
PART 29
__
Jungkook langsung berinisiatif mencari nomor plat mobil yang terekam kamera CCTV. Mobil yang membawa Yn ke arah selatan dari taman. Ia terus menatap setiap mobil hitam yang berlewatan di jalanan namun tak semobil pun yang terlihat sama nomor plat nya.
"Sial!! Akan ku habisi siapapun yang berani menyentuh istri dan calon bayi ku, tak akan ku ampuni dia!" Gumam Jungkook
_
_
"Lepaskan aku!! Sialan!! Dasar pengecut!! Kau hanya seorang pengecut yang hanya berani menyerang dari belakang!!" Teriak Yn.
Posisi nya saat ini adalah duduk di sebuah kursi dengan tubuhnya yang diikat seluruhnya. Bisa kalian tebak siapa dalang penculikan ini? Yaa saya tau di pikiran kalian ada nama Yura dan Taehyung bukan? Bagaimana jika ini memang mereka? Atau bukan, dan ternyata adalah orang lain?
"Siapa kau hahh!! Lepaskan aku!! Kau tuli?!!" Teriak Yn lagi
"Diam, atau mau ku robek mulut mu yang berisik ini," orang itu menarik dan mencengkram kuat dagu Yn membuat sang empu meringis kesakitan.
"Siapa kau?! Apa mau mu, buka masker mu pengecut!! Berani berbuat tapi bersembunyi di dalam masker tidak membuat mu terlihat keren, setidak nya tunjukkan wajah mu!!" Yn
Plak!!
"Sekali lagi kau mengeluarkan kata kata, akan ku pastikan kau bisu seumur hidup. Diam dan menurut lah, aku benci pembangkang!!" Ucap nya kemudian berlalu meninggalkan ruangan yang sunyi itu dan tak lupa menutup pintu dan mengunci nya.
"Sial, siapa dia? Hanya orang sakit jiwa yang berani macam macam dengan ku, takkan ku lepaskan kau, dasar pengecut!" Gumam Yn
_
_
"Sialan!! Kenapa plat mobil nya tak bisa di lacak agggh!! Aku kehilangan jejak, dan usahaku sia sia, apa aku meminta bantuan pihak kepolisian?" Gumam Jungkook. Ia terus mondar mandi di kamar dekat meja kerjanya.
Drrttt
Ponsel Jungkook bergetar menandakan seseorang tengah menelpon nya saat ini. Dengan cepat Jungkook mengangkat telpon nya, dan alangkah senangnya dia saat melihat nama kontak yang menelpon nya tak lain adalah 'My wife'
Secepat kilat Jungkook mengangkat telpon itu dan menempelkan nya pada telinga nya.
"Halo, sayang kau dimana? Kenapa menghilang dari taman? Katakan kau dimana, aku akan menjemput mu," Jungkook
“Hahaha Halo Jeon Jungkook, kau mengenal suara ku?” ucap seseorang dari balik telpon. Yang Jungkook ketahui itu bukan lah suara Yn istrinya.
"K- kau, siapa kau?! Dimana yn?! Apa yang kau lakukan padanya hah!!" Jungkook
“Hei tenang lah, aku tidak menyakitinya, hanya sedikit mencengkram dagu nya saja karena dia agak berisik,”
"Lepaskan yn!! Siapa kau?! Apa yang kau inginkan?!" Jungkook
"Temui aku di Danau dekat tugu menuju ke Busan, maka akan ku bebaskan istri mu. Jika tidak, maka bukan hanya istri, kau juga akan kehilangan calon bayi mu Jeon Jungkook!!"
__ADS_1
"Kau tentu akan m*ti di tangan ku jika kau berani melukai istriku walau hanya satu goresan saja!" Tekan Jungkook
"Jangan banyak bicara, temui aku sore ini jam lima, jika terlambat satu menit saja, istrimu akan tidur untuk selamanya," ucap orang itu dan langsung menutup panggilan sepihak.
Jungkook berjalan cepat mendekati meja nakas, ia menggeser semua benda yang ada disana hingga terjatuh dan beberapa diantaranya pecah, dan rusak tak tertolong.
"Aarghhh!!" Kesal Jungkook
...
Jungkook saat ini berdiri di pinggir danau yang sudah diberitahu orang yang menelpon nya tadi. Namun tak ada tanda tanda seseorang akan datang menemui nya.
"Akan ku habisi dia jika berani menipu ku," gumam Jungkook
Hingga tak berselang lama, sebuah mobil datang dan berhenti tepat di hadapan Jungkook. Pintu mobil terbuka, hal yang pertama kali keluar ialah high heels hitam dengan kaki putih yang mulus.
Jungkook menganga tak percaya saat melihat yang keluar adalah sosok yang sangat ia kenal. Namun sudah beberapa bulan ini dia tak menampakkan diri di hadapan Jungkook.
"Y- Yura," Jungkook
"Ya, selamat sore Jeon Jungkook yang terhormat," sapa gadis yang tak lain adalah Yura yang notabenenya adalah kakak angkat Yn.
"Jadi kau yang menyekap yn!" Geram Jungkook
"Benar sekali, sayang," Yura
"Apa yang kau inginkan sampai kau dengan gila nya menyekap adik mu sendiri!" Jungkook
"Kau benar benar tidak waras," Jungkook
"Itu karena mu," Yura
"Lepaskan yn, atau aku akan mengirim anggota kepolisian untuk menangkap mu dan semua anak buah mu itu," Jungkook
"Nikahi aku dulu," ucap Yura dengan santai nya
"Apa kau gila?!" Bentak Jungkook
"Bukan kah sudah kukatakan? Aku gila, gila karena mu Jeon Jungkook!" Yura
"Aku benar benar tidak habis pikir. Kenapa kau melakukan ini? Lepaskan yn, dan kita berdamai. Aku tidak akan mengambil langkah apapun dengan persyaratan gila mu itu," Jungkook
"Benarkah? Mari kita lihat seperti apa keadaan istri mu," Yura meraih ponselnya dari dalam tas selempang nya. Ia kemudian membuka sebuah file berupa Vidio.
Yura memutar Vidio dimana Yn tengah diikat dengan tali sebesar ibu jari orang dewasa yang membuat Jungkook tak tega melihat itu. Terlebih lagi Yn terlihat lemas dengan memejamkan matanya dan nafas nya yang tersengal.
"Kumohon, tolong lepaskan yn, dia sedang hamil," mohon Jungkook dan mulai meneteskan air matanya.
"Hah, benarkah? Seharusnya kau tidak mengatakan itu Jung, jangan berpikir setelah kau mengatakan nya aku akan iba dan melepaskan Yn. Justru kehamilan Yn adalah ancaman terbesar mu," Yura
"Sial! Seharusnya aku tidak mengatakannya," batin Jungkook
__ADS_1
"Kenapa? Menyesal? Baiklah, hanya ada dua pilihan. Satu, nikahi aku dan Yn lepas tanpa goresan luka sedikitpun. Atau, tidak perlu mengindahkan syarat ku, tapi kau harus rela jika akan kehilangan Yn dan calon bayi mu," Yura
"Gila, kau benar benar gila," Jungkook
"Oh iya, jika polisi mencampur tangani urusan kita ini. Jangan harap Yn akan kembali hidup hidup. Ku pastikan dia akan kembali hanya dengan nama. Setelah itu, kau bisa melaporkan ku pada polisi karena aku tidak perduli lagi apa yang akan terjadi. Karena jika bukan aku, maka tidak seorang pun bisa memiliki mu termasuk Yn," Yura
Jungkook menyerah, kaki nya melemas. Pria itu berlutut di hadapan Yura. Kedua tangannya ia tempelkan kemudian memohon pada Yura.
"Kumohon, lepaskan Yn. Aku akan melakukan apapun untukmu, tolong berikan pilihan lain untukku. Ini sangat sulit, tolong mengertilah," Jungkook
"Katakan aku harus mengerti dirimu seperti apa lagi? Aku sudah melakukan semua untuk kalian. Aku mengorbankan perasaan ku untuk yn dengan melepaskan mu dan membiarkan mu menikah dengan adikku. Meski Yn bukan adik kandung ku, tapi rasanya mustahil untuk aku tak sakit hati padanya," Yura
"Tolong Yura kumohon. Aku sangat memohon padamu, tolong lepaskan Yn. Dia tidak bersalah, kami berdua hanya terjebak dalam sebuah perjodohan," Jungkook
"Lalu kau mencintai nya dan meninggalkan aku demi dia. Lagipula apa susah nya? Aku hanya memberikan syarat agar kau menikahi ku, bukan menceraikan Yn, aku masih rela walau hanya jadi istri kedua," Yura
Jungkook bangkit dan menatap dalam wajah Yura. Sekali lagi air matanya menetes. Namun dengan cepat tangan Jungkook menghapus air mata itu.
\_\_\_\_\_
Hari ini adalah hari ketiga Yn di sekap di ruangan itu. Meski beberapa orang sering memberinya makan untuk menjaga dirinya dan kandungan nya, tetap saja Yn merasa jengah berada di tempat itu.
Hingga wanita yang beberapa hari lalu duduk di sebelahnya di taman kini datang menghampiri nya dengan dua pria bertubuh kekar di belakang nya.
"Kau perlu tau kalau aku membenci penghianat, pembohong dan aku orang yang hebat dalam membalas dendam," Yn
"Jangan banyak bicara, aku ucapkan selamat karena kau sudah selamat sekarang. Ayo, lepaskan dia," titah gadis itu. Dan langsung saja kedua anak buahnya menurut dan membuka ikatan tali di tubuh Yn.
"Hah!! Membosankan berada di tempat ini, terimakasih kerja sama nya. Aku tak akan melapor polisi, karena aku sendiri yang akan bertindak membalas perbuatan gila mu ini!! Entah apa salah ku, kau tiba tiba menyekap ku tanpa alasan," Yn
"Terserah, tapi aku beritahu sebelumnya. Aku tak pernah berniat menyekap mu, kau tau karena apa? Money, tidak ada yang lebih berharga dari itu. Aku melakukan apapun untuk uang, jadi kau perlu tau kalau aku di suruh seseorang,"
"Akan ku bayar dua kali lipat jika kau mau mengatakan siapa yang menyuruh mu," Yn
"Baiklah, akan aku bacakan nomor rekening ku,"
"Beritahu dulu dimana ponsel ku," Yn
"Berikan ponsel nya," titah wanita itu pada anak buah nya. Salah satu dari dua pria berbadan besar itu menyodorkan benda pipih milik Yn.
Setelah wanita tadi membacakan rekening nya dan Yn mentransfer uang sebanyak yang wanita itu minta, Wanita itu tersenyum puas dengan nominal uang yang tak sedikit itu.
"Baiklah. Min Yura adalah orang yang sudah memberikan ku uang separuh dari yang kau berikan untuk menyekap dan menahan mu disini sampai rencana nya selesai,"
.
.
.
╰┈➤ Ti be continued
__ADS_1