Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 11 : Membeli perlengkapan


__ADS_3

Saat ini aku sedang menuju ke toko perlengkapan bersama dengan Nina. Aku akan membeli perlengkapan untuk bersiap menjalankan sebuah Quest dengan sebuah party. Sebenarnya aku tidak perlu membeli perlengkapan karena ada system yang menjual banyak sekali pelengkapan, item, maupun skill.


Aku telah mendengar dari Nina, bahwa party tersebut berjumlah 2 orang Warrior, 1 orang Mage, dan 1 orang Archer. Mereka sering mengajak para pemula berparty dengan mereka dan membuang mereka bahkan sampai membunuh.


Aku telah mengidentifikasi petualang yang mengajak ku hanya berada di level 21 dengan statistik yang jauh berbeda denganku dan sepertinya dia pemimpin partynya. Jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun.


Sesampainya di toko perlengkapan, aku langsung masuk kedalam.


klonteng....klonteng.......bunyi suara lonceng saat aku membuka pintu toko.


"Permisi..." Aku memasuki toko.


Kemudian seorang pelayan toko mendatangiku dan bertanya.


"Ya ada apa? Apakah Anda ingin membeli sesuatu?" tanya pelayan toko.


"Ya.. Aku kemari untuk membeli perlengkapan petualang untuk Healer," jawab ku.


"Oohhhh Anda seorang Healer? Pasti kamu sangat kesulitan saat menjalankan Quest," ucap pelayanan toko dengan rasa simpati.


Ahhh...dia tidak mengejekku,"


"Tidak, aku baru saja mendaftarkan diri ke Guild, jadi aku belum melakukan misi apapun," ucap ku.


"Ohh begitu yaaa... kalau begitu kamu harus berhati-hati saat menjalankan Quest, jangan mengambil Quest yang berbahaya, kamu juga harus berhati-hati dengan petualang lain karena seorang Healer sangat dipandang rendah oleh mereka bahkan ada yang sangat membecinya sampai membunuhnya," ucap pelayan toko memberi sebuah nasihat padaku.


"Baiklah, terima kasih atas nasihatnya," Aku berterima kasih padanya.


"*A*hhh lagi-lagi ada orang yang mempedulikan ku. Apakah ini rasanya dipedulikan orang lain?" ucap ku dalam hati.


"Oh ya...wanita di samping kamu apakah dia pacarmu?" Pelayan toko bertanya denganku sambil tersenyum.


"Oh dia te......"


Sebelum aku selesai menjawab pertanyaan pelayan toko, Nina malahan menjawab pertanyaan pelayan toko tersebut.


"Tidak...tidak.....tidak aku bukan pacarnya!" ucap Nina dengan wajah memerah.


"Oohh begitu ya....sungguh masa muda" ucap pelayan toko dengan tersenyum.


Kemudian aku melihat wajah Nina memerah dan mulai bertanya keadaannya.


"Nina, apakah kamu demam? Wajahmu memerah," Aku bertanya pada Nina sambil memegang dahinya.


Nina yang melihat dahinya di pegang olehku, wajahnya malah semakin memerah.


"Nina, kenapa wajahmu semakin memerah? Apa kamu benar-benar demam?" tanya ku.


"A...a....aku tidak apa-apa!" jawab Nina sambil melepaskan tanganku yang memegang dahinya.


"Kamu beli saja perlengkapan mu, aku akan melihat-lihat senjata yang ada disana," ucap Nina sambil berlari kearah tempat senjata-senjata untuk melihat-lihat.


"Oohhh baiklah kalau itu maumu," jawab ku.


"Apa dia baik-baik saja?"


Kemudian aku melihat kembali ke arah pelayan toko. Aku melihatnya tersenyum.


"Kenapa dia tersenyum padaku?"


"Ahhh, kalau begitu saya ambil dulu perlengkapan untuk Healer nya," ucap pelayan toko yang tiba-tiba tersadar aku melihatnya dan pergi mengambil perlengkapan.


Sambil menunggu pelayan tersebut mengambil perlengkapan, aku pun ikut melihat-lihat senjata dan armor-armor yang dijual di toko tersebut.

__ADS_1


"Apa di sini ada barang yang bagus?"


"System, apakah ada senjata ataupun armor yang bagus disini?" Aku bertanya pada system.


"[System membutuhkan 20 Ps untuk memindai]"


"Apa!! Memindai pun butuh Ps! Kau sunggu keterlaluan system!" ucap ku terkejut.


Nina yang mendengar teriakan ku datang menemuiku dan bertanya apa yang terjadi.


"Ada apa, Cery?" tanya Nina karena mendengar teriakanku.


"Ahhh tidak ada apa-apa, aku hanya terkejut melihat barang-barang ini," jawab ku.


"Kalau begitu aku akan pergi melihat-lihat lagi" ucap Nina.


"Ahh system kau membuatku terkejut! Hanya untuk memindai saja kamu mau menguras Ps ku," ucap ku dengan kesal.


"Baiklah gunakan 20 Ps ku."


"[System sedang memindai.......membutuhkan waktu 5 menit untuk memindai]"


Aku kemudian melanjutkan melihat-lihat, kemudian pelayan toko tersebut mendatangiku sambil membawa perlengkapan.


"Maaf lama menunggu ini perlengkapannya," ucap pelayan toko meminta maaf sambil memberikan perlengkapan kepada ku.


[Zirah Ringan


Defense : +40


[Tongkat Healer


Attack : +25


"Ya tidak ada lagi, karena sangat jarang ada seorang healer menjadi petualang, jadi kami tidak menyediakan perlengkapan healer lagi, cuma ada 2 perlengkapan healer lagi, masing-masing dijual 50 koin perunggu, jadi moho maaf," jawab pelayan toko sambil meminta maaf.


"Kalau begitu aku beli saja, dan juga apakah toko ini menyediakan Heal potion dan mana potion?" Aku bertanya pada pelayan toko.


"Aku tidak tahu apakah Heal potion dan Mana potion yang seperti pada game ada didunia ini?" Pikir ku


"Kalau itu kami juga menyediakannya," jawab pelayan toko


"Masing-masing ada kualitas rendah, kualitas sedang dan kualitas tinggi," ucap pelayan toko menjelasakan.


"Untuk kualitas rendah dapat memulihkan Hp ataupun Mana 100 dengan harga +80 koin perunggu, untuk kualitan sedang dapat memulihkan Hp ataupun Mana +500 dengan harga 3 koin perak dan untuk kualitas tinggi dapat memulihkan Hp ataupun Mana +1000 dengan harga 5 koin perak," ucap pelayan toko menjelaskan


"Kalau begitu aku mau membeli masing masing 10 kualitas tinggi," ucap ku.


"Baiklah tunggu sebentar, saya ambilkan terlebih dahulu," jawab pelayan toko.


"Sepertinya adanya Heal potion dan Mana potion menjadi alasan utama para healer dipandang rendah di dunia ini, mereka lebih memilih membeli Heal potion dan mana potion dari pada berparty dengan healer dan membagi hasilnya," pikir ku setelah tahu adanya Heal potion dan mana potion didunia ini


Kemudian aku melihat-lihat senjata dan armor ditoko itu sambil menunggu sytem memindai dan menunggu pelayan toko mengambil barng yang ku butuhkan.


Saat sudah cukup lama menunggu akhirnya system selesai memindai.


"[System berhasil memindai]"


"Ahh lima menit ternyata begitu lama..." ucapku dalam hati.


"Baiklah system apakah ada barang yang bagus?" Aku bertanya pada system.


"[System mendeteksi adanya Sword of Darkness]"

__ADS_1


"Ohh, pedang apa itu? Dari namanya saja seperti sangat hebat."


Kemudian aku melihata-lihat pedang pada toko tersebut dan melihat pedang yang rusak.


"Apakah pedang rusak itu Sword of Darkness?" *pik*ir ku.


Kemudian aku mengambil pedang rusak itu dan bertanya pada system.


"Apa ini pedang Sword of Darknes?" Aku bertanya pada system dengan heran.


"[Ya, pedang ini bernama Sword of Darkness]"


"Bagaimana bisa pedang rusak ini Sword of Darknes, jangan menipuku!" Aku tidak percaya.


"[Itu benar pedang Sword of Darkness tetapi pedang itu dalam keadaan rusak]"


"Jadi ini sudah rusak... kenapa system memindai untuk senjata ini? Apa ini bisa diperbaiki?"


"Apakah system tahu cara memperbaikinya?"


"[Ya]"


Kemudian pelayan toko mendatangiku setelah selesai mengambil pesananku.


"Apa kamu tertarik dengan pedang itu?" T:tanya pelayan toko dengan tiba-tiba.


"Ya aku tertarik dengan pedang rusak ini," jawab ku.


"Sebenarnya aku membeli pedang itu pada seseorang, katanya dia sangat membutuhkan uang untuk anaknya berobat. Tapi sampai sekarang belum ada yang dapat mengidentifikasinya," ucap pelayan toko.


"Apakah pedang ini dijual?" tanya ku ke pelayan toko


"Aku harap dia mau menjualnya."


"Karena tidak ada yang dapat mengidentifikasinya akan aku jual saja dengan 5 koin emas bagaimana?" tanya pelayan toko


"apaa! mahal amat!, tapi karena system tahu cara memperbaikinya aku akan membelinya," ucap ku dalam hati


"Baiklah aku akan membelinya dengan 5 koin emas," jawab ku.


"Baiklah 2 perlengkapan petualang, 10 Heal potion, 10 Mana Potion, dan 1 pedang total harga 6 koin emas dan 1 koin perak," ucap pelayan toko mentotal semua harga barangnya.


Aku mengambil Koin pada kantong dan memberikannya


"Ini dia 6 koin emas dan 1 koin perak," ucap ku sambil memberikan uangnya.


Setelah membeli perlengkapan akupun akan langsung menuju ke guild untuk menemui party yang mengajakku.


"Terima kasih atas kunjungannya," ucap pelayan toko.


"Ya sama-sama," jawab ku.


"Ayo Nina! Kita pergi dari sini," Aku memanggil Nina untuk pergi.


"Baiklah!" jawab Nina.


Kemudian kami berdua pun pergi dari toko itu dan segera menuju guild menemui mereka.


"Sepertinya aku pernah melihat topeng yang dia gunakan itu....tapi dimana....? Ahhh sudahlah lupakan saja!" gumam pelayan toko.


#Sangkkyu


Jangan lupa like ya

__ADS_1


Votenya juga


__ADS_2