Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 53


__ADS_3

Selamat membaca


Jangan lupa like dan komen


Jangan lupa favoritkan


Dahlah itu aja


Keempat bangsawan sampai di depan gerbang masuk kota Charmila. Mereka segera memasuki kota. Sambil berjalan mereka mengobrol.


"Apa kamu benar-benar membayarnya?"


"Hahaha, aku tidak akan membayarnya. Lagian dia sendirian tidak mungkin bisa mengalahkan keluarga bangsawanku."


"Kalau begitu aku juga tidak akan membayarnya. Aku akan membantumu kalau dia menyerang keluargamu."


"Terima kasih."


"Tapi aku masih khawatir. Aku merasa dia sangat kuat."


"Tenang saja, aku akan menyebarkan poster penangkapan di kota ini dengan harga yang lumayan agar para petualang mengincarnya, hahaha."


"Baiklah, aku setuju denganmu."


Di Kota Argo.


Para warga masih cemas dengan keselamatannya karena aku lebih memilih para bangsawan yang membayar daripada mereka yang tidak memiliki apa-apa lagi.


Sekarang aku mempunyai banyak koin emas, hasil dari menjual item teleportasi, tapi aku tidak tau mau aku apakan koin emas sebanyak itu.


Aku bisa membeli senjata apapun pada system jadi aku hanya memerlukan sedikit uang saja untuk membeli potion ataupun untuk menyewa penginapan kembali.


"Apakah tuan tidak mau menolong kami jika tidak membayar koin emas?" tanya mereka.


"Aku akan menolong kalian. Kalian tenang saja, pasti akan aku bantu keluar dari sini," jawabku dengan lembut.


"Tapi tuan sudah memberikan semua item teleportnya kepada para bangsawan itu. Bangsawan itu bukanlah orang yang baik, mengapa Anda mau memberikannya?" tanya mereka kembali.


"Aku sudah tau itu. Mereka tidak akan membayar hutangnya padaku. Tapi aku akan mendapatkan lebih dari itu setelah aku menghancurkan mereka," jawabku.


"Sekarang kalian semua berkumpul di dekatku," perintaku pada kepara warga.


Mereka kemudian menurutinya dan langsung mendekatiku. Mereka saling mendempet agar mereka dekat denganku.


"Yang dekat denganku, pegang tanganku dan untuk yang lainnya pegang tangan orang sebelah kalian," ucapku.


Mereka yang dekat denganku kemudian memegang tangan kananku. Tapi kemudian mereka menyuruhku untuk memberikan tangan kiriku untuk di pegang.


"Maaf tuan, bisakah tuan memberikan tangan kirinya untuk kami pegang?"

__ADS_1


Karena Jubah Beruang setan yang aku gunakan itu menutupi tangan kiriku yang telah tiada.


"Maaf, tangan kiriku sudah hancur."


Mereka merasa bersalah karena menanyakan hal itu, "Maaf tuan, kami tidak tau."


"Tenang saja."


Setelah mereka saling berpegangan tangan dan terhubung denganku, aku langsung menggunakan skill teleportku menuju keluar kota.


"Teleport!"


Dari bawah kami muncul sebuah cahaya yang sangat menyilaukan membuat semuanya memejamkan matanya dan saat mereka membuka matanya, tiba-tiba mereka terkejut karena sudah sampai di luar kota dalam waktu singkat.


"Sekarang kalian pergilah ke desa terdekat. Kalian hanya perlu berjarak 2 Km ke timur dari kota ini dan akan menemukan sebuah desa bernama Chimera. Di sana ada seseorang bernama Bu Ana, bilang saja padanya petualang bertooeng yang menolong kalian," ucapku menjelaskan.


"Ini untuk kalian 1000 koin emas. Semuanya harus terbagi rata. Kalau tidak aku akan menemui kalian dan membunuh kalian." Aku memberikan sebuah sekantong yang berisi koin emas.


"Terima kasih tuan, kami akan selalu mengingat pertolongan tuan. Kami akan membalasnya suatu hari nanti," ucap mereka.


"Ya, terserah kalian saja."


Mereka kemudian segera melakukan perjalanan ke timur dengan berjalan kaki.


"Fiuhh... aku tidak menyangka ini akan berhasil. Aku bisa membawa mereka semua keluar dari dalam kota dengan menggunakan skill teleportku."


"Mana yang digunakan juga tetap sama seperti aku menggunakannya untuk diriku sendiri."


"Sekarang waktunya kembali ke dalam!"


"Sementara aku tidak akan menggunakan skill teleport lagi untuk menghemat manaku."


Aku berjalan menuju gerbang masuk kota dengan skill bayanganku mengikuti di belakang. Hanya butuh beberapa menit saja sampai di gerbang itu karena aku menggunakan skill teleport tidak terlalu jauh dari kota.


"Aku tidak terlalu memperhatikannya sebelumnya ternyata gerbang ini cukup besar!" Aku sedikit kagum.


"Tapi..."


Boom!


Aku memukul gerbang tersebut hingga hancur. Aku merasa terkejut sekaligus merasa senang dengan kekuatanku karena dapat menghancurkan gerbang yang terbuat dari baja hanya dengan menggunakan kekuatan fisik.


"Woaahh! Sekarang aku sangat kuat!"


Para goblin yang melihatnya langsung menuju ke arahku dan langsung menyerangku.


Aku memerintahkan bayanganku untuk melawan mereka semua sementara aku naik ke atas sebuah bangunan untuk mengamati.


Para goblin terus keluar dari dalam Sihir Ruang tersebut tanpa ada tanda-tanda untuk berhenti.

__ADS_1


Ketika Hp bayanganku tersisa 10% aku memulihkannya hingga penuh sehingga dia tidak akan menghilang.


30 menit akhirnya berlalu. Sihir ruang tersebut tetap tidak ada tanda-tanda berhenti mengeluarkan para goblin.


"Kapan mereka berhenti keluar? Aku bosan menunggu lama."


"Aku sudah menunggu selama 30 menit tetapi tidak kunjung habis."


"Skill Shadowku juga sudah bisa digunakan lagi. Aku akan menggunakannya sekali lagi."


"Shadow!"


Bayangan itu muncul di depanku. Aku mengambil pedang Sword Of Darkness pada bayangan itu. Setelah itu aku memerintahkannya untuk membunuh para goblin itu.


"Yah, dengan cara ini mungkin perbaikan pedang itu dapat meningkat."


"Pedang itu sangat berbahaya bagiku. Aku tidak akan menggunakannya untuk sementara waktu."


"Karena pedang itu, aku kehilangan tangan kiriku."


Aku terus mengamati sihir ruang itu. Sesekali goblin dapat naik ke atas bangunan tempat aku mengamati, tetapi aku dapat menanganinya dengan mudah.


Hingga 1 jam telah berlalu. Levelku sudah naik 8 level dan perbaikan pedangku naik 2% sementara sihir ruang tersebut masih ada.


Aku sedikit kesal dengan sihir ruang itu. Aku menyuruh kedua skill bayanganku untuk menyerang sihir ruang tersebut tetapi tidak berhasil.


Hal yang perlu aku lakukan sekarang hanyalah menunggu dan mengamati. Aku semakin mengantuk karena merasa bosan.


Seluruh bangunan dan rumah-rumah sudah hancur. Tidak ada manusia lagi yang hidup di kota itu keculi diriku sendiri.


Aku tidak mengetahui apakah petualang yang tersisa telah terbunuh oleh goblin atau mereka kabur?


Menurut dugaanku mereka semua kabur tanpa sepengetahuan orang lain. Aku tidak merasakan adanya perlawanan oleh petualang.


Jika Celine masih ada di kota ini, mungkin aku bisa merasakan sedikit aura dingin di sekitar sini, tetapi itu tidak ada sedikitpun.


Setelah menunggu lama akhirnya penantianku datang juga. Raja Goblin Keluar dari Sihir Ruang tersebut. Setelah Raja Goblin keluar, Sihir Ruang tersebut akhirnya menghilang.


Aku menyuruh kedua skill bayanganku untuk kembali dan segera pergi menuju tengah kota. Tetapi saat hendak kembali dan meloncat ke atas bangunan, tiba-tiba Raja Goblin menyerang dalah satu skill bayanganku hingga Hp miliknya tersisa 10%.


Aku tidak jadi memerintahkan mereka kembali. Aku memerintah mereka untuk menyerang Raja Goblin sementara aku memberikan Buff pada mereka dengan menggunakan kedua skillku.


"Blessing!"


"Abnormal Status Heal!"


Tetapi itu sia-sia, kedua bayanganku hanya dapat mengurangi sedikit Hp Raja Goblin dan Akhirnya mereka menghilang karena terkena serangan yang kuat.


#Sangkyuuuu

__ADS_1


__ADS_2