Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 30 : Gelombang kedua


__ADS_3

Para petualang yang melihat lingkaran sihir dibawah mereka terkejut.


"Apa ini!"


"Wah lukaku sembuh..."


"Aku juga, Hp ku pulih kembali..."


Para petualang merasa senang karena luka dan Hp mereka pulih setelah adanya lingkaran sihir itu.


"Tapi siapa yang melakukannya?"


Pertanyaan ini membuat para petualang kebingungan.


Setelah aku menggunakan skill Heal wave yang ditingkatkan 100 × itu, aku kembali mendekat ke arah kepala guild dan mulai bertanya tentang suatu hal.


"Apa! Bagaimana kamu melakukan itu?!"


"Tidak mungkin seorang healer dapat menggunakan Heal seluas itu!" Kepala guild terkejut dengan skillku.


"Ya ini semua berkat system. Tapi aku menggunakan banyak Ps untuk itu."


"Aku sudah memberi bantuan yang ku janjikan. Lihatlah para petualang itu, aku telah menyembuhkan luka mereka. Sekarang kamu harus menjawab pertanyaanku."


"Baiklah... apa yang akan kamu tanyakan?"


"Ceritakan tentang hutan Dark Forest yang kamu ketahui, kalau kamu tidak mau menjawabnya aku akan bertanya yang lain saja."


"Aku akan menceritakannya."


"Hutan Dark Forest adalah hutan yang terletak di sebelah timur kota—"


"Kenapa kau menceritakannya dari awal...aku hanya ingin cerita yang penting saja." Aku memotong cerita kepala guild.


"Ahh baiklah."


"Hutan Dark Forest adalah hutan terdapat banyak monster. Monster di hutan itu hanya monster berlevel rendah. Banyak petualang yang Leveling di hutan itu. Tapi mereka hanya masuk sedikit saja di hutan itu, karena ada cerita dari seorang petualang yang pernah masuk kesana bahwa, jauh di dalam hutan itu ada monster penjaga hutan yang Levelnya sangat tinggi." Kepala guild bercerita.


"Apa ada lagi sesuatu yang penting tentang hutan itu?"


"Tidak ada, aku sudah menceritakan semua yang kutau," jawab kepala guild.


"Baik, terima kasih sudah mau menceritakannya."


"Sekarang kamu urus para petualang itu untuk mengalahkan ratusan ribu goblin yang akan datang."


"Mungkin setelah itu Raja goblin akan mengerahkan semua pasukannya."


"Tunggu! Raja Goblin? Apa para goblin itu dipimpin oleh Raja Goblin?!" Kepala guild terkejut.


"Ahhh..sepertinya aku keceplosan."


"Ya, Raja Goblin yang menginginkan menghancurkan kota manusia."


"Bagaimana kamu tahu itu?" tanya kepala guild penasaran.


"Apa aku harus memberitahunya?"


Setelah memikirkan beberapa saat, aku memberitahunya.


"Aku beritahu saja...dia tidak akan percaya pada seorang healer."


"Karena aku pernah bertemu dengannya di hutan Dark Forest."


"Bagaimana bisa seorang healer dapat bertemu dengan Raja Goblin dan kabur darinya...aku tidak percaya itu," ucap kepala guild.

__ADS_1


"Ya, aku tidak mungkin mempercayai perkataan seorang healer. Dia pasti hanya menebak dari jumlah pasukan goblin yang menyerang saja," pikir kepala guild.


Saat aku masih mengobrol dengan kepala guild, datang empat orang petualang, mereka adalah Party Putri Es.


"Maaf kepala guild, kami datang terlambat," ucap Celina.


"Ya...aku juga tidak menyangka kota ini akan diserang puluhan ribu goblin," ucap seorang Warrior anggota party Putri Es.


"Ya tidak apa-apa, kalian juga baru kembali dari sebuah Quest...tapi untungnya kalian kembali begitu cepat dan membantu mengalahkan goblin itu, kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi pada para petualang maupun kota ini," ucap kepala guild.


Tiba-tiba Celine bertanya pada kepala guild tentangku.


"Tunggu! Kenapa dia ada disini?" tanya Celine


"Ahh dia tadi mengobrol denganku disini."


"Untuk apa kepala guild mengobrol dengannya? Dia hanya seorang healer."


"Dan kau! Kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu harus membantu petualang yang terluka itu."


Celine terus menerus bertanya tentangku.


"Ku kira dia sangat dingin seperti yang dikatakan Nina, tapi kenyataannya dia berisik sekali."


"Aku sudah melakukannya! Lihat! Mereka sudah kusembuhkan semua," jawab ku.


Kemudian Celine milihat ke bawah, kearah para petualang dan terkejut karena mereka yang sewaktu dia lihat keadaannya sangat memprihatinkan sudah sembuh seperti semula.


"Apa! Bagaimana bisa luka mereka sembuh secepat itu! Apa kepala guild yang melakukannya?" tanya Celine dengan terkejut.


"Hey, sudah kubilang aku yang melakukannya, tapi kenapa malah tanya ke kepala guild."


"Bukan aku yang melakukannya, tapi dia," Kepala guild menunjukku.


"Dia?"


"Sudah kubilang aku yang melakukannya, kamu tidak percaya..."


"Tapi kenapa kamu tidak melakukannya sewaktu mereka melawan goblin itu?" tanya Celine dengan sedikit keras.


"Kenapa aku harus melakukannya? Itu hanya membuang-buang mana milikku."


"Seharusnya kamu menyembuhkan mereka waktu mereka melawan goblin, bukan se—"


"Sudahlah Celine yang penting dia sudah menyembuhkan mereka," Kepala guild memotong ucapan Celine.


"Itu memang benar, ini salahku karena tidak memberikan potion padanya."


Kepala guild merasa bersalah karena dia tidak memberikan potion padanya waktu itu.


"Tapi—"


"Ayo kalian ikut denganku, ada yang ingin aku sampaikan," ucap kepala guild.


"Dimana dua teman party kamu?" tanya kepala guild.


"Mereka ada dibawah."


"Suruh mereka berkumpul."


Mereka pergi bersama kepala guild meninggalkanku di sini.


"Ahh, kalau begitu aku juga pergi dari sini, aku ingin melihat para petualang lagi."


Saat aku melihat para petualang dibawah aku melihat Nina diantara mereka. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum padaku. Aku membalasnya dengan anggukan.

__ADS_1


"Aku harus lebih berusaha lagi! Tongkat sihir ini juga pemberian darinya, aku harus menjaganya," pikir Nina sambil melihat tongkat sihirnya.


Setelah kepala guild mengajak kedua anggota party Putri Salju ikut bersamanya dan berkumpul di suatu ruangan, dengan disusul anggota lainnya.


"Maaf kami terlambat!" ucap anggota party Putri Es.


"Ya tidak apa-apa."


"Aku akan memberitahu kalian bahwa penyerangan goblin saat ini hanya awal saja. Bawahanku sudah melaporkan 10 menit lagi mereka akan sampai disini. Jumlahnya sekitar 120.000 dan sepertiganya adalah goblin elit," Kepala guild menjelaskan.


"Dengan adanya kalian berempat, kita masih bisa melawannya walauoun itu sulit. Tapi setelah itu, kemungkinan jutaan goblin akan datang lagi dan dipimpin oleh Raja Goblin menyerang kota ini," Kepala guild menjelaskan.


Mendengar penjelasan kepala guild, anggota party itu terkejut.


"Apa! Jutaan goblin?! Bagaimana kota ini bisa bertahan?!" tanya anggota party Putri Salju.


"Dengan jumlah petualang di kota ini, kita hanya bisa bertahan beberapa menit saja!"


"Dan juga itu dipimpin oleh Raja goblin!"


"Jika ada Raja goblin, bagaimana dengan Komandan goblin?!"


Mereka terus memberikan pertanyaan pada kepala guild.


"Tapi tentang Raja goblin, itu belum pasti," ucap kepala guild.


"Ya, itu yang dikatakan oleh healer tadi."


"Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak tapi kita juga harus waspada," pikir kepala guild.


"Kita harus bisa bertahan selama beberapa jam lagi, karena goblin tidak akan menyerang di malam hari," ucap kepala guild.


"Baik, kami akan bertarung dengan maksimal!" ucap semua anggota party.


Tiba-tiba bawahan kepala guild masuk dan melaporkan sesuatu.


Brakk...


"Maaf tuan, monster goblin sudah mulai terlihat dari kota ini," lapor bawahan kepala guild.


"Cepat! Perintahkan para petualang bersiap!"


"Baik tuan!"


Bawahan kepala guild langsung melaksanakan perintahnya.


"Kita akhiri saja, kalian segera bersiap!" ucap kepala guild.


"Baik!"


Salah satu petualang yang sedang beristirahat melihat banyak monster goblin sedang menuju kota langsung berteriak.


"Lihat! Goblin itu datang lagi!"


"Apa! Kita baru beberapa menit yang lalu melawan mereka, sekarang datang lagi!"


Bawahan kepala guild yang diberi perintah oleh kepala guild memulai tugasnya.


"Semua petualang bersiap! Monster goblin sedang menuju kemari! Semuanya ambil posisi kalian semula! Ini perintah kepala guild!" teriak bawahan kepala guild.


Petualang yang mendengar teriakan itu langsung kembali ke posisi semula dan bersiap untuk melawan goblin tersebut.


#Sangkyuuu


jangan lupa like ya

__ADS_1


Votenya juga


__ADS_2