
"Bukankah sudah jelas? Aku hanya ingin menghidupkan seseorang kembali," jawabku atas pertanyaan pria tua tersebut.
"Apa kau tahu di mana aku bisa mendapatkan batu itu?" tanyaku kembali.
"Hmmm, bagaimana ya... dengan kekuatanmu yang sekarang, kau tidak mungkin bisa mendapatkan batu itu. Setidaknya kau harus bisa mengalahkanku terlebih dahulu sebelum mencari keberadaan batu itu," jawab pria tua tersebut.
Aku terkejut mendengar jawaban darinya. Hal itu sama saja dengan caraku bisa keluar dari sini. Aku sedikit mencurigainya kalau dia berbohong.
"Kau bohong! Itu sama saja dengan cara agar aku keluar dari sini! Kau tidak tahu apapun tentang batu itu!"
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?!" tanyaku kesal.
"Aku tidak berbohong padamu..." Pria tua mengambil sesuatu di kantong celana dan memperlihatkannya padaku, "Lihatlah, ini batu yang kau cari."
Batu yang ditunjukkannya terlihat kecil dengan diameter sekitar 10 cm. Batu itu berwarna biru kehijauan dengan aura yang terpancarkan di sekitarnya. Aura itu membuat sekitarnya menjadi tenang.
Tentu saja aku tidak langsung percaya padanya. Bisa saja dia hanya menunjukkan batu biasa katena aku tidak pernah melihatnya.
Karena aku tidak bisa menggunakan mana t
di tempa ini, aku menyuruh system untuk membantuku mengidentifikasinya, "System, bantu aku mengidentifikasi batu itu. Aku tidak bisa menggunakan skillku di sini."
"[System sedang memperbarui status Anda]"
"[Level Anda meningkat ke Level 150]"
"[Quest dari sytem telah selesai. Hadiah bisa Anda lihat pada Inventory]"
"[Anda mendatkan 1.500.000 Ps dari membunuh goblin]"
"[Anda mendapatkan 50.000 Ps dari membunuh Raja Goblin]"
"[Anda mendapatkan bonus 500.000 Ps dari menyelesaikan Quest]"
"[Quest baru telah ditambahkan]"
[Misi : Membunuh Saint Sword dalam adu pedang
Tingkat misi : SS
Reward : Batu Kehidupan dan pedang cahaya dari Saint Sword, 10.000.000 Ps, Skill dengan Spesialis Healer dapat di tingkatkan hingga Max 5, Mewarisi Item Pembuat Dimensi
Gagal : Level Anda akan diturunkan menjadi 0, dan seluruh statsistik Anda akan diturunkan menjadi 10, Seluruh Skill akan dihapus kecuali skill dengan spesialis Healer hanya akan direset levelnya.
Waktu : Max 5 tahun dari sekarang
__ADS_1
"[Silahkan ulangi perintah Anda]"
Aku terkejut setelah mengetahui misinya adalah tingkat SS. Walaupun hadiah yang didapatkan sangat banyak, bagaimana bisa aku membunuhnya dalam berpedang.
Selama ini aku hanya menebas-nebaskan pedangku ke monster dan selalu mengandalakan skill sehingga serangan itu menjadi hebat.
"Lagian siapa Sword Saint itu? Apa kakek tua ini yang system maksud?" Aku melirik kearah pria tua tersebut sebentar.
"Bantu aku mengidentifikasi batu itu," perintahku kembali.
"[Membutuhkan 10.000 Ps untuk mengidentifikasi]"
"Ya gunakan saja. Aku masih memilik jutaan Ps yang bisa kugunakan," jawabku.
"[System sedang mengidentifikasi..... identifikasi berhasil. Batu itu adalah Batu Kehidupan]"
"Jadi dia benar-benar tidak berbohong padaku," batinku.
"Hey pak tua, apakah kau seorang Saint Sword?" tanyaku tiba-tiba.
Pria tua itu terkejut dan terbatuk-batuk setelah mendengar pertanyaanku.
"Uhuk... uhuk... bagaimana kau tahu?"
"Hanya intuisi saja. Mengapa kau menetap disini? Mengapa kau tidak pergi dari sini menyelamatkan dunia dari para monster? Mengingat kekuatanmu yang sangat hebat." tanyaku.
"Ya, aku sudah memutuskan itu sejak lama," ucapnya melanjutkan.
"Apa yang terjadi dengan masa lalumu? Apa terjadi suatu hal yang mengerikan? Hingga membuatmu berhenti," tanyaku kembali.
Aku mengetahui kalau dia sedang mengingat masa lalunya. Aku bisa mengetahuinya karena hal itu terlihat jelas di mata dan ekspresi wajahnya.
"Tidak, aku hanya ingin berhenti saja dan hidup dengan tenang. Seperti yang kau lihat sekarang, di sini terasa sangat nyaman," jawabnya dengan melihat-lihat lingkungan sekitar.
"Yah, aku mengakuinya. Lingkungan di sini sangat nyaman, tapi aku harus pergi dari sini sesegera mungkin."
"Sudah aku katakan berulang kali, untuk keluar dari sini kau harus bisa mengalahkanku," ucap pria tua.
"Maka dari itu, sekarang aku akan melawanmu." Aku mengambil pedang Sword Of Darknes dari inventoryku.
Pria tua itu terkejut melihat pedang itu dan kemudian berkata dengan pelan, "Jadi sekarang pedang itu ada padamu... sangat nonstalgia sekali mengingat pedang itu."
"Apa kau tahu pedang ini?" tanyaku tiba-tiba.
"Aku akan menjawabnya setelah pertarungan ini selesai. Tapi apa benar kau akan melawanku sekarang? Lukamu masih belum sembuh sepenuhnya," jawabnya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah meminum Heal Potion jadi ini sudah tidak terasa sakit lagi."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita mulai!"
Pertarungan akhirnya terjadi. Aku menebas-nebaskan pedangku ke pria tua itu tetapi dapat dihindarinya dengan mudah.
"Ada apa dengan seranganmu? Kau tidak bisa mengenaiku jika seranganmu seperti ini!" ejek pria tua.
Pria tua tersebut kemudian menyerang pedangku dengan sentilan jarinya.
TANG!
Efek dari sentilan tersebut membuat pedangku lepas dari tanganku hingga terpental jauh beberapa ratus meter.
"Rasakan ini!" Pria tua kembali melanjutkan serangannya dengan memukul bagian perutku.
Aku langsung tersungkur ke tanah karena kuatnya pukulan itu. Darah juga keluar banyak dari mulutku dan akhirnya pingsan.
"Haihh, dia tidak bisa menggunakan pedang. Apakah nenek tua itu salah? Bagaimana bisa anak lemah sepertinya mengubah dunia ini?" ucapnya kecewa.
"Tapi pada suratnya, anak itu telah menghancurkan kota Argo dengan kekuatannya. Aku akan mengkonfirmasinya besok?" gumam pria tua pelan.
Pria tua itu membopongku kembali menuju rumah tinggalnya. Sambil membopong, dia bergumam pada dirinya sendiri, "Jika anak ini bisa mengalahkanku, aku akan sangat senang mati di tangannya."
Setelah sampai di rumahnya, dia membaringkanku di ranjangnya dan langsung pergi keluar. Dia pergi menuju sebuah gudang di samping rumahnya dan mengambil sebuah pedang yang dibungkus oleh kain berwarna hitam.
Dia melepaskan bungkus kainnya dan cahaya yang menyilaukan terpancar keluar dari pedang itu. Kemudian dia berkata, "Pasanganmu telah kembali. Aku mengira tidak akan pernah melihatnya lagi. Aku akan memberikan pedang ini pada anak itu setelah dia membunuhku." Sambil mengelus pedang tersebut.
Di Malam hari
Rasa sakit semakin kurasakan. Aku terbangun dari tidurku dan berteriak kesakitan.
"Arrrgghhh! Arggghhhh! Sakit sekali!"
"Kenapa ini sakit sekali?!"
Teriakan itu membuat pria tua mendatangiku.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak malam-malah begini? Kau mengganggu tidurku!" ucapnya marah-marah.
"Arrggghhh!"
"Aku sudah mengatakannya sebelumnya, kalau lukamu belum sembuh sepenuhnya. Kau tetap memaksakan dirimu untuk melawanku. Ini akibat dari ulahmu sendiri!" Pria tua itu kemudian pergi meninggalkanku.
"Kakek tua sialan! Awas kau! Argghhhh!"
__ADS_1
Rasa sakit itu terus menerus kurasakan hingga pagi haripun tiba.
IG : @Cery ahay barang kali ada yang mau berteman hehehe