
Setelah kedua pria petualang itu masuk ke dalam desa tempat tinggal Ivan dan Evan, mereka memutuskan untuk langsung mengamati desa. Tetapi kemudian mereka bertemu dengan Ivan dan Evan yang sedang duduk menunggu di dalam desa.
"Kenapa paman masuknya lama sekali? Aku sudah lelah nih..." tanya Ivan yang kelelahan karena dari pagi berlatih di hutan.
"Ya, penjaga itu memintaku untuk menunjukan kartu identitas petualang kami," jawab pria tersebut.
"Apa itu kartu identitas petualang?" tanya Ivan penasaran.
"Ini kartu identitas untuk para petualang, berisi data pribadi dan status kita," jawab pria tersebut.
"Boleh aku melihatnya paman?" tanya Ivan dengan wajah memelas.
"Ahhh, anak kecil ini! Brisik sekali! Bisa tidak seperti adikmu itu! Dia hanya melihat dan diam saja!" Pria tersebut kesal.
"Hmmm, boleh...Ini!" Pria tersebut mengambilnya dan memberikannya ke Ivan.
Pria tersebut menjelaskan tentang tingkatan petualang kepada Ivan.
"Wah... jadi seperti ini kartu identitas petualangnya....Apa Paman petualang tingkat B? Di sini paman tertulis petualang tingkat B?" tanya Ivan setelah kagum melihat kartu identitas petualang untuk pertama kalinya.
"Ya, aku petualang tingkat B," jawab pria tersebut.
"Apa yang terkuat itu petualang tingkat B, paman?" tanya Ivan penasaran.
"Apa aku harus menjawab semua pertanyaannya? Kapan dia akan berhenti bertanya?" Pria itu kesal.
"Tidak, masih ada yang lebih kuat dari petualang tingkat B."
"Yaitu petualang tingkat A, S, SS, dan SS+," jawab pria tersebut menjelaskan.
"Jadi, petualang tingkat B itu yang terlemah ya, paman?" tanya Ivan.
"Ahh Ini anak!!"
"Masih ada yang lebih lemah dari petuakang tingkat B. Itu petualang tingkat C, D, dan E," jawab pria tersebut.
"Sudah jangan banyak tanya lagi! Lihat ini sudah hampir malam, nanti orang tua kalian khawatir karena kalian belum pulang sampai sesore ini," Pria tersebut menyuruh Ivan dan Evan u tuk pulang.
"Ya! Sana kalian pulang! Kita berdua akan mengamati desa malam ini!"
Ivan dan Evan pun pulang kerumah meninggalkan kedua pria itu. Tetapi kemudian Ivan kembali menemui kedua pria itu dan menyuruhnya untuk menginap di rumah mereka. Ivan meminta hal ini karena dia tahu kalau di desanya tidak memiliki penginapan.Sedangkan Evan langsung pulang kerumah karena khawatir jika ibunya mencarinya.
"Akhirnya anak itu sudah pergi... Baiklah malam ini kita akan mengamati desa ini!" ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Baik!" jawab teman pria tersebut.
"Paman! Paman! Tunggu!" Ivan berlari ke arah mereka saat mereka ingin pergi dari tempatnya berdiri.
"Ahh, anak itu! Ada apa lagi sekarang?" Pria tersebut kesal.
"Ada apa lagi kalian kemari?" tanya pria tersebut.
"Paman, ayo menginap di rumah ku! Paman kan baru pernah tinggal di sini... jadi ayo menginap di rumah ku!" Ivan menarik lengan pria tersebut.
Mereka di tawari menginap di rumah Ivan tetapi, mereka memutuskan untuk menyewa penginapan.
"Tidak, aku dan temanku akan menyewa penginapan saja, benarkan?" jawab pria tersebut.
"Ya, kami akan menyewa penginapan saja," Teman pria tersebut membantu menjawab.
"Tapi paman... di desa ini tidak ada penginapan... apa paman akan tetap mencarinya?" tanya Ivan.
"Apa itu benar? Apa aku harus mencarinya dulu?"
"Bagaimana ini? Apa kita harus mencarinya dulu atau ikut dengan anak ini?" tanya pria tersebut pada temannya dengan berbisik.
"Kita mencarinya terlebih dahulu saja, kalau kita menginap di rumahnya kita tidak bisa mengamati desa ini dengan leluasa," jawab temannya dengan berbisik.
"Maaf, kami akan mencari penginapan terlebih dahulu. Kami tidak akan meropatkan keluargamu," jawab pria tersebut.
"Ya, kami tidak ingin rencana kami terganggu,"
"Oh begitu ya paman, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Ivan kemudian dia langsung pergi.
"Kalau paman tidak menemukan penginapannya datanglah kerumahku hanya lurus saja dari sini," teriak Ivan yang sedang berlari.
"Aahh baiklah."
Kemudian kedua pria tersebut mencari penginapan di desa itu. Tetapi setelah beberapa lama mereka mencari tetap tidak menemukan satupun penginapan. Mereka lupa bahwa tempat yang sedang mereka datangi adalah sebuah desa yang kecil dan sangat jauh dari kota. Sebuah desa yang sangat jauh dari kota tidak mungkin akan memilki sebuah penginapan.
"Ahh aku lupa kalau ini hanya sebuah desa!" ucap pria tersebut dengan kesal.
"Jadi, apa kita akan menginap di rumah anak itu?" tanya teman pria tersebut mendekat.
"Ya, kita akan menginap di rumah anak itu. Kalau tidak kita mau tidur dimana sekarang!" jawab pria tersebut.
"Tapi, kamu saja yang mencari rumah itu. Aku akan mengamati desa ini dulu," Pria tersebut menyuruh temannya untuk mencari rumah anak yang mereka jumpai tadi sore.
__ADS_1
Teman pria tersebut menghela nafasnya,"Baiklah, aku yang akan mencarinya."
Setelah itu teman pria tersebut pergi dan mencari rumah anak yang di temuinya tadi. Sementara pria tersebut pergi bersiap untuk mengamati desa.
Setelah hari sudah cukup malam, Pria tersebut langsung mengamati desa tersebut dengan sembunyi-sembunyi. Sementara itu, teman pria tersebut setelah mencari cukup lama, akhirnya dia dapat menemukan rumah anak yang menawarinya menginap. Ketika dia sampai di telah di sambut oleh keluarga anak itu. Mereka juga menanyakan tentang pria yang satunya, tapi dia mengatakan kalau temannya ada urusan yang harus di lakukan.
Setelah pria tersebut selesai mengamati desa tersebut, dia memutuskan untuk mencari rumah anak yang menawarinya menginap tetapi tidak dapat menemukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur di luar.
Pria tersebut menggigil, "Di mana rumah anak itu sih! Aku malah tidur di sini! Ini sangat dingin!"
Keesokan harinya dia bangun dan langsung mencari temannya yang enak-enakan menginap di rumah sedangkan dirinya tidur diluar. Setelah cukup lama mencari dia akhirnya menemukan rumahnya dan melihat temannya yang sedang diluar. Dia langsung mendatanginya.
Dia memanggil temannya, "Hey! Kamu enak sekali ya... Aku kedinginan tidur di luar sedangkan kamu tidur di dalam rumah."
Merasa teman pria tersebut dipanggil, dia langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya. " Ahhh, aku sudah menunggumu semalam tapi kamu tidak datang-datang."
"Aku sudah mencarinya tapi aku tidak tahu rumah yang mana, ternyata rumah ini," ucap pria tersebut.
"Yah, seharusnya kita berdua saja yang langsung mencari rumah ini semalam, tapi kamu malah menyuruhku untuk mencarinya telebih dahulu," ucap teman pria tersebut.
Pria tersebut menyuruh temannya untuk segera keluar dari desa bersamanya sekarang juga, "Sudah sudah, ayo kita segera keluar dari desa ini, aku sudah mengamatinya semalam. Kita akan melakukan rencananya malam ini juga."
"Baiklah ayo! Tapi apa kita akan lewat depan? Bertemu dengan penjaga itu lagi?" tanya teman pria tersebut.
"Tidak, aku semalam menemukan sebuah jalan rahasia keluar dari desa ini. Ayo ikuti aku!" jawab pria tersebut.
Kemudian pria tersebut dan temannya pergi menuju jalan rahasia tersebut. Setelah sampai di jalan rahasia tersebut mereka langsung memasukinya. Tak lama kemudian mereka sudah keluar dari desa tersebut.
"Kita sudah keluar! Ayo kita segera pergi dari sini!" ucap pria tersebut.
Sementara itu dirumah Ivan dan Evan, mereka mencari keberadaan pria tersebut tetapi tidak dapat menemukannya.
"Di mana paman? Apa kamu melihatnya?" tanya Ivan.
"Aku tadi melihatnya di luar rumah, tapi sekarang tidak ada," jawab Evan.
"Apa paman sudah pergi dari sini? Kenapa paman tidak bilang padaku?" tanya Ivan.
"Mungkin mereka sedang ada urusan, kak..." jawab Evan.
#Sangkyuuu
Jangan lupa like yaaa
__ADS_1