
Setelah kedua pria tersebut berhasil mengamati dan pergi dari desa itu, mereka kembali masuk ke dalam hutan untuk bertemu dengan teman-teman lainnya.
Mereka akan memberitahu temannya bahwa di dekat hutan ini ada sebuah desa, dan di desa itu tidak memiliki seseorang yang kuat. Desa itu hanya di jaga oleh warga. Mereka berniat memberitahu rencananya untuk menguasai desa itu dan mengambil semua harta mereka.
Ketika mereka di perjalanan, mereka berbincang-buncang, "Hey, ayo kita percepat langkah kita! Kita harus berhasil melakukannya malam ini juga," ucap pria tersebut sambil berlari.
Tiba-tiba teman pria tersebut bertanya, "Apa kita bisa melakukannya malam ini? Semua teman kita juga berada sangat dalam di hutan ini. Jarak kita lumayan jauh dengan mereka."
"Tenang saja, kita bisa melakukannya!" jawab pria tersebut meyakinkan temannya.
"Apa kau tidak ingat! Kemarin kita keluar dari dalam hutan itu sangat kesulitan dan sampai di desa itu sore hari. Bagaimana jika kita membawa 8 orang, bukankah kita akan sampai malam hari itupun kalau kita tidak beristirahat. Kalau kita beristirahat itu akan sampai pagi hari," ucap temannya menjelaskan.
"Tenang saja, kalau malam ini tidak bisa ya tinggal malam besoknya lagi," jawab pria tersebut.
Saat mereka melakukan perjalanan ke dalam hutan, mereka beristirahat 3 kali. Setelah siang hari, mereka telah sampai di tempat teman-temannya berkumpul.
Mereka adalah para petualang yang sedang menjalankan misi dengan kedua pria tersebut. Mereka berjumlah 6 orang. Saat ini misi mereka telah selesai jadi mereka hanya bersantai-santai saja karena batas waktu melaporkannya 1 minggu lagi.
Para petualang ini, selain mereka menjalankan quest, mereka juga sering merampok di desa-deda yang jauh dari perkotaan. Sampai-sampai mereka juga membunuh para warga di desa yang mereka rampok.
Saat kedua pria tersebut masuk ke tempat temannya, mereka di sambut oleh temannya,"Hey, kalian sudah kembali...kalian berdua dari mana saja? Aku kira kalian kabur dan tidak mau bergabung dengan kami lagi."
"Tentu saja tidak, aku hanya melihat-lihat sekitar saja," jawab pria tersebut.
"Hah! Melihat-lihat sekitar? Apa kalian harus melakukannya 1 hari untuk melihatnya?" tanya mereka tidak percaya.
"Ya, kami baru saja keluar dari hutan ini," jawab pria tersebut.
"Apa ada sesuatu yang menarik yang kamu lihat di luar?" tanya mereka.
"Ya tentu saja ada, di luar hutan ini arah timur terdapat sebuah desa kecil. Dan di desa itu tidak ada seseorang yang kuat yang menjaganya," jawab pria tersebut.
"Hooo, apa kau yakin?"
"Tentu saja!"
"Jadi kapan kita akan merampok desa itu?"
"Malam ini! Aku menemukan jalan rahasia untuk masuk ke desa itu tanpa melalui penjaga desa itu."
Kemudian salah satu dari mereka bangun dari tempat duduknya, dia adalah pemimpin mereka dan menyuruh temannya untuk bersiap, "Hey kalian semua! Ayo bersiap kita akan segera meninggalkan hutan ini!" teriaknya.
Temannya yang mendengar teriakannya langsung berdiri dan menyiapkan perlengkapan mereka, "Baik!" teriak mereka.
Setelah selesai bersiap, mereka mulai melakukan perjalanan, "Baiklah ayo kita keluar dari hutan ini!"
Mereka mengikuti jalan yang di tunjukan oleh kedua pria yang telah keluar dari hutan itu. Ketika mereka melalui jalan yang sama yang di lalui oleh kedua pria tersebut, seringkali mereka bertemu dengan monster-monster hutan itu. "Hey! Apa benar ini jalannya? Kenapa banyak monster disini?" tanya mereka.
"Ini memang jalan yang aku lewati kemarin, tapi aku tidak bertemu dengan monster apapun," jawab pria tersebut.
"Baiklah jika ucapanmu benar, sekarang kita akan beristirahat sebentar disini."
Merekapun beristirahat di tempat itu. Setelah beberapa menit beristirahat, kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Mereka melakukan perjalanan menuju desa itu selama beberapa jam. Dan sekarang mereka telah sampai di dekat desa tersebut. Mereka memutuskan untuk beristirahat lagi sebelum mereka menyerang desa tersebut.
Setelah cukup beristirahat mereka mulai memasuki desa tersebut lewat jalan rahasia yang telah di temukan oleh salah satu dari mereka.
"Ayo, kita lewat sini!"
__ADS_1
Setelah mereka memasuki desa tersebut, selanjutnya mereka bepencar untuk merampok rumah demi rumah di desa tersebut, "Baiklah ayo bepencar! Jika ada suatu kejadian, kita akan berkumpul kembali disini!"
Mereka berpencar dan memasuki rumah-rumah desa tersebut dan merampoknya. Menit demi menit mereka berpindah dari rumah satu kerumah lainnya.
Tapi di suatu rumah terdengar suara jeritan, "Aaaahhhh, pencuri!!!" Membuat para warga dan penjaga desa menghampiri suara teriakan tersebut.
Tetapi ketika mereka memasuki rumah asal dari suara teriakan tersebut mereka menemukan seseorang yang telah terbunuh, tubuhnya bersimbah darah, membuat mereka yang melihatnya ketakutan.
Seorang penjaga yang melihat tersebut kemudian menuruh penjaga lainnya untuk memberitahu lainnya, "Cepat panggil seluruh penjaga desa yang sedang bertugas!"
"Baik!"
Kelompok perampok yang mendengar suara tersebut langsung pergi dari rumah yang mereka rampok kembali ke tempat yang telah di janjikan.
"Ada apa sih!"
"Apa ada yang mengacau?"
"Ah sialan!"
Setelah mereka berkumpul di tempat itu, mereka merencanakan apa yang akan selanjutnya akan mereka lakukan.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita telah ketahuan."
"Ayo kita keluar dari sini!"
Mereka memutuskan untuk pergi dari desa melewati jalan rahasia yang sebelumnya tetapi, salah satu kelompok penjaga melihat mereka. "Siapa kalian?!" tanya salah satu penjaga.
"Cepat kabur!"
"Tunggu! Pembunuhnya ada disini! Cepat kepung mereka!" teriak penjaga berlari mengejar mereka.
Kelompok petualang yang juga menjadi perampok terkepung oleh para penjaga.
"Cepat! Jatuhkan senjata kalian dan menyerahlah!" teriak para penjaga.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita sudah terkepung."
"Kita sudah tidak bisa kabur lagi. Kalaupun kita bisa mereka sudah melihat wajah kita."
"Kalau begitu bunuh mereka semua!" teriak salah satu kelompok tersebut.
"Serang! Bunuh mereka semua! Mereka hanyalah warga biasa! Kita akan mudah membunub mereka!" teriaknya.
Pertarunganpun terjadi antara kelompok petualang dan para penjaga desa. Tapi karena para penjaga desa hanyalah warga biasa, mereka tidak terlalu memberi perlawanan kepada kelompok tersebut.
Satu persatu penjaga terbunuh oleh kelompok tersebut. Teriakan demi teriakan terdengar membuat warga yang mendengar panik dan ketakutan.
"Ahhhhhh!!!"
Tebasan demi tebasan diarahkan ke tubuh para penjaga desa.
"Haha mereka hanya warga biasa, mereka tidak akan bisa mengalahkan kita!"
"Ya benar, sekarang kita ubah rencana kita. Bunuh mereka semua dan kuasai desa ini!"
"Ya!!!"
__ADS_1
Mereka berhasil membunuh semua penjaga desa yang mengepungnya. Setelah itu mereka mulai melakukan rencana barunya. Mereka satu persatu mendatangi rumah dan membunuh warga yang tinggal di dalamnya.
"Aahhhhh!!!"
"Siapa kalian? Kenapa kalian membunuh semua warga di sini?"
Mereka menebas tubuh warga tersebut dengan pedangnya, "Kami adalah para petualang!" jawab mereka setelah menebas.
Di suatu rumah, Ivan dan Evan merasa ke takutan mendengar teriakan orang-orang tersebut. Mereka berdua memeluk erat ibunya. Kemudian ibunya menyuruh mereka untuk keluar dari desa dan bersembunyi dari mereka.
"Apa yang terjadi, bu? Kenapa mereka berteriak seperti itu?" Mereka memeluk ibunya.
Ibunya menenangkan mereka, "Tenang saja, ibu ada disini..."
Pintu rumah telah di kunci oleh mereka. Tiba-tiba terdengar suara orang mendobrak pintu. Sontak ibunya mereka menyuruh untuk keluar dan bersembungi lewat jalan rahasia yang ada di bawah rumah mereka.
"Cepat kalian keluar dari sini! Di bawah rumah ada sebuah jalan, kalian lewati saja jalan itu. Ibu akan mengulur waktu untuk menghadang mereka!"
"Tapi, ibu akan baik-baik saja kan?" tanya mereka dengan cemas.
"Tenang saja, ibu akan baik-baik saja..."
"Tapi bu..."
"Bawa ini! Ini adalah pemberian dari ayahmu! Cepat pergi dari sini!"
Ibunya kemudian tersenyum dan berkata, "Kalian harus tetap bersama ya dan jangan bertengkar."
Mereka berdua menuruti perkataan ibunya dan turun kebawah rumah. Kemudian ibunya menutup jalan masuknya agar tidak di ketahui oleh para petualang tersebut.
Braaakkkkk.... Pintu berbasil di dobrak.
"Siapa kalian? Kenapa kalian membunuh mereka?"
"Hahaha, kami adalah para petualang." Kemudian dari belakang mereka muncul orang yang di kenal oleh ibu mereka. "Kamu! Petualang yang kemarin! Kenapa kamu melakukan hal ini?"
"Hahaha, cepat bunuh dia!"
Kemudian mereka segera membunuhnya.
"Maafkan aku!"
Dia menghunuskan pedangnya ke ibu Ivan dan Evan. Dia memasang ekspresi orang wajah yang terpaksa membunuh. Ibu yang melihat ekspresi petualang itu segera meyakinkannya, " Dia... Tidak apa-apa, ayo cepat lakukan, Aku akan baik-baik saja. Tolong jangan katakan sesuatu tentang mereka berdua."
Pedangnya berhasil menembus jantungnya.
Ivan dan Evan belum berjalan keluar melewati jalan tersebut. Mereka yang melihat ibunya yang terhunus pedang hanya bisa menangis, bersedih atas kematian ibunya. Air matanya terus mengalir tak terhenti.
"Ibu..."
"Sudah kak, ayo kita pergi dari sini," ucap Evan denga air mata yang mengalir.
"Aku berjanji akan membunuh kalian semua, aku akan membalaskan dendam atas kematian ibuku!" Ivan berjanji pada dirinya sendiri.
Setelah Ivan mengatakan itu, mereka segera berjalan keluar melewati jalan yang ada di depannya.
#Sangkyuuu
__ADS_1
Jangan lupa like yaaaa