Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 55


__ADS_3

Sementara itu ketiga party Putri Salju yang masih tersisa sudah keluar dari kota Argo dan sedang melakukan perjalanan menuju kota Charmila untuk meminta bantuan.


Mereka melakukan perjalanan dengan berlari karena tidak ada kendaraan lain yang bisa digunakan.


Enam jam kemudian mereka telah sampai di persimpangan jalan menuju kota Charmila. Jalan yang satu adalah jalan yang cukup jauh untuk sampai kota sedangkan, jalan yang satunya adalah jalan pintas.


Jalan pintas tersebut harus melewati sebuah hutan yang bernama Hutan Ular. Orang-orang menyebutnya dengan nama itu karena di dalam hutan tersebut terdapat banyak monster ular yang sangat besar dan sudah banyak membunuh para petualang yang nekat melewati jalan tersebut karena terburu-buru.


Jalan itu terhubung dengan kota Charmila dan hanya butuh waktu tidak lebih dari dua jam untuk sampai jika orang-orang n


melewatinya.


Party Putri Salju dengan berani memilih jalan tersebut. Walaupun mereka sudah tahu informasi tersebut, mereka tetap nekat melewatinya.


Mereka sangat percaya dengan kemampuannya masing-masing sebagai petualang tingkat A. Mereka berpikir tidak akan terjadi hal buruk jika mereka melewati hutan tersebut.


Setelah cukup lama melewati jalan pintas, tibalah mereka di depan Hutan Ular. Tanpa berlama-lama mereka langsung memasuki hutang tersebut.


Baru masuk sebentar saja mereka sudah bertemu dengan banyak ular. Tetapi ular tersebut hanya berukuran kecil sampai sedang, tidak seperti yang diinformasikan oleh orang-orang.


Mereka kembali memasuki lebih dalam hutan tersebut. Setelah satu jam kemudian mereka melihat jalan keluar dari hutan tersebut.


Mereka berlari dengan bersemangat untuk keluar dari hutan tersebut. Tetapi tiba-tiba muncul monster Ular Pyton dengan tinggi 4 meter dan tubuhnya yang sangat besar menghadang mereka.


"Itu Monster Ular Pyton!" ucap Mage party tersebut terkejut melihat monster tersebut.


"Apa! Monster Pyton? Itu adalah monster Rank A! Bagaimana bisa monster Rank A muncul di sini?" tanya Summoner party tersebut.


"Sudahlah, kalian bersiap untuk menyerang! Kita akan segera mengalahkannya!"


"Orang-orang memang mengatakan yang sesungguhnya, kalau disini ada monster yang kuat. Tetapiaku tidak menyangka kalau monster yang dimaksud adalah monster ini."


Celine memberikan perintah kepada anghota pertinya untuk bersiap menyerang monster tersebut.


Siiss!


Suara mendesis dari Ular tersebut membuat mereka menjadi waspada sebelum menyerang.


Mereka tahu kalau yang sedang dihadapinya adalah monster yang sangat kuat. Jika mereka satu kali saja terkena serangan dari monster itu, tubuh mereka akan terluka parah.


Apalagi jika monster itu berhasil menangkap mereka dan melilitnya, tubuh serta tulang-tulang mereka tidak akan kuat menahannya. Tubuh mereka akan langsung hancur hingga ketulang-tulang dan organ-organ dalamnya.

__ADS_1


"Jangan sampai kalian terkena serangannya!" teriak Celine.


Monster itu kemudian mengarah ke salah satu dari mereka. Monster itu membuka mulutnya lebar-lebar dan akan menyantap mereka.


Tetapi mereka dapat menghindari serangan tersebut. Celine mengeluarkan skillnya dan membekukan tubuh monster tersebut agar gerakannya terbatas.


"Gelombang Es!"


Tubuh monster tersebut seketika membeku dan tidak bergerak. Mereka segera menyerang dengan senjata yang dibawa oleh mereka dan juga skill-skill yang mereka milili.


Tang!


Pedang Naga Es milik Celine menebas tubuh monster tersebut tetapi pedang tersebut terpental kebelakang karena monster tersebut memiliki kulit yang sangat keras.


"Fire Exploison!" Mage dari party tersebut menggunakan sihir miliknya. Sebuah bola api sihir mengarah ke tubuh monsyer tersebut. Setelah mengenai tubuh monster tersebut, bola itu meledak dengan kedakan yang kuat.


Tetapi serangan itu tetap saja tidak membuat luka sedikitpun pada monster itu. Hal itu membuat mereka sedikit frustasi untuk melawan monster tersebut.


"Apa yang harus kita lakukan? Serangan kita tidak mampu untuk melukainya sedikitpun?" tanyanya dengan frustasi.


"Aku tidak tau. Aku tidak bisa mensummon monster lagi karena dia terluka cukup parah kemarin. Aku tidak mungkin memaksakannya untuk membantu kita," jawab Summoner.


"Kalian tenanglah! Seranglah bagian terlunaknya agar serangan kalian berhasil melukainya!" teriak Celine.


Celine langsung pergi menjauh dari dekat monster tersebut. Diikuti dengan kedua anggota partynya yang juga ikut menjauh.


Ngehhh!!


Monster tersebut langsung menyerang mereka dengan membabibuta hingga menumbangkan pohon-pohon disekitarnya.


Mereka terus berusaha menghindar dari serangan itu. Sesekali Celine menggunakan Skill gelombang Es untuk menghentikan pergerakan dari monster tersebut, tetapi itu tidak bekerja seperti sebelumnya. Monster itu tidak lagi terkena efek beku oleh skill tersebut.


"Apa yang barus kita lakukan? Aku tidak bisa menghindari serangannya terlalu lama!" teriak Summoners.


"Aku juga tidak tahu. Aku tidak bisa mengincar mulut ataupun matanya karena monster itu bergerak dengan lincah," jawab Celine.


"Apa benar begitu?"


"Ya, aku tidak tau lagi apa yang harus dilakukan!"


"Kalau begitu, maaf aku tidak bisa terlalu lama menghindarinya. Kalian larilah dan cari bantuan di kota Charmila," ucap Summoners.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan! Aku tidak akan membiarkanmu mati!" teriak Celine.


"Tapi aku tidak kuat lagi. Aku—"


Summoners tersebut terkena serangan dari monster tersebut hingga terbanting ke tanah. Karena serangan itu, tubuhny mengeluarkan banyak darah dan banyak tulang-tulangnya yang patah dan hancur.


"Aahhrgg!"


Dia mengerang kesakitan dan tidak bisa bangun karena banyak tulangnya yang patah dan hancur.


"Kalian berdua cepatlah pergi!" ucap Summoners tersebut dengan bersusah payah sambil menahan rasa sakitnya.


"Baiklah, maafkan aku!" Keduanya kemudian pergi meninggalkannya dengan air mata yang mengalir keluar hingga membasahi pipinya.


Monster tersebut membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung memakan summoners tersebut bulat-bulat.


Di Kota Argo


Aku kemudian turun ke bawah setelah melihat-lihat sekitar dan langsung menggunakan skill gelombang penganancurnya dengan semua mana miliknya.


"Aku harap aku tidak pingsan jika manaku habis," batinku.


"Gelombang Penghancur!!!"


Gelombang penghancur sesilau cahaya yang berbentuk melingkar keluar dari tubuhku dan perlahan-lahan semakin besar. Bangunan yang di lewati oleh gelombang tersebut hancur tak bersisa.


"Booooooooommmmmmm!!!


Semakin lama, gelombang tersebut menyebar dengan cepat.


"Arrrghhhh!"


Teriakan goblin berbunyi nyaring dimana-mana.


Raja Goblin dan pasukannya yang melihat gelombang tersebut menghancurkan bangunan-bangunan disekitarnya langsung berlari menjauh dari kota.


Raja Goblin dengan sekuat tenaga berlari keluar dari kota dan akhirnya berhasil tetapi pasukannya tidak ada yang bisa kabur dari gelombang tersebut dan akhirnya musnah.


Gelombang penghancur tersebut akhirnya berhenti setelah berhasil meratakan seluruh isi kota hingga kota tersebut menjadi seperti sebuah kawah dengan cekungan yang sangat besar.


Sementara itu aku merasa pandanganku samar-samar setelah manaku mencapai angka nol. Semakin-lama menjadi semakin gelap dan akhirnya pingsan.

__ADS_1


"Sepertinya aku akan mati oleh Raja Goblin. Aku yakin dia tidak akan mati terkena gelombang itu."


__ADS_2