Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 46


__ADS_3

Happy Reading


Kalau kalian suka like ya, karena like itu gratis.


Gak ada ruginya kalau kalian like.


Sudah berjam-jam Manusia dari kota Argo bertempur melawan pasukan goblin untuk melindungi kotanya. Mereka akhirnya mundur karena jumlah pasukan goblin tidak ada habisnya.


Mereka menggunakan sebuah mantra pelindung pada Kota Argo agar pasukan goblin tidak bisa memasukinya.


Hari sudah hampir malam, tetapi sebelum hari benar-benar malam para petualang terus berjaga di Benteng Kota.


Mereka masih dalam keadaan ketakutan oleh pasukan goblin tersebut. Mereka berharap hari segera malam agar pasukan goblin tidak menuju ke kota dan menyerang mereka.


Monster goblin tidak akan menyerang ketika keadaannya gelap karena mereka tidak dapat melihat dikegelapan.


Di benteng Kota Argo para petualang sedang mengamati pergerakan pasukan goblin.


"Hey, apa kau melihat pasukan goblin kemari?" Salah satu petualang yang tidak mengamati tiba-tiba datang dan bertanya.


"Tidak, tiba-tiba mereka berhenti di depan. Sepertinya mereka sedang melawan seseorang dan ini sudah cukup lama mereka melawan orang itu, tapi belum berhasil mengalahkannya," jawab petualang yang mengamati.


"Apa! Siapa orang itu? Seberapa kuat orang itu? Hingga bisa bertahan lama melawan pasukan goblin sebanyak itu," Petualang itu terkejut dan bertanya kembali.


"Aku tidak tahu. Sepertinya itu bukan manusia. Aku tidak bisa melihat tubuh orang itu, Aku hanya melihat sebuah bayangan dengan warna hitam di sekitarnya," jawab petualang yang sedang mengamati tersebut.


"Apa itu benar? Coba aku ingin melihatnya sendiri. Berikan item sihir itu padaku!" Petualang itu semakin penasaran dengan penjelasannya.


"Baiklah ini ambil saja," Petualang itu memberikan item sihirnya.


Item itu terlihat seperti teropong. Item itu digunakan untuk melihat dengan jarak yang cukup jauh, tapi item itu hanya menggunakan sedikit mana penggunanya.


Kemudian item sihir itu digunakan olehnya, tetapi ketika petualang itu melihat ke area pertempuran, dia tidak melihat sosok bayangan yang di bicarakan oleh petualang yang teleh mengamati tersebut.


"********! Kau membohingiku! Tidak ada apapun kecuali pasukan goblin di sana!" Petualang tersebut marah karena merasa telah dibohongi.


"Aku tidak berbohong! Aku tadi melihatnya disana!" jawab petualang yang telah mengamati.


"Ini! Coba kau lihat lagi! Apa sosok bayangan itu ada disana!" Petualang itu kembali memberikan item sihirnya padanya.

__ADS_1


Kemudian petualang yang telah mengamati itu kembali menggunakan item sihirnya. Dia melihat banyak sekali pasukan goblin di tempat itu.


Dia kemudian melihat pasukan goblin yang membentuk seperti sebuah menara dengan tubuh mereka. Mereka terlihat seperti menjebak seseorang dengan tubuhnya.


Dia menduga kalau sosok bayangan yang telah dia amatinya sejak awal telah terjebak di tubuh pasukan goblin yang membentuk sebuah menara tersebut.


Dia kemudian menjelaskan kepada petualang yang telah menuduhnya berbohong, "Ini coba kau lihat lagi. Kau lihat disana ada pasukan goblin yang membentuk sebuah menara. Sosok bayangan itu terjebak di dalamnya."


Petualang itu kembali memberikan item sihir miliknya pada petualang lain. Kemudian item sihir itu digunakan kembali dan dia melihat pasukan goblin yang di bicarakan oleh petualang itu.


"Apa benar dia terjebak di dalam sana..." Dia masih tidak percaya kalau belum melihatnya sendiri.


"Ya, dia terjebak di sana."


"Jadi apa dia akan kalah oleh mereka? Kalau begitu.... bukannya mereka akan segera masuk ke kota ini? Kalau begitu ayo kita beritahu kepada kepala guild tentang ini."


Dia beranjak pergi untuk memberitahu kepala guild tentang hal itu tapi di hentikan oleh petualang yang telah mengamatinya.


"Tidak, dia belum kalah. Kekuatannya sangat hebat, dia tidak mungkin kalah hanya dengan terjebak oleh mereka."


Kemudian Petualang itu tidak jadi pergi menemui kepala guild dan kembali melanjutkan melihat sosok bayangan yang terjebak itu.


Dia sekarang percaya tentang sosok bayangan yang di bicarakan itu. Dia terkejut setelah melihat kekuatannya.


"Ternyata apa yang kamu katakan benar. Dia sangat kuat, hingga dapat mengahancurkan banyak pasukan goblin menjadi debu," ucapnya.


"Sudah kubilang dia sangat kuat. Sekarang kau tidak minta maaf padaku karena telah membentakku tadi?"


"Ahh benar, aku minta maaf karena membentakmu tadi." Petualang itu meminta maaf.


--Di area pertempuran


"Hey manusia, kau cukup kuat hingga dapat keluar dari pasukanku, tapi kau mangorbankan tangan kirimu itu, ghahahah." Raja Goblin sedikit memuji dan tertawa senang.


"Sekarang kau rasakan sedikit kekuatanku ini!" Raja Goblin mengumpulkan energi sihir pada tangan kanannya dan kemudian menyerangku.


Pukulan itu mengenai Aura kegelapan yang ada di tubuhku. Aura kegelapan itu mencoba menahan kekuatan pukulan Raja Goblin tersebut.


Aura kegelapan di tubuhku berhasil menahannya, tetapi muncul gelombang kejut pukulannya di belakangku hingga ratusan meter jauhnya sampai mengenai kota Argo.

__ADS_1


Mantra pelindung yang telah di gunakan, hancur oleh gelomang kejut itu hingga menembus benteng kota tersebut dan mengahncurkan puluhan bangunan di kota itu.


Raja Goblin tertawa senang setelah melakukan itu. Dia kemudian berkata,


"Ghahahaha, ini serangan perpisahku hari ini. Besok aku akan kembali lagi dan menghancurkan kota itu. Kalian bersiaplah!"


Raja Goblin kemudian pergi dengan diikuti pasukannya. Mereka pergi dengan menggunakan sihir ruangnya kembali.


Raja Goblin pergi karena tahu sebentar lagi malam. Dia tidak akan bisa melawan manusia walaupun itu lemah jika dia tidak bisa melihat.


Sementara Nina terkejut ketika dia sedang mendekat padaku pasukan goblin itu pergi. Nina tidak dapat di serang oleh pasukan goblin karena dia menggunakan sebuah item pelindung.


"Apa yang terjadi!? Kenapa mereka pergi!?" Nina bertanya-tanya dalam pikirannya.


Setelah mendekat dan hanya beberapa meter lagi dia sampai padaku, dia tiba-tiba berhenti dan melihatku dengan tatapan khawatir.


Walaupun sang Dewi telah menunjukkan kejadiannya, dia tetap tidak menduga kalau aslinya sangat mengerikan.


Nina merasakan Aura kegelapan pada tubuhku hingga dia kesulitan untuk berjalan mendekat.


"Cery, apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu jadi seperti ini?" Nina mencoba berbicara padaku.


Aku tidak merespon apapun perkataannya. Aku menjadi waspada ketika Nina mulai berjalan langkah demi langkah mendekatiku.


"Ini aku, Nina. Apa kamu tidak ingat?" Nina tetap berusaha berbicara denganku walaupun aku tidak merespon apapun.


Aku menjadi lebih waspada ketika Nina semakin dekat. Aku bersiap untuk menyerangnya. Dalam keadaan terkendali, aku akan menyerang apapun dan siapapun yang mencoba mendekatiku.


Nina semakin kesulitan mendekatiku. Langkahnya seperti di bebani batu yang cukup besar dipundaknya. Tapi dia tetap berusaha untuk mendekatiku.


"Cery, aku mohon tenanglah... Aku baik-baik saja... Aku tidak meninggalkanmu... Aku disini... Di depanmu..."


Ketika Nina hanya berjarak beberapa meter lagi, aku menyerang Nina dengan pedangku hingga menembus perutnya.


"Guhh!" Darah keluar dari mulut Nina.


#Sangkkyuuu


Jangan lupa Responnya lah

__ADS_1


Btw guwe lupa sama status dan pengeluaran Psnya njer


__ADS_2