
Happy Reading wkwk
"Hey! Kenapa kamu malah pergi!?" Celine memanggilku ketika melihat aku pergi meninggalkannya sendiri melawan pasukan Goblin.
"Sebaiknya aku juga segera pergi dari sini, jumlah mereka tidak habisnya."
Celine kemudian pergi dari tempat itu dan menuju tempat anggota partynya. Setelah dia sampai di bertanya tentang satu anggota partynya yang tidak dia lihat.
"Dimana sanji?" tanya Celine dengan wajah gelisah.
"Dia..." Mereka ragu-ragu menjawab pertanyaan itu.
"Apa yang terjadi!? Cepat katakan padaku, dimana sanji!?" Celine terus memaksa mereka untuk menjawab pertanyaannya.
"Dia telah mati oleh Komandan Goblin itu," jawab mereka dengan wajah yang sedih.
"Apa! Bagaimana mungkin? Tidak mungkin dia akan pergi secepat itu..." Celine merasa sedih dan tidak percaya dengan kematian sanji. Dia meneteskan air matanya sampai membasahi pipinya.
"Maaf, kami tidak bisa membantunya tadi..." Mereka merasa bersalah karena tidak terlalu membantu sanji saat melawan Komandan Goblin itu.
"Di mana tubuh sanji sekarang!? Aku harus menguburkannya dengan layak setelah perang ini selesai. Dia adalah teman baikku, aku harus membalas kebaikannya." Dengan air mata yang terus mengalir, Celine kembali bertanya.
"Tubuhnya sudah hancur, tidak ada apapun yang tersisa selain darah," jawab mereka dengan menunjuk ke arah tempat yang penuh darah.
Celine menjadi sangat sedih mendengar itu. Dia mendekat ke tempat yang dipenuhi darah temannya. Dia merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya.
Sanji adalah teman baiknya sejak dia masih kecil. Dia memberitahu tentang menjadi seorang petualang dan Celinepun menjadi termotivasi menjadi petualang. Dia selalu berlatih pedang bersama Celine setiap hari sampai mereka menjadi petualang yang sesungguhnya.
Sementara itu di tempat pertarungan antara Cery dan Komandan Goblin.
"Sudah aku bilang aku tidak akan melepaskan kalian walaupun kau memberiku jalan," Aku berjalan melewati kedua komandan goblin dan menemui komandan goblin yang telah di pukulnya hingga terpental jauh.
Dia mendekat ke Komandan Goblin itu dan berhenti ketika berjarak beberapa cm di depan wajah Komandan Goblin.
"Apa itu sakit? Apa kau mau lagi?"
"Beraninya manusia rendahan sepertimu meremehkanku!" Komandan Goblin marah karena diremehkan olehnya.
Komandan Goblin menggerakan tangannya dan mencoba menangkapku, tapi aku dengan sengaja tidak menghindarinya. Dia berhasil menangkapku dan mencengkramnya dengan kuat.
Setelah berhasil menangkapku, komandan Goblin kembali berdiri dan tertawa senang karena berhasil menangkapku.
"Hahaha, kau lengah manusia rendahan.Sekarang kau telah tertangkap olehku. Akan aku menghancurkan tubuhmu!"
"Ohh begitu... tapi aku dapat dengan mudah keluar dari cengkramanmu," ucapku dengan santai.
"Hahaha, tidak mungkin kau bisa keluar dari cengkramanku!" Komandan goblin tetap tertawa tidak percaya denganku.
"Ohh, kau tidak percaya? Kalau begitu...Gelombang penghancur!" Aku menggunakan skillku.
__ADS_1
"[Anda menggunakan skill Gelombang penghancur]"
Sebuah gelomang muncur dari tubuhku dan menghancurkan tangan komandan goblin. "Arrgghh...!" Komandan Goblin kesakitan.
"Teriakan yang bagus! Aku akan memotong satu kakimu terlebih dahulu."
Aku menebas kaki komandan Goblin dengan pedangku dan membuah komandan goblin kembali terjatuh.
Sfx. Slash...
"Arrgggghhh...!" teriakan komandan goblin terdengar keras.
"[Peringatan! Aura kegelapan pedang Sword of Darkness mencoba untuk mengendalikan kesadaran Anda]" System kembali memberi peringatan.
"Cepat bunuh aku!" teriak komandan goblin meminta untuk membunuhnya.
"Kau masih memiliki satu kaki lagi yang akan ku tebas."
Sfx. Slash...
Aku kembali memotong satu kaki komandan Goblin. Komandan Goblin kembali berteriak kesakitan.
Aku menuju ke tangan kiri Komandan Goblin dan akan memotongnya.
"Kau telah membunuh orang pertama yang kuanggap spesial, aku tidak akan membunuhmu langsung." Aku menebas tangan kiri Koamndan Goblin.
"Arrggghhh...!"
"[Peringatan! Aura kegelapan pedang Sword of Darkness mencoba untuk mengendalikan kesadaran Anda]" System kembali memberi peringatan.
Pasukan goblin semakin mendekat. Para petualang segera kabur dari tempat itu. Tapi mereka di hentikan oleh dua Komandan Goblin.
"Manusia rendahan jangan pikir kalian bisa kabur dari sini!" ucap Komandan Goblin menghadang para petualang.
"Minggir kau!" Celine menebas Komandan Goblin tersebut.
Komandan goblin menghindari serangan itu. Celine kemudian meminta bantuan petualang lain untuk menyerang Kedua komandan Goblin.
"Kalian cepat bantu aku!"
Para petualang ragu-ragu untuk membantunya. Tapi setelah melihat dibelakang mereka banyak goblin yang berdatangan, mereka segera memutuskan ikut membantunya.
Jumlah para petualang sekarang tidak lebih seratus, tetapi jumlah itu cukup untuk mengalahkan kedua Komandan Giblin dengan adanya Celine yang cukup kuat.
"Serang monster itu!" teriakan mereka terdengar keras.
"Hyaa!"
Sfx. Slash....
__ADS_1
"Manusia rendahan rasakan ini!"
Para tankker segera maju ke depan untuk menahan serangan Komandan Goblin.
Bumm!
Dentuman serangan Komandan Goblin mengenai perisai tankker.
Para petualang kembali menyerang kedua Komandan Goblin dengan sekuat tenaga.
Setelah beberapa lama kemudian Kedua Komandan Goblin berhasil dikalahkan. Para petualang segera berlari ke arah kota karena pasukan Goblin mengejar mereka.
Mereka melewatiku yang sedang menyiksa Komandan Goblin. Mereka tidak mempedulikanku yang sedang melakukan hal itu. Mereka hanya peduli tentang kabur dari pasukan goblin saja.
Setelah mereka masuk ke kota, mereka segera menutup gerbangnya dan menahannya dengan sihir agar pasukan goblin tidak dapap memasukinya.
Sementara aku memukul wajah Komandan Goblin dengan sedikit kekuatan berkali-berkali tetapi tidak ada rasa takut yang terlihat di wajahnya.
"Ghahaha, dia sudah mati olehku! Tidak mungkin kamu dapat menghidupkannya kembali!" Komandan Goblin terus tertawa saat wajahnya dipukuli olehku.
"Ghahaha, lihatlah para manusia rendahan itu lari ketakutan oleh bangsa kami. Cepatlah kau pergi! Apa kau tidak takut oleh jutaan pasukan kami?"
Aku tidak mempedulikan tentang perkataannya, aku terus memukul wajahnya berkali-kali dengan kekuatan yang sama.
"Aku sangat menikmatinya saat aku membunuh manusia rendahan spesialmu itu! Aku menyukainya saat aku melihat dia mati!" Komandan Goblin memprovokasiku.
Mendengar hal itu, aku menjadi sangat marah dan langsung menghancurkan kepalanya dengan semua kekuatanku.
Buuukkkk...!
"Ninaaaa...!" teriakku dengan sangat keras.
"[Aura Kegelapan Pedang Sword Of Darknes mengendalikan kesadaran Anda]"
"[System dinonaktifkan sampai Anda terlepas dari kendali aura kegelapan]"
Aura kegelapan padaku semakin menguat hingga tubuhku menjadi sangat gelap karena tertutup oleh aura tersebut. Aku terlihat seperti bayangan monster kegelapan yang siap menghancurkan apapun yan dilihatnya. Aku menjadi tidak sadarkan diri setelah memanggil nama Nina untuk terakhir kalinya.
Grrroorrrww...
Pasukan goblin mengepungku dan bersiap untuk menyerang. Tetapi mereka ragu-ragu karena pada tubuhku ada aura yang membuat mereka ketakutan.
Tetapi hal itu hanya terjadi sebentar saja, mereka segera menyerangku karena sudah mendapat perintah oleh Raja mereka untuk siapapun yang menghalanginya harus di bunuh.
Mereka menyerangku dari semua sisi tapi aku dapat membuat mereka terpental hingga puluhan meter oleh Aura Kegalapan.
Grooorrww...
Mereka kembali menyerangku dari semua sisi.
__ADS_1
#Sangkyuuuu