
PART 26
__
Perkenalkan, nama art baru itu adalah Aletha. Jangan tanyakan darimana asal nya. Usia nya baru saja 28 tahun, tepat nya seusia dengan Jungkook suami Yn. Hobi nya? Beres beres rumah, pendidikan nya? Sarjana ekonomi, tapi gak lulus.
"Al, apa kau bisa membelikan ku cemilan? Sejak kemarin nafsu makan ku meningkat," Yn
"Nona mau apa?" Aletha
"Cemilan yang biasa Jungkook buat di stok makanan, aku lupa namanya. Tapi rasanya asin dan pedas, cah aku lupa," Yn
"Baiklah, nanti saya tanya ke supermarket tempat yang sering tuan kunjungi," Aletha
Yn mengangguk, memberikan beberapa lembar uang pada Aletha kemudian membiarkan wanita itu untuk pergi membelikan apa yang Yn inginkan.
Sementara Aletha pergi, Yn kembali ke kamar nya. Jujur sudah enam hari ini Yn merasa bosan karena tak ada Jungkook dirumah. Kini Yn memutuskan untuk menyegarkan tubuh nya dengan berenang di kolam belakang rumah.
Yn memakai bikini nya kemudian mulai menceburkan dirinya ke dalam kolam. Namun aneh nya, baru saja menyelam ia justru mual mual.
Dengan cepat Yn langsung naik ke pinggir kolam.
"Mungkin kaporit di kolam ini terlalu berlebihan," gumam nya.
Yn membatalkan niatnya ingin berenang, wanita itu tak langsung mengganti baju, melainkan memakai bathrobe setelah itu berjalan keluar rumah.
Ia duduk di dekat gerbang bersama satpam menunggu kedatangan Aletha. Dan benar saja, tak lama kemudian yang ditunggu tunggu nya langsung datang menghampiri nya.
"Non, apa ini cemilan yang nona maksud?" Tanya Aletha seraya menunjukkan bungkus cemilan yang dibeli nya di supermarket.
"Nah benar, ini cemilan favorit ku. Kemarikan tiga bungkus, sisanya simpan di lemari dapur," pinta Yn. Aletha langsung memberikan Yn tiga bungkus cemilan Pedan asin itu pada Yn. Yn menerimanya kemudian memakannya.
__
Tak terasa hari sudah semakin terik. Matahari sudah berada di atas kepala hingga panas nya menyeruak membuat Yn jengah berada disana. Tak tahan berlama lama, yn berpamitan dengan pak satpam dan langsung masuk ke dalam rumah.
Di dalam, Yn mendapati Aletha yang asik bermain ponsel di sofa ruang tamu.
"Aletha, kau tau kan apa jabatan mu dirumah ini. Tidak bisa kah kau bersikap sopan? Setidaknya jangan angkat kaki mu ke atas meja, aku dan suami ku bahkan tidak pernah melakukan hal itu," ucap Yn. Bagaimana tidak? Selain asik bermain ponsel di sofa, kaki nya dia angkat ke atas meja dan dilipat. Majikan mana yang tak kesal melihat tingkah pembantu seperti itu?
"M- maaf mona, maafkan saya," Aletha membungkuk dan memohon maaf. Tak ingin memperpanjang masalah, Yn langsung pergi meninggalkan ruang tamu dan berjalan ke kamar kosong yang ada di rumah itu.
"Berdebu sekali, sekarang aku akan bersihkan kamar ini. Kan sayang, jika ada kamar tak terpakai di sini, apa gunanya Appa Junghan membeli rumah mahal jika ada tempat tak terpakai," gumam Yn
Tangan nya mulai bergerak membersihkan debu debu di atas nakas dan menyingkirkan kain putih yang menutupi ranjang, sofa dan lemari di kamar itu.
Kamar bernuansa biru langit itu terlihat indah setelah Yn membersihkannya. Yn memilih istirahat dan duduk di ranjang. Namun baru saja dia duduk, ia harus kembali bangkit saat merasakan mual.
"Huekkk,"
__ADS_1
Yn langsung memuntahkan isi perut nya ke wastafel kamar mandi yang ada di kamar itu. Tiba tiba saja pandangan nya kabur, ia berkumur kumur kemudian membasuh wajah nya. Wanita itu berjalan lagi dan kini berada di meja makan.
"Pasti asam lambung ku naik, aku jarang makan akhir akhir ini. Hanya suka mengemil, Aletha!! Tolong buat kan aku makanan!!" Teriak Yn dari meja makan.
Aletha yang mendengar itu langsung berlari dan tanpa sengaja ponsel nya jatuh dari saku.
"Ya tuhan! Astaga, ponsel ku!" Histeris Aletha. Ia memungut ponsel yang sudah retak dan tak menyala itu kemudian meneteskan air mata.
"Aletha tolong buatkan aku makanan, aku lapar dan asam lambung ku sudah naik," kesal Yn
"Sebentar nona, apa tidak lihat ponsel ku terjatuh?" Ucap Aletha sedikit tak suka
"Itu karena kelalaian mu sendiri, buatkan aku makanan aku ku pecat kau sekarang juga. Sudah lambat, bertindak sesuka hati, sekarang kau mau jadi orang pemalas? Ingat lah, aku menggaji mu untuk bekerja padaku, bukan untuk menangisi ponsel mu," ucap Yn
Dengan kesal Aletha berjalan ke dapur dan langsung membuat kan makanan sembari menggerutu kesal karena Yn tak ada habisnya memerintah dirinya. "Bodoh! Kau itu pembantu disini, wajar wajar saja jika majikan mu memerintah mu," ucap Author
__
"Aku kembali!!" Suara itu terdengar lantang dan menggelegar di rumah besar itu. Sontak Yn langsung menoleh ke sumber suara, ia mendapati sosok Jungkook yang berdiri dengan jaket yang dia tenteng di tangan serta koper di belakang nya.
"Ah Jeon kau sudah pulang!" Girang Yn. Ia langsung berlari menghampiri Jungkook dan memeluk pria itu erat.
"Bagaimana keadaan mu? Kau baik baik saja kan? Dan, asisten rumah tangga yang aku kirimkan, apa bekerja dengan baik?" Tanya Jungkook sembari mengelus surai Yn yang kini sudah bertambah panjang.
"Aku baik baik saja, dan asisten itu juga bekerja sangat baik. Kau sudah makan? Aku menyuruh Aletha untuk menyiapkan makanan, ayo makan bersama," Ajak Yn
"Baiklah kalau kau memaksa," kekeh Jungkook. Keduanya berjalan ke meja makan dan menunggu masakan Aletha.
"Al, apa masakannya sudah selesai?" Tanya Yn
"A- ah, ya nona ini sudah selesai, akan saya bawakan," Aletha. Setelah memindahkan makanan ke mangkuk, Aletha membawa makanan itu pada Yn.
"Ini, makan lah," Yn menyodorkan mangkuk berisi Jajangmyeon itu pada Jungkook.
"Hei, aku tau kau lapar, makan saha lebih dulu. Aku sebenarnya sudah makan saat mau pulang tadi," Jungkook
"Aku tidak suka penolakan jeon, apalagi yang menolak itu kau," Yn
"Emm baiklah, istriku ini sangat pemaksa, kita makan bersama biar aku yang menyuapi mu," Jungkook meraih mangkuk dan sumpit itu kemudian memberikan nya sesuap pada Yn, lalu bergantian sesuap untuknya, kemudian seperti itu lah sampai selesai.
__
"Jeon, apa pekerjaan mu aman?" Tanya Yn sembari dia membantu Jungkook melepaskan jaket nya.
"Yaa begitulah, tapi teror itu tak ada habisnya. Dia masih mengincar ku dan bahkan mengikuti ku sampai ke Daegu. Aku takut nanti kau akan jadi sasaran nya sayang, karena dia tau kau adalah kelemahan ku, bisa saja dia menyakiti mu," Ucap Jungkook khawatir
"Tidak usah khawatir begitu. Buktinya saat kau pergi aku baik baik saja dirumah. Apa kau lupa aku siapa? Aku adalah Yn, mahasiswi nakal saat di kampus dulu," Yn
"Ya sampai sekarang pun masih nakal," Jungkook
__ADS_1
"Tidak, bukan kah aku sudah merubah sikap ku padamu? Aku adalah seorang pembangkang dulu saat kita pertama menikah. Tapi, mungkin kita memang ditakdirkan bersama hingga aku merubah sikap ku demi dirimu," Yn
"Umm manis sekali," goda Jungkook
"Jeon, bagaimana ini? Aku sangat ingin memakan pepaya, dimana kita bisa mencari nya?" Tanya Yn
"Pepaya? Bukan kah kau tidak suka pepaya?" Jungkook
"Entahlah, mungkin aku ingin mencicipi nya, tapi aku ingin pepaya yang masih setengah masak, dan.. um pastinya ketika digigit dia berbunyi, kres kres seperti itu," Yn
"Baiklah, sore ini kita akan mencari pepaya. Bisakah aku istirahat sebentar?" Jungkook
"Baiklah, kau pasti lelah, kau bisa tidur sekarang," Yn
"Terimakasih, sayang,"
Cup cup
Jungkook mencium dahi dan bibir yn bergantian. Kemudian ia mulai merebahkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya sendiri, baru setelah itu tertidur. Mungkin dia terlalu lelah karena baru pulang dari Daegu.
__
15.30
Jungkook terbangun, ia menatap sekelilingnya namun tak ada seorang pun. Jungkook memutuskan untuk mandi, usai mandi pria itu turun kebawah mencari keberadaan istrinya.
Namun ia tak mendapati Yn dimana pun, alhasil Jungkook bertanya pada Aletha yang sedang memasak.
"Aletha, apa kau melihat yn?" Tanya Jungkook
"Ah, nona tadi katanya pergi ke taman, dia menyuruh saya untuk mengatakan pada tuan agar tidak perlu menyusul nya, nona hanya sebentar," jawab Aletha
"Benarkah? Tapi tadi dia meminta ku untuk mencari pepaya setengah masak," Jungkook
"Mungkin nona berniat mencari nya sendiri. Apa tuan tau? Belakangan ini, nona jarang makan dan lebih banyak mengemil," Aletha
"Benarkah? Ck, apa apaan dia, ditinggal satu Minggu saja seperti ini. Aku akan mencari nya, jangan beritahu dia kalau aku menyusul nya," ucap Jungkook. Tanpa menunggu jawaban Aletha dia langsung pergi begitu saja.
__
Jungkook, pria itu kini berada di taman. Ia mencari keberadaan sang istri. Atensi nya mengeliling seluruh taman. Tiba tiba saja matanya memanas saat mendapatkan pemandangan tak enak di seberang sana di dekat toko buah.
Jungkook mengepalkan tangannya serta rahang nya yang mengeras. Bagaimana tidak? Ia melihat istrinya tengah berpegangan tangan pada pria yang tak asing bagi Jungkook.
.
.
.
__ADS_1
╰┈➤ To be continued