Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 41 : Kematian ll


__ADS_3

Para petualang yang mendengar perkataan Komandan Goblin tersebut menjadi panik dan ketakutan. Mereka hanya bisa pasrah akan takdir mereka. Mati! Sebuah Kata yang terus-menerus muncul dipikiran mereka.


"Ahhhh!" Salah satu petualang tiba-tiba berteriak.


Komandan goblin tiba-tiba mengarahkan sihirnya ke petualang yang berteriak. Seketika petualang itu mati tanpa menyisakan tubuhnya.


"Grrr...kalian manusia rendahan diam!" teriak Komandan Goblin membentak manusia.


Para petualang tiba-tiba meminta pengampunan ke para Komandan Goblin dengan bersujud.


"Tolong ampuni kami tuan Goblin..."


"Tolong lepaskan kami, kami hanya manusia rendahan..."


"Gragragra...Bagus kalian semua bersujud pada kami, kami akan memikirkannya," ucap Komandan Goblin dengan tertawa.


Para petualang yang mendengar perkataan itu menjadi sedikit senang karena mereka masih punya kesempatan untuk hidup.


Tapi rasa senang itu hanya bertahan sebentar saja, karena tiba-tiba berkata, "Tapi kami tidak jadi melepaskan kalian, gragragra," Komandan Goblin tertawa.


Tiba-tiba salah satu petualang bertanya alasannya, "Tapi kenapa tuan goblin mengatakan itu, kami semua sudah bersujud pada tuan."


Komandan goblin tiba-tiba menyerang petualang itu dan membunuhnya.


Para petualang yang melihatnya serangan itu kembali ketakutan pada Komandan Goblin tersebut. Mereka terus bersujud tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Grrrr....Manusia rendahan! Beraninya kalian bertanya alasannya padaku!" Bentak komandan Goblin.


Komandan Goblin melihat ke arah satu petualang dan berkata, "Apa kalian tidak melihatnya...Satu manusia rendahan tidak bersujud pada kami," Komandan Goblin mengatakan alasannya dengan nada yang keras.


Sontak para petualang ikut melihat kearah yang di lihat oleh Komandan Goblin. Mereka kesal ke petualang itu karena dia tidak ikut bersujud meminta pengampunan ke Komandan Goblin. Petualang yang tidak bersujud ke Komandan Goblin adalah Nina.


"Sialan! Karena dia Komandan Goblin tidak jadi melepaskan kami!" Dalam hari para petualang merasa kesal.


"Maafkan kami tuan Goblin, aku akan segera menyuruhnya untuk bersujud," Salah satu petualang memberanikan diri untuk berbicara.


"Grrrrr....Tidak perlu! Kalian bawa manusia rendahan itu kesini! Aku akan membunuhnya di depan kalian!" ucap Komandan Goblin.


"Ayo cepat bawa dia ke Komandan Goblin!"


"Ya, ayo kita serahkan dia ke Komandan Goblin mungkin kita masih diberi kesempatan untuk hidup."


"Ya ayo lakukan, aku juga tidak ingin mati di tempat seperti ini dan aku juga belum menikah."


"Itu salahmu karena wajahmu jelek, jadi tidak ada wanita yang mau menikah denganmu."


Sekali lagi Komandan Goblin membunuh petualang yang berisik.

__ADS_1


Salah satu petualang menarik tangan Nina untuk memaksanya pergi didepan Komandan Goblin, "Ayo! Kamu kubawa ke Komandan Goblin." Petualang menarik tangannya dengan kasar.


Tetapi Nina menolaknya dengan melepaskan tangannya dari petualang itu. "Tidak, aku tidak mau kesana!" teriak Nina.


"Kita bisa menang melawan mereka jika kita menyerangnya bersama," ucap Nina.


"Apa kau gila! Salah satu anggota party Putri Salju saja tidak bisa melawan satu Komandan Goblin, bagaimana dengan petualang lemah seperti kami?"


"Kau harus bertanggung jawab karena kamu tidak bersujud ke Komandan Goblin." Petualang kembali menarik tangan Nina dengan kasar.


"Tidak! Aku tidak mau!" Nina memberontak.


Tapi karena kekuatan petualang yang menarik Nina lebih kuat darinya, Nina tidak bisa melepaskan tangannya. Sekarang dia berada di depan salah satu Komandan Goblin yang bersiap untuk membunuhnya.


Nina ketakutan dengan Komandan Goblin yang ada didepannya. Dia meminta tolong kepada petualang lain tapi tidak ada petualang lain yang berani menolongnya. Bahkan kedua anggota partg Putri Salju tidak berani untuk melawan Komandan Goblin itu.


"Aku mohon, siapapun tolong aku....?" Nina meminta tolong ke para petualang tapi mereka terus bersujud menundukkan kepalanya ke bawah.


"Grrrrr manusia rendahan! Beraninya kamu tidak bersujud pada kami!" Komandan Goblin marah.


Nina terus mencengkram tongkat sihirnya dengan kuat dan berkata, "Walaupun aku akan mati, Aku tidak akan pernah bersujud pada monster seperti kalian!" jawab Nina dengan nada yang keras membuat Keempat Komandan Goblin kembali sangat marah.


"Sialan beraninya dia berbicara seprti itu!"


"Sialan! Perkataanmu itu juga bisa membunuh kami semua!"


Para petualang berbisik kesal setelah mendengar perkataan dari Nina.


"Grrrr cepat bunuh manusia rendahan itu, aku kesal dengannya!" ucap Komandan Goblin lain.


Setelah mendengar perkataan Komandan Goblin lain, Komandan Goblin tersebut segera melakukannya.


"Ini untuk peringatan karena manusia rendahan berani dengan kami para Komandan Goblin," ucap Komandan Goblin.


Kemudian Komandan Goblin mengayunkan senjatanya ke Nina. Nina hanya pasrah dengan menutup kedua matanya, tapi tiba-tiba salah satu petualang yang bersujud berdiri dan langsung berlari untuk menangkis serangan dari Komandan Goblin.


Petualang tersebut sedikit terpental kebelakang karena perbedaan level yang sangat tinggi. Dia hanya sedikit terluka ketika terkena serangan itu, Karena Komandan Goblin hanya menggunakan sedikit kekuatannya saja.


"Guh...!" Darah keluar dari mulut petualang tersebut.


"Kamu...evan!" Nina terkejut dengan kedatangan Evan yang menahan serangan Komandan Goblin.


"*Kenapa aku tiba-tiba aku berani melawan Komandan Goblin?"


"Tanganku bahkan sampai menggigil setelah menahan serangan Komandan Goblin."


"Aku yakin itu bukan serangan terkuat miliknya. Apa yang harus aku lakukan sekarang*?"

__ADS_1


"Manusia rendahan! Beraninya kamu melawanku!"


"Aku mohon jangan bunuh dia, aku yang akan menggantikannya," ucap Evan.


"Walaupun aku mati, aku tidak peduli lagi. Sebenarnya aku juga seharusnya telah mati, tapi aku diselamatkan oleh pacar petualang ini."


Komandan Goblin tertawa mendengar perkataan Evan dan kemudian berkata, "Satu manusia rendahan mau menggantikannya? Aku bahkan bisa membunuh semua manusia rendah disini."


"Sudah kuduga, Komandan Goblin tidak akan melepaskannya. Tapi aku harus berusaha melindunginya."


"Grrrrooo...Rasakan ini manusia rendahan!" Komandan Goblin tanpa basa-basi kembali menyerang.


Evan menghindari serangan dari Komandan Goblin karena dia tahu kalau menahannya dia akan terluka parah mungkin juga akan mati dalam satu serangan.


"Aku harus melindunginya!" Evan menguatkan tekadnya.


Sambil menghindari serangan tersebut, Evan berbicara ke para petualang yang sedang bersujud ke Komandan Goblin.


"Apa kalian tidak malu! Apa kalian tidak marah mereka memanggil kita manusia rendahan! Kalian bahkan sampai bersujud meminta pengampunan ke mereka! Apa kalian tidak malu!"


"Bagaimana dengan kalian yang sudah memilki keluarga, apa kalian akan meninggalkannya demi keselamatan pribadi! Kalian coba berfikir! Apa mereka akan benar-benar melepaskan kalian? Itu tidak mungkin!"


"Mereka akan tetap membunuh kalian semua bahkan akan menghancurkan kota kita! Apa kalian tetap akan diam saja seperti itu?!"


Tetapi para petualang tetap tidak tergerak oleh perkataan Evan. Mereka terus saja diam dan bersujud seperti patung.


"Mereka masih saja diam seperti itu. Sepertinya itu percuma saja."


Serangan demi serangan di lancarkan ke Evan tapi dia dapat menghindarinya.


"Di mana pacar petualang itu? Kenapa dia tidak muncul ketika pacarnya dalam bahaya disini? Apa aku salah paham kalai dia adalah pacar dari Cery? Itu tidak mungkin, dia bahkan sampai menangis karena khawatir dengannya."


Tiba-tiba serangan datang dengan cepat dan Evan berusaha menahannya karena dia tidak bisa menghindarinya. Serangan itu membuat Evan terluka sangat parah. Banyak darah keluar dari tubuhnya.


"Guh..Sakit sekali!" Evan terbaring di tanah.


Evan memejamkan matanya dan mengingat masa lalunya.


Komandan Goblin tertawa dan berkata, "Manusia rendahan, ini akibatnya berani dengan kami..."


Komandan Goblin memukul tubuh Evan yang terbaring di tanah dengan senaja miliknya. Evan mati dengan tubuh yang hancur lebur dan hanya darah yang tersisa di sekitarnya.


#Sangkyuuu


Jangan lupa like


Votenya juga

__ADS_1


__ADS_2