Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 40 : Kematian l


__ADS_3

Sementara itu setelah para petualang mulai kabur dari medan tempur, mereka terhenti karena di depan mereka muncul 4 Monster Komandan Goblin. Sontak mereka kaget dan langsung berlari ke arah yang berbeda tetapi ketika mereka ingin kabur, Komandan Goblin menyerang mereka membuat para petualang ketakutan dan tidak jadi berniat untuk kabur lagi.


"Grrrrrr...manusia! Kalian semua akan mati! Kekeke."


"Grrrr...Kalian semua akan kubunuh setelah Raja kami datang kesini, kekeke."


Dalam rasa takutnya para petualang berbisik pada petualang di sebelahnya.


"Monster itu bisa bahasa manusia."


"Kalau begitu kamu bicara dengannya, mungkin dia akan melepaskan kita."


"Tapi siapa yang berani bicara dengan monster itu?"


"Baiklah aku saja yang berbicara dengan monster itu." Seseorang memberanikan diri untuk berbicara dengan Komandan Goblin tersebut.


Dalam ketakutannya, dia menggigil dan berjalan ke depan Komandan Goblin. Tapi tiba-tiba Ke tiga anggota Putri Salju datang dan menghentikannya.


"Hey! Apa yang kamu lakukan!" teriak mereka.


"Hey manusia! Berani sekali kamu berteriak di depanku!" Ke empat Komandan Goblin marah mendengar suara teriakan teresebut.


Kemudian salah satu Komandan Goblin menyerang mereka. Mereka langsung menahan serangan dari Komandan Goblin tersebut.


Tang...


Benturan senjata berbunyi...


"Hey Goblin sialan! Aku akan melawanmu!" teriak seorang Warrior anggota party Putri Salju.


"Manusia lemah! Rasakan ini!" Komandan Goblin menyerang dengan senjatanya.


Seorang Warrior tersebut menciba menahan serangan tersebut. Tapi karena kecepatan dan kekuatan Komandan yang sangat besar, Warrior tersebut sedikit terpental ke belakang.


Hpnya berkurang cukup banyak karena serangan itu.


"Guh! Serangannya sangat kuat! Mana dan Staminaku juga hampir habis karena melawan goblin tadi," ucap Warrior tersebut memuntahkan darah dari mulutnya.


"Cepat bantu aku melawan monster ini!" Seorang Warrior tersebut meminta bantuan kepada teman partynya.


"Maaf aku tidak bisa membantumu, biarkan aku beristirahat lebih lama lagi," Seorang Mage yang berbaring di atas Monster Serigala meminta maaf dan meminta waktu lebih lama untuk beristirahat.


"Aku akan membantumu! Aku akan Summon monster lagi, tapi hanya bisa monster yang Levenya hanya sekitar 30-40," ucap Summoner anggota partynya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, itu sudah cukup bagiku," ucap Warrior tersebut.


Kemudian Summoner itu memanggil monster miliknya lagi. " Summon!" 2 Monster ular muncul dengan ukuran sekitar 2-3 meter. Ukuran Monster ular itu hampir sama dengan Monster Komandan Goblin, hanya saja Levelnya berbeda jauh dengan Monster Komandan Goblin.


Summoners yang memanggil Monster ular tersebut terjatuh karena merasa lemas dan Mana yang dimilkinya habis.


"Terima kasih dengan bantuanmu, kamu beristirahatlah," ucap seorang Warrior tersebut.


"Baiklah ayo maju!" teriak seorang Warrior tersebut memprovokasi.


"Manusia rendahan! Rasakan ini!" teriak Komandan Goblin.


Monster Komandan Goblin kembali menyerang Warrior tersebut, tetapi serangannya digagalkan oleh kedua Monster Ular tersebut. Kedua monster ular tersebut mendekat ketubuh Komandan Goblin dan menjerat tubuhnya, membuat Komandan Goblin tersebut tidak dapat bergerak.


Melihat Komandan Goblin tidak dapat bergerak karena jeratan kedua monsyer ular, Warrior tersebut segera menyerang Komandan Goblin tersebut.


"Bagus, dia tidak bisa bergerak! Aku akan langsung membunuhnya," ucap seorang Warrior.


Warrior tersebut melompat kearah Komandan Goblin berdiri dan menyerangnya. "Rasakan ini! Monster sialan!" Kapak besar milik Warrior tersebut berkali-kali menyerang Komandan Goblin tersebut.


"Aku harap ketiga Komandan Goblin lainnya tidak membantu, jika mereka menyerangku bersamaan aku tidak akan selamat," pikir seorang Warrior tersebut.


Warrior tersebut kemuidan meminta petualang lainnya untuk membantu menyerang Komandan Goblin yang tidak bisa bergerak tersebut.


Para petualang lain yang mendengar Warrior tersebut meminta bantuan tidak segera bergerak untuk membantu. Mereka hanya diam melihat pertempuran dengan rasa ketakutan di wajah mereka.


Kemudian satu petualang memberanikan diri untuk membantu, Itu adalah Nina. Dan disusul petualang lainnya juga memberanikan diri untuk membantu.


Hanya sedikit saja petualang yang memberanikan diri untuk membantu. Petualang lainnya masih diselimuti oleh ketakutan. Mereka hanya berharap, jika tidak menyerang Komandan Goblin tersebut, mereka akan selamat.


Para petualang yang memberanikan diri untuk membantu segera menyerang Komandan Goblin tersebut. "Rasakan ini! Pasukan goblinmu sudah membunuh teman-temanku!" Mereka melepas amarah mereka pada Komandan Goblin tersebut.


"Fire ball!" Nina menggunakan sihir dan menyerang kearah Kepala komandan Goblin tersebut.


Serang sihir tersebut berhasil mengenai wajah Komandan Goblin. Akibat dari serangan tersebut, Komandan Goblin marah dan mengeluarkan sihir kemurkaannya.


"Manusia rendahan! Beraninya kalian menyerangku!" teriak Komandan Goblin.


"Grrooooo!!!" Gelombang kemarahan muncul dan menghantam para petualang di dekatnya membuat mereka terpukul mundur.


Mereka segera berdiri setelah terkena gelombang tersebut tetapi, mereka tidak dapat bergerak setelah mereka berdiri. Mereka terkena efek Stun dari Kemarahan Komandan Goblin tersebut.


Setelah mengeluarkan sihir kemurkaannya, kekuatan Komadan Goblin tersebut meningkat drastis, dia segera melepaskan diri dari jeratan kedua Monster Ular. Karena kekuatannya yang sangat mengerikan, tubuh kedua Monster Ular tersebut terputus menjadi dua.

__ADS_1


Siisssssss.... Kedua Monster Ular kesakitan.


"Manusia! Kau membuatku sangat marah!"


Komandan Goblin menyerang para petualang yang terkena efek kemurkaannya. Para petualang tersebut mati setelah terkena satu serangan darinya. Tubuh mereka hancur oleh senjata Komandan Gobalin tersebut.


Para petualang lain yang melihatnya merasa lebih ketakutan. Tubuh mereka kembali menggigil dan berkeringat. Rasa cemas, khawatir, takut akan kematian membayangi pikiran mereka.


"Bagaimana ini? Apa kita akan mati disini?"


"Tidak! Aku tidak ingin mati disini! Aku masih belum menikah!"


Komanda Goblin berbalik kearah Nina dan berkata, "Manusia, kau tadi yang menyerang wajahku! Akan aku sisakan kau terakhir untuk kebunuh."


Setelah mengatakan itu, Komandan Goblin segera pergi kearah seoranh Warrior yang menyerangnya tadi. Dia segera menyerang warrior tersebut.


Setelah melepaskan kemurkaannya kekuatan dia menjadi sangat hebat, kecepatannya juga meningkat, membuat Warrior tersebut kesulitan untuk menghindar.


"Sialan! Monster itu semakin cepat! Serangannya juga semakin kuat!" pikir seorang Warrior tersebut.


Serangan kembali datang padanya.


"Menghindar!" teriaknya.


Setelah berhasik menghindari serangan tersebut, tiba-tiba serangan lain dari Komandan Goblin lain.


"Gawat! Aku tidak bisa menghindarinya!" teriaknya.


Serangan tersebut adalah serangan sihir. Karena warrior tersebut tidak dapat menghindar, dia menggunakan senjata miliknya untuk menahan serangannya. Tapi serangan tersebut terlalu kuat sehingga menghancurkan senjata tersebut. Warrior tersebut terpental dan terluka sangat parah, dia terbaring di tanah dengan luka memenuhi tubuhnya.


"Guh..."


Warrior tersebut tidak sadarkan diri karena lukanya setelah beberapa detik.


"Kenapa kamu mengambil mangsaku! Sudah kubilang biar aku saja yang membunuh mereka!" Komandan Goblin marah kepada Komandan Goblin yang melakukan serangan tadi.


"Kamu terlalu lama, aku bosan hanya berdiri saja. Lagian dia belum mati oleh seranganku tadi. Ayo cepat bunuh manusia itu!"


Komandan Goblin membunuh warrior tersebut dan menghancurkan tubuhnya.


"Selanjutnya kalian semua!" ucap Komandan Goblin mengarah ke para petualang yang ketakutan.


#Sangkyuuuu

__ADS_1


Jangan lupa like yaa


__ADS_2