
Ratusan ribu goblin sedang terlihat mendekati kota Argo. Para petualang sudah memposisikan dirinya untuk melawan goblin itu. Semua potion mereka hampir habis karena serangan yang sebelumnya. Sebenarnya jika aku tidak memulihkan Hp mereka, potion mereka akan habis tidak tersisa. Walaupun potion mereka hanya tinggal sedikit, mereka tetap yakin bahwa mereka akan menang melawan goblin itu, karena bantuan dari party terkuat kota kitu.
Ratusan ribu goblin semakin dekat dengan kota, para petualang regu Archer dan Mage mempersiapkan serangan mereka.
"Siapkan panah kalian.......tembak!!!"
Ribuan panah terlepas dari busur mereka dan mengarah ke goblin itu. Ribuan panah terjatuh seperti hujan yang menghantam daratan. Goblin biasa yang terkena panah itu berteriak kesakitan dan terbunuh sedangkan goblin elit dapat menahan serangan panah itu dengan perisai mereka. Goblin elit memili level yang lebih tinggi dari goblin biasa dan dengan perlengkapan yang lebih kuat. Goblin biasa hanya membawa satu senjata saja dan tanpa perlengkapan sedangkan goblin elit memiliki satu senjata dan perisai di tangannya bahkan sampai memiliki zirah di tubuhnya.
Grroooooowwwww......grrrrrrroooo......
Setelah regu Archer menyerang para goblin itu, regu Mage kembali mempersiapkan sihir gabungan mereka. Mereka merapalkan sihir serangan yang cukup lama karena harus berkonsentrasi menjaga sihir itu agar tidak gagal. Jika mereka satu dari mereka saja gagal berkonsentrasi sihir gabungan itu akan gagal. Sihir yang sedang mereka lakukan berbeda dengan serangan yang pertama tadi.
"Kalian arahkan serangan ke goblin elit itu!!!!"
"Baik!!"
"Lightening Thunder!!! teriak petualang Mage mengarahkan sihirnya.
Serangan sihir di lepaskan kearah goblin-goblin elit. Sihir itu membuat langit menjafi gelao dan dari atas langit tiba-tiba kilatan petir menyambar ke kerumunan goblin elit. Walaupun goblin elit mempunyai perlengkapan yang lebih dari goblin biasa, tetap saja terbunuh oleh serangan sihir itu.
Seperempat goblin elit berhasil terbunuh oleh sambaran petir itu.
Setelah beberapa detik kilat petir menyambar, langit kembali terang. Semua regu mage terjatuh ke tanah karena menguras banyak mana dan stamina mereka. Kecuali Nina karena tongkat sihirnya dapat menghemat penggunaan mana 20%.
"Ahh ini sangat melelahkan!"
"Ya tenaga sudah tidak ada yang tersisa lagi!"
"Tapi kita juga sudah membunuh banyak goblin itu, jadi petualang yang lain tidak akan kesulitan lagi."
Regu petalang Mage itu mengeluh kelelahan karena telah menggunakan sihir gabungan yang kuat itu. Kemudian mereka melihat salah satu dari mereka masih berdiri setelah menggunakan sihir itu.
"Bagaimana bisa dia masih berdiri setelah kita mengeluarkan sihir itu?!"
"Kita semua tidak dapat berdiri setelah menggunakan sihir itu, tapi dia bahkan tidak kelihatan lelah sedikitpun!"
"Apa mungkin karena tongkat sihir yang dia gunakan? Aku baru pertama kali melihat tongkat sihir itu."
"Sepertinya benar, aku juga baru pertama kali melihat tongkat sihir seperti itu."
Mereka terkejut padanya dan mulai bertanya-tanya pada petulang lainnya.
Kemudian anggota party Putri Es datang setelah mendapat perintah dari guild dan bergabung dengan petualang lainnya.
Semua petualang menjadi lebih bersemangat karena kedatangan mereka.
"Woah mereka datang, aku ingin melihat kekuatan mereka," pikirku yang sedang melihat dari benteng kota.
Aku menggunakan skill identifikasi pada anggota party Putri Es.
[Nama : Celine
Ras : Manusia
Umur : 18
Job : Sword Mage
Title : Putri Es
[Level : 56
Hp : 68.000
Mana : 48.000
Stamina : 360
Power : 675
Attack : 480
Agility : 345
Defense : 475
Int : 275
Skill :
Gelombang Es : Mengeluarkan gelombang yang dapat membekukan area disekitarnya.
-----------------------
[Nama : Andi
Ras : Manusia
__ADS_1
Umur : 22
Job : Summoners
[Level : 50
Hp : 54.000
Mana : 40.000
Stamina : 320
Power : 550
Attack : 450
Agility : 250
Defense : 350
Int : 250
Skill : ?
--------------------------
[Nama : Irwan
Ras : Manusia
Umur : 22
Job : Mage
[Level : 52
Hp : 40.000
Mana : 50.000
Stamina : 325
Power : 650
Attack : 525
Agility : 200
Int : 300
Skill : ?
-------------------------
[Nama : Sanji
Ras : Manusia
Umur : 24
Job : Warrior
[Level : 54
Hp : 80.000
Mana : 30.000
Stamina : 400
Power : 450
Attack : 370
Agility : 250
Defense : 600
Int : 200
Skill : ?
-----------------------
"Ohhh, Putri Es itu sudah naik level...terakhir kali aku melihatnya hanya berada level 54."
"Level anggota lainnya juga hampir setara dengannya. Tapi aku penasaran dengan summoners itu. Aku ingin tahu apa monster apa yang akan dia panggil."
__ADS_1
Salah satu anggota Party Putri Es yang melihat regu petualang mage kelelahan menyuruh mereka untuk beristirahat.
"Kalian beristirahatlah...serahkan sisanya pada kami," ucap Andi.
"Ya! Kalian istirahat saja! Biar kami saja yang urus mereka hahaha," ucap Sanji.
"Ahh baik..."
Para goblin hampir mendekati para petualang. Party Putri Es memimpin para petualang menggantikan pemimpin yang lama. Mereka mempersiapkan senjatanya untuk menyerang goblin tersebut.
Celine membuka segel pedang miliknya dan membuat aura di sekitarnya menjadi dingin. Para petualang yang dibelakangnya ikut merasa kedinginan dengan aura tersebut. Kemuimdian seorang Mage anggota Party menggunakan sihirnya untuk menghangatkan para petualang.
Pedang yang digunakan Celine adalah pedang yang dibuat dari kulit Naga Es. Pedang ini diberikan oleh keluarganya untuk Celine agar menjadi petualang yang kuat.
Saat ini Celine belum dapat menggunakan semua potensi kekuatan dari pedang itu karena dapat kehilangan kendali dan membekukan sekitarnya.
Kemudian Andi mulai memanggil monster yang dijinakinya.
"Summon!"
Seekor monster serigala perak dengan level yang cukup besar keluar dari lingkaran sihirnya.
[Serigala Perak
Level : 45
Hp : 120.000
Mp : 30.000
Power : 750
Attack : 500
Agility : 180
Defense : 175
Int : 50
Skill : ?
"Auuuummmmm." Monster serigala itu mengaum.
Monster goblin semakin dekat dan anggota party Putri Es mulai maju untuk menyerang mereka diikuti oleh petualang di belakangnya.
"Seraang!!"
"Yaaaaaa!!!!" teriak petualang.
Pertempuran sudah terjadi. Celine dan juga Sanji menerobos ke kerumunan goblin itu. Mereka mengincar goblin-goblin elit untuk dibunuh karena goblin itu lebih kuat dari goblin biasa. Sedangkan goblin biasa diserahkan ke petualang lain.
"Fire Exploison!" Irwan menggunakan sihirnya untuk meledakan goblin-goblin elit.
Ribuan goblin terbunuh oleh ledakan sihir itu.
"Aku harus menghemat manaku. Sihir ini akan aku gunakan lagi nanti karena ini menguras banyak mana," pikir Irwan.
"Gelombang es!!" Celine membekukan goblin-goblin elit.
"Sekarang serang mereka Sanji!" teriak Celine.
"Baik! Serahkan saja padaku!" jawab Sanji.
Senjata yang digunakan Sanji adalah sebuah Kapak yang sangat besar. Dia memutar kapaknya menebas goblin-goblin elit yang membeku.
"Hora hora hora!" teriak Sanji dengan memutar-mutar kapak besarnya.
Ribuan goblin elit tertebas oleh kapak itu.
Sementara itu petualang yang lain mulai menyerang goblin biasa dengan dibantu monster serigala perak milik Andi.
Monster serigala perak menerkam dan menggunakan cakarnya pada goblin-goblin itu. monster serigala perak memasuki kerumunan goblin itu dan diikuti oleh petualang lain di belakangnya.
Clang....clang.....clang.....
Benturan senjata goblin dengan para petualang terdengar cukup keras.
Slash....slash......slash....
Para petualang menebas goblin-goblin itu.
Tiba-tiba Monster serigala perak mengaum dan mengeluarkan gelombang yang membunuh goblin itu dan membuka jalan lebar untuk lebih masuk kedalam kerumunan goblin. Para petualang terus mengikuti kerumunan goblin dengan Monster serigala perak itu.
Pertempuran telah terjadi selama setengah jam. Setengah pasukan goblin telah terbunuh oleh para petualang sedangkan seperlima dari petualang tewas karena sudah tidak memiliki potion lagi.
#Sangkyuuu
__ADS_1
Jangan lupa like ya
Votenya juga