
"Identifikasi!"
[Raja Goblin
Level : 105
Hp : 550.000/550.000
Mana : 200.000/200.000
Power : 2500
Attack : 2250
Agility : 600
Defense : 1200
Int : 250
Skill : ?
Layar status dari Raja Goblin muncul. Tetapi Aku tidak terlalu terkejut setelah melihat levelnya karena hanya berbeda sedikit saja denganku jadi itu tidak terlalu membahayakan keselamatanku.
Akan tetapi semua itu hanyalah sebuah pemikiran apabila Raja Goblin melawanku sendirian. Dengan jumlah pasukannya yang memenuhi seluruh isi kota tidak mungkin mereka tidak menyerangku. Itu akan sangat mengganggu pertarunganku dengan Raja Goblin.
"Sepertinya aku akan tetap melakukan rencana itu." Aku kemudiam melihat bangunan di sekelilingku.
Seluruh bangunan di kota Argo sudah rusak parah oleh pasukan goblin itu. Jika mereka ingin mengembalikan keadaan kota seperti semula akan sangat sulit melakukannya. Hanya ada satu cara untuk melakukannya yaitu mereka harus membangun kembali kota dari awal lagi.
Maka dari itu, aku berencana akan meratakan seluruh isi kota dengan Skill Gelombang Penghancur milikku agar memudahkan mereka membangun kembali kota itu.
"Apa aku akan menjadi buronan setelah menghancurkan kota ini? Jika hal itu terjadi akan sangat merepotkan untukku."
"Tetapi karena tidak ada saksi mata yang melihatnya tidak mungkin mereka tahu tentangku. Mereka akan berpikir kalau kota ini hancur karena pasukan goblin itu."
Aku sedikit memikirkan akibat yang terjadi setelah menghancurkan kota itu.
Tetapi karena sangat luasnya wilayah kota tersebut, dibutuhkan mana yang sangat besar untuk menggunakan Skill itu.
Aku tidak tahu berapa jumlah mana yang dibutuhkan untuk meratakan seluruh isi kota. Tetapi aku memiliki keyakinan kalau jumlah manaku saat ini sudah cukup.
__ADS_1
"Sekarang aku harus mencari titik tengah kota ini agar kota ini hancur dengan sempurna tanpa menyisakan satupun pasukan goblin."
Tetapi rencana tersebut tidak berjalan dengan lancar. Saat aku hendak pergi meninggalkan Raja Goblin untuk mencari titik tengah kota, tiba-tiba dalam sekejap Raja Goblin tepat berada di depanku. Aku merasa terkejut dengan kemunculannya yang sangat cepat.
Tetapi Raja Goblin tidak langsung menyerangku. Dia hanya mengahalangiku agar tidak pergi dari tempat itu. Dia sepertinya tahu kalau aku akan meninggalkannya. Oleh karena itu, aku tidak bisa pergi dan mencari titik tengah kota itu.
Setelah beberapa saat Raja Goblin langsung menyerangku dengan sangat cepat, tetapi serangan itu masih dapat aku hindari.
"Rupanya ini tidak semudah yang kupikirkan! Untuk sekaranga aku harus mencari cara untuk menajauj dari Raja Goblin," gumamku dengan sedikit kesal.
"Kalau aku menggunakan Skill Teleport, dibutuhkan mana yang cukup banyak. Aku khawatir kalau manaku tidak akan cukup jika langsung menggunakan Skill itu."
"Aku juga masih memiliki Skill Recovery untuk memulihkan jumlah manaku tetapi aku juga khawatir kalau Raja Goblin tidak akan mati oleh Skill gelombang pengahancurku karena dia pasti akan keluar dari kota bila terdapat bahaya yang mengancamnya."
"Sementara itu, aku tidak tahu apa yang terjadi jika jumlah manaku mencapai Nol. Aku hanya mengira-ngira kalau itu terjadi aku akan pingsan."
Sembari memikirkan hal itu, Aku menyerang balik Raja Goblin dengan sangat cepat, tetapi Raja Goblin terlihat sepeti tidak terkena seranganku sedikitpun. Aku merasa kecepatanku seranganku menjadi lebih lambat saat hampir menyerangnya
"Bagaimana bisa seranganku menjadi lambat saat hampir menyerangnya?" tanyaku dengan sangat kesal.
"Rasakan ini!"
"Fiuhh...Ini sama saja! Aku tidak bisa melukainya sedikitpun!" ucapku kesal.
"Kekeke... manusia rendahan! Seranganmu tidak akan mengenaiku." Raja Goblin tertawa senang melihatku berusaha menyerangnya tanpa hasil apapun.
"Sepertinya ada sesuatu yang membuat pergerakanku melambat di sekitar goblin itu? Apa itu skill dari Raja Goblin?"
Saat aku sedang memikirkan tentang hal itu, dengan tiba-tiba Raja Goblin berada satu meter di depanku dan dia langsung menyerangku dengan kuat.
Boomm!
Serangan itu membuatku terpental ke bawah dan menghancurkan bangunan di bawahnya hingga menembus dan membuat lubang yang sangat besar di tanah bangunannya.
"Guh! Sakit sekali!" Darah keluar begitu banyak dari mulutku.
"Andai saja Skill One Hit ku tidak Coldown, pasti aku akan langsung menggunakannya," batinku.
"Aku juga tidak akan terluka seperti ini jika menggunakannya."
Aku menyembuhkan lukaku dan kemudian bangkit kembali dan melihat kearah Raja Goblin yang sedang merasa senang karena berhasil menyerangku.
__ADS_1
"Kekeke, manusia sepertinya kau cukup kuat karena masih bisa berdiri setelah mendapat serangan dariku," ucap Raja Goblin dengan tertawa senang.
"Itu bukan seberapa, aku tidak akan mati hanya karena serangan selemah ini," jawabku meremehkan serangan dari Raja Goblin.
Pasukan Goblin yang berada disekitarku langsung memasuki bangunan tersebut. Mereka hendak menyerangku tetapi Raja Goblin menghentikanya.
"Hentikan itu! Biar Sang Raja ini saja yang melakukannya," ucap Raja Goblin kepada bawahannya dengan bahasa goblin.
Pasukan Goblin berhenti mendekat setelah mendengar perkataan Raja Goblin tersebut. Sementara Raja Goblin perlahan berjalan mendekatiku.
"Hoo, kau menghentikan bawahanmu itu? Apa kau ingin mengalahkanku satu lawan satu?" tanyaku dengan berdiri tegak mengahdap Raja Goblin yang sedang berjalan.
"Aku hanya ingin menghancurkan tubuhmu saja. Aku tidak akan membiarkanmu mati oleh bawanku!" jawab Raja Goblin sambil berjalan.
Jarak Raja Goblin denganku samakin dekat. Hal itu membuat ketegangan terjadi diantara Pasukan Goblin. Mereka khawatir jika Raja Mereka akan terluka olehku.
Tetapi mereka kemudian kembali tenang dan percaya dengan kekuatan Raja Mereka. Raja Mereka tidak mungkin kalah dengan siapapun, apalagi itu hanya manusia saja. Hal itu yang dirasakan pasukan goblin.
"Walaupun mereka tidak memiliki kecerdasan, entah kenapa mereka mau mendengarkan perintah dari Raja Goblin. Apa mereka takut dengannya sehingga tidak berani membantahnya?" pikirku.
Setelah jarak Raja Goblin hanya satu meter di didepanku, kemudian aku berkata, "Kau tidak bisa membunuhku! Kita akan bertemu kembali! Saat itu akulah yang akan membunuhmu!" Setelah mengatakan itu Aku hilang dari pandangan Raja Goblin dan pasukannya.
Hal itu membuat Raja Goblin terkejut. Dimana manusia itu? Bagaimana dia bisa menghilang? Pertanyaan itu muncul dipikiran Raja Goblin.
Dia memerintahkan bawahannya untuk mencariku di sekitar bangunan tersebut, tetapi tidak dapat menemukannya.
Kemudian Raja Goblin pergi dari bangunan itu dan melanjutkan menacariku di tempat yang lain dengan menghancurkan bangunan-bangunan yang dilihatnya.
Sementara itu, aku masih tetap berada di dalam bangunan itu tanpa bergerak sedikitpun.
"Fiuhhh, untung saja aku ingat kalau topeng ini dapat menghilangkan hawa keberadanku. Tetapi aku baru tahu kalau itu juga bisa membuat tubuhku tidak terlihat oleh Raja Goblin." Aku bernafas dengan lega setelah Raja Goblin pergi.
Kemudian aku langsung pergi dan mencari titik tengah kota tersebut. Tidak butuh waktu yang lama, aku berhasil menemukan titik tengah kota tersebut. Itu adalah sebuah menara yang menjulang tinggi keatas. Menara itu adalah bangunan tertinggi yang ada di kota tersebut.
Aku berdiri pucuk menara tersebut dan melihat seluruh kota yang telah dipenuhi oleh pasukan goblin.
"Baiklah, ini akan segera selesai!"
Awokowoko!
__ADS_1