehilangan anak nya. Tuhan, semoga kau mengindahkan permintaan ku, em?" Ucap Yn sambil menatap langit.


"Tuhan tidak menuruti permohonan yang buruk," ucap seseorang dari belakang. Yn menoleh, mendapati Taehyung yang datang menghampiri nya.


"Eoh? Taehyung? Sedang apa kau?" Yn


"Emm, panggil aku Oppa! Bukan kah aku adalah Oppa mu? Ayo, cepat panggil aku Oppa," Taehyung duduk di sebelah Yn


"CK, Oppa! Bagaimana mungkin kau adalah saudara ku?" Yn


"Yaa itu mungkin mungkin saja, seperti yang kau katakan tadi. Dunia itu sangat sempit. Bukan kah ini sangat konyol? Seorang Kim Taehyung mencintai adik kandung nya sendiri, itu terdengar tidak masuk akal, tapi itu lah kenyataan nya," Taehyung


"Berhenti mencintai ku sebagai seorang gadis, cintai aku sebagai adik mu," Yn


"Akan ku usahakan," Taehyung


"Baiklah, semoga berhasil," Yn


"Boleh aku memeluk adik ku sebentar? Aku sangat merindukan itu, sudah lama aku tak memeluk nya," Taehyung


Yn tersenyum, ia merentangkan tangannya lalu di sambut hangat oleh Taehyung. Pelukan kakak beradik itu terlihat sangat erat. Tanpa keduanya sadari, dari jauh Jungkook melihat itu, Jungkook berpikir kalau Taehyung sedang modus saat ini.


"Sial! Apa pria itu benar benar menjadi Hyung ku?! Akh tidak mungkin, dia adalah mata mata ku dulunya," gumam Jungkook


.


.


.


╰┈➤ To be continued

__ADS_1


Gimana???


__ADS_2