
Setelah aku menerima negoisasi itu, aku segera turun dari benteng kota dan pergi menuju ke medan pertempuran terjadi. Ketika sudah turun dari benteng kota dan mau pergi ke medan pertempuran tiba-tiba Nina memanggilnya.
"Cery!" Dia memanggilku dan kemudian bertanya, "Mau kemana kamu?!" Dengan nada yang sedikit membentak.
Aku berhenti dan menoleh ke arah Nina, "Ah iyaa, aku akan pergi kesana." Aku menunjuk ke arah medan pertempuran.
Nina terkejut setelah aku menunjukan jariku ke arah medan pertempuran, "Apa! Kau akan pergi kesana! Tidak boleh, kamu tidak boleh membahayakan dirimu lagi! Kamu sudah berjanji padaku kalau kamu tidak akan membahayakan diri lagi!" Nina mencoba menghentikan niatku.
"Tapi aku sudah berjanji pada kepala guild untuk membantu mereka. Lagian aku sudah memperlihatkan status asliku padamu jadi, apa sekarang aku boleh pergi?" Aku menjelaskan tentang perjanjian dengan kepala guild dan kemudian bertanya.
"*Ya, itu sebenarnya bukan perjanjian, itu hanyalah Negosisasi semata. Itu bukan disebut merampok juga, karena aku juga harus menggunakan Ps ku untuk meningkatkan skillku."
"Setelah Negosiasi selesai, aku bahkan tidak menjanjikan kepadanya kalau aku akan melakukannya, tapi kepala guild sepertinya percaya padaku dan meninggalkanku pergi*."
"*Mungkin karena aku telah melakukannya sebelumnya jadi dia percaya padaku."
"Aku juga telah menebaknya kalau dia akan segera pergi dari sini setelah para petualang itu kalah."
"Aku tidak tertarik melindungi kota ataupun menjadi penyelamat atau bahkan menjadi seorang pahlawan. Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan."
"Aku mau melakukannya karena mendapat misi dari system. Aku juga harus memperbaiki pedangku. Jika tidak, aku tidak perlu bersusah payang melawan pasukan goblin itu*."
"*Dan ada satu alasan lain kenapa aku mau melakukannya. Karena aku harus melindungi Nina. Walaupun dia sangat brisik dan juga sangat cerewet tapi entah kenapa aku merasa baik-baik saja saat bersamanya."
"Aku tidak tahu perasaan apa itu. Tapi yang jelas aku harus melindungi orang yang memberi perasaan itu*."
Setelah memikirkan tentang penjalasan yabg kuberikan, Nina kemudian berkata, "Baiklah kalau begitu, ayo kita kesana!" Nina menerimanya tapi dia juga akan ikut bersamaku.
"Kita? Apa maksudnya itu? Apa dia akan ikut denganku?"
"Apa maksudnya Kita? Aku akan pergi sendiri," tanyaku.
"Tentu saja aku akan ikut denganmu," jawab Nina.
Mendengar itu, aku langsung menolaknya, "Tidak, kamu tidak boleh ikut denganku. Kamu membantu meyerang mereka dari sini saja. Di sana sangat berbahaya. Aku tidak mungkin bisa untuk selalu melindungimu di sana," ucapku.
Tetapi Nina tetap bersikeras untuk ikut denganku pergi ke medan tempur, "Tenang saja, aku akan melindungi diriku sendiri. Aku tidak akan terlalu dekat dengan medan tempur," ucap Nina meyakinkanku.
"Dia keras kepala sekali!"
Akupun menerimanya tapi asalkan dia tidak terlalu dekat dengan medan tempur, "Baiklah, kamu boleh ikut. Tapi kalau ada bahaya yang datang, kamu harus cepat kabur kearah kota." Aku memberi sedikit Nasehat padanya.
Nina mendengarkan Nasehat yang kuberikan, "Baik, aku akan kabur ketika ada bahaya. Lagipula aku tidak akan membiarkan diriku terbunuh," jawab Nina.
Setelah mendengar jawaban Nina, akupun berlari kearah medan pertempuran bersama dengannya, "Ayo pergi!"
Setelah cukup dekat dengan medan pertempuran, aku menghentikan larianku dan Nina juga ikut berhenti. Aku menyuruh Nina untuk membantu penyerangan dengan jarak ini.
Aku berhenti dan berkata padanya, "Nina kamu bantu mereka dari sini saja, aku akan kesana sendiri."
__ADS_1
"Tapi...kamu akan baik-baik saja kan?" tanya Nina khawatir.
"Aku akan baik-baik saja, kamu bantu dari sini saja," jawabku.
Setelah mengatakan itu, aku segera berlari menuju medan tempur. Aku mengambil pedang Sword of Darkness pada inventory untuk membunuh pasukan goblin itu. Aura kegelapan yang keluar dari pedang itu sangat mengerikan membuat Pasukan goblin ketakutan.
"Aku tidak menyangka aura kegelapan pedang ini akan jadi sekuat itu...bagaimana kalau pedang ini sudah diperbaiki secara sempurna? Apa monster selain Naga akan ketakutan merasakan aura ini?"
Karena pedang itu di buat dengan kulit Naga kegelapan, aku mengira monster Naga tidak akan takut pada aura itu.
Para petualang yang merasakan aura dari pedang itu juga terdiam membeku, mereka ketakutan oleh aura pedang itu. Keringat mulai bercucuran keluar, mengalir dari tubuh mereka. Yang semula medan tempur di kelilingi oleh aura dingin berubah menjadi aura kegelapan. Aura dingin yang di ciptakan oleh pedang milik Celine kalah dengan aura pedangku.
Celine yang merasa aura es dari pedangnya menghilang terkejut, "Apa! Kenapa aura es dari pedangku menghilang?"
Aura kegelapanpun sampai di tempat Celine berdiri.
"Ada apa dengan aura mengerikan ini? Siapa yang mengeluarkan aura semengerikan ini? Bahkan aura es dari pedang Naga esku menghilang?" Celine keheranan.
Celine merasakan aura itu, tapi karena levelnya sudah cukup tinggi dia tidak terlalu ketakutan oleh aura itu.
Sementara itu, aku mulai menyerang kerumunan pasukan goblin itu.
"Jumlah monster goblin sekarang hanya puluhan ribu saja, dan sekarang sudah tidak ada goblin elit jadi ini akan mudah."
Slash....
Slash....
Slash....
Aku melihat para petualang terdiam dengan kedatanganku, akupun berteriak pada mereka, "Hey! Kenapa kalian diam saja! Ayo bunuh goblin itu!"
"Lagian kenapa mereka berkeringat seperti itu? Apa mereka sudah lelah karena telah melawan pasukan goblin itu?" Aku tidak tahu kalau itu disebabkan oleh aura pedangnya.
Mendengar teriakanku, para petualang kembali menyerang pasukan goblin itu.
Dalam beberapa menit saja, pasukan goblin dapat dikalahkan oleh para petualang. Banyak petualang yang terbunuh oleh pasukan goblin itu. Sekarang jumlah para petualang hanya sekitar 200-300an saja.
"[Anda Level Up ke level 63]"
"[Perbaikan pedang meningkat 1%]"
"[Anda mendapatkan 30.000 Ps]"
Tiba-tiba system memberitahu peningkatan levelnya.
"Setelah membunuh puluhan ribu goblin hanya meningkatkan 1% perbaikan pedang," gumamku.
"Tapi aku juga mengembalikan pengeluaran Psku."
__ADS_1
Saat aku sedang memeriksa statusku tiba-tiba datang 4 petualang menghampiriku dan memanggilku.
"Hey kau! Kenapa petualang kuat sepertimu baru membantu disini!" teriak Celine karena kesal padaku.
"Dan apa itu pedangmu? Dari mana kamu mendapatkan pedang itu? Bahkan aura pedangku kalah oleh pedangmu," teriak Celine.
Aku hanya berpura-pura tidak mendengarnya, "Apa kamu berbicara padaku?" tanyaku.
Celine malah semakin marah padaku, "Sial kubunuh kau!" Tapi ketiga teman partynya menahan Celine. "Maaf, dia memang mudah marah," Salah satu temannya meminta maaf.
"Hey! Kenapa kalian menghentikanku!?" teriak Celine.
"Kenapa dia datang lagi padaku? Aku sebaiknya segera menjauh darinya."
Celine yang melihatku pergi menjauh kembali berteriak, "Hey! Kanapa malah pergi! Kau belum menjawab pertanyaanku!"
"Maaf aku sedang kelelahan sekarang, jadi jangan ganggu aku," jawabku.
Saat aku hendak pergi menjauh dari Celine, tiba-tiba system memberi peringatan.
"[System mendeteksi adanya sihir ruang, Anda harus berhati-hati]"
"Apa! Sihir ruang lagi! Kenapa ada disini?" Aku terkejut.
Tiba-tiba dari beberapa ratus meter di deoan mereka muncul kembali Pasukan goblin. Membuat para petualang yang sedang beristirahat panik. Mereka segera kabur dari medan tempur setelah melihat jumalh pasukan goblin semakin lama meningkat. Mereka ketakutan oleh jumlah pasukan itu, sampai mereka kembali berkeringat.
"Ayo kita kabur dari sini!"
"Kita tidak mungkin bisa bertahan dengan jumlah kita yang sekarang!"
"Ya! Ayo kita kabur saja!"
Mereka terus berteriak. Para petualang yang terluka parah bahkan ikut lari seperti tidak terluka sama sekali.
Sementara aku dan keempat anggota party Putri Salju tetap diam melihat munculnya pasukan goblin itu.
"*Kenapa disini ada sihir ruang lagi? Apa itu perbuatan dari Raja Goblin?"
"Aku kira mereka akan muncul dari hutan m, ternyata mereka dapat muncul tiba-tiba seperti ini
"Sihir ruang ini seperti skill teleport tapi ini dapat membawa banyak monster*."
Salah satu dari anggota party Putri Salju tiba-tiba bertanya, "Hey, kenapa kita diam saja? Apa kita tidak ikut lari seperti petualang lainnya?"
"Tidak, kita harus menahan mereka dulu. Jika tidak para petualang lainnya akan terkejar," jawab Celine.
"Ahh, baiklah kalau itu maumu. Aku akan ikut denganmu," jawab mereka.
#Sankyuuuuu
__ADS_1
Jangan lupa like yaaa