
Mereka berjalan memasuki hutan itu lebih dalam. Sesekali mereka bertemu monster-monster lemah ketika berjalan. Tetapi mereka dapat mengalahkannya dengan mudah.
Mereka berpikir tidak ada lagi monster yang dapat membahayakannya di dalam hutan itu karena level mereka sudah sangat tinggi.
Satu jam telah berlalu, mereka belum menemukan orang itu di dalam sana. Kemudian datang kawanan Monster harimau mengepung mereka dan jumlahnya sekitar 10 monster.
Harimau itu memiliki ukuran dua kali lipat dari pada di bumi. Di sekitar mereka juga terlihat sihir api yang melindunginya.
"Monster apa itu? Kenapa harimau itu memiliki api ditubuhnya?" tanyaku.
"Itu monster Harimau Api. Kau berhati-hatilah, karena mereka akan sangat merepotkan jika jumlahnya banyak," jawab Komandan Pasukan Raja Iblis.
"Apa sekarang kau mengkhawatirkannku? Bukannya kau ingin membunuhku sebelumnya?"
"Aku hanya memperingatkanmu!" jawabnya malu-malu.
"Aku akan pergi dari sini! Kau lawanlah mereka!" Kemudian dia pergi meninggalkanku dengan Harimau Api yang mengepungku.
"Hey! Kenapa kau pergi? Aku butuh bantuanmu disini!" teriakku. Tetapi dia mengabaikannya tanpa menengok sedikitpun.
"Ahhh, dia pergi. Kenapa dia memperingatkanku untuk berhati-hati? Apa hebatnya monster ini?"
"Status!"
[Harima Api
Level : 80
Hp : 150.000/150.000
Mana : 100.000/100.000
Power : 3500
Attack : 2500
Agility : 1200
Defense : 200
Int : 300
Skill : ?
"Apa! Statistiknya sangat tinggi. Terutama serangan dan kecepatannya. Walaupun kekuarangannya ada dijumalah Hp dan Mana yang sedikit."
"Dengan kecepatan itu aku masih mudah menghindarinya serangannya, tetapi jumlah mereka cukup banyak. Aku akan kesulitan untuk menghindarinya."
__ADS_1
"Shadow!" Bayangan diriku keluar.
Aku mengambil pedang Sword Of Darkness dan memberikannya ke bayangan itu, "Ini kamu ambilah dan gunakan untuk membunuh monster-monster itu," perintahku padanya.
Bayangan itu langsung mematuhi perintahku dan menuju kearah monster-monster itu. Dia menyerangnya dengan pedang yang kuberikan. Sementara itu aku mensuportnya dari belakang.
"Blessing!"
"Abnormal Status Heal!"
"Heal Wave!"
Salah satu dari mereka berhasil terbunuh olehnya. Tetapi kemudian monster itu mengeluarkan gelombang api dari mulutnya dan mengarahkannya padaku.
"Kenapa mereka mwngarahkannya padaku?" Dengan reflek aku menghindari gelombang api tersebut.
"Serang mereka semua! Bunuh mereka semua!" perintahku.
Bayangan itu kembali mematuhi perintahku dan langsung menyerang mereka semua.
Beberapa menit kemudian, bayangan itu telah membunuh 5 monster Harimau Api lainnya sedangkan Hp dari Bayangan itu masih utuh karena aku selalu memulihkan Hpnya ketika tersisa sepertiganya.
Sementara itu Komandan Pasukan Raja Iblis sedang mengamati pertarunganku di sebuah pohon yang tidak jauh dari sana.
Dia terkejut setelah melihat pertarunganku yang seperti bermain-main saja, "Pertarungan macam apa itu? Dia hanya bermain-main saja tetapi sudah membunub 5 monster itu."
"Monster itu cukup pintar. Dia tidak mau menyerang Bayangan itu, melainkan menyerang pemiliknya."
"Sekarang apa yang akan kau lakukan untuk menghindari serangan tiba-tiba dari Monster itu?"
Kembali ke pertarungan
Bayanganku sudah berhasil membunuh kembali 2 monster Harimau Api tersebut. Aku terkejut setelah melihat jumlah monster itu ada yang kurang.
"Bagaimana bisa monster itu berjumlah 9? Sebelumnya aku melihat monster itu berjumlah 10, tapi sekarang hilang 1?" tanyaku kebingungan.
Aku tiba-tiba meraskan Aura membunuh di belakangku dan tiba-tiba Monster Hariamau Api menerkamku. Aku dengan reflek menghindarinya, tetapi karena kecepatannya sangat celat dia masih berhasil menggingit lenganku.
"Grauuughhh!" Suara auman Harimau itu terdengar cukup keraa
"Arrggghh! Gelombang penghancur!" Dalam sekejap Monster itu musnah.
"Ahhh, aku memperlihatkan kekuatanku padanya..."
Sebenarnya aku ingin menyembunyikan kekuatan itu dari Komandan pasukan Raja Iblis, karena akan sangat berbahaya jika dia tahu kalau aku memiliki skill penghancur.
Komandan Pasukan Raja Iblis kembali mendatangiku setelah aku berhasil membunuh semua Monster Harimau Api.
__ADS_1
Dia langsung bertanya mengenai skill yang kugunakan sebelumnya, "Sihir apa yang kau gunakan tadi?" Dengan wajah serius dia meminta jawaban.
"Apa yang kau maksud? Aku tidak menggunakan sihir apapun. Aku hanya mengeluarkan bayangan diriku untuk membunuh mereka semua."
"Bukan itu yang kumaksud. Aku bertanya tentang sihir yang kau gunakan terakhir kalinya pada Monster Harimau Api yang menerkammu tadi."
"Tidak, aku tidak melakukan apapun padanya. Mungkin kau salah lihat sebelumnya."
"Salah lihat apanya! Aku melihatnya dari dekat dan kau mengarahkan tanganmu padanya. Kau pasti mengeluarkan sebuah sihir waktu itu."
"Itu hanya sihir biasa. Aku bisa melenyapkan targetku dengan mudah, tetapi aku hanya dapat melakukannya sekali karena membutuhkan mana yang besar." Aku berbohong padanya.
"Apa sihir itu yang kau kau gunakan untuk mengahncurkan kota manusia itu?" tanyanya penasaran.
"Oh, maksudmu kota Argo? Itu bukan perbuatanku. Tapi ada seseorang yang melakukannya."
"Kau hanya berbohong saja. Kau hanya ingin mengelak pergi bersamaku menemui yang mulia Raja Iblis."
"Dia pasti tahu tentang itu. Aku lupa kalau dia sudah tahu kalau aku memilik mana yang sangat banyak," batinku.
"Ya, aku akui itu. Aku hanya tidak ingin melakukan hal-hal yang merepotkan, apalagi urusan bertemu Raja Iblis yang ditakuti oleh manusia."
"Jadi kau tidak mau bertemu Raja Iblis? Kalau begitu aku akan membunuhmu!"
"Bukan itu yang kumaksud. Aku akan bertemu Rajamu itu, tapi kalau dia mau membunuhku aku akan menghancurkan seluruh rumahnya." Aku sedikit mengancam.
Wajah Komandan Pasukan Raja Iblis memerah karena marah setelah mendengar ancamanku.
"Apa? Kau ingin membunuhku? Kau tidak bisa mengalahkanku. Tetapi untuk sekarang aku sedang tidak ingin membunuh orang."
Dia kemudian tertawa padaku, "Hahaha, apa kau bercanda? Kau tidak mungkin bisa mengalahkan yang mulia Raja Iblis. Walaupun kau bisa mengalahkanku, kau tidak mungkin bisa mengalahkan Komadan Pasukan Raja Iblis lainnya karena aku adalah yang terlemah diantara mereka."
"Aku tidak bercanda. Buktinya saja aku dapat melenyapkan kota yang sangat besar dalam sekejap." Aku menekankan itu padanya.
"Hahaha, yang mulia Raja Iblis lebih kuat darimu dari pada yang kau kira. Bahkan jika dia mau dia dapat menghancurkan satu kerajaan tanpa menyisakan apapun." Dia kembali tertawa.
"Apa buktinya? Bahkan untuk menghancurkan kota itu saja tidak berhasil. Apanya yang dapat menghancurkan satu kerajaan?"
"Itu adalah rencanaku, bukan rencana yang mulia Raja Iblis."
"Terserah kau saja. Tapi aku pastikan kalau ancamaku adalah nyata!"
Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka menemui seseorang di dalam hutan tersebut.
Sementara itu Celine berhasil mencapai kota Charmila dan mendapatkan bantuan dari para petualang kota itu.
Kota itu mengerahkan 10.000 petualang dengan Rank B dan 100 diantaranya adalah Rank A.
__ADS_1
Setelah siang hari mereka semua telah sampai di kota Argo tetapi terkejut setelah melihat keadaan kota tersebut