
Keesokan paginya aku terbangun dari tidurku dan segera berdiri untuk melihat sekitar. Tidak ada apapun selain diriku di tempat ini. Hanya terdapat cekungan yang sangat besar dan aku berada di dalamnya.
"Apa aku tidak mati? Seharusnya Raja Goblin membunuhku sewaktu aku pingsan," batinku.
"Apa karena aku yang terlalu berpikiran tinggi terhadap kekuatan Raja Goblin yang bisa kabur dari gelombang penghancur itu?"
Aku kemudian melihat layar statusku dan mengecek Quest yang telah diberikan oleh system.
Aku terkejut setelah tidak sengaja melihat statusku. Statusku telah naik menjadi 150 hanya dengan membunuh Pasukan goblin.
"Aku benar-benar tidak menyangka."
Kemudian dilanjut melihat Questnya. Quest membunuh pasukan goblin telah selesai dan hadiahnya sudah masuk kedalam inventory. Sementara Quest membunuh Raja Goblin belum berhasil.
"Quest ini belum selesai, artinya Raja Goblin masih hidup. Aku harus mencarinya sebelum pergi ke desa Chimera untuk menemui Bu Ana."
Aku keluar dari dalam cekungan itu dan melihat-lihat sekitar untuk mencari keberadaan Raja Goblin.
Di tempat itu aku tidak melihat Raja Goblin dimanapun. Kemudian Mataku tertuju ke arah Hutan Dark Forest. Aku menduga kalau Raja Goblin kembali ke sarangnya.
"Hehe, aku datang!" teriakku.
Karena manaku telah pulih kembali dan semakin banyak karena telah banyak naik level, aku tidak peduli lagi dengan kehabisan mana. Aku menggunakan Skill teleport untuk menuju sarangnya.
Dalam sekejap aku telah sampai di depan goa sarang dari Raja Goblin dan pasukannya sebelumnya.
Tanpa berlama-lama aku masuk kedalam goa tersebut dan tidak lama kemudian aku berada di depan sihir ruang.
Aku berhenti sekejap karena lupa untuk mendeteksi keberadaan Raja Goblin. Aku menggunakan Skill detektor untuk mendeteksinya dan kemudian terlihat keberadaan Raja Goblin tetapi dia tidak sendirian, ada seseorang ataupun monster yang bersamanya.
"Siapa dia? Apa dia Ras iblis yang telah merencanakan semua ini? Aku harus membunuhnya juga, kalau tidak dia akan terus mengincarku karena telah mengganggalkan rencananya."
"Tetapi waktu itu system mendeteksi kalau Ras iblis itu sangat kuat. Apa aku akan tetap masuk? Ahh sudahlah, lagian aku masih bisa berteleport jika keadaannya mendesak," batinku. Kemudian aku langsung masuk ke dalam ruang sihir tersebut.
Sementara di dalam sihir ruang tersebut sudah ada Komandan Pasukan Raja Iblis yang sedang memarahi Raja Goblin bahkan sampai menghukumnya.
"Apa yang telah kau perbuat! Kau tidak berhasil menjalankan rencanaku! Karena kau aku akan dihukum oleh Tuan Raja Iblis!" Dia memukul Raja Goblin dengan kuat hingga terpental dan menabrak dinding.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan kota itu? Mengapa kota itu hancur? Apa itu perbuatanmu?" tanya Komandan Pasukan Raja Iblis dengan emosi yang meledak-ledak.
"Maaf tuan komandan, aku benar-benar tidak tahu... sewaktu aku sedang mencari seorang manusia yang kabur dariku, tiba-tiba dari tengaj kota muncul sebuah gelombang dan gelombang itu menyapu bersih seluruh isi kota, bahkan pasukanku ikut musnah karena gelombang itu," jawab Raja Goblin menjelaskan.
"Manusia?"
"Ya benar, mungkin itu karena perbuatannya..."
"Manusia ya? Sepertinya dia yang telah melakukannya. Seharusnya aku langsung membunuhnya ketika dia masuk keruangan itu. Karena aku tidak berhasil membunuhnya, semua rencanaku kacau."
"Terima kasih telah menjawab pertanyaanku."
Raja Goblin menjadi senang setelah mendengar ith. Tetapi kesenangan itu berakhir, tiba-tiba Komandan Goblin melanjutkan perkataannya.
"Tapi kau harus mati!" Dia menyerang Raja Goblin tetapi kemudian aku datang dan berteriak agar dia menghentiknnya.
"Berhenti kau!" Aku turun ke bawah dan mendekati mereka.
"Apa manusia ini yang kau maksud?" tanya Komandan Pasukan Raja Iblis kepada Raja Goblin.
"Ya, dia orangnya."
"Bagaimana kau tahu kalau aku yang mengikutimu malam itu? Aku sudah menyembunyikan hawa keberadaanku dengan baik," tanya Komandan Pasukan Raja Iblis.
"Itu tidak penting! Sebelumnya kau ingin membunuhku, tetapi sekarang aku yang akan membunuhmu!"
"Itu kalau kau mampu mengalahkanku!"
Pertarungan yang sengit terjadi antara keduanya. Pertarungan itu sampai membuat tempat itu bergetar karena benturan kekuatan dianatara keduanya.
Bahkan Raja Goblin yang sebelumnya arogan kepadaku menjadi ketakutan. Dia kemudian bersembunyi diantara celah tempat itu agar tidak terkena imbas dari pertempuran itu.
Dia ingin keluar dari tempat itu, tetapi tidak mungkin. Karena jika ingin keluar, harus melewati pertarungan keduannya.
Dia memutuskan untuk tidak pergi dari tempat itu karena walaupun dia pergi Komandan Pasukan Raja Iblis akan mencari dan membunuhnya.
Jika Komandan Pasukan Raja Iblis kalah dalam pertarungan itu, aku yang akan membunuhnya. Hal itu membuat Raja Giblin pasrah akan hidupnya.
__ADS_1
Dia juga terkejut melihat kekuatanku yang seimbang melawan Koamandan Pasukan Raja Iblis. Sebelumnya, bahkan tidak bisa berkutik melawan Raja Goblin tetapi sekarang sangat berbeda.
"Kau cukup kuat! Tapi ini tidak cukup untuk mengalahkanku!" Komandan Pasukan Raja Iblis berhasil memukulku hingga tubuhku terpental dan membentur dinding hingga berlubang.
Boom!
"Ini tidak terlalu sakit. Apa karena levelku yang sudah naik cukup banyak sebelumnya?" batinku bertanya-tanya.
Aku bangkit dan kemudian langsung melesat dengan cepat dan menyerangnya. Tetapi seranganku berhasil dihindarinya. Kemudian aku mempercepat seranganku hingga akhirnya berhasil mengenainya.
Boom!
Aku memukulnya dengan sangat kuat bahkan sampai beberapa tulang ditanganku patah karena memukulnya.
"Tubuhnya keras sekali!" ucapku sembari menggunakan Skill penyembuhanku.
"Kau juga cukup kuat, tetapi juga seperti yang kau katakan tadi padaku. Kau tidak bisa mengalahkanku!" ucapku meremehkannya.
Merasa diremehkan, Komandan Pasukan Raja Iblis mengeluarkan senjatanya yaitu sebuah pecut dan langsung mengarahkannya padaku.
Karena aku lengah, kakiku berhasil terlilit olehnya. Dia langsung manarikku dan langsung membantingku di tanah beberapa kali.
"Jangan meremehkanku!" jelasnya.
"Kau sebelumnya meremehkanku, tetapi aku tidak boleh meremehkanmu. Sebenarnya apaaumu?" Sambil mengatakan itu aku melepaskan diri dari lilitan itu dengan menggunakan gelombang penghancur. Tetapi pecut itu tidak hancur setelah terkena gelombang tersebut, namun aku bisa terlepas dari lilitannya.
"Kau orang pertama yang berhasil lepas dari senjataku ini. Tapi tidak akan terjadi untuk kedua kalinya!" Dia kembali mengarahkannya padaku tetapi aku dapat menghindarinya dengan mudah.
"Yang kau katakan benar, itu tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya. Serangmu terlalu lambat jika menggunakan senjata itu," jelasku.
Aku mengeluarkan pedang Sword Of Darkness dari Inventoryku. Aura kegelapan pedangnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Komandan Pasukan Raja Goblin terkejut melihat pedang tersebut. Dia tahu kalau pedang itu adalah pedang Sword Of Darkness yang telah lama hilang.
"Bagaimana bisa pedang itu ada padamu?" tanyanya dengan ekspres terkejut masih terlihat pada wajahnya.
"Oh, kau tahu tentang pedang ini? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanyaku.
__ADS_1
"Itu karena Aura yang dikeluarkan dari pedang itu seperti Aura dari Raja Naga Kegelapan!" jawabnya.
"Dia tahu kalau pedang ini adalah pedang Sword Of Darkness. Aku berharap dia tidak tahu kalau pedang ini belum sepenuhnya diperbaiki," batinku.