
Happy Reading
Kalau kalian suka like ya, karena like itu gratis.
Gak ada ruginya kalau kalian like wkwk.
"Ahh, kanyangnya..." Aku merasa puas dengan makanannya.
Setelah aku selesai menyantap makanannya, Bu Ana segera bertanya padaku.
"Apa yang terjadi dengan tangan kirimu?" tanya Bu Ana yang melihat tangan kiriku tidak ada.
"Aku menghancurkannya," jawabku cepat.
"Ya, aku yang menghancurkannya. Tapi saat aku dikendalikan oleh Aura kegelapan," batinku.
"Kenapa kau mengahancurkannya? Bukankah—"
"Untuk bertahan hidup, itu saja." Aku memotong pembicaraannya.
"Pasti ada sesuatu yang tidak mau dia ceritakan. Aku tidak akan memaksanya untuk menceritakannya padaku," pikir Bu Ana.
"Aku tidak akan menanyakannya lebih lanjut tentang itu. Aku akan mengubah pertanyaanku."
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Nina? Kenapa dia belum kembali?" tanya Bu Ana karena khawatir dengan keadaan Nina yang sampai sekarang belum kembali.
"Dia..." Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Entah kenapa aku sulit sekali mengatakannya.
"Dia kenapa?" tanya kembali Bu Ana karena khawatir dengan apa yang terjadi pada Nina.
"Dia terbunuh oleh Komandan Goblin," jawabku dengan bersusah payah mengatakannya.
Bu Ana terkejut mendengar kabar tersebut.
"Ibu turut berduka cita atas kematian Nina."
"Ya, terima kasih Bu Ana."
"Sebaiknya aku tinggalkan dia sendiri, saat ini dia sedang sedih dengan kematian Nina," pikir Bu Ana.
Bu Ana kemudian pergi meninggalakanku dari tempat itu.
Aku mengingat kembali kata terakhir yang dikatakan oleh Nina.
"Aku tidak terlalu mengerti maksud perkataannya. Aku belum tau apapun tentang hal itu, tapi mengapa aku menjawab seperti itu?" pikiranku bergejolak.
"Ah, sudahlah. Sekarang aku harus mulai mencari cara untuk menghidupkan Nina kembali," Aku menenangkan diriku.
"System, apa ada cara untuk menghidupkan seseorang yang telah mati di dunia ini?" tanyaku kepada system.
__ADS_1
"System sedang mencari informasi... Membutuhkan 10.000 Ps untuk melanjutkan]"
"Baik, tidak apa-apa. Gunakan saja," jawabku.
"[System membutuhkan waktu 2 hari untuk mencari informasi]"
"Ternyata cukup lama. Aku harus menunggunya."
"Untuk sekarang aku harus mengalahkan Pasukan goblin itu besok agar aku dapat memperoleh psku kembali."
Aku memikirkankan cara untuk mengalahkan pasukan goblin besok. Aku memikirkan cukup lama dan akhirnya mendapatkan caranya.
"Untuk sementara aku tidak akan menggunakan pedang Sword Of Darkness lagi. Pedang itu ternyata sangat berbahaya bagiku."
"Tapi untuk sekarang aku ingin mencari tahu solusi apa yang diberikan kepala guild untuk masyarakat disini."
"Seharusnya dia menyuruh masyarakat disini untuk pergi dari kota dan mengungsi karena petualang yang hidup sekarang dibawah seratus."
Kemudian aku pergi ke Guild petualang untuk menemui kepala guild dan menanyakan tentang rencananya untuk mengalahkan pasukan goblin.
Di Ruang kepala Guild
Kepala Guild sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang ini. Seharusnya bantuan dari kota Charmila sudah datang tapi tidak ada kabar dari bawahannya.
Dia berjalan mondar-mandir dengan pikiran yang kacau.
"Apa yang harus aku lakukan!? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan bawahanku? Seharusnya dia sudah kembali."
"Kota ini sekarang hanya mempunyai 80 petualang saja, itu tidak akan mungkin bisa mengatasi pasukan goblin dengan jumlah sebanyak itu."
Kepala guild memutuskan untuk memberitahu masyarakat untuk pergi dari kota ini. kemudian dia memanggil bawahnnya untuk mengabarkannya.
Tapi ternyata bukan bawahannya yang datang menemuinya.
"Siapa kamu? Dimana bawahanku?" tanya kepala Guild terkejut melihat seorang wanita masuk keruangannya.
Tiba-tiba wanita itu memberikan aura tindasan pada kepala guild sehingga tidak bisa bergerak.
"Dia sangat kuat! Aku tidak bisa bergerak karena aura tindasannya!" Kepala guild menggertakan giginya.
Wanita itu kemudian mendekat kepada kepala guild dan mulai berbicara dengannya.
"Apa kamu kepala guild di kota ini?" tanya wanita itu.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?!"
Wanita itu kemudian memperkenalkan dirinya, "Aku tidak akan memberitahu namaku tapi aku akan memberitahu statusku. Aku adalah salah satu komandan pasukan Raja Iblis."
Mendengar hal itu, kepala guild menjadi berkeringat karena ketakutan. Bagaimana bisa Komandan Pasukan Raja Iblis ada disini? Apa yang mereka rencanakan disini? Pertanyaan itulah yang terus muncul di pikiran kepala guild.
__ADS_1
"Untuk apa komandan pasukan iblis sepertimu berada di kota ini? Apa yang kamu rencanakan?" Kepala guild memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku ingin menghancurkan kota ini dan membunuh manusia di sini. Tapi aku tidak akan melakukannya dengan tanganku sendiri. Aku hanya mengirim goblin-goblin itu untuk melakukannya."
"Selain itu, aku tidak ingin ada manusia di kota ini yang berhasil lolos, hahahaha." Komandan pasukan Raja Iblis tertawa.
"Jadi untuk sementara, aku yang akan menggantikanmu menjadi kepala guild." Dia mengubah dirinya menyerupai kepala guild.
Dia membuka sebuah sihir ruang dan melemparkan kepala guild ke dalamnya.
"Tidak, apa yang kau lakukan!"
"Sekarang diamlah dan masuklah kedalam!"
Tok! Tok! Tok!
Dari pintu ruangan kepala guild terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!" Kepala guild(Palsu) memerintahkannya masuk.
Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan itu.Mereka adalah anggota party Putri Salju. Karena salah satu dari mereka terbunuh, jumlahnya sekarang hanya 3 orang.
"Ada apa kalian kemari?"
"Kepala guild! Kita harus menyuruh warga disini untuk mengungsi! Kita sekarang hanya memiliki puluhan petualang. Kita tidak mungkin bisa mempertahankan kota ini!" ucap Celine dengan suara yang keras.
"Tidak, itu tidak perlu. Besok pagi bantuan akan datang dan mereka berjumlah 1000 petualang dengan Rank A. Kita masih bisa menang melawan pasukan goblin itu." Kepala guild berbohong.
"Kau hanya bilang bantuan segera datang! Bantuan segera datang! Apa buktinya?! Bahkan sampai sekarang mereka tidak perbah datang!" Celine membentak kepala guild.
Teman anggota partynya menenangkan Celine, "Tunggu Celine! Tenanglah! Jangan marah-marah disini!"
"Tapi dia hanya mengatakan omong saja! Tidak ada buktinya bantuan akan datang!" Celine tetap membentak kepala guild.
"Sudah kubilang! Besok pagi mereka akan datang!" Bentakan kepala guild membuat mereka terdiam.
"Sial! Manusia ini berani membentakku!" pikir kepala guild kesal.
"Kalian keluar sekarang!" Kepala guild mengusir mereka keluar.
Merekapun keluar dari Rungan kepala guild dengan raut wajah yang kesal.
"Sial! Kenapa kepala guild malah mengusirku!" ucap Celine kesal.
"Mungkin dia sedang banyak pikiran karena penyerangan ini," Temannya menenagkan Celine.
"Tapi aku curiga ada sesuatu yang terjadi dengan kepala guild? Ini pertama kalinya dia bersikap seperti itu," ucap Celine mencurigai sesuatu.
Sementara itu aku sedang menuju ke Guild petualang dan sudah sampai di depan. Aku segera masuk ke dalam dan kemudian menjumpai Party Putri Salju.
__ADS_1
"Hey! Kenapa kamu disini?! Mau apa kamu disini?!" tanya Celine dengan raut wajah kesal.
"Aku hanya ingin bertemu kepala guild, itu saja." jawabku. Kemudian aku langsung meninggalkan mereka dan segera memasuki ruangan Kepala Guild.