
Keempat anggota party Putri Salju memutuskan untuk melawan pasukan goblin yang tiba-tiba muncul di depan mereka untuk mengulur waktu para petualang lainnya kabur.
"Baiklah ayo serang mereka!" teriak Celine.
"Ya!" teriak mereka.
Mereka masuk kedalam kerumunan pasukan goblin yang keluar dari sihir ruang. Mereka menggunakan semua skill yang dimilkinya untuk membunuh pasukan goblin itu.
Seorang Summoners kembali memanggil Monster Serigala Perak yang telah di kontrak dengannya.
Tetapi level monster Serigala Perak itu lebih besar dari yang sebelumnya.
Aku yang melihatnya sedikit terkejut setelah melihat Monster Serigala Perak yang di Summon.
"Bagaiman bisa Level Monster itu berbeda dengan yang tadi? Apa Monster itu juga naik level?"
"Sepertinya skill itu sangat bagus, aku harap bisa memiliki skill itu," ucapku berharap.
Sementara Celine menggunakan skill pedang miliknya untuk membekukan pasukan goblin dan menebasnya.
Dan seorang Warrior menghantam kapak besar miliknya ke pasukan goblin. Satu persatu pasukan goblin itu berterbangan oleh kapak besar itu.
Seorang Mage dari party tersebut tidak ikut memasuki kerumunan pasukan goblin bersama dengan lainnya, dia membantu menyerang dari kejauhan. Sekarang dia masih berada di dekatku.
"Fire Exploison!"
Bola api menghampiri pasukan goblin, ketika bola sihir itu terkena salah satu pasukan goblin ledakan sihir terjadi dan menghanguskan ribuan pasukan goblin
"Oh ini sihir yang tadi. Apa itu sihir andalannya? Jika dilihat dari efek sihirnya, itu membutuhkan mana yang cukup besar. Dia bahkan sampai sulit bediri tegak setelah menggunakan sihir itu.
Setelah beberapa menit mereka menyerang pasukan goblin itu, mereka mundur dari kerumunan pasukan goblin karena stamina dan mana mereka semakin menipis.
Mereka berhasil membunuh puluhan ribu pasukan goblin tersebut.
"Ayo kita mundur! Mana dan staminaku sudah menipis!" teriak seorang Summoners.
"Baiklah kalian mundur terlebih dahulu! Aku akan menahan mereka sebentar!" teriak Celine.
Kedua anggota party yang sedang dalam kerumunan pasukan goblin segera mundur mendengar perintah dari Celine.
Mereka mundur menuju ke tempat seorang Mage yang berada di dekatku.
"Hey! Ayo kita pergi dari sini! Mana dan stamina kita sudah menipis!" teriak seorang Warrior.
"Tapi Celine bagaimana? Dia masih berada di sana!" tanya seorang Mage.
"Sudah tenang saja, dia sangat kuat jadi dia akan baik-baik saja," jawab seorang Waarior.
"Baiklah, bantu aku berjalan! Kakiku sangat lemas untuk berjalan," ucap seorang Mage.
"Kamu Summon lagi Monster serigala perakmu! Biarkan dia naik diatas tubuhnya!" ucap seorang Waarior pada seorang Summoners.
"Baiklah!"
Kemudian dia kembali mensummon monster Serigala perak. Setelah itu Warrior tersebut mengangkat seorang Mage ke atas Monster Serigaka Perak tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba mereka juga menyuruhku untuk pergi bersama mereka. "Hey kamu! Ayo kita pergi bersama!" ucap salah satu dari mereka.
"Apa mereka mengajakku? Tapi aku harus membunuh goblin-goblin itu agar perbaikan pedangku meningkat."
"Tidak, kalian duluan saja," Aku menolak ajakan mereka dan menyuruhnya untuk pergi terlebih dahulu.
Mendengar ajakannya di tolak, dia langsung bertanya padaku, "Apa kamu akan melawan pasukan goblin itu? Aku sarankan kamu kabur saja bersama kami, teman kami juga sedang menahan mereka agar kami dapat kabur," ucapnya memberi saran.
"Aku tidak tahu. Mungkin aku akan melawan mereka, mungkin juga aku tidak melakukannya." Aku mencoba membingungkannya.
Merasa kebingungan, diapun kembali bertanya, "Apa maksudmu? Kamu membuatku bingung. Kalau kamu tidak mau pergi ya sudah, kami akan pergi."
Setelah mengatakan itu, mereka segera pergi berlari kearah kota Argo.
Sementara Celine sudah kelelahan karena menahan serangan dari pasukan goblin tersebut. Stamina dan Mananya sedikit lagi akan habis. Pandangannya juga mulai kabur karena kelelahan.
"Aku sudah tidak kuat lagi. Staminaku sudah habis dan juga pandanganku juga mulai kabur. Sepertinya aku akan mati disini," pikir Celine.
Dia mempertankan tubuhnya dengan menopang pada pedangnya. Dalam pandanganya yang kabur dia melihat seseorang yang mendekatinya, "Apa dia kesini untuk menolongku? Aku mohon cepat tolong aku! Aku tidak bisa mempertahankan kesadaranku lag—" Celinepun pingsan.
Setelah ketiga petualang itu pergi dariku, aku segera masuk dan menyerang ke kerumunan pasukan goblin tersebut.
"Setidaknya aku harus membunuh banyak goblin sebelum mereka selesai muncul semuanya," gumamku.
Grrrrooooo...
"Hyaaaa!"
Slash....
Slash....
Slash....
"Jumlahnya semakin banyak! Aku harus lebih cepat membunuh mereka!"
Beberapa menit aku menyerang pasukan goblin, aku sudah berhasil membunuh puluhan ribu goblin.
"[Anda Level Up ke Level 64]"
"Kemurkaan!"
"[Anda menggunakan skill kemurkaan, Lawan Anda terkena stun selama 3 detik, Attack dan Agility meningkat 80% selama 3 detik]"
Aku kembali menyerang kerumunan goblin itu.
Slash...
Dalam 3 detik durasi dari skill kemurkaan, aku berhasil membunuh ± 10.000 goblin.
"[Anda Level Up ke Level 66]"
"[Perbaikan pedang meningkat 1%]"
"Aku sudah membunuh banyak sekali goblin dan sudah naik 3 level tapi aku tidak mendapatkan satupun Ps, sebenarnya apa yang terjadi? Apa aku harus membunuh mereka semua terlebih dahulu? Tapi sebelumnya aku masih dapat Ps setelah membunuh banyak goblin."
__ADS_1
"Hp yang yang juga hanya sekitar 5.000 saja. Itu mungkin regenerasi Hpku juga sangat besar, jika tidak mungkin Hpku sudah hilang sekitar 20.000."
Ketika aku sudah berada di tengah kerumunan pasukan goblin, aku melihat Celine yang sedang menahan serangan pasukan goblin itu. Dia terlihat seperti orang yang kelelahan.
"Ahh itu Celine! Ada apa dengannya? Kenapa dia belum kabur juga? Jika dilihat saja dia seperti orang yang sedang kelelahan. Apa dia benar-benar kelelahan?" pikirku bertanya-tanya.
Tiba-tiba Celine terjatuh ketanah membuatku terkejut dan segera membuka jalan dan pergi menuju tempatnya.
Slash....
"Minggir! kau menghalangu jalanku!" teriakku.
Grooooowwww...
Slash....
Slash....
Setelah aku berhasil menuju tempatnya, aku segera mengangkat dan menopang tubuh Celine yang sedang pingsan sambil mengayunkan pedang ke pasukan goblin tersebut.
"Hey! Bangun! Kita sedang berperang loh! Kenapa malah tidur! Hey! Cepat bangun!" Aku menampar pipinya dengan tangan kiriku.
"*Ahhh, dia ternyata benar-benar pingsan! Apa yang harus kulakukan? Apa aku biarkan saja dia disini?"
"Aku akan pergi kekota dulu untuk menyelamatkannya, mungkin aku bisa mendapatkan suatu informasi darinya."
"Dia juga sepertinya satu-satunya petualang yang terkuat di kota ini."
"Aku tidak tahu level petualang di tempat laiinya. Yang aku ingat para Mage kerajaan memiliki level +100 dan juga aku sudah bertemu dengan seorang Saint mage yang levelnya tidak aku ketahui."
"Levelnya sekarang tidak cukup tinggi, tapi aku penasaran dengan pedang miliknya*."
"Baiklah aku pergi terlebih dahulu."
Aku membayangkan tempat penginapan milik Bu Ana di kota Argo, "Teleport!" Aku menggunakan skill.
"Yah walaupun aku harus menggunakan 2 item teleport tapi tidak apa-apa."
Setelah aku menggunakan Item teleport bersama dengan Celine, bukannya sampai di tempat penginapan tapi malah berpindah hanya beberapa ratus meter dari tempat tadi.
Aku terkejut dan berteriak, "Bagaimana bisa aku masih di luar kota! Seharusnya aku berada di tempat penginapan!"
"Hey system apa yang terjadi dengan item teleportnya?" tanyaku dengan kesal.
"[Anda berada didalam kawasan sihir ruang, Anda tidak dapat keluar dari kawasan sihir ruang untuk sementara waktu]"
"Apa! Waktu di goa itu aku masih bisa menggunakan skill teleport dan juga kotanya masih beberapa ratus meter dari sini, apa aku harus jalan kaki?"
"[Waktu di goa tidak ada yang mengendalikan sihir ruangnya]"
"Jadi sekarang ada yang mengendalikan sihir ruangnya? Tapi siapa? Apa itu Raja Goblin?"
Kemudian aku berbalik untuk pergi ke kota Argo, tapi terkejut dengan para petualang yang ada di depannya. Mereka sedang di hadang oleh 4 Komandan Goblin dan salah satu diantara para petualang itu adalah Nina.
"Nina!" teriakku memanggil namanya.
__ADS_1
#Sangkyuuuu
Jangan lupa like ya