Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 57


__ADS_3

"Tapi sepertinya pedang itu tidak kuat seperti dulu. Auranya menjadi sangat lemah dibandingkan yang dulu. Kekuatannya hanya 10% saja yang aku rasakan," jelas Komandan Pasukan Raja Iblis.


Harapanku rupanya tidak terjadi. Ternyata dia bisa mengetahui kekuatan pedangnya hanya dengan merasakan Auranya saja. Dan juga kepastian kekuataanya dapat ditebak dengan benar. Pedang ini masih dalam perbaikan dan sampai saat ini hanya 10% saja.


"Karena kau sudah tahu, tidak perlu lagi aku sembunyikan. Pedang ini memang benar hanya memiliki 10% kekuatannya saja," ucapku menjelaskan.


"Tidak perlu berbasa basi lagi, ayo kita lanjutkan pertarungannya!" ucapnya.


"Baiklah, tapi sebelum itu..." Aku melesat kearah Raja Goblin yang sedang bersembunyi dan langsung menyerangnya dengan menebas kepalanya.


Kepala Raja Goblin akhirnya tergeletak di tanah karena tertebas. Sementata itu, akhirnya Quest membunuh Raja Goblin akhirnya selesai dan statsitikku meningkat lagi sehingga menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Akhirnya misi ini selesai juga. Tapi levelku tidak setelah membunuhnya. Mungkin karena levelku yang sudah berveda jauh dengannya sehingga tidak cukup untuk menaikan level," batinku.


"Kau! Beraninya kau membunuhnya!" teriaknya marah.


"Hah, bukannya tadi kau ingin membunuhnya? Aku hanya membantu meringankan bebanmu saja. Seharusnya kau berterima kasih padaku. Kau malah marah padaku."


"Kau hanya ingin menaikan levelmu saja dengan membunuhnya!" Dia langsung melesat ke bawah dan menyerangku dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya.


"Hey, seranganmu menjadi lebih cepat. Apa kau tadi menyembunyikan kekuatanmu yang sesungguhnya?"


"Kau tidak pantas untuk melihat kekuatanku yang sesungguhnya!"


"Kalau begitu aku akan membuatmu mengeluarkan kekuatan itu!"


"Setelah itu aku akan kabur. Aku tidak mempunyai urusan lagi disini," batinku.


Pertarungan yang sengit kembali terjadi. Masing masing dari mereka terus bertahan dan menyerang. Jika salah satu berhasil melukai lawannya, dia akan membalasnya kembali.


Pertarungan itu berlangsung cukup lama hingga Komandan Pasukan Raja Iblis menghilangkan sihir ruang di tempat itu.


Karena sihir ruang dihilangkan, dinding-dinding goa itu tidak kuat menahan getaran dari efek pertarungan itu.


Langit-langit goa mulai runtuh. Pecahan-pecahan dari langit-langit goa terus menerus menimpa keduanya.


"Gawat! Goa ini akan runtuh!" batinku panik.


"Hey, kita hentikan pertarungan kita. Ini sia-sia saja, tidak ada yang akan menang di antara kita," ucapku.

__ADS_1


Komandan Pasukan Raja Iblis tidak menghiraukan perkataanku. Dia terus menyerangku tanpa mempedulikan keadaan goa tersebut.


"Apa kau mau mati disini?!" Aku menaikan nada ucapanku karena merasa Komandan Pasukan Raja Iblis tidak bisa mendengarnya.


Tetap saja dia tidak menghiraukannya. Dia tiba-tiba menyerangku dengan sangat cepat dan kekuatannya sangat kuat hingga menabrak dinding goa itu.


Tetapi setelah dia menyerangku, dari atas reruntuhan langit-langit goa yang cukup besar menimpanya. Dan juga salah satunya juga hampir menimpaku tetapi aku langsung berteleportasi keluar agar tidak terkena pecahan tersebut.


"Teleport!"


Di luar goa aku melihat kearah Komandan Goblin yang tertimpa oleh reruntuhan tersebut.


"Apa dia baik-baik saja setelah tertimpa oleh reruntuhan itu?"


"Sudahlah aku pergi saja dari sini. Aku tidak memiliki urusan dengannya lagi."


Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba aku mengingat kalau masih memiliki urusan di dalam hutan itu. Urusan itu adalah untuk memberikan surat dari Saint Mage kepada seseorang di dalam hutan.


Tetapi aku bahkan tidak tau dimana orang itu berada, "Apa aku harus melakukannya sekarang? Atau aku harus menemui Bu Ana terlebih dahulu sebelum melakukannya?"


Booom!


Tiba-tiba pemikiran itu menghilang karena dari dalam rerentuhan goa terdengar suara ledakan yang cukup keras hingga monster-monster di dekatnya kabur menghindari arah suara ledakan tersebut.


Energi sihir tersebut bahkan sampai membuatku sedikit merinding ketika merasakannya.


Dia melihat kearahku dengan tatapan amarah. Dalam sekejap dia berada di depanku dan langsung memukulku dengan Energi sihir sangat kuat hingga aku terpental beberapa ratus meter.


Banyak pohon-pohon yang hancur akibat dari tabrakanku, "Guh! Kuat sekali!" Aku memuntahkan banyak darah dari mulutku dan juga seluruh tubuhku terasa sangat sakit hingga kesulitan saat mencoba berdiri.


Aku menggunakan kembali skill penyembuhanku dan seketika sembuh. Tetapi tidak berhenti di situ saja, dia kembali melesat kearahku dan memukulku kembali dengan kekuatan yang lebih kuat.


Saat terpental cukup jauh, aku berteleport ke kota Argo yang sudah hancur untuk menghindarinya.


"Teleport!"


Beberapa detik setelah aku sampai di kota Argo, tiba-tiba muncul sihir ruang di depanku dan Komandan Pasukan Raja Iblis keluar dari dalamnya.


"Sial! Ini buruk!" Aku berteleportasi kembali ketempat sebelumnya tetapi dia tetap mengikutiku.

__ADS_1


"Mengapa dia tidak melepaskanku saja?!" batinku kesal.


"Hey! Kenapa kau tidak melepaskanku saja?! Ini percuma saja, kau tidak bisa mengalahkanku!" teriakku padanya.


"Aku tidak akan melepaskanmu. Kau telah membuatku sangat marah!" jawabnya.


"Ah, sial! Baiklah terserah kau saja! Mau sampai kapan kau mengikutiku. Kau pasti sudah mengeluarkan mana yang banyak untuk menggunakan kekuatanmu tadi!"


Aku kembali berteleportasi ke kota argo tetapi dia tetap bersikeras mengikutiku. Hingga akupun sudah bolak-balik berteleportasi pada kedua tempat itu sebanyak 40 kali.


"Ini sudah keempat puluh kalinya kau mengikutiku. Kau pasti tidak memiliki mana lagi." Terlihat Komandan Pasukan Raja Iblis sedang kelelahan dan kesusahan untuk berdiri tegak.


"Kau juga begitu, kan? Manusia tidak mungkin memiliki banyak mana. Tapi aku tidak menyangka kau akan menggunakan teleportmu 40 kali," ucapnya.


"Yah, aku tidak memiliki banyak mana lagi, tapi setidaknya aki masih bisa menggunakan teleprtku sebanyak 40 kali lagi. Apa kau benar-benar akan terus mengikutiku?"


"Apa! Kau pasti hanya membual!" Dia terkejut.


"Sebaiknya kau pergi saja. Aku akan melepaskanmu kali ini. Aku sedang ada urusan yang cukup penting."


"Kau telah menggagalkan rencanaku. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja."


"Hah, kau keras kepala sekali. Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu perg dariku?" tanyaku.


"Aku harus membunuhmu. Atau kau harus bertemu dengan yang mulai Raja Iblis," jawabnya.


"Untuk apa aku harus menemui Raja iblis? Itu tidak peting bagiku..."


"Kalau begitu aku harus membunuhmu."


"Tunggu sebentar. Mungkin aku bisa mendapat sedikit informasi tentang cara menghidupkan Nina kembali," batinku.


"Baiklah, aku akan menemuinya. Tapi aku memiliki urusan yang harus aku lalukan. Aku harus menemui seseorang di dalam hutan."


"Kalau kau takut aku kabur, kau bisa ikut denganku menemuinya." Aku memberi tawaran padanya.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu. Kalau kau berani kabur aku akan membunuhmu walaupun kau pergi keujung dunia sekalipun." Tegasnya.


"Ya, terserah kau saja."

__ADS_1


"Lagian untuk apa dia menyarankanku untuk bertemu Raja Iblis?"


#Peace


__ADS_2