ONLY MINE INSPEKTUR JEON

ONLY MINE INSPEKTUR JEON
EP. 9


__ADS_3

PART 9


__


20.00


Malam ini yn hanya mengurung diri di kamar, dia tak perduli mau sesering apapun pembantu memanggil namanya menyuruh nya keluar untuk makan malam, dia tidak mau keluar, saat ini yn hanya ingin semua orang mengerti keadaannya.


"Non, sudah waktunya makan malam, nona bisa lapar jika membiarkan perut nona kosong," ucap pembantu


"Pergi dari kamar ku atau ku antar kau pada Tuhan!" Teriak Yn membuat pembantu yang berdiri di luar tertegun dan melangkahkan kakinya pergi dari kamar Yn.


"Nona muda tidak mau keluar, saya sudah membujuknya," ucap pembantu pada Yeni dan Yoongi


"Baiklah biarkan dia merasa lapar, dia akan keluar sendiri," Yoongi


Pembantu tersebut membungkuk hormat lalu pergi berjalan ke arah tempat mencuci.


Hingga hari berlalu, yn masih enggan menampakkan diri di hadapan keluarga nya. Ia bersikeras tak ingin keluar dari kamar, gadis itu hanya mengunci dirinya sendiri dan tak mau keluar.


"Huh, aku sebenarnya sangat lapar, tapi jika aku membayangkan wajah wajah yang menyebalkan itu saja sudah muak, apalagi jika aku melihatnya, cih," gumam Yn.


Akhirnya ia memilih memainkan ponsel nya, ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Taehyung dan Soobin.


"Tepat sekali," yn menekan tombol panggil pada nomor Soobin, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pria itu mengangkat telpon dari Yn.


In Call..


"Yakk!! Yn-aa!! Dimana dirimu! Kenapa kau baru mengangkat telpon ku eoh?! Kau tau aku khawatir karena kau dan Taehyung tidak ke kampus selama dua hari," teriak Soobin setelah ia mengangkat telpon dari Yn itu.


"Bisakah berbicara dengan pelan? Gendang telinga ku hampir terpecah belah karena mu!" Balas Yn


"Sekarang katakan, kau ada dimana?" Soobin


"Aku ada dirumah, apa kau begitu khawatir padaku? Jika iya, datang lah kemari, aku menunggu mu 15 menit, jangan lupa bawa Black card, mengerti? Ok, byee," ucap Yn dan tanpa aba aba langsung memutuskan panggilan secara sepihak membuat Soobin mengomel karena kesal.


"Min Yn sial an!! Aku sudah begitu khawatir padanya, tapi hanya ini? Hanya ini balasan dari gadis sial an itu?! Huh, tapi tenang lah.. untung saja aku mencintaimu Min Yn, jika tidak sudah habis kau di tangan ku," ucap Soobin.


Sesuai permintaan yn tadi, ia langsung bersiap menuju ke rumah yn.


__


"Permisi, apa ada orang?!" Teriak seseorang dari luar rumah Yn.


Ceklek


"Kau? Mau apa kau kemari? Pintu rumah ini tidak akan pernah terbuka untuk mu. Dasar, kau sudah mempengaruhi putri ku agar menjadi gadis pembangkang," pemilik rumah itu dengan angkuh nya bersidekap dada menatap datar pria di hadapannya.


"M- maafkan aku paman, aku, aku tidak bermaksud untuk membuat yn melawan kedua orang tua nya, a- aku hany-


"Diam! Pergi dan jangan pernah injakan kaki mu disini lagi," Yoongi. Ya, pria paruh baya itu adalah Yoongi.


"Bisakah aku bertemu dengan Yn sebentar saja?" Tanya Taehyung penuh harap. Pria itu benar benar berharap Yoongi mau mempertemukan dirinya dengan Yn walau hanya sebentar.


"Untuk apa minta izin, tentu saja boleh," ucap Yn tiba tiba. Ia baru saja keluar dengan style nya biasa saja.

__ADS_1


Hanya menggunakan Ardilles, kaos oblong serta celana jeans yang sobek dibagian lutut hingga paha nya.


"Masuk yn, aku tidak mengizinkan mu bertemu dengan pria yang sudah mempengaruhi mu menjadi anak nakal seperti ini," Yoongi


"Aku tidak nakal, aku hanya mencari kebahagiaan ku dengan cara bersenang senang dimana pun aku mau, setidak nya jika kalian tidak bisa membuat ku bahagia, jangan pernah halangi aku untuk mencari kebahagiaan ku sendiri," ucap Yn


"Jangan membantah," Yoongi


"Untuk apa aku mengikuti kemauan kalian jika kalian saja tidak pernah menghiraukan kemauan ku? Aku benci di kekang, kalian memaksa ku seolah kalian lah menjadikan aku boneka untuk kalian tuntun jalan kehidupannya, aku sudah dewasa! Bukan anak kecil lagi yang bisa kalian tipu tipu," Yn


"Setidak nya aku dan Eomma mu melakukan ini untuk kebahagiaan mu," Yoongi


"Tapi aku tidak pernah merasakan kebahagiaan menyertai hidup ku. Hanya penderitaan dan kesengsaraan, itu lah yang kalian berikan padaku," serkas Yn. Ia keluar dan menarik tangan Taehyung.


Mereka berdua berjalan ke gerbang rumah hingga sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka. Kaca mobil menurun, terlihat lah Soobin yang tengah menyetir dengan gaya cool nya.


"Sial! Ku pikir hanya kami berdua, ternyata ada Taehyung si pengganggu itu," ucap Soobin membatin.


"Apa aku sudah boleh masuk?" Tanya Yn


"Tentu, silahkan," Soobin


"Taehyung, duduk lah di depan, aku duduk di belakang," ucap yn, ia berjalan dan beralih mencoba membuka pintu belakang, namun Taehyung menahannya.


"Kenapa bersama Soobin?" Taehyung


"Bukan hanya Soobin, Hyura juga akan ikut. Kita akan jalan jalan bersama hari ini, bukan kah sudah terlalu lama kita tidak jalan jalan berempat? Kita selalu disibukkan dengan urusan masing masing, apalagi besok aku akan dinikahkan, mungkin akan semakin sibuk," ucap Yn. Ia mulai menundukkan pandangannya, Taehyung hanya tersenyum, ia menarik dagu gadis nya itu dan menghapus jejak air mata yang hampir menetes itu.


"Jangan menangis, semua akan baik baik saja," ucap Taehyung mencoba menenangkan Yn.


"Baiklah," yn


"Baiklah, ayo masuk," tawar Yn


"Masuk lah lebih dulu, sayang," ucap Taehyung dan membisikkan kata 'sayang' itu tepat di telinga Yn membuat sang empu merinding merasakan nafas hangat dari Taehyung.


Sedangkan Soobin? Sedari tadi pria itu memperhatikan gerak gerik Taehyung dan Yn yang terlihat agak romantis.


__


Setelah menjemput Hyura tadi, kini keempat sejoli itu tengah berkumpul di sebuah taman dengan gitar di tangan yn. Tunggu, gitar milik siapa? Tentu saja milik Hyura .


"Mainkan gitar mu yn, aku akan bernyanyi," Soobin


"Katakan kau mau bernyanyi lagu apa, baru aku bisa memetik senar gitar ini, bod*h," umpat Yn


"Hei jangan berisik, yn kau ini, kau bahkan tidak tau bermain gitar, sekarang aku mulai berpikir, antara aku dan yn tidak ada yang bisa bermain gitar, lalu untuk apa aku membeli gitar?" Tanya Hyura, sembari gadis itu menatap ke arah langit.


"Jangan tanyakan pada langit, dia tidak tau apa apa," jawab Soobin


"Sudah sudah, ayo makan. Anggap saja ini makanan kalian sendiri," ucap Yn. Ia meraih sepotong pizza yang sudah terpampang jelas disana.


Taehyung, Soobin dan Hyura hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku dan ucapan yn.


"Anggap makanan kalian sendiri? Makanan ini memang kami yang membayar dengan hasil patungan, kau hanya makan," Soobin

__ADS_1


"Baiklah," yn meletakkan kembali pizza di tangannya membuat ketiga temannya, ah ralat, kedua teman dan satu kekasih nya menatap heran padanya.


"Aku tidak akan memakan ini, karena ini dibayar dengan uang kalian, aku tidak akan memakannya, sungguh," ucap Yn


Taehyung yang geram dengan yn langsung mengambil sepotong pizza yang lain, menyodorkan nya pada Yn dan memaksa gadis itu membuka mulut nya.


"Kalau kau bisa bercanda kenapa kami tidak? Ayolah, makan. Kau pasti lapar karena dari kemarin sore tidak makan," Taehyung


"Apa kalian mau membantu ku?" Tanya yn sontak membuat Hyura, Soobin maupun Taehyung melongo dan menghentikan aktivitas nya ingin memakan pizza yang sudah ada di tangan mereka.


"Membantu apa?" Tanya Soobin


"Membawaku kabur dari sini, aku tidak mau menikah dengan pria itu, dia sangat egois, ingin menikah dengan ku tapi tidak mau melepaskan Yura," Yn


"Ah m- maaf yn, aku tidak mau mengambil risiko denganembawa calon istri orang kabur, apalagi Jungkook itu seorang polisi, pasti dengan mudah dia mencafi keberadaan kita kalaupun kita kabur," Hyura


"Baiklah, tidak apa, mungkin sudah takdir ku seperti ini," Yn


"Yn, bisa kita bicara berdua?" Tanya Taehyung


Tentu," yn


"Soobin, Hyura, kami pergi dulu, hanya sebentar," pamit Taehyung dan menarik tangan yn lalu membawanya pergi dari tempat itu.


__


Taehyung dan yn sekarang berada di belakang toilet umum yang ada di taman. Taehyung membawa yn untuk bersandar pada dinding toilet.


"Ada apa?" Tanya Yn


"Aku tidak rela kalau kau harus menikah dengan pria lain selain aku," ucap Taehyung, pria itu menunjukkan ekspresi cemburu di wajah nya.


"Walaupun aku menikah dengannya, hatiku tetap lah milik mu," Yn mulai membawa tangannya mengusap dada bidang Taehyung secara sensual.


"Jangan lakukan itu, sayang," ucap Taehyung. Ia terlihat menahan sesuatu, entah apa pun itu.


"Kenapa? Tertarik? Mau melakukannya?" Tanya Yn penuh gairah


"Tidak, aku bukan pria sampah yang berani merusak gadis nya sebelum menikah," Taehyung


"Benarkah? Bagaimana jika dengan ini?" Tanya yn, tangan nakal nya itu mulai merayap masuk ke dalam sweater Taehyung. Yn mengusap tangan dinginnya pada perut Taehyung yang terasa basah dan hangat.


"Menggoda ku, hm?" Taehyung mulai mengukung yn, mengunci pergerakan gadis itu. Sedangkan yn hanya menunjukkan senyum evil nya dan semakin liar mrmbawa tangannya.


"Hentikan, eunghh.. apa ingin ku terkam?" Taehyung


"Ayo Kim, lakukan saja semau mu," Yn


.


.


.


╰┈➤ To be continued

__ADS_1


__ADS_2