
Happy Reading
Kalau kalian suka like ya, karena like itu gratis.
Gak ada ruginya kalau kalian like wkwk.
Nina memelukku dengan erat dan berbisik padaku, "Aku baik-baik saja. Aku disini untukmu. Aku mohon... Sadarlah! Aku mohon— uhuk-uhuk." Darah kembali keluar dari mulut Nina.
Nina semakin kesulitan berbicara karena rasa sakit yang dirasakannya akibat tertusuk pedangku.
Tetapi Nina terus menahana rasa sakit itu dan terus berusaha untuk menyadarkanku. "Aku mohon... Sadarlaahh!"
--Di dalam kesadaranku hanya ada kegelapan, tidak ada cahaya sedikitpun yang kurasakan.
"Di mana aku? Apa yang terjadi padaku?" Aku kebingungan.
Di kegelapan itu, banyak suara-suara aneh yang menyuruhku untuk membunuh. "Bunuh mereka semua! Bunuh! Bunuh! Bunuh!"
Suara itu terus menerus muncul hingga aku merasa bosan dengannya. "Suara itu tidak ada hentinya. Aku semakin bosan disini."
"Sepertinya aku di kendalikan oleh Aura hitam pedang Sword Of Darkness karena kemarahku tadi."
Itu adalah kemarahku yang pertama sejak aku dipindahkan ke dunia itu.
"Sebelumnya system juga memberi peringatan padaku tapi aku tidak menghiraukannya."
"Sekarang, bagaiman caraku keluar dari sini? Aku tidak tau apapun."
Tiba-tiba tempat itu menjadi sebuah ruangan dengan warna putih di semua sisinya. Aku berdiri di tempat itu dan semakin kebingungan.
Dan kemudian muncul sosok bayangan diriku tetapi di sekitar tubuhnya ada aura kegelapan. Munculnya sosok tersebut membuat aku terkejut.
Kemudian aku mencoba bertanya padanya tentang tempat itu.
"Di mana ini? Dan siapa kamu? Kenapa kamu mirip denganku?"
"Aku adalah kamu. Kamu adalah aku. Ini adalah tempatmu yang seharusnya. Kamu tidak perlu kemana-mana lagi. Tidak ada cara keluar dari sini." jawab sosok bayangan tersebut.
"Aku adalah sosokmu yang sebenarnya!" Sosok bayangan itu menegaskan.
"Tidak, kau salah mengenai itu. Aku adalah aku dan kamu adalah kamu. Tidak usah mencoba meniru diriku! Aku tidak akan terpengaruh olehmu! Aku harus keluar dari sini! Aku harus kembali!" ucapku menegaskan.
"Untuk apa kamu kembali? Apa kamu tetap ingin mecari tahu tentang Cinta dan kasih sayang yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya?" tanya sosok bayangan tersebut.
"Ya, mungkin itu keinginanku. Tapi... Aku tidak yakin tentang itu," jawabku.
Sebenarnya aku tidak tahu tentang apa keinginanku. Aku hanya berbicara omong kosong saja selama ini. Jika itu memang benar apa yang kuinginkan, untuk sekarang aku tidak memiliki motivasi untuk itu.
__ADS_1
"Aku tahu apa yang sebenarnya kau inginkan, karena aku juga adalah kamu. Apa kamu benar-benar ingin kembali?" tanya sosok bayangan tersebut.
"Ya aku ingin kembali," jawabku.
"Apa hanya karena dia sedikit peduli padamu kau ingin menyelamatkannya? Dia sudah mati, tidak ada yang bisa kau lakukan," tegas sosok bayangan tersebut.
Apa dia membicarakan tentang Nina? Apa dia memang benar-benar diriku? Itu sesuatu yang terlintas dalam pikiranku setelah sosok bayangan mengatakan itu.
"Ya, tidak peduli apa yang harus aku lakukan, apapun metode yang harus digunakan, aku harus bisa menyelamatkannya."
Ya benar, Nina adalah orang yang baik. Aku akan memperlakukan seseorang dengan baik jika orang itu baik dan yang jahat diperlakukan dengan kejahatan.
"Apa kau punya kekuatan untuk melakukannya? Kau masih sangat lemah!"
Aku punya system yang akan membantuku. Aku ingin menjawab itu tapi aku menahannya. Aku menduga dia tidak tahu tentang system.
"Aku akan mencari kekuatanku sendiri."
"Aku akan memberikanmu kekuatan untuk itu. Kamu hanya perlu tinggal disini."
Dia mau memberiku kekuatan? Dia ingin aku tingga disini? Untuk apa dia mengatakan itu? Memberiku kekuatan tapi aku harus tinggal disini, apa dia mau mengendalikan tubuhku? Aku tidak akan memberikannya!
"Tidak perlu, aku tidak membutuhkan kekuatanmu!" tegasku.
Jadi benar, dia hanya memiliki sedikit ingatan tentang diriku untuk menirunya. Dia tidak tahu kalau system yang aku memiliki bisa membuatku sangat kuat.
Memang benar manusia pada umumnya adalah makhluk sosial. Mereka akan selalu membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup.
Namun ada kalanya keegoisan akan muncul diantara mereka. Mereka akan memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya sendiri dan akan melupakannya ketika kepentingan itu sudah tercapai.
Bahkan jika mereka akan menjalankan kerja sama, mereka akan memikirkan keuntungan apa saja yang mereka dapatkan. Mereka akan memilih keuntungan yang lebih besar.
"Aku akan tetap kembali. Aku akan menyelamatkannya dan akan selalu menjaganya. Aku tidak akan melupakannya," ucapku.
"Kalau begitu, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini! Kau akan selamanya terjebak. Aku akan mengendalikanmu dengan paksa!" tegas sosok bayangan tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"
Tiba-tiba sosok bayangan tersebut menghilang dan tempat itu kembali gelap seperti sebelumnya.
"Apa aku bisa menggunakan kekuatanku disini?"
"Gelombang penghancur!"
Aku mencoba menggunakan kekuatanku tetapi tidak terjadi apapun. Lama kelamaan akku menjadi sedikit putus asa.
Aku duduk dengan tenang di tempat itu tanpa memikirkan apapun lagi. Aku tidak tau cara untuk keluar dari sini.
__ADS_1
Tak lama kemudian, tiba-tiba tempat itu berubah lagi. Matahari muncul di atasku dengan langit yang berwarna biru cerah.
Lantainya berubah menjadi lautan dan aku tenggelam dilaut itu. Aku mencoba untuk naik kepermukaan tapi itu sia-sia. Aku semakin tenggelam ke dalam dan lautan itu semakin gelap hingga aku tidak bisa melihat apapun lagi.
Tiba-tiba sebuah cahaya muncul. Aku melihat dengan samar-samar seseorang yang mencoba menyelamatkanku.
Aku perlahan-lahan menggapai tangannya sedikit demi sedikit. Dan akhirnya aku berhasil menggapainya. Dia menarikku keluar dari lautan itu dan cahayapun mulai muncul.
--Perlahan Aura kegelapan menghilang dari tubuhku. Kesadaranku mulai kembali. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan melihat ada seseorang didepanku.
Dia memelukku dengan erat. Tetapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena wajahnya berada di pundakku.
"Tolong lepaskan aku," kataku.
Mendengar ucapanku, dia melepaskan pelukannya dan memperlihatkan wajahnya padaku.
Aku sangat terkejut kalau di depanku adalah Nina. Dia mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
"Nina, apa yang terjadi padamu?" tanyaku karena mengkhawatirkannya.
"Aku tidak apa-apa. Apa kamu sudah sadar sekarang? Kamu tadi tidak terkendali dan menyerang apapun." Nina lebih mengkhawatirkan diriku.
Aku melihat sebuah pedang menembus perutnya. Pedang itu adalah milikku sendiri. Aku sangat terkejut melihatnya.
"Apa yang telah aku lakukan..." Aku merasa sangat bersalah karena telah menyerang Nina.
Tetapi Nina tidak menyalahkanku, dia malah merasa bersalah, "Kamu tidak melakukan apapun padaku. Ini kesalahanku."
"Tidak, Ini kesalahanku. Aku harus segera menyembuhkanmu."
"Heal!"
"[System kembali diaktifkan]"
"[Anda menggunakan skill Heal, mana -150]"
Aku mencabut pedang dari perut Nina sambil menggunakan skill penyembuahnku. Nina terlihat menahan rasa sakit saat aku mencabut pedangnya.
"Heal Wave!"
"[Anda menggunakan Skill Heal Wave, mana - 750]"
Perlahan pedang mulai tercabut dari perut Nina. Dan tanpa berlama-lama pedangku berhasil tercabut dari perut Nina.
#Sangkyuuu
Pesan author : Jangan pernah melupakan orang yang membuatmu menjadi orang yang sukses.
__ADS_1