Overpowered Healer

Overpowered Healer
CHAPTER 60


__ADS_3

Pria tua itu membaca surat yang diberikan. Isi surat itu tidak terlalu panjang tetapi tetap membuatnya terkejut ketika membacanya.


"Apa anak itu yang dia maksud? Tapi kenapa dia bersama dengan Ras Iblis? Aku sudah lama tidak keluar dari tempat ini jadi aku tidak tahu keadaan diluar sana." Dia menatap kearahku.


Aku mengetahui kalau dia sedang menatapku. Kemudian aku membalas tatapannya untuk mengetahu maksudnya tetapi, dia langsung mengalihkan tatapannya.


"Apa ada sesuatu pada diriku?"


"Ahhh, tidak ada." Jawabnya mengelak.


"Kalau tidak ada, kami akan pergi dulu. Aku memiliki urusan yang harus kulakukan secepatnya."


Mereka hendak pergi dari tempat itu dengan menggunakan teleport tetapi tiba-tiba pria tua itu menghentikanku.


"Tunggu dulu!" Dia memegang lenganku.


"Ada apa lagi? Bukannya aku sudah memberikan suratnya padamu? Urusanku hanya itu saja disini, tidak ada yang lain lagi."


"Kau tidak bisa pergi dari sini!" Pria tua itu kemudian memukulku hingga terpental jauh.


"Guhh! Sial! Sakit sekali! Satu kali serangannya saja Hpku berkurang setengahnya," ucapku dengan darah yang keluar dari mulut.


"Ohh, dia tidak mati setelah aku pukul dengan setengah dari kekuatanku... anak itu seperti yang diharapkan," batin pria tua tersebut sambil tersenyum kecil.


Melihat aku dipukul olehnya, Komandan Pasukan Raja Iblis menjadi waspada terhadapnya.


"Kenapa kau menyerang kami lagi?" tanyanya sembari bersiap untuk menyerang.


"Aku akan memberimu dua pilihan. Silahkan kamu pergi sendirian atau kau mati." Pria tua tersebut memberikan pilihan kepadanya.


"Tidak, aku harus membawanya bersamaku!" Dia tetap bersikeras untuk membawaku bersamanya.


Mendengar jawaban itu, pria tua tersebut dengan gerakan yang cepat memukul perut Komandan Pasukan Raja Iblis hingga terpental jauh, lebih jauh dariku.


"Boom!"


"Kuat sekali! Siapa kau sebenarnya?" Dengan bersusah payah dia bertanya identitas pria tua tersebut.


"Ini terakhir kalinya aku memberi pilihan. Kau pergi sendiri atau mati!"


"Baiklah, aku akan pergi." Komandan Pasukan Raja Iblis tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jika dia melawannya, hanya kematian yang akan menjumpainya.


Pria tua itu membuka sebuah celah dimensi dan melempar Komandan Pasukan Raja Iblis ke dalamnya.


"Masuklah, kau akan sampai di depan goa sebelumnya," ucap pria tua tersebut.


"Siapa kau sebenarnya?"


"Aku hanya pria tua," jawabnya tersenyum


Dan itu benar-benar terjadi, setelah memasuki celah dimensi itu dia tiba-tiba berada di depan goa yang terkahir kali dimasuki.

__ADS_1


Sementara itu, setelah aku terpental jauh dan membentur tanah dibawahnya, aku mencoba menyembuhkan luka-lukaku tetapi tidak bisa.


Skill penyembuhanku entah kenapa tidak bisa digunakan ditempat itu.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa menggunakannya?" pikirku kebingungan.


"Ini sakit sekali! Aku tidak kuat menahannya lagi...." Penglihatanku semakin samar dan semakin lama-semakin gelap. Dan akhirnya kesadaranku hilang karena rasa sakit itu.


Malam hari


Aku terbangun disebuah ranjang dengan tubuh yang penuh perban. Dan di sampingku terlihat ada Pria tua yang telah memukuliku sebelumnya.


"Ohh, kau sudah sadar..." ucap pria tua.


"Kau! Kenapa kau memukulku sebelumnya?"


"Aku hanya mengetesmu saja. Dalam surat itu kau akan mengubah nasih dunia ini jadi aku mencari tahu itu benar atau tidak."


"Tapi ternyata kau sangat lemah. Menerima pukulan dari setengah kekuatanku saja pingsan." Pria tua menjelaskan tujuannya.


Aku mencoba duduk di ranjang itu, tetapi rasa sakit terus menerus aku rasakan. Aku terus memaksakan untuk duduk dan akhirnya berhasil.


"Heal!"


Setelah berhasil duduk aku langsung menyembuhkan lukaku tetapi tetap tidak bisa. Kemudian aku bertanya pada pria tua itu, "Mengapa aku tidak bisa menyembuhkan diriku? Apa yang telah kau lakukan?"


"Aku hanya membuat tempat ini tidak bisa menggunakan mana. Sebelumnya aku tidak tahu kalau selama ini kamu tidak bisa menggunakan sihir."


"Tidak bisa menggunakan mana? Itu artinya aku tidak bisa keluar dari sini... tidak aku harus keluar dari sini.!" batinku.


"Itu hanya keberuntunganku saja," jawabku.


"Jadi untuk apa kau menahanku disini? Aku harus pergi dari sini!"


"Kau tidak bisa pergi dari sini! Aku tidak akan membiarkanmu. Aku sudah menutup jalan keluar dari sini, kau juga tidak bisa menggunakan manamu jadi kau tidak akan bisa keluar. Kecuali kalau aku yang mengijinkannya," jawab pria tua menjelaskan.


"Apa yang kau inginkan dariku?"


"Tidak ada, kalau kau bisa mengalahkanku aku akan mengijinkanmu keluar."


"Mengalahkanmu? Aku bahkan—"


"Levelku 650," Pria tua itu memotong pembicaraanku.


Mengetahui levelnya akupun terkejut. Bagaimana aku bisa mengalahkannya? Levelnya sangat berbeda jauh denganku. Pertanyaan itu yang muncul dipikiranku.


"Tenang saja, kau pasti bisa mengalahkanku meski membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun."


"Aku tidak mungkin terus-terusan ditempat ini. Aku harus pergi dari sini!"


"Silahkan saja kalau kau bisa. Sebaiknya kau beristirahat dahulu sebelum memimirkan cara untuk mengalahkanku." Setelah mengatakan itu dia pergi meninggalkanku.

__ADS_1


"Sial!!!!!" teriakku dengan keras.


"Aduh, aduh, aduh tubuhku masih sakit."


Aku kemudian memikirkan cara untuk mengalahkan. Hingga setengah jam aku terus memikirkan caranya tetapi tidak dapat menemukannya.


"Ah aku tidak bisa memikirkan apapun!"


Aku kembali berbaring diranjang tersebut dan berkata, "Sebaiknya aku beristirahat terlebih dahulu."


"[System selesai mengidentifikasi]"


"[Anda dapat menghidupkan orang yang sudah mati dengan skill summon tetapi orang yang dihidupkan kembali dengan skill tersebut hanya seperti mayat hidup]"


Tiba-tiba system memberikan pemberitahuannya. Aku mengingatnya dengan baik pemberitahuan itu.


Setelah itu Aku langsung bertanya, "Apa tidak ada cara lain? Kalau aku hanya membuatnya seperti mayat hidup aku akan merasa sangat bersalah."


"[Cara kedua adalah dengan menggunakan Batu Kehidupan]"


"Kalau begitu aku akan membelinya."


"[Batu Kehidupan tidak diperjualbelikan pada system. Anda dapat mencarinya sendiri]"


"Dimana aku bisa mendapatkannya?"


"[Sysyem tidak mengetahuinya. Informasi telah hilang selama 100 tahun terakhir]"


"Ahhh, bagaimana aku bisa mencarinya kalau informasi tentang batu itu telah hilang? Apa mungkin kakek tua itu tahu?"


"Besok aku akan bertanya padanya."


Aku kemudian tidur diranjang itu. Walaupun rasa sakit masih terasa di tubuhku, aku masih bisa tertidur dengan lelap.


Keesokan paginya


Aku bangun dan langsung bersusah payah berjalan walaupun tersasakit mencari pria tua tersebut untuk menanyakan tentanga Batu Kehidupan.


Setelah beberapa menit mencari, akhirnya aku berhasil menemukannya. Dia sedang memotong sebuah kayu dengan pedang.


Aku berhenti dan memperhatikannya.Potongan itu terlihat sangat halus dan selalu sama seperti sebelumnya.


Pria tua itu melihatku dan segera menghentikan pekerjaannya.


"Ada apa kau menemuiku?" tanyanya.


"Dasar kakek tua! Setidaknya kau memberiku tempat duduk untukku! Apa kau tidak lihat aku bersusah payah berdiri seperti ini?"


"Tidak ada tempat duduk untukmu. Sekarang katakan apa tujuanmu menemuiku disini?"


"Aku ingin bertanya tentang Batu Kehidupan?"

__ADS_1


"Ohhh, batu itu... untuk apa kamu mencari tahunya?"


__ADS_2