Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 9 : Guild Petualang


__ADS_3

#Note : Sudut pandang MC diganti dari sudut pandang orang ketiga, diganti sudut pandang orang pertama


Sudah dua hari sejak aku terbawa ke dunia lain. Saat ini aku sedang tidur di sebuah penginapan di Kota Argo. Besok aku akan ditemani oleh Nina pergi ke Guild Petualang untuk mendaftarkan diri menjadi petualang.


Keesokan harinya...


Sinar matahari menyinari kamarku. Aku terbangun dari tempat tidurku. Aku terus memikirkan kejadian dua hari belakangan ini.Aku tidak percaya bahwa aku dibawa kedunia ini. Untuk apa orang sepertiku dibawa ke dunia ini. Aku terus memikirkannya apa yang akan aku lakukan. Tetapi kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok...tok...tok...tok...


Aku bangun dari tempat tidur dan segera memakai topengku, baru kemudian aku membukakan pintu. Dan yang didepanku sekarang ini adalah seorang wanita yang menemaniku berkeliling kota. Dia adalah Nina.


"Selamat pagi, Cery," sapa Nina.


"Ohh selamat pagi" Aku membalas sapanya.


"Ada apa kamu datang kemari?" Aku bertanya padanya.


"Hey! Apa kau lupa soal kemarin?" tanya Nina dengan kesal.


"Oohhh ya aku kemarin memintanya untuk menemaniku pergi ke guild petualang."


"Aku tidak lupa! Kemarin aku memintamu menemaniku pergi ke Guild Petualang," jawab ku.


"Baguslah kalau kau tidak lupa, ayo kita pergi ke Guild petualang," ajak Nina.


"Ya aku akan bersiap-siap dulu."


"Baiklah, akan aku tunggu di bawah," ucap Nina.


Kemudian Nina langsung pergi dari kamarku dan turun ke bawah untuk menunggu Cery bersiap-siap untuk pergi ke Guild petualang.


"Baiklah, sekarang aku akan mandi lebih dahulu."


"Sudah 2 hari aku belum mandi, apa badanku tidak bau, tadi?"


Kemudian akupun beranjak pergi ke kamar mandi untuk mandi.


"Apa disini kamar mandinya?" Aku berjalan masuk ke kamar mandi.


Aku membasuh tubuhku menggunakan air. Kemudian aku mencari sabun disana tetapi tidak ada.


"Di mana sabun mandinya? Apa di dunia ini tidak ada sabun?" Aku terus mencari.


"Ahh sepertinya benar, disini tidak ada sabun mandi."


Setelah selesai mandi akupun segera menemui Nina untuk segera pergi ke Guild petualang.


Suara bising, canda, dan tawa sudah mulai memenuhi penginapan tersebut.


"Seperti kemarin, tempat ini sudah mulai ramai padahal waktu aku lewat untuk kekamar mandi masih sepi."


"Ohhhh itu Nina." Aku melihat Nina duduk di meja makan penginapan sendirian.


"Ayo Nina kita pergi ke Guild Petualang," ajak ku untuk Segera pergi ke Guild Petualang.


"Tunggu dulu! Kamu duduk disini dulu," ucap Nina menyuruhku duduk.


"Ada apa?" tanya ku.


Kemudian datang seorang perempuan sedang membawakan makanan ke meja kami dia adalah bu Ana pemilik penginapan.


"Maf menunggu lama, Ini makanan spesial untuk kalian berdua," ucap Bu Ana


"Ini ada Daging panggang, Sayur sop, dan juga Jamur tiram bakar," ucap Bu Ana meletakan makanannya diatas meja dan menyebutkan nama makanannya.


Setelah selesai meletakan makanan pesanan Nina di meja, bu Ana langsung meninggalkan mereka berdua.


"Silahkan nikmati makanannya," ucap bu Ana.


"Terima kasih....?" Nina tersenyum.


"Kenapa ini banyak sekali?" tanya ku.


"Tadi aku memasan makanan untuk dua orang sambil menunggu kamu bersiap-siap," jawab Nina.


"Makanan yang satu ini untukku?" tanya ku.


"Ya iyalah.....emang untuk siapa lagi?" jawab Nina sambil memakan makanan yang ada didepannya.


"Bukannya kita akan langsung pergi ke Guild Petualang?" tanya ku kembali.


"Tidak, aku akan makan dulu! aku sangat lapar sekarang. Kalau kamu tidak mau memakannya aku yang akan memakannya," jawab Nina dengan makanan yang masih ada di mulutnya.


Tiba-tiba Nina tersedak oleh makanannya..

__ADS_1


Guf..guft...guft...


Aku langsung menuangkan air ke gelasnya.


"Ini! Minum airnya!" ucap ku sambil memberikan gelasnya ke Nina.


Kemudian Nina langsung meminumnya


Gslek...glek...glek...


"Ahhhhh leganya....terima kasih," ucap Nina sambil memegang lehernya.


"Makanya kalo makan jangan sambil berbicara." Aku memberikan Nina sebuah nasihat.


"Iya...iya...aku tidak akan melakukannya lagi." ucap Nina.


Setelah tenggorokannya lega, Nina kembali melanjutkan makannya dan akupun ikut makan juga.


"Ahhh makanannya sangat enak lagi" Ucap ku dalam hati.


Kami memakan makanannya dengan sangat lahap. Setelah selesai makan kamipun akan segera pergi Ke Guild Petualang.


"Aaahhhh kenyangnya...." Nina memegang perutnya kerena kekenyangan.


"Baiklah! Ayo sekarang kita pergi ke Guild Petualang." Aku mengajak Nina.


"Ayo.....!!!" jawab Nina bersemangat.


"Bu Ana terima kasih makanannya!" teriak ku berterima kasih ke Bu Ana.


"ya, sama-sama," jawab Bu Ana.


Kami langsung berjalan keluar penginapan menuju ke Guild petualang. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit berjalan, kami sampai di depan guild petualang.


Sesampainya di depan guild petualang...


"Ini dia Guild petualang di kota ini," ucap Nina menunjukan guildnya.


"Ini, kah?"


"Baiklah ayo kita langsung masuk!" ajak Nina menarik lenganku untuk masuk Guild.


"Selamat datang di Guild petualang kami," sapa Resepsionis Guild.


"Aku tidak menyangka ternyata di dalam guild sangat ramai," ucap ku dalam hati


"Orang yang mana? Disini banyak sekali!" tanya rekan petualang disampingnya.


"Itu yang baru masuk ke dalam guild dan memakai sebuah topeng," jawabnya.


"Tidak, aku tidak pernah melihatnya, mungkin dia baru akan mendaftar," jawab rekan petualang disampingnya.


"Ayo kita taruhan job apa yang dimilikinya hhhh," ucap salah satu petualang mengajak taruhan.


"Baiklah, ayo kita taruhan!" Petualang lainnya ikut taruhan.


"Aku bertaruh 5 koin emas dia memiliki job assasin!"


"Aku bertaruh 8 koin emas dia memiliki job Warrior!"


"Aku juga bertaruh 10 emas dia memiliki job assasin!"


"Apa mereka bertaruh tentangku?" tanya ku dalam hati.


"Aku juga akan bertaruh...."


Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memancarkan aura es yang sangat kuat dan mengerikan masuk ke dalam Guild. Seketika para petualang didalam guild terdiam.


G**ubraaaaakkk.........suara pintu terbuka.


Para petualang di dalam guild mulai berbisik membicarakannya


"Dia kasar sekali!" pikir ku


"Lihat putri es datang ke guild," ucap salah satu petualang berbisik pada rekannya.


Perempuan itu melirik tajam ke arah petualang yang membicarakannya, dalam seketika petualang tersebut menggigil ketakutan karena aura esnya.


"Siapa wanita itu? mengapa mereka menyebutnya putri es?" tanya ku dalam hati.


"Hey Nina, siapa perempuan itu?" Aku bertanya ke Nina dengan berbisik.


"Dia adalah Celine, dia seorang sword mage," jawab Nina dengan berbisik.


"Mengapa mereka menyebutnya putri es?" Aku bertanya lagi ke Nina dengan berbisik.

__ADS_1


"Karena dia memiliki aura es yang sangat kuat dan mengerikan, dan sikap dia juga sedingin es," jawab Nina dengan berbisik.


"Ooohhh begitu...kamu tunggu disini aku akan mendaftar dulu," ucap ku


"Baiklah," jawab Nina


Sementara itu aku pergi ke tempat Resepsionis guild untuk mendaftar menjadi petualang. Resepsionis Guild disini memiliki wajah yang cantik dengan rambut berwarna pirang dan dengan warna mata biru.


"Permisi aku mau mendaftarkan diri menjadi petualang," ucap ku.


"Baiklah, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu Nama saya Latina. Jika Anda ingin mendaftar pada guild diharuskan membayar 7 koin perak untuk biaya administrasi guild," Ujar Latine(Resepsionis) menjelaskan.


Kemudian aku mengambil 7 koin perak pada kantong dan memberikannya ke Latina.


"Ini 7 Koin perak," ucap ku sambil memberikan uangnya.


Kemudian Latina menjelaskan aturan dari guild petualang.


1.Petualang mengambil Quest sesuai tingkatannya, kecuali jika berparty.


2.Jika petualang gagal menyelesaikan Quest, petualang akan didenda.


3.Kematian saat menjalankan Quest bukan tanggung jawab dari guild


Setelah itu dia mengambil sebuah kertas kecil seperti sebuah kartu.


"Anda harus meneteskan darah Anda ke kartu ini, kemudian letakan tangan Anda diatas Bola kristak ini, agar Guild dapat membuat kartu petualang untuk Anda," jelas Latina.


"Baiklah!"


Kemudian akupun menestaskan darahku ke kartu itu dan meletakan tanganku diatas bola kristal.


Tiba-tiba statusku mulai terlihat di bola kristal tersebut.


[Nama : Cery


Ras : Manusia


Umur : 16


Job : Healer


[Level : 9


Hp : 1000


Mp : 750


Stamina : 80


Power : 45


Attack : 35


Agility : 20


Defense : 25


Int : 40


Pp : -


Skill : Heal(lvl 2)


Skill : Heal Wafe(lvl 1)


"Ternyata hanya seorang healer," gumam Latina.


"Baiklah, ini Kartu petualang Anda, job Anda adalah Healer, Anda akan dimasukan ke Petualang tingkat E. Anda dapat mengambil Quest pada papan Quest yang ada disana," Ucap Latina dengan sedikit menaikan nada bicaranya dan menunjuk ke papan quest.


"Terima kasih!"


Para petualang yang mendengar ucapan Latina mulai berisik dan mengejek ku.


"Hahaha ternyata kau hanya seorang sampah!"


"sampah ngapain mau jadi petualang!"


"Lebih baik pulang...sana tidur sama ibumu!"


Para petualang disana terus membicarakanku dengan kasar


"Aahhh baru kali ana aku dipedulikan, walaupun ini hanya ejekan," ucapku dalam hati.


#Jangan lupa like yaaaa

__ADS_1


Votenya juga


__ADS_2