
Happy Reading wkwk
"Gyaaaa!!!" Teriakanku membuat pasukan goblin diam seketika karena Aura kegelapan yang ada pada tubuhku semakin menguat lagi.
Aku mengayunkan pedangku ke pasukan goblin yang dilihatnya tanpa peduli dengan apapun lagi.
Aku terus menerus menebas pasukan goblin hingga semakin memasuki ke kerumunan pasukan goblin tersebut.
"Gyaaa...!"
Suara teriakan monster goblin yang kesakitan terus terdengar hingga Raja Goblin datang dengan sangat cepat dan memukulku sampai terpental beberapa meter.
Brak... braakk... braaakkk...!
Tanah di sekitar berubah menjadi seperti sungai kecil karena hantaman tubuhku.
Aku yang tidak terkendali menjadi lebih brutal dari sebelumnya. Aku dengan cepat menuju ke arah Raja Goblin dan langsung menebasnya, tetapi aku malah kembali terpental oleh serangan Raja Goblin.
Raja goblin kemudian berkata dengan sombong, "Manusia...kau tidak mungkin bisa mengalahkanku. Aku adalah Raja Goblin yang perkasa, manusia rendahan sepertimu tidak akan sanggup melawanku."
Aku tidak menjawab apapun karena kesadaranku dikendalikan oleh Aura kegelapan. Aku terus saja menyerang Raja Goblin walaupun itu tidak berefek apapun padanya.
"Ghahaha, ini menyenangkan! Ayo kemari! Serang aku lagi!" Raja Goblin tertawa senang.
Boomm!
"Gyaaaaa!"
Boomm!
Tiba-tiba Aura kegelapan pada tubuhku menguat lagi hingga membuat Raja Goblin terkejut.
"Apa ini!? Aura ini kuat sekali! Apa yang terjadi dengan manusia itu? Kenapa dia memiliki Aura seperti ini!?"
Aura ini menyebar hingga membuat sekitarnya menjadi gelap, pasukan goblin merasa ketakutan ketika merasakannya Aura tersebut. Tapi Raja Goblin dengan keangkuhannya dan kesombongnya tidak mempedulikan Aura itu, dia tetap meremehkannya.
"Aura itu membuat pasukanku ketakutan!"
"Walaupun kau memiliki Aura kuat itu, kekuatanmu tetap tidak akan cukup untuk melawanku!"
Raja Goblin kemudian sedikit memberi semangat pasukannya agar tidak merasa takut.
"(Wahai rakyatku! Jangan merasa takut dengan manusia rendahan itu! Hari ini kita harus menaklukan manusia di kota itu! Hari ini adalah masa kejayaan kita! Kita akan menang melawan manusia rendahan itu! Aku akan tunjukan kekuatanku, sang Raja Hoblin pada manusia itu!)" Dengan bahasa goblin dia berpidato.
__ADS_1
Kemudian Raja Goblin memperlihatkan kekuatannya pada pasukannya agar mereka tidak merasa takut lagi padaku.
"Grrrrraaaaaa!"
Sebuah energi sihir yang kuat keluar dari tubuh Raja goblin. Energi sihir itu perlahan-lahan melahap Aura kegelapan pada tubuhku.
Karena Aura kegelapan pada tubuhku semakin berkurang, pasukan goblin kembali seperti semula. Dengan brutalnya kembali menyerangku.
"Grooooorrwww...!"
Pasukan goblin menangkapku dan terus menerus menyerangku, tetapi serangan mereka tidak melukai tubuhku karena perlindungan Aura kegelapan.
Mereka kemudian menindihku hingga menumpuk sampai beberapa meter. Aku tidak bisa menggerakan tubuhku karena beban pasukan goblin yang menindihku terlalu besar.
"Ghahaha, sekarang kau tidak bisa bergerak. Kau akan kehabisan nafas di dalam sana! Ayo keluarkan semua kekuatanmu! Aku sangat bosan sekarang!" ucap Raja Goblin dengan tertawa senang.
Sementara itu tubuh Nina tetap terlindungi oleh sebuah item yang di berikan olehku.
Di alam setelah kematian Nina bertemu dengan seseorang. Dia adalah Dewi yang membuat dunia yang penuh dengan sihir itu.
"Akhirnya kita bertemu kembali," ucap sang Dewi.
Sebenarnya ini adalah pertemuan kedua kalinya Nina dengan Sang Dewi. Nina pernah bertemu dengannya ketika masih kecil. Nina dengan tidak sengaja menolong sang Dewi yang terkena sebuah sihir penyegelan.
"Ya benar, itu aku. Kamu telah meolongku waktu itu," jelas sang Dewi.
"Sebenarnya siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?" tanya Nina.
Nina tidak tahu kalau yang ada dihadapannya adalah seorang Dewi.
"Aku adalah seorang Dewi pembuat dunia kecil yang penuh dengan sihir dan untuk namanya sering kalian sebut Apantis," Sang Dewi memperkenalkan diri.
"Jadi kau seorang Dewi... untuk apa kau menemuiku?" tanya Nina.
"Itu karena aku sudah berjanji padamu untuk memberikan satu bantuan setelah kau menelongku dulu," jawab sang Dewi.
"Tapi aku tidak membutuhkan apapun lagi. Aku sudah mati di dunia itu, jadi tidak mungkin aku bisa kembali kesana," ucap Nina.
Kemudian Sang Dewi memperlihatkan sebuah pertarungan antara aku yang sedang tak terkendali melawan Raja Goblin dan pasukannya.
"Baiklah, kalau begitu kamu lihat pertarungan ini."
Nina terkejut setelah sang Dewi memperlihatkan pertarunganku. Dia merasa khawatir dengan keadaanku yang terkendali tapi dia berpikri tidak bisa melakakukan apapun untuk membantuku.
__ADS_1
Nina meraskan kesedihan pada dirinya dan kemudian meteskan air matanya hingga membasahi pipinya.
Sang Dewi kemudian berkata sesuatu pada Nina untuk menenangkannya, "Sudah aku bilang, aku akan memberimu satu bantuan. Jadi bantuan apa yang kamu inginkan? Cepat katakan padaku."
Nina mengusap air matanya dan kemudian memberi tahu bantuan yang diinginkannya, "Kalau begitu, aku ingin menolongnya dan aku belum menyampaikan kata-kata terakhirku padanya. Apa itu bisa?"
"Bagaimana ya... aku tidak bisa membantumu kalau tentang itu. Aku tidak bisa menghidupkanmu lagi karena itu bukan kemampuanku," jelas sang Dewi.
"Aku mohon padamu... Aku hanya ingin menolongnya. Aku mohon walaupun itu hanya beberapa menit saja aku ingin menolongnya," Nina tetap bersokeras memohon pada sang Dewi.
"Baik aku akan melakukannya. Tapi kamu hanya akan hidup kembali selama 30 menit saja, kemudian kamu akan mati lagi," Sang Dewi menyetujuinya.
"Terima kasih, 30 menit itu sudah cukup untukku," ucap Nina dengan senang dan tersenyum tulus pada Sang Dewi.
Kemudian Sang Dewi menggunakan sebuah mantra sihir padanya.
"Sampai jumpa kembali, aku harap kamu bisa menyelamatkannya tepat waktu," Sang Dewi tersenyum padanya.
"Ya, sampai jumpa. Aku berharap begitu," Nina membalas senyumannya.
Seketika Nina menghilang dari hadapan Sang Dewi dan terbangun kembali di area pertempuran.
Ketika Nina membuka matanya, disekelilingnya terdapat banyak goblin yang mencoba menyerangnya, tetapi ada sebuah pelindung yang melindunginya.
"Kyaaaa!" Nina terkejut karena melihat banyak goblin didekatnya.
"Ini... item pelindung!" Nina melihat ada sebuah gelang yang tidak pernah dilihatnya.
"Walaupun aku telah tiada... kamu tetap melindungiku dari monster itu. Kamu benar-benar orang yang baik," batin Nina.
Nina kemudian berdiri dan bergegas menyelamatkan ku yang sedang tak terkendali.
Sementara itu aku sedang berisaha keluar dari tindihan monster goblin dengan sekuat tenaga, tetapi hasilnya sia-sia.
Tubuh mereka terlalu banyak dan sangat berat. Tubuhku seperti akan hancur menjadi bubur ketika mencoba keluar.
Kemudian tiba-tiba Aura kegelapan pada tubuhku menghilang. Dan di tangan kiriku tiba-tiba muncul gelombang Aura kegelapan yang sangat kuat dan membuat Monster goblin yang ada di atasku hancur tak bersisa.
Aku memusatkan kekuatan aura kegelapan pada tangan kiriku, tetapi aku juga menghancurkan tangan kiriku saat melakukannya.
Raja Goblin terkejut melihat pasukannya yang menindihku hancur tak bersisa dan hanya melihatku yang mencoba berdiri kembali.
#Sangkyyuuu
__ADS_1
Jangan lupa like